Connect with us

EKONOMI & BISNIS

BI Berikan Penguatan Kapasitas Program Pengendalian Inflasi TPID Tabanan

BALIILU Tayang

:

de
Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny H. Heatubun

Tabanan, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan telah menyelenggarakan capacity building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan. Kegiatan dilakukan secara daring dan dihadiri oleh seluruh kepala dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi anggota TPID Kabupaten Tabanan, Kamis, 29 Juli 2021.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, Ir. I Wayan Kotio, MP. Dalam sambutannya, I Wayan Kotio menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan seluruh jajaran perangkat daerah anggota TPID Kabupaten Tabanan dalam pelaksanaan pengendalian inflasi daerah. I Wayan Kotio menambahkan perlunya program inovasi pengendalian inflasi daerah yang menyinergikan pembangunan sektor pangan dari hulu maupun hilir, dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Tabanan dan Provinsi Bali. Dalam hal terdapat defisit pasokan pangan, perlu dilakukan kerjasama antar-daerah (KAD) untuk mendukung ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan di Kabupaten Tabanan maupun antar-kabupaten/kota se-Bali dan di luar wilayah Bali.

I Wayan Kotio menjelaskan konsep pengendalian inflasi di Kabupaten Tabanan dimulai dari desa. Pengendalian harga di tingkat desa nantinya akan berdampak pada kestabilan harga di Kabupaten Tabanan. Harapannya capacity building yang dilakukan juga turut memberikan solusi dalam upaya pengendalian harga barang dan jasa di Kabupaten Tabanan selama pandemi Covid-19 ini.

Hadir sebagai narasumber, Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny H. Heatubun yang memberikan paparan terkait inflasi, kelembagaan TPID dan penilaian TPID Awards. Secara umum, penyebab inflasi ada tiga yaitu dorongan biaya/cost push (antara lain disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, kenaikan harga komoditi yang diatur pemerintah, shocks akibat bencana alam dan terganggunya distribusi), (2) tarikan permintaan/demand pull (berasal dari kenaikan permintaan melebihi jumlah pasokan yang ada), (3) ekspektasi inflasi (perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama saat menjelang hari besar keagamaan dan penentuan upah minimum regional).

Dari sisi kelembagaan, struktur organisasi TPID kabupaten/kota dipimpin oleh bupati atau walikota, wakil ketua oleh pejabat KPwDN Bank Indonesia dan pimpinan OPD terkait selaku sekretaris dan anggota TPID. Tugas pokok TPID mengacu pada program pengendalian inflasi 4K (ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif).

Secara garis besar, kata Donny, kegiatan TPID meliputi: (1) Penetapan SK TPID, (2) Pemantauan dan Publikasi Harga Secara Periodik di Pasar, (3) Analisis Determinan Inflasi Daerah, (4) Protokol Pengendalian Inflasi, (5) Penyusunan Program Kerja TPID, (6) Pelaksanaan Kebijakan Daerah, (7) Pelaksanaan High Level Meeting (HLM) dan Rakor, (8) Pelaporan Rutin, meliputi permasalahan yang dihadapi, rekomendasi kebijakan, implementasi kebijakan pengendalian inflasi, (9) Capacity Builing, untuk mengakomodir adanya dinamika rotasi personil anggota TPID, (10) Penyampaian Rekomendasi, (11) Komunikasi Publik dan Edukasi Masyarakat, (12) Partisipasi dalam Evaluasi Kinerja TPID Tahunan, (13) Pembentukan Cadangan Pangan Daerah, (14) Pembangunan Sistem Informasi Harga dan Pasokan, (15) Pembangunan Early Warning System Stabilitas Harga, dan (16) Pembangunan Sistem Logistik Nasional.

‘’Seluruh kegiatan tersebut nantinya akan dinilai sebagai penilaian TPID Awards oleh Pokja Daerah Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIP) dan External Reviewer. Adapun penilaian TPID Awards tersebut akan mengukur kinerja TPID melalui dua aspek yaitu proses dan output untuk kabupaten/kota non-IHK (Indeks Harga Konsumen) berprestasi. TPID juga didorong untuk memiliki program unggulan atau inovasi program TPID yang mencerminkan tugas pokok 4K,’’ ujar Donny.

Ke depannya, kata Donny, Bank Indonesia siap membantu memfasilitasi kerja sama antar-daerah dan mendukung program unggulan pengendalian inflasi oleh TPID Kabupaten Tabanan. Selain itu, Bank Indonesia juga siap mendukung TPID Kabupaten Tabanan dan seluruh TPID di Provinsi Bali dalam hal dibutuhkan capacity building, penyelenggaraan HLM maupun rapat koordinasi TPID. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Wagub Bali Cok Ace Hadiri ‘’Grand Launching’’ beliBali Program dari borongdonk.id

Published

on

By

de
GRAND LAUNCHING: Wagub Bali Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat grand launching "beliBali", di Rumah Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (17/9).

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati menyambut baik pelaksanaan grand launching program “beliBali- warga Jabar beli produk Bali” yang merupakan terusan dari program “borongdonk.id”. Program yang aktif dan dilaksanakan sejak setahun lalu, berawal saat Gubernur Jawa Barat yang akrab dipanggil “Kang Emil” ini melakukan perjalanan ke wilayah Ubud dan Tegallalang. Di Tegallalang, beliau menemukan banyak warganya (khusus wilayah Gianyar saja sebanyak 500 orang Sunda, Jawa Barat. Dan sekitar seribu lima ratus orang Jawa Barat yang tersebar di Bali).

“Saat bertemu salah satu dari mereka, warga Garut yang bekerja memproduksi jualan produksi Bali, mengatakan bahwa mereka sedang berada dalam kondisi kesulitan di masa pandemi. Sebagai kepala daerah yang melihat warga saya sedang berada dalam kesulitan di daerah orang, maka saya tersentuh untuk mencari ide bagaimana cara membantu. Sehingga muncullah keinginan untuk membuat platform E-commerce yang di dalamnya tergabung sejumlah pelaku IKM dan UMKM yang menjual produk Bali oleh orang Sunda,” ungkap Gubernur Ridwan Kamil.

Menanggapi hal ini, Wagub Bali Cok Ace merasa bersyukur bahwa solidaritas yang tumbuh dan dikerahkan oleh seorang kepala daerah untuk warganya yang berada di wilayah orang (Bali) tentu akan sangat membantu dan meringankan kondisi masyarakat Bali (dalam hal ini warga Jawa Barat yang tinggal di Bali). Hal ini tentu menjadi momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan rasa persaudaraan antar-wilayah dan provinsi. Hal ini disampaikan Wagub Bali Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati saat grand launching “beliBali”, di Rumah Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (17/9).

Wagub Bali Cok Ace yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali menambahkan bahwa dalam menghadapi keterpurukan di masa pandemi wajib bagi kita semua dari segala komponen dan lapisan masyarakat untuk saling membantu. Selain itu penting bagi sektor lain di luar pariwisata untuk bangkit dan berbenah diri sehingga mampu berdiri tegak saling menopang, yakni sektor pertanian, sektor IKM dan UMKM serta sektor pariwisata.

Keidentikan Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Barat menjadikan dua (2) daerah ini sebagai wilayah yang berkolaborasi untuk merangkul warganya yang sedang membutuhkan bantuan materiil.

Hingga saat ini sudah bergabung sebanyak 445 pelaku UMKM ke dalam E-commerce yang berasal dari Bali, Sumatra, Jawa dan Lombok.

Untuk mendukung keberadaan dan kreativitas pelaku UMKM yang ada dalam platform E-commerce, Gubernur Jawa Barat mengerahkan staf ASN untuk turut aktif berbelanja membantu mereka yang ada di Bali. “Sekalipun orang Jawa Baratnya belum bisa datang langsung ke Bali, namun mereka dapat memiliki barang-barang produksi kerajinan IKM dan UMKM dari Bali melalui transfer uang (berbelanja sistem digital) sehingga akan dapat membantu warga Jabar yang ada di Bali,” ungkap Gubernur Ridwan Kamil.

Di dalam perputaran ekonomi Bali banyak warga Jawa Barat yang juga ikut menjadi bagian mesin perekonomian, karena Jawa Barat adalah sahabat Bali dan tidak ada seseorang yang sehat apabila ada orang lain yang masih sakit. Dengan kata lain, solidaritas adalah kunci menghadapi masa sulit di tengah pandemi Covid-19.

“Selain itu dengan cara mengurangi kata kompetisi dan memperbanyak kata kolaborasi karena kita adalah NKRI maka akan terwujud masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” tutupnya. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Wagub Cok Ace Apresiasi Penyelenggaraan Indonesia Marketeers Festival 2021

Published

on

By

de
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati secara resmi membuka acara Event Roadshow Marketing pertama dan terkini yaitu “Indonesia Makerteers Festival 2021” secara daring pada Kamis (16/9).

Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event positif di tengah situasi pandemi saat ini. Menurutnya, gelaran pemasaran yang digelar sejak tahun 2013 tersebut mampu menjadi ajang bagi pelaku pemasaran untuk mendapatkan ilmu dan insight menarik serta paling update untuk diaplikasikan di dunia pemasaran Indonesia.

Terlebih tahun 2021, Indonesia Marketeers Festival hadir dengan konsep baru dan dilaksanakan secara serentak di lima kota besar di Indonesia, yaitu Semarang, Denpasar, Solo, Bandung, dan Surabaya dalam bentuk online event. Melalui event ini, diharapkan masyarakat tetap dapat kreatif dan produktif di masa pandemi dengan memaksimalkan berbagai peluang.

Selain itu, Indonesia Marketeers Festival 2021 dengan tema “Winning In The Recovery Era: 5 Jurus Memenangkan Persaingan Pasar”. Di sini, MarkPlus, Inc. akan mengupas tuntas mengenai bagaimana mengoptimalkan lima jurus memenangkan persaingan pasar melalui 5 Magic Words yaitu digital, human, local, global, balance.

Untuk itu, dengan tema yang sangat menarik Wagub Cok Ace berharap para peserta dapat mengikuti dengan baik dan kemudian dapat mengaplikasikan ilmu tersebut kedunia pekerjaan sehingga dapat berimbas positif dalam pengembangan usaha ekonominya.

Untuk diketahui, pada IMF 2021 terdapat tiga sesi pembahasan yang tak kalah menarik, yaitu Marketing Compass Session, Year of Opportunity & Investment Session, dan Entrepreneurial Marketing Session dengan menghadirkan banyak pembicara dari berbagai industri, dan tentunya akan lebih banyak melibatkan partisipasi peserta.

Pada Indonesia Marketeers Ferstival 2021, selain menghadirkan Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya, hadir pula Shandy Purnamasari, Founder and Owner MS Glow yang akan berbagi tips dan jurus jitu marketing dalam membesarkan brand paling fenomenal selama pandemi Ms Glow. Hadir pula Local Marketing Champion dari berbagai kota yang akan berbagi taktik mereka memenangkan persaingan di masing-masing daerah. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Tetap Optimis di Tengah Pandemi, BPR Kanti Gelar Diklat SDM BPR Se-Bali melalui Micro Business Game

Published

on

By

de
PEMBUKAAN: Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali Nusra Yan Jimmy Hendrik Simarmata membuka Pendidikan dan Pelatihan Micro Business Game (MBG) Sparkassentiftung Jerman bagi SDM BPR se-Bali, yang digelar BPR Kanti bertempat di SMAN 1 Sukawati, Gianyar, Rabu (15/9/2021).

Gianyar, baliilu.com – Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali dari level 4 menjadi 3 harus disambut positif dan optimis khususnya bagi kalangan perbankan utamanya lagi insan-insan BPR. Karena hal ini menandakan kembalinya denyut ekonomi karena ada beberapa aktivitas yang dilonggarkan.

Hal itu dikatakan Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba dalam sambutannya saat acara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Micro Business Game (MBG) Sparkassentiftung Jerman bagi SDM BPR se-Bali, yang digelar BPR Kanti bertempat di SMAN 1 Sukawati, Gianyar, Rabu (15/9/2021).

Pembukaan pelatihan selama dua hari ini dihadiri Yan Jimmy Hendrik Simarmata selaku Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali Nusra, jajaran pengurus Perbarindo, direksi BPR se-Bali yang digelar ketat menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba lanjut mengatakan, krisis pandemi Covid-19 tidak sama dengan krisis moneter 1997/1998 silam. Siapa pun tidak bisa memprediksi kapan akhir dari pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, insan-insan BPR tidak boleh berdiam diri berpangku tangan menanti wabah usai.

“Dengan kondisi sekarang ini tentu kita tidak bisa terlalu memikirkan atau berandai-andai banyak yang narik deposito, melainkan harus bergerak dan yakin BPR akan tumbuh dan berkembang. Pasti masih ada nasabah potensial. Daripada diam dan mati, kenapa tidak kita bergerak karena BPR sudah siap menyambung keadaan new normal,” ujar Amitaba memberi semangat.

Terkait Pendidikan dan Pelatihan MBG, Amitaba menyebut ini suatu pelatihan yang sangat luar biasa. Bagaimana memberikan suatu pemahaman menganalisa kredit, laporan keuangan dengan sesuatu permainan sehingga tidak menjemukan. ‘’Ini pelatihan yang benar-benar mengasyikkan. Dengan pelatihan ini SDM bisa benar-benar memahami bagaimana melakukan analisa laporan keuangan. Nasabah yang tidak memiliki neraca keuangan bisa dibuatkan,’’ terangnya.

Amitaba juga menyampaikan MBG adalah pelatihan yang sangat interaktif untuk pengusaha mikro dan semua orang yang ingin belajar dalam praktik start-up dan usaha kecil lainnya.

“Harapannya SDM BPR mendapat keterampilan bisnis dasar dan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan bisnis” ujarnya.

Pelatihan Micro Business Game Sparkassentiftung Jerman disambut antusias BPR-BPR se-Bali yang tergabung di dalam Perbarindo. Apa yang dilakukan BPR Kanti ini untuk memantapkan langkah menuju Bali bangkit.

Menurut Amitaba, pelatihan digelar untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang tantangan-tantangan dan best practice yang dihadapi serta langkah-langkah yang ditempuh bagi keberhasilan pelaksanaan pelatihan Micro Business Game. Amitaba mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama DPD Perbarindo Bali dengan Sparkassenstiftung Jerman dan BPR Kanti.

Sementara itu, Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali Nusra Yan Jimmy Hendrik Simarmata mangapresiasi pendidikan dan pelatihan MBG yang diinisiasi BPR Kanti dan DPD Perbarindo Bali. Sebab, dengan pendidikan dan pelatihan ini diharapkan BPR di Bali bisa memahami dan mendalami bisnis mikro serta seperti apa pengelolaannya.

Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali Nusra Yan Jimmy Hendrik Simarmata menerima cenderamata dari Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba.

 ‘’BPR Kanti memberikan Pendidikan dan Pelatihan MBG ini bertujuan untuk melatih kepekaan rekan-rekan marketing BPR, bagaimana mengelola bisnis atau usaha mikro secara efisien dan mengenali bisnis yang berpotensi untuk dikembangkan,’’ ujarnya seraya memberi apresiasi kegiatan ini. Ini hal yang baik bagi industri jasa keuangan khususnya BPR.

Jimmy juga sempat menyinggung kondisi BPR di Bali masih terjaga dengan baik. Dimana sampai dengan Juli 2021 ada 134 BPR, 133 yang konvensional dan 1 syariah. Total asset kredit yang terdampak Covid-19 sebesar Rp 6,56 triliun, sebesar 4,92 persen dilakukan restrukturisasi.

Total asset BPR di Bali tercatat Rp 17,66 triliun masih meningkat secara year on year dari Juli 2020 ke Juli 2021 sebesar 5,02 persen. Peningkatan tersebut memang masih di bawah pertumbuhan total asset nasional mencapai 8,35 persen secara yoy. Sementara perhimpunan dana pihak ketiga tercatat Rp 12,88 triliun meningkat 9,97 persen secara yoy. Jadi dari asset meningkat, pertumbuhan kredit meningkat, penyaluran kredit sebesar Rp 11,61 triliun atau sebesar 0,69 persen secara yoy. LDR, long to deposito ratio, juga terjaga baik di 75,10 persen.  (*/gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca