Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BI Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Luncurkan Blueprint Kawasan Digital Tirta Empul di HLM TP2DD Gianyar

BALIILU Tayang

:

Kawasan Digital Tirta Empul
HLM: High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Gianyar, yang diadakan di Kantor Bupati Gianyar, Senin (11/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Kabupaten Gianyar terus meningkatkan upaya percepatan dan perluasan digitalisasi daerah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal ini mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Gianyar, yang diadakan di Kantor Bupati Gianyar, Senin (11/8).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng, Anak Agung Gde Mayun, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan, Direktur Operasional BPD Bali, Ida Bagus Gede Setiayasa, dan mitra kerja utama terkait lainnya. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat peran dalam mendukung percepatan digitalisasi transaksi keuangan di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, turut diresmikan Blueprint Kawasan Digital Tirta Empul sebagai upaya pemerintah Kabupaten Gianyar untuk mendorong akselerasi digitalisasi dan transaksi non-tunai yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Gianyar. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, menegaskan komitmen Pemkab Gianyar untuk memperkuat digitalisasi keuangan daerah melalui optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi secara non-tunai, percepatan pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk belanja daerah, serta pengembangan kawasan digital, khususnya destinasi wisata unggulan seperti Tirta Empul.

Launching Blueprint Kawasan Digital Tirta Empul menjadi salah satu agenda strategis yang diharapkan mampu menjadi model percontohan pengelolaan kawasan wisata berbasis digital di Bali. “Acara ini menjadi momen penting untuk mendorong literasi dan kesadaran masyarakat terhadap transaksi digital sehingga efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas transaksi keuangan pemerintah daerah dapat dirasakan secara luas,” kata Mayun.

Sejalan dengan hal tersebut, Advisor Bank Indonesia Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto, menyampaikan apresiasi atas capaian digitalisasi di Kabupaten Gianyar yang telah mencatat skor Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebesar 98,3% pada Semester II 2024. Untuk lebih meningkatkan digitalisasi transaksi keuangan daerah, terdapat tiga strategi utama antara lain; (1) akselerasi digitalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah, khususnya untuk mendorong kanal retribusi menjadi sepenuhnya digital; (2) peningkatan pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di seluruh OPD Gianyar, termasuk perluasan penggunaannya ke sektor UMKM untuk memperkuat ekosistem belanja daerah; dan (3) penguatan kawasan digital, terutama melalui implementasi Blueprint Kawasan Digital Tirta Empul yang mencakup penyediaan infrastruktur, akuisisi merchant, dan edukasi masyarakat.

Baca Juga  Optimisme Konsumen di Bali Terjaga di Tengah Normalisasi Kunjungan Wisata Pasca-Nataru

BI juga merekomendasikan penyusunan Roadmap TP2DD 2026–2030, penguatan kebijakan pembayaran non-tunai, dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pencapaian target Bali sebagai Pulau Digital. Direktur Operasional BPD Bali, Ida Bagus Gede Setiayasa, memaparkan peran strategis Bank BPD Bali dalam mendukung digitalisasi ekonomi di Kabupaten Gianyar. BPD Bali telah mengimplementasikan layanan eticket pariwisata, e-retribusi pasar, QRIS pasar, dan e-pasar, serta mendukung pungutan pajak dan retribusi daerah secara non-tunai yang terintegrasi.

Pada sektor retribusi, termasuk retribusi sampah, terminal, parkir, dan rumah pemotongan hewan, pembayaran telah dilakukan secara non-tunai dan dalam proses integrasi penuh. BPD juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi layanan digital kepada masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat infrastruktur perbankan untuk mendukung ekosistem transaksi digital yang inklusif.

Peluncuran Blueprint Kawasan Digital Tirta Empul dalam HLM TP2DD ini menjadi salah satu key milestone digitalisasi di kawasan wisata Gianyar. Blueprint memuat rencana pengembangan kawasan wisata berbasis digital yang mencakup sistem pembayaran non-tunai untuk tiket masuk, parkir, dan transaksi UMKM di sekitar area, integrasi data untuk transparansi retribusi, serta peningkatan kenyamanan pengunjung melalui layanan digital yang cepat dan aman. Implementasi kawasan digital ini diharapkan mampu meningkatkan PAD dari sektor pariwisata sekaligus menjadi contoh pengelolaan destinasi wisata yang modern, efisien, dan ramah wisatawan.

HLM TP2DD Kabupaten Gianyar 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem transaksi keuangan digital yang inklusif, dan sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gianyar dengan Bank Indonesia dan mitra kerja utama lainnya, dalam memperkuat digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  BI Dorong Ekosistem Money Changer dan Layanan Remitansi Berizin di Bali yang Sehat dan Berdaya Saing

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  BI Bali dan TP2DD Buleleng Komit Akselerasi Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  BI Bali Dukung Adaptasi dan Transformasi Digital Pelaku Usaha untuk Bertahan dan Bangkit di Tengah Pandemi

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca