Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Berlangsung Meriah, Pembukaan PKB XLVI Kabupaten Tabanan

BALIILU Tayang

:

pkb tabanan
PKB XLVI TABANAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya membuka secara resmi PKB XLVI tingkat Kabupaten Tabanan, Sabtu (8/6) di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung dan melestarikan seni sekaligus memberikan panggung bagi para pelaku seni di Kabupaten Tabanan terus diwujudkan. Pada Sabtu malam (8/6), Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dengan penuh semangat dan antusiasme, membuka secara resmi pelaksanaan (Pesta Kesenian Bali) PKB XLVI tingkat Kabupaten Tabanan.

Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, Made Edi Wirawan beserta istri, Ketua DPRD Tabanan beserta Wakil dan beberapa anggota, Jajaran Forkopimda Tabanan, Tjokorda Anglurah Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan beserta undangan terkait lainnya. Acara yang digelar sebelum menyambut pagelaran PKB Provinsi Bali ini berlangsung di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana Tabanan dan menjadi ajang penting untuk merayakan serta melestarikan seni dan budaya Bali.

Kehadiran Sanjaya bersama Bunda Rai dan jajaran malam itu disambut dengan seruan gamelan baleganjur dan tarian barong Ngelawang, yang kemudian dilanjutkan dengan meninjau pameran lukisan. Bahkan, ribuan masyarakat tampak antusias memadati area pementasan di Seputaran Taman Bung Karno Tabanan menyaksikan pembukaan PKB Tabanan yang dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni menarik seperti Sekaa Gong Kebyar Anak-anak, Sekaa Gong Kebyar Wanita, dan Sekaa Gong Kebyar Dewasa.

Beberapa penampilan lain yang turut mengisi acara antara lain Tari Jayaning Singasana AUM oleh Gong Kebyar Wanita, Tari Pendet Pangkung oleh Gong Kebyar Anak-anak, Tari Kekebyaran oleh Gong Kebyar Dewasa, Dramatari Dolanan oleh Gong Kebyar Anak-anak, Sandyagita oleh Gong Kebyar Wanita, dan Fragmentari oleh Gong Kebyar Dewasa. Juga terdapat pameran lukisan dan kerajinan serta stand-stand kuliner yang menarik.

Baca Juga  Lebih Dekat dengan Masyarakat, Bupati Sanjaya Kembali Lakukan Temu Wirasa

Pesta Kesenian Bali ke-46 tahun 2024 yang mengusung tema Jana Kerthi: Paramaguna Wikrama yang memiliki makna harkat martabat manusia unggul, memiliki filosofi tema yang erat kaitannya dengan visi Pemerintah Kabupaten Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). Aspek Jana Kerthi sangat relevan dalam mewujudkan visi besar tersebut.

“Tanggal 15 Juni ini merupakan pembukaan PKB di Provinsi Bali, sebelum pembukaan, PKB kita selenggarakan dulu di Kabupaten, sehingga duta-duta yang akan mewakili Kabupaten Tabanan ini pentas dulu di Kabupaten Tabanan. Artinya pemanasan dulu, sehingga rakyat kita juga menikmati hasil karya cipta daripada anak-anak kita, sebelum bertanding di Provinsi. Jadi bukan saja penikmat seni hanya bisa menonton di Provinsi Bali, kita juga di Kabupaten Tabanan bagaimana menyuguhkan kesenian-kesenian yang kita miliki, sehingga betul-betul masyarakat Tabanan juga terhibur,” ujar Sanjaya.

Maka dari itu di kesempatan yang sama, Sanjaya meminta kepada seluruh stakeholder dalam bidang seni dan budaya untuk bergandengan tangan dan mengambil tanggung jawab bersama untuk melestarikan adat dan budaya warisan dari para leluhur selaku pewaris tunggal dari budaya adiluhung yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat bali. Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan tekad mebela pati tersebut harus tetap dipupuk dan dipelihara karena kesadaran ini akan membawa pada suatu kondisi, bahwa seni budaya akan menjadikan kita sebagai masyarakat yang bermartabat. Mengingat, bahwa masyarakat manapun di dunia ini tidak akan pernah maju tanpa budaya.

“Karena itu sekali lagi, saya katakan secara pribadi maupun selaku Bupati dan Pemerintah Kabupaten Tabanan tetap berkomitmen guna mendukung pelestarian seni budaya di Kabupaten Tabanan. Ini penting diperhatikan, untuk membangkitkan rasa bangga kepada tanah kelahiran. Jele melah gumi gelah, jele melah nyame gelah. Inilah yang disebut militansi Tabanan Era Baru,” jelas politisi asal Dauh Pala tersebut.

Baca Juga  Perwujudan Dukungan kepada Masyarakat, Bupati Sanjaya Hadiri Karya Ngenteg Linggih Kahyangan Prajapati Desa Adat Pejaten

Dengan adanya panggung terbuka GWS, Gedung Kesenian I Ketut Marya dan Taman Bung Karno yang tiada lain merupakan kawasan taman budaya Tabanan dan juga sebagai wahana kreativitas seni budaya bagi pelaku seni budaya di Tabanan. Sanjaya sangat berharap kedepannya agar kawasan Taman Budaya Tabanan ini tumbuh sebagai tempat dan ruang bagi pelaku seni budaya untuk berkreatifitas, berinovasi dalam memperkaya khasanah budaya dan seni di daerah yang kita cintai.

Selaku Ketua Panitia, Kepala Dinas Kebudayaan, I Made Yudiana menyampaikan, pelaksanaan PKB di Kabupaten Tabanan ini berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 8-9 Juni 2024. Pihaknya juga sempatkan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bapak Bupati atas inisiasi dan pendanaan yang telah diberikan untuk penyelenggaraan PKB ini serta terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan PKB tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pertahankan Transparansi, Pemkab Tabanan Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut atas LKPD

Published

on

By

WTP tabanan
TERIMA LHP LKPD 2025: Bupati Tabanan, I Komang Sanjaya menerima LHP LKPD TA 2025 dari BPK RI Perwakilan Bali pada Senin (8/6/2026) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Bali. (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali mengukir prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah. Pemkab Tabanan sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Pencapaian yang diserahkan pada Senin (8/6) ini menjadi sangat spesial karena menandai keberhasilan Pemkab Tabanan dalam menjaga predikat tertinggi tersebut, 12 kali berturut-turut sejak LKPD TA 2014. Bupati Tabanan, I Komang Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat Tabanan atas kerja keras dan sinergi yang terus terjaga.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP secara konsisten ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Pemkab Tabanan berjalan dengan sangat baik. Pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap LKPD TA 2025 meliputi kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, dan efektivitas sistem pengawasan.

Meskipun kembali meraih predikat terbaik, Sanjaya menegaskan, bahwa Pemkab Tabanan tidak boleh berpuas diri. Segala rekomendasi dan catatan kecil yang diberikan oleh BPK akan segera ditindaklanjuti demi penyempurnaan kualitas tata kelola keuangan ke depan. Disamping itu, dikatakan pihaknya dan jajaran selalu fokus pada Akuntabilitas dan Efisiensi serta mempertegas komitmen untuk kesejahteraan Masyarakat.

“Ke depan, Pemkab Tabanan berkomitmen untuk menyelaraskan opini WTP ini dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di lapangan. Dengan diraihnya penghargaan ke-13 kalinya di tahun 2026 ini, Pemkab Tabanan kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu daerah di Bali yang paling konsisten dalam menjaga integritas dan profesionalisme tata kelola birokrasi,” imbuh Sanjaya. (gs/bi)

Baca Juga  Gotong-royong Percepat Pembangunan Daerah, Bupati Tabanan Hadiri Penutupan TMMD Ke-123

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kodam IX/Udayana Gelar “Melaspas” Wantilan Pura Agung Udayana Dipimpin Langsung Pangdam

Published

on

By

Pura Agung Udayana
MELASPAS: Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, saat memimpin upacara Melaspas (pemelaspasan) Wantilan Pura Agung Udayana, Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, pada Senin (8/6/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Suasana khidmat dan penuh nuansa spiritual menyelimuti Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar, pada Senin (8/6/2026). Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, secara langsung memimpin upacara Melaspas (pemelaspasan) Wantilan Pura Agung Udayana.

Kehadiran Pangdam di tengah-tengah umat Hindu jajaran Kodam IX/Udayana ini menegaskan komitmen TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai pelindung dan pemelihara nilai-nilai kearifan lokal serta kerukunan beragama di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Upacara Melaspas merupakan ritual suci dalam tradisi Hindu Bali yang bertujuan untuk “menghidupkan” atau memberikan jiwa (prana) pada sebuah bangunan. Dalam sambutannya, Pangdam menjelaskan bahwa proses ini memiliki makna mendalam secara niskala (spiritual).

“Ritual ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah wujud pembersihan rohaniah untuk menghilangkan energi negatif sisa proses pembangunan. Lebih dari itu, Melaspas adalah penyatuan unsur alam agar material bangunan dapat berfungsi harmonis, serta pemberian ‘jiwa’ agar Wantilan ini mampu membawa ketenangan, keselamatan, dan kerahayuan bagi setiap prajurit dan PNS yang beraktivitas di dalamnya,” ujar Pangdam.

Wantilan atau bale pesandekan yang baru diresmikan ini didesain sebagai bangunan terbuka yang multifungsi. Pangdam menekankan peran strategis bangunan ini sebagai pusat aktivitas sosial-spiritual di lingkungan Makodam.

“Keberadaan Wantilan ini sangat strategis. Selain menjadi tempat persembahyangan yang nyaman bagi umat Hindu di lingkungan Kodam, bangunan ini juga berfungsi sebagai ruang musyawarah. Di sinilah kita bisa duduk bersama, bermusyawarah mufakat, dan mempererat silaturahmi antar sesama prajurit” terang Mayjen TNI Piek Budyakto.

Ia berharap, Wantilan Pura Agung Udayana ini senantiasa mendatangkan manfaat sebesar-besarnya, menjadi sumber kedamaian, dan memperkuat keimanan seluruh personel Kodam IX/Udayana kepada Sang Pencipta.

Baca Juga  Lebih Dekat dengan Masyarakat, Bupati Sanjaya Kembali Lakukan Temu Wirasa

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai dari panitia pembangunan, tenaga ahli, hingga para donatur dan sukarelawan yang telah mendukung kelancaran pembangunan Wantilan hingga tuntas.

Puncak acara ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti Wantilan Pura Agung Udayana oleh Mayjen TNI Piek Budyakto, sebagai simbol resmi beroperasinya fasilitas ibadah baru tersebut.

Kegiatan berlangsung lancar dan hikmat, dihadiri oleh Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, antara lain Kasdam, Irdam, Kapok Sahli, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam, Para Asisten Kasdam, Liaison Officer (LO) AU dan AL, serta para Dan/Kabalak Satuan Jajaran.

Dengan diresmikannya Wantilan ini, Kodam IX/Udayana kembali membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Melalui fasilitas yang inklusif dan bernuansa spiritual, TNI hadir melindungi hak-hak dasar prajurit dalam beribadah, sekaligus memperkuat kohesi sosial internal organisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Badung Tutup Pelatihan Sensus Ekonomi dan Canangkan “Desa Cantik” 2026

Published

on

By

sekda surya suamba
TUTUP PELATIHAN: Sekda Surya Suamba secara resmi menutup Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, sekaligus mencanangkan program pembinaan Desa Cinta Statistik tahun 2026 di Aston Kuta Hotel & Residence, Minggu (7/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung diwakili Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba secara resmi menutup Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, sekaligus mencanangkan program pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 di Aston Kuta Hotel & Residence, Minggu (7/6).

Ada tiga Desa yang dicanangkan sebagai Desa Cantik Kabupaten Badung 2026 yaitu Desa Bongkasa Pertiwi, Desa Gulingan dan Desa Pererenan. Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali diwakili Kabag Umum Komang Bagus Pawastra, Kepala BPS Badung, Made Bimbo Abdi Suardika, Kadis PMD Badung Komang Budi Argawa, Kadis Kominfo Ketut Gede Arta, perwakilan Camat Abiansemal dan Mengwi, para Perbekel serta Petugas Sensus Ekonomi 2026.

Dalam sambutannya Sekda Surya Suamba mengapresiasi BPS Badung yang terus memperkuat kualitas data sebagai pondasi pembangunan. Menurutnya, keberhasilan sensus ekonomi memiliki arti yang sangat penting. Data yang akurat dan mutakhir sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran, efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Dijelaskan, pelaksanaan sensus ekonomi 2026 yang diintegrasikan dengan pengumpulan informasi atau data sosial ekonomi keluarga menjadi momentum penting untuk ikut berkontribusi mendukung pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi nasional. Data ini nantinya menjadi salah satu landasan dalam penyusunan berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan sehingga bantuan dan intervensi pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kepada para petugas sensus, Sekda mengajak agar bertugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, jujur dan menjunjung tinggi integritas.

Selain itu, pencanangan program Desa Cantik merupakan langkah tepat dan strategis. Program Desa Cantik tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi statistik dan kualitas pengelolaan data di desa, tetapi juga mendorong pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna Ke-9 Bahas RPJMD Semesta Berencana 2025–2029

“Desa yang memiliki kemampuan mengelola data dengan baik akan lebih mudah mengidentifikasi potensi wilayah, memetakan permasalahan masyarakat serta menyusun program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara, Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Tujuannya untuk memperoleh gambaran utuh kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan serta karakteristik usaha yang ada di masyarakat. Ditambahkan, pelatihan diikuti sebanyak 461 petugas yang dimulai 30 Mei-7 Juni. Petugas sensus terdiri dari 452 petugas untuk sensus door to door ke UKM dan 9 petugas mensensus usaha besar. Sensus ekonomi akan dimulai 8 Juni-31 Agustus dengan objek pendataan yaitu ekonomi usaha dan sosial ekonomi keluarga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca