Connect with us

KRIMINAL

BNNP Bali Ungkap Jaringan Narkotika hingga Ke Banyuwangi, Total BB 30 Kg Ganja dan 300 Gram Shabu

BALIILU Tayang

:

de
Kepala BNNP Bali Drs. I Putu Gede Suastawa S.H, saat konferensi pers, Jumat (26/3/2021) di Gedung BNNP Bali, Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Menindaklanjuti hasil analisis jaringan, sinergitas antar- Aparat Penegak Hukum (APH) serta informasi dari masyarakat mengenai dugaan adanya peredaran gelap narkotika di wilayah Provinsi Bali, BNNP Bali berhasil mengungkap jaringan peredaran ganja dan shabu dengan barang bukti (BB) 30 kg ganja dan 300 gram shabu dari 10 pelaku hingga ke Banyuwangi.

Kepala BNNP Bali Drs. I Putu Gede Suastawa S.H, menyampakan hal itu saat konferensi pers, Jumat (26/3/2021) di Gedung BNNP Bali, Denpasar.

Suastawa memaparkan pelaku yang diamankan dalam penindakan kasus narkotika ini adalah 6 orang pelaku jaringan ganja dan 4 pelaku jaringan shabu di beberapa TKP. ‘’Jadi total pelaku yang ditangkap adalah 10 orang yang sebelumnya memiliki profesi yang berbeda-beda,’’ ujarnya.

Gede Suastawa lanjut menyampaikan, pelaku yang terlibat dalam jaringan ganja sebanyak 6 orang di antaranya FKSTDL alias Axer asal Larantuka, FL alias Ncek sebagai instruktur surfing asal Tangerang. Kedua pelaku masing-masing diamankan di Jalan Nusa Indah Denpasar dan di Jalan Raya Uluwatu Badung, 1 Maret 2021. Barang bukti yang berhasil diamankan 2 paket narkotika jenis ganja total seberat 1.960,5 gram netto dan 1 batang pohon ganja setinggi 60 cm.

“Pelaku Axer belum pernah menjalani hukuman sebelumnya, adapun imbalan yang mereka dapatkan dari jaringan yang di Medan adalah berupa ganja saja bukan uang, dan hal ini masih kami dalami,” terangnya.

Jaringan yang kedua dengan pelaku AMM alias Andrew asal Medan dan JCHP (pemain surfing) asal Pematang Siantar. Andrew diamankan di Villa Sunrise Jalan Subak Canggu Badung,  Kamis (4/3/2021), dengan barang bukti berupa 2 paket dan 1 linting ganja total seberat 718,42 gram netto.  Sementara JCHP diamankan di Jalan Sunset Road Desa Seminyak Badung  Kamis (4/3/2021) dengan barang bukti 2 paket dan 1 linting ganja total seberat 1.433,9 gram netto.

Selanjutnya, Suastawa menjelaskan jaringan yang ketiga kasus ganja ini pelakunya adalah YS alias Mbing (seniman) asal Banyuwangi dan NMK alias Kosim (sopir) asal Banyuwangi. Adapun TKP-nya yakni di Jl. Suweta Br. Sambahan Ubud Gianyar, Bali Palms Villa Desa Pupuan Tabanan, Dusun Kemiren Desa Singojuruh Kecamatan Singojuruh Banyuwangi, Jalan Songgon Dusun Maduran Kecamatan Rogojampi Banyuwangi dengan waktu kejadian  Minggu (7/3/2021) dan Senin (8/3/2021). Adapun total barang bukti yang diamankan di empat TKP dari pelaku Mbing dan Kosim diduga narkotika jenis ganja seberat 25.854,90 gram netto. ‘’Pengendali dan pemasok ganja untuk semua jaringan ganja tersebut dilakukan dari Medan,’’ ungkapnya.

Pasal yang disangkakan untuk keenam pelaku adalah Pasal 114 ayat (2), Pasal 111 ayat (2), dan Pasal 132 ayat (1) UU. RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pada kesempatan yang sama Suastawa memaparkan, selain mengungkap jaringan ganja, BNNP Bali juga mengamankan jaringan shabu dengan pelaku IWK alias Kepek (petani) asal Klungkung dan MIH alias Aci (karyawan swasta) asal Jakarta. Pelaku diamankan  di Desa Akah Klungkung, Selasa (9/2/2021). Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1 buah plastik berisi kristal bening yang diduga narkotika berupa metamfetamina (shabu) dengan berat 101,78 gram brutto atau 95,49 gram netto, 3 plastik klip berisi biji, batang, dan daun diduga narkotika berupa ganja, dengan berat keseluruhan 16,12 gram brutto atau 14,03 gram netto.

“Jaringan shabu yang kedua dengan pelaku MS alias Monang sebagai sopir asal Tapanuli dan YH juga sebagai sopir asal Pasuruan. Kedua pelaku diamankan di areal parkir Pelabuhan Gilimanuk ketika yang bersangkutan berlabuh mengendarai mobil Toyota Inova setelah menyeberang dari Ketapang, Senin, 8 Maret 2021,” terangnya.

Barang bukti yang diamankan adalah 1 buah plastik klip berisi kristal bening diduga narkotika berupa metamfetamina (shabu) dengan berat 96,35 gram brutto atau 91,49 gram netto, 1 buah plastik klip berisi kristal bening diduga narkotika berupa metamfetamina (shabu) dengan berat 91,68 gram brutto atau 89,71 gram netto.

Pasal yang diterapkan untuk pelaku adalah Pasal 114 ayat (2), Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 132 Ayat (1) UU. RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Jadi total barang bukti berupa ganja yang diamankan adalah 30 kg dari 6 orang tersangka, dan shabu seberat 300 gram dari 4 orang tersangka, jumlah orang yang dapat diselamatkan untuk penggunaan ganja adalah 6.000 orang dengan pola pengguna 5 gram, sedangkan untuk shabu total orang yang diselamatkan adalah 3.000 orang dengan pola pengguna 0,1 gram,” pungkas Suastawa. (eka)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Sering Dibuli, Seorang Pelajar Menusuk Leher Temannya di Seririt

Published

on

By

de
Unit Reskrim Polsek Seririt melakukan penyidikan terhadap kasus penusukan di Seririt.

Buleleng, baliilu.com – Diduga dendam lama terhadap korban karena sering diolok dan dibuli, tersangka DPAB (18) menusuk korban IBKP (15) yang masih bersatutus pelajar asal Seririt, Buleleng. Korban mengalami luka tusuk di bagian leher, Senin, 12 April 2021 di Ringdikit Seririt Buleleng.

Kejadian penusukan antara pelaku dan korban yang sama-sama berstutus pelajar ini mendapat penanganan unit Reskrim Polsek Seririt. Informasi ini disampaikan Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/4).

Dalam rilisnya, Kapolsek Seririt Kompol I Gede Juli, S.IP menyampaikan, terhadap pelaku sudah diamankan di Polsek Seririt untuk dilakukan pemeriksaan.

Kompol Juli mengatakan, terduga pelaku melakukan penusukan dengan menggunakan 1 bilah pisau terhadap korban seorang anak-anak yang masih berumur 15 tahun bernama IBKP, seorang pelajar.

penusukan tersebut terjadi di sebuah gang pada saat korban dan 3 orang temannya  termasuk terduga pelaku pulang dari rumah KJ dengan maksud untuk jalan-jalan dan bermain. Saat itu semuanya berjalan kaki.

Namun di tengah perjalanan di sebuah gang dekat posko tiba-tiba pelaku menyerang korban dengan menggunakan pisau melakukan penusukan ke arah bagian leher korban.  Akibat penusukan yang dilakukan terduga pelaku mengakibatkan korban mengalami luka tusuk pada bagian leher. Korban selanjutnya ditolong dan dilarikan ke RSUD Buleleng untuk dilakukan perawatan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan diduga pelaku melakukan perbuatannya karena dendam lama terhadap korban karena sering diolok dan dibuli. Meskipun demikian, dugaan ini masih didalami oleh Unit Reskrim Polsek Seririt.

“Selain menahan tersangka, tindakan kepolisian yang lain memberikan pengertian atau pesan kamtibmas kepada orang tua korban maupun pelaku untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian,’’ ucap Kapolsek.

“Biarkan penyidik pada unit Reskrim untuk melakukan proses penyidikan,’’ pungkasnya. (gs)

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Diduga Lakukan Tindak Pidana Pemalsuan, Oknum Pengacara Ditahan

Published

on

By

de
Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. bersama KBO Reskrim AKP Suseno saat konferensi pers, seizin Kapolres Buleleng, Kamis (8/4) di Mapolres Buleleng.

Buleleng, baliilu.com – Diduga melakukan tindak pidana pemalsuan turunan putusan perceraian perdata yang merugikan Pengadilan Negeri Singaraja pada 29 Januari 2021, seorang oknum pengacara berinisial ESK (33) ditahan oleh Polres Buleleng.

‘’Setelah menerima laporan, Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan penyitaan beberapa barang dan surat atau dokumen serta menetapkan EKS sebagai tersangka. Polisi lanjut melakukan penahanan serta berkas perkara telah dikirim ke JPU,’’ terang KBO Reskrim Polres Buleleng AKP Suseno didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. saat konferensi pers, seizin Kapolres Buleleng, Kamis (8/4) di Mapolres Buleleng.

AKP Suseno memaparkan, kejadian ini berawal dari saksi Rika BAA selaku termohon dalam perkara perceraian yang sedang berjalan pada Pengadilan Negeri Singaraja datang ke Pengadilan Negeri Singaraja sambil membawa foto Turunan Putusan Perkara Perdata Nomor : 679 / Pdt.G / 2020 / PN. Sgr, tanggal 22 Desember 2020 berikut foto Akta Perceraian yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Karena pihak PN Singaraja tidak pernah mengeluarkan Turunan Putusan Perkara Perdata tersebut, dimana pada saat itu perkaranya sedang berjalan, kemudian pihak PN Singaraja meminta klarifikasi kepada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Kantor Dukcapil Buleleng, kata Suseso, memberikan penjelasan bahwa dasar terbitnya Akta Perceraian yang dikeluarkan Kantor Dukcapil Buleleng antara Gede HW dengan Rika BAA karena dimohon oleh kuasa hukum dari saksi Gede HW yang bernama tersangka EKS sesuai dengan Permohonan Pencatatan / Penerbitan Akta Perceraian dari pemohon EKS tertanggal 7 Januari 2021.

Setelah Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan penyidikan, lanjut AKP Suseno, tersangka yang lahir di Banyuwangi ber-KTP Baktiseraga ini mengakui menerima kuasa dari penggugat Gede HW untuk gugatan perceraian kepada istrinya yang bernama Rika BAA selaku tergugat kemudian tersangka daftarkan gugatan tersebut ke PN Singaraja.

Perkara tersebut kemudian disidangkan di PN Singaraja. Belum sempat perkara putus, untuk mempercepat putusan, tersangka berinisiatif sendiri memalsukan surat-surat atau dokumen dengan membuat atau mengetik putusan dengan menggunakan laptop milik tersangka. Kemudian menscan bagian sampul dengan menggunakan printer scanner milik tersangka. Pada bagian tanda tangan paniteranya tersangka scan selanjutnya tersangka print dengan menggunakan printer scanner miliknya. Tersangka membuat seakan-akan itu merupakan putusan asli. Selanjutnya tersangka stempel dengan menggunakan stempel basah dengan logo dan tulisan Pengadilan Negeri Singaraja.

‘’Putusan-putusan pengadilan yang telah tersangka palsukan itu kemudian tersangka gunakan untuk mengajukan penerbitan akta perceraian pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng dan sudah diterbitkan, sehingga menimbulkan kerugian in material karena menyangkut nama baik institusi pengadilan yang dilecehkan oleh tersangka,’’ papar AKP Suseno.

Setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan penyitaan barang dan surat atau dokumen terkait serta telah menetapkan EKS sebagai tersangka, kemudian telah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan terhadap tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Buleleng serta berkas perkara telah dikirim ke JPU.

Terhadap kasus ini, pasal yang dilanggar primer Pasal 264 KUHP, subsider Pasal 263 KUHP mengenai tindak pidana pemalsuan. (gs)

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polresta Denpasar Ungkap Kasus Mucikari, Tersangkanya Poltak PM

Published

on

By

de
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers Jumat (9/4) di Mapolresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Bermula dari laporan masyarakat, Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus mucikari dengan tersangka Poltak PM yang menawarkan perempuan teridentifikasi asal Uzbekistan kepada laki-laki melalui media online (WhatsApp) berkali-kali. Poltak PM diringkus setelah polisi melakukan penggerebegan di sebuah hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu, 7 April 2021.

Terungkapnya bisnis prostitusi online dengan tersangka Poltak PM ini disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers Jumat (9/4) di Mapolresta Denpasar.

Kapolresta menyampaikan, diringkusnya tersangka mucikari Poltak PM alias Robby (42) asal Pematang Siantar itu diduga mempekerjakan puluhan PSK, baik warga lokal maupun asing di Bali.

‘’Awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat diduga ada peristiwa praktek prostitusi kemudian dilakukan tindakan penyelidikan dan didapatkan informasi bahwa tersangka Poltak PM sering menjual perempuan kepada laki-laki yang ingin bersenang-senang atau melakukan hubungan badan,’’ ungkap Kapolresta.

Sehingga, pada Rabu 7 April 2021, dilakukan pengecekan di sebuah hotel yang berlokasi di Jl. Teuku Umar Denpasar.  Tim Satreskrim Polresta Denpasar menemukan ada dua kamar yang berisikan pasangan bukan suami istri yakni kamar 207 dan 219.

Setelah dilakukan interogasi bahwa laki-laki tersebut membayar si perempuan untuk diajak bersenang-senang dan akhirnya melakukan hubungan badan (asusila). Dimana laki-laki tersebut telah membayar kepada tersangka sebesar masing -masing Rp 2.500.000.  ’’Berdasarkan keterangan tersebut akhirnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka di kosnya di Jalan Gelogor Carik Denpasar,’’ paparnya.

Dari interogasi, tersangka mengaku menawarkan perempuan kepada laki-laki melalui media WhatsApp seharga Rp 2.500.000 per orang. Selanjutnya uang tersebut diberikan kepada perempuannya sebesar Rp 1.500.000 sedangkan sisanya Rp 1.000.000 buat dirinya. Tersangka melakukan perbuatan ini sudah berkali-kali.

Barang bukti yang diamankan di antaranya kunci kamar nomor 217 dan 219, seprai, handuk, kondom, dan uang tunai Rp 4.885.000. Tersangka Poltak PM kini sudah dilakukan penahanan.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 296 KUHP, “Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan” dan Pasal 506 KUHP, “Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian diancam pidana kurungan paling lama satu tahun”. (gs)

Lanjutkan Membaca