Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BI Bali Bersama Komisi XI DPR RI Serahkan PSBI 1.000 Paket Sembako Bantuan Tanggap Darurat Bencana di Karangasem

BALIILU Tayang

:

bi bali
Deputi Perwakilan Bank Indonesia GA Diah Utari bersama anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM didampingi Bupati Karangasem menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada satu kelompok penerima bantuan PSBI. (Foto: gs)

Karangasem, baliilu.com – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali diwakili Deputi Perwakilan Bank Indonesia GA Diah Utari bersama anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM pada Senin, 5 Desember 2022 menyerahkan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa 1.000 paket sembako kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Karangasem, bertempat di Gedung Serba Guna Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem.

Hadir pada penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis kepada 20 kelompok warga penerima masing-masing mendapatkan 50 paket sembako itu, Bupati Karangasem Gede Dana, Ketua DPRD Karangasem dan beberapa anggota dewan, Kadisdikpora Karangasem, Yayasan Gumi Suci Lestari dan wakil kelompok penerima paket sembako.

Bupati Karangasem Gede Dana dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada anggota Komisi XI DPR RI Agung Wirajaya dan Deputi Perwakilan BI Bali GA Diah Utari yang telah bersinergi menyalurkan bantuan CSR sebanyak 1.000 paket di tengah kondisi sulit dan ada bencana, sehingga pihaknya merasa sangat diringankan. Paling tidak bantuan ini bisa menekan inflasi walaupun persentasenya kecil tetapi sangat membantu sekali.

‘’Kami juga sangat senang dapat pembinaan UMKM. Hanya berharap agar serius ditangani oleh Bank Indonesia dan fokus mana yang patut dibina. Jangan sporadis, dan sebaiknya dari pihak BI berkomunikasi dengan kami. Di Karangasem banyak ada perajin seperti perajin ate, ada olahan, sumber pertaniannya banyak yang bisa diolah menjadi UMKM,’’ ujar Bupati.

bi
Bupati Karangasem Gede Dana (tengah) bersama Deputi Perwakilan Bank Indonesia Bali GA Diah Utari dan anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM. (Foto: gs)

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Gusti Ayu Diah Utari selepas penyerahan bantuan menyampaikan pada dasarnya Bank Indonesia care jika terjadi dampak bencana, baik pandemi Covid-19 maupun bencana alam dan segala macam yang bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat. ‘’Di sini kami punya Program Sosial Bank Indonesia, dan kami menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui PSBI ini,’’ ujar Diah Utari.

Baca Juga  BI Bali: QRIS Bisa Membuatmu Jatuh Cinta

Tak hanya menyalurkan bantuan PSBI, dalam rangka memberikan kontribusi kepada masyarakat, BI Bali juga sudah punya beberapa UMKM binaan baik dari jenis makanan, ada kerajinan dan juga ada terkait local economy development. Dimana ke depan pihaknya akan lebih meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Daerah mengenai potensi-potensi apa, UMKM yang bisa kita tingkatkan, kerja samakan sehingga tepat sasaran. Dengan demikian bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Demikian pula untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga dan inflasi yang biasanya terjadi di bulan November-Desember, BI Bali telah membagikan bibit cabai sampai 77 ribu yang di antaranya sudah mulai panen. “Pengendalian inflasi melalui bantuan bibit cabai terutama kepada rumah tangga, bisa memperkuat ketahanan pangan tumah tangga. Harga cabai sudah menurun tapi ada beberapa mesti diwaspadai seperti bawang merah dan daging ayam,’’ ujar Utari seraya mengungkapkan harga pangan volatile food sudah mulai bisa dikendalikan karena di berbagai daerah di Bali pemerintah kabupaten kota terus melakukan operasi pasar.

‘’Kami mengucapkan terimakasih kepada Anggota Komisi XI DPR RI Bapak Agung Wirajaya yang senantiasa mendukung kegiatan Bank Indonesia khususnya di Provinsi Bali, demikian juga kepada bapak Bupati beserta jajarannya yang telah membantu pelaksanaan tugas BI dalam pengendalian inflasi dan juga untuk bisa terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah Bali khususnya di Karangasem,’’ ujarnya.

bi
Deputi Perwakilan Bank Indonesia GA Diah Utari bersama anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM foto bersama Bupati Karangasem dan 20 kelompok penerima bantuan PSBI. (Foto: gs)

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Agung Wirajaya mengatakan penyerahan PSBI berupa sembako ini merupakan kerja sama Komisi XI DPR RI dengan Bank Indonesia yang merupakan salah satu cara mengendalikan inflasi. Dimana, saat ini Bank Indonesia menjaga inflasi tidak lebih dari 6 persen. “Sekarang bersyukur bisa tertahan masih di angka normatif. Dan kita bersyukur juga ada Bank Indonesia yang bisa menahan lajunya nilai tukar rupiah dan membantu pertumbuhan ekonomi,‘‘ ujarnya.

Baca Juga  Denpasar Education Festival Perkuat Pendidikan Karakter Melalui Implementasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di Bali

Di tengah pandemi Covid-19 tahun 2020-2021, BI juga telah berbagi beban. BI telah membantu UMKM hampir sekitar 1.400 triliun yang telah dikucurkan dalam kurun pemulihan.

Dalam pengendalian inflasi, BI juga ikut serta memberikan dukungan dalam bentuk bibit cabai. Ketika inflasi sempat tinggi tersebar ke seluruh Indonesia, BI memberikan bantuan bibit cabai agar jangan sampai cabai menjadi momok kenaikan inflasi.

Usai penyerahan PSBI, Agung Wirajaya dan GA Diah Utari secara bersama-sama meninjau petani Bunga Kasna di Temukus dan beberapa UMKM di Karangasem. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tiga Organisasi Media Siber di Bali Serahkan Donasi kepada Korban Gempa NTT

Published

on

By

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menyerahkan donasi gempa NTT kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Denpasar.
SERAHKAN DONASI: Donasi korban gempa NTT diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (dua dari kiri), Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan (kiri), dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna (kanan) kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton (dua dari kanan) di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali menyalurkan donasi untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Perhimpunan Jurnalis (Pena) NTT Bali, Rabu (26/8/2026).

Donasi diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar.

Masing-masing organisasi menyerahkan bantuan senilai Rp 1 juta, sehingga total donasi mencapai Rp3 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas insan pers Bali terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, komunitas pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar pers di Bali,” ujar Edo, panggilan akrabnya.

Senada, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan menilai musibah yang terjadi di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa melihat batas wilayah. Ia menilai musibah di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa batas wilayah.

“Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, kepedulian dan gotong-royong menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menegaskan bahwa peran media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan. Media juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kepedulian publik terhadap masyarakat terdampak.

Baca Juga  BI Bali Gelar Donor Darah, Semangat Berbagi untuk Sesama

Ketut Sutrisna yang kerap disapa Centong ini, menegaskan bahwa tanggung jawab media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi juga mencakup upaya membangun kepedulian publik.

“Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, tetapi di sisi lain kita juga memiliki kepedulian sosial. Semoga bantuan ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa,” tandasnya.

Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat NTT yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bali, JMSI Bali, dan AMSI Bali atas solidaritas yang diberikan. Kepercayaan dan bantuan ini akan kami teruskan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di NTT,” kata wartawan senior yang kerap disapa Polo ini.

Aksi bersama tiga organisasi perusahaan pers tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat dibangun lintas organisasi, dengan semangat kebersamaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores itu diikuti lebih dari 7.000 gempa susulan.

Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia, 1.666 orang luka-luka, dan 185.131 warga mengungsi. Puluhan ribu rumah di sembilan kabupaten/kota juga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. (*/bi)

Baca Juga  Triwulan IV 2025, Harga Properti Residensial Bali Tetap Solid

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Gempa Bumi di NTT, RSUD Wangaya Kirim Petugas Nakes Tangani Korban Bencana

Published

on

By

Tim Emergency Medical Responder RSUD Wangaya Kota Denpasar dikirim menangani korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
KIRIMKAN TIM EMR: RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat, merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat.

Tim ini merupakan tim gabungan yang juga terdiri dari tim dari RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan yang mengirimkan tim pelayanan penanganan bencana di NTT, dimana masing – masing mengirimkan 1 orang dokter umum dan 1 orang perawat.

Dihubungi via telepon, Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, AA Ayu Dewi Purnami, Kamis (27/8) menjelaskan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Medis Darurat dari RSUD Wangaya Kota Denpasar yang dikirim menangani korban bencana gempa bumi di NTT terdiri dari dr. I Putu Agus Ari Permana Wibawa dan Ns. I Putu Eka Surya, S.Kep.

“Dalam pelayanan penanganan bencana di NTT kami dijadikan 1 tim dari RSUD Wangaya Kota Denpasar, RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan. Kami juga melakukan koordinasi dengan HEOC Manggarai dalam hal ini Bapak Kadiskes Kabupaten Manggarai,” ujar Dewi Purnami.

Ditambahkannya, tim RSUD Wangaya ditugaskan di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai mengingat RSUD setempat terdampak gempa jadi seluruh pelayanan pasien dilakukan di RS lapangan tersebut yakni penanganan pasien korban gempa dan pasien-pasien lainnya.

Permintaan Tim Medis Darurat ini datang dari Pusat Krisis Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Harapan kami di RSUD Wangaya Kota Denpasar sebagai bagian dari Tim Medis Darurat Bali adalah mampu memberikan respons cepat dan pelayanan medis yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas untuk berupaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat bencana gempa bumi di NTT ini,” ucapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Karangasem

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Ketahanan Pangan dan Dapur ‘Dashat’ Perkuat Pencegahan Stunting di Kesiman Kertalangu

Published

on

By

Suasana kegiatan pengabdian masyarakat Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam pelatihan kader Posyandu di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
PENGABDIAN: Suasana kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader Posyandu pada Sabtu (22/8). Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pangan keluarga secara sehat, aman, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. I Putu Suiraoka, S.ST., M.Kes., menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan keluarga dan pentingnya keamanan pangan rumah tangga. Materi ini menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga.

Selanjutnya, I Gusti Ayu Widarti, DCN, M.Kes., menyampaikan materi tentang keamanan pangan dan Dapur Dashat, sekaligus memandu demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sementara itu, D.A. Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengolahan sampah organik rumah tangga.

Selain menerima materi, para kader juga mengikuti praktik dan diskusi sebagai upaya memperkuat pemahaman agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat.

Baca Juga  September 2025, Inflasi Bali Terkendali dalam Sasaran

Ketua Tim Pengabdi, I Putu Suiraoka, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk memastikan keluarga memiliki kemampuan dalam menyediakan pangan bergizi, mengolah makanan secara aman, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat.

“Ketahanan pangan, keamanan pangan, pemenuhan gizi, hingga lingkungan yang sehat merupakan bagian yang saling berkaitan. Melalui penguatan kader dan masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dan berkelanjutan di tingkat desa,” jelasnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, upaya membangun keluarga sehat dan mencegah stunting diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca