Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Besok, Vaksinasi Covid-19 di Zona Hijau Dimulai

BALIILU Tayang

:

de
Dewa Indra: Pemberian vaksinasi bagi masyarakat di tiga zona hijau tersebut akan dimulai secara serentak besok, Senin (22/3).

Denpasar, baliilu.com  – Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan akselerasi dalam upaya pemulihan kesehatan masyarakat sekaligus pemulihan ekonomi Bali. Salah satu upaya yang ditempuh dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Tidak hanya itu, pemerintah juga tengah mencanangkan program vaksinasi di tiga zona hijau. Kawasan yang dimaksud yaitu Ubud, Nusa Dua dan Sanur sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata.

Pemberian vaksinasi bagi masyarakat di tiga zona hijau tersebut akan dimulai secara serentak besok, Senin (22/3). Demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam siaran persnya, Minggu (21/3).

Lebih jauh Dewa Indra yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali menyampaikan bahwasanya konsep zona hijau  yang merupakan gagasan dari Gubernur Bali Wayan Koster ini bermakna bahwa seluruh warga masyarakat  di tiga kawasan ini diberikan vaksin sehingga terhindar dari paparan Covid-19. Konsep ini mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat.

Menurut pejabat asal Pemaron Buleleng ini, pemerintah pusat mendukung penyediaan vaksin sesuai kebutuhan yakni sebanyak 170.487 dosis yang terbagi kedalam 47.045 dosis untuk wilayah Ubud, 87.715 untuk Nusa Dua dan 35.727 dosis untuk wilayah Sanur. 

“Mewujudkan tiga kawasan zona hijau ini merupakan langkah cerdas dalam upaya membuka pariwisata Bali. Dengan pemberian vaksin dan didukung penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, maka zona hijau di tiga kawasan ini  akan terwujud, “ imbuhnya.

Dewa Indra juga mengurai, vaksinasi di tiga kawasan ini merupakan langkah taktis dan strategis untuk mencapai dua tujuan sekaligus yakni pemulihan kesehatan masyarakat dan pemulihan pariwisata (ekonomi ) Bali. Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Pemkab Badung dan Pemerintah Kota Denpasar untuk pengaturan jadwal vaksin, penyediaan  sarana vaksin serta petugas vaksinasi. Vaksin yang akan digunakan juga telah disiapkan dan bahkan sudah mulai didistribusikan kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Baca Juga  Rabu Besok, Wagub Jabar Buka Rakerda SMSI di Bekasi

“Kami harap dukungan penuh dan partisipasi aktif  dari masyarakat di tiga kawasan ini untuk mengikuti vaksinasi sebagai tanggung jawab kita untuk memulihkan kesehatan dan juga perekonomian. Semakin cepat selesai vaksinasi ini, akan semakin baik,“ tuturnya.

Di akhir siaran persnya, Sekda Bali juga  menyampaikan bahwa selain vaksinasi di zona hijau ini, vaksinasi di kabupaten lainnya terus dilakukan dan bahkan diakselerasi agar bisa lebih cepat. Masyarakat diharapkan segera mendaftarkan diri untuk mengikuti vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat di wilayah masing masing. Para pimpinan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan vaksinasi diminta membantu warga untuk mempermudah pendaftaran terutama bagi para lansia. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wabup Gede Supriatna Dorong Digitalisasi Bansos Tepat Sasaran dan Transparan

Published

on

By

bansos buleleng
PROGRAM PILOTTING: Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna pimpin pelaksanaan program pilotting digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan public yang dilaksanakan secara hybrid di Ruang BBC, Kamis (30/4). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mengimplementasikan program pilotting digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang BBC, Kamis (30/4).

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan digitalisasi bansos menjadi langkah strategis dalam mendorong penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan efisien. Pihaknya juga mengapresiasi pelaksanaan pilotting sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem perlindungan sosial.

Menurutnya, penyaluran bansos selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan validasi data hingga potensi ketidaktepatan sasaran. Melalui sistem digital, pemerintah ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Digitalisasi ini menjadi kunci untuk memperbaiki sistem penyaluran bansos agar lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Lebih lanjut, Wabup Supriatna menekankan keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dan komitmen seluruh pihak, khususnya agen perlindungan sosial sebagai ujung tombak di lapangan.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran. Semua harus berbasis data yang valid dan terintegrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan yang juga selaku Sekretaris Tim Pelaksana Pilotting Putu Ariadi Pribadi, menjelaskan bahwa sasaran digitalisasi bansos mencakup keluarga pada desil 1 hingga 5. Namun, keluarga miskin yang secara faktual berada pada desil 6 hingga 10 tetap diprioritaskan untuk didaftarkan.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan rincian desil 1 dan 2 merupakan kelompok sangat miskin yang menjadi prioritas utama bansos reguler. Desil 3 (hampir miskin) diprioritaskan untuk program seperti PKH dan BPNT. Sementara desil 4 (rentan miskin) dan desil 5 (pas-pasan) masih berpeluang menerima bantuan dalam kondisi tertentu. Adapun desil 6 hingga 10 umumnya tidak menjadi prioritas.

Baca Juga  Rabu Besok, Wagub Jabar Buka Rakerda SMSI di Bekasi

Strategi pendaftaran dilakukan melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang difasilitasi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di tingkat desa dan kelurahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Personel Polsek Kutsel Jalani Tes Urine Mendadak

Published

on

By

polsek kutsel
PEMERIKSAAN URINE: Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali melaksanakan saat pemeriksaan urine terhadap seluruh personel Polsek Kuta Selatan, Kamis (30/4/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Badung, baliilu.com – Dalam upaya menjaga disiplin serta memastikan personel bebas dari penyalahgunaan narkoba, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H. bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali melaksanakan pemeriksaan urine terhadap seluruh personel Polsek Kuta Selatan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita di Aula Polsek Kuta Selatan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini dihadiri Kabid Propam Polda Bali beserta jajaran, Tim Biddokkes Polda Bali, Kapolsek Kuta Selatan AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K., Wakapolsek, para Kanit, Panit, serta seluruh personel Polsek Kuta Selatan.

Setibanya di Mako Polsek Kuta Selatan, rombongan Kabid Propam Polda Bali disambut oleh Wakapolsek Kuta Selatan bersama para Kanit. Selanjutnya, pada pukul 10.15 Wita, tim Biddokkes langsung melaksanakan pemeriksaan urine kepada seluruh personel sebagai bentuk pengawasan internal dan penegakan disiplin di lingkungan Polri.

Pemeriksaan berlangsung tertib dan lancar, dan pada pukul 10.50 Wita seluruh rangkaian kegiatan telah selesai dilaksanakan. Rombongan Kabid Propam Polda Bali bersama tim Biddokkes kemudian meninggalkan lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh personel Polsek Kuta Selatan dinyatakan negatif atau nihil dari penyalahgunaan narkoba. Kapolsek Kuta Selatan AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan integritas dan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rabu Besok, Wagub Jabar Buka Rakerda SMSI di Bekasi
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sambut Satu Abad Pariwisata Bali, Gubernur Koster Pimpin Persiapan Jatiluwih Fun Run 2026, Targetkan 10 Ribu Peserta

Published

on

By

Jatiluwih Fun Run
PERSIAPAN JATILUWIH FUN RUN: Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama usai memimpin rapat persiapan "Jatiluwih Fun Run 2026” yang merupakan kolaborasi antara Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu (29/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat persiapan “Jatiluwih Fun Run 2026” yang merupakan kolaborasi antara Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu (29/4).

Agenda ini menjadi langkah awal menyongsong peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027, sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan Bali melalui perpaduan olahraga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa Jatiluwih Fun Run yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 harus dirancang sebagai magnet bagi wisatawan dan pelari dari luar Bali, bukan sekadar event lokal. Ia menilai potensi peserta sangat besar dan bisa melampaui target awal.

“Jatiluwih running harus fokus menarik wisatawan atau pelari dari luar Bali. Ini harus didorong. Saya kira pesertanya bisa lebih banyak, 10 ribu masih memungkinkan. Karena ini digagas pelaku pariwisata, maka kolaborasi dengan travel agent harus diperkuat untuk menarik lebih banyak orang datang ke Bali,” tegas Koster.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola acara yang profesional, terutama menyangkut kesiapan teknis di lapangan, agar event berskala internasional tersebut berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.

Dukungan penuh juga datang dari Bank Indonesia Provinsi Bali. Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja menyatakan pihaknya siap segera berkoordinasi dengan panitia guna mendukung penyelenggaraan event yang dinilai memiliki nilai tambah kuat karena menggabungkan olahraga, budaya, pertanian, dan kepedulian lingkungan.

Pembatasan Plastik dan Medali dari Bahan Daur Ulang

Menurutnya, Jatiluwih sebagai kawasan sawah warisan budaya dunia menawarkan pengalaman berbeda bagi peserta, sekaligus sejalan dengan penguatan citra Bali sebagai destinasi hijau. BI juga mendorong penerapan kebijakan ramah lingkungan seperti pembatasan plastik sekali pakai serta penggunaan medali berbahan daur ulang, termasuk limbah uang kertas, sebagai simbol inovasi waste management Bali.

Baca Juga  Rabu Besok, Wagub Jabar Buka Rakerda SMSI di Bekasi

“Perpaduan budaya, olahraga, dan pertanian di Jatiluwih akan menjadi experience yang unik. Aspek lingkungan harus dikedepankan, termasuk pembatasan plastik dan medali dari bahan daur ulang agar Bali benar-benar menonjolkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ASITA Bali I Putu Winastra menjelaskan Jatiluwih Fun Run 2026 merupakan bagian dari rangkaian besar menuju satu abad pariwisata Bali pada 2027. Mengusung tema The Journey Begins from Jatiluwih, event ini dirancang sebagai titik awal promosi destinasi wisata unggulan (DTW) di seluruh kabupaten/kota Bali melalui konsep sport tourism.

Jatiluwih dipilih karena reputasinya sebagai destinasi kelas dunia dan situs warisan budaya UNESCO yang dinilai aman, nyaman, serta memiliki lanskap persawahan ikonik. Event ini akan menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, dengan konsep fun run and race yang terbuka bagi pelari profesional maupun masyarakat umum.

“Running kini menjadi gaya hidup global. Melalui Bali Tourism Run, kami ingin memperkenalkan destinasi unggulan di setiap kabupaten, dimulai dari Jatiluwih. Ini bukan hanya event olahraga, tetapi juga promosi pariwisata berkelas internasional yang berkelanjutan,” kata Winastra.

Penyelenggara menargetkan sedikitnya 2.000 peserta pada pelaksanaan ajang yang dihelat kedua kalinya ini, dengan optimisme jumlah itu dapat terus bertambah seiring dukungan pemerintah dan industri pariwisata. Pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada Mei 2026.

Selain menonjolkan panorama jalur persawahan Jatiluwih, acara ini juga dirancang mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengurangan sampah plastik serta optimalisasi pelibatan UMKM lokal.

Dengan sinergi pemerintah, industri pariwisata, dan lembaga keuangan, Jatiluwih Fun Run 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan strategis Bali yang tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai destinasi sport tourism dunia menjelang perayaan Satu Abad Pariwisata Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Rabu Besok, Wagub Jabar Buka Rakerda SMSI di Bekasi

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca