Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BRI Peduli Jadikan Desa Dauh Peken Sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Pilah

BALIILU Tayang

:

bri
BRI PEDULI: Bantuan CSR BRI Peduli kepada TPS-3R Sadu Kencana berupa kendaraan operasional pengangkutan sampah, renovasi bangunan kantor, pengadaan bak komposter, dan kantong pemilahan sampah sangat membantu menyelesaikan permasalahan sampah di Desa Dauh Peken, Tabanan. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Masalah sampah seakan tidak ada habisnya. Permasalahan sampah sudah menjadi persoalan serius baik di kota maupun di desa. Namun hal itu tidak berlaku bagi Desa Dauh Peken, Tabanan, Bali.

Lantaran, Desa Dauh Peken memiliki program pengelolaan sampah yang dinamakan TPS-3R Sadu Kencana yang berdiri sejak tahun 2016. TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah – Reduce Reuse Recycle) merupakan tempat pengelolaan sampah yang dikonsepkan untuk Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di Desa Dauh Peken.

Konsep utama dari pengolahan sampah di TPS-3R Sadu Kencana adalah untuk mengurangi dan atau memperbaiki karakteristik sampah yang akan diolah secara lebih lanjut di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah.

Kepala Desa Dauh Peken I Komang Sana Yasa bercerita, program pengelolaan sampah telah dicanangkan pada tahun 2012 oleh kepala desa sebelumnya. Kemudian, sejak Komang Sana Yasa dilantik menjadi kades baru, ia pun melanjutkan salah satu visi misi mantan kades, yakni menciptakan desa hijau bersih sehat, dengan mengendalikan sampah.

Seiring berjalannya waktu, dirinya pun berhasil menambah bank sampah di Desa Dauh Peken. Awalnya hanya ada 1 bank sampah, kini sudah tersedia 6 bank sampah. “Saya melanjutkan membangun 5 bank sampah yang ada di desa. Awalnya 2012 hanya 1 bank sampah, sehingga genaplah rumah bank sampah yang ada di Dauh Peken,” ujarnya.

Kemudian, di tengah upaya meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Pada tahun 2015, pihak desa mengajukan ke Dinas PUPR di wilayah Bali untuk mendirikan TPS-3R. Dalam pengembangannya, TPS-3R Sadu Kencana memiliki beberapa kegiatan pengolahan sampah.

Diantaranya, mengolah sampah organik (sisa canang dan sampah daun) menjadi pupuk organik, memanfaatkan sampah buah, sayur, dan sisa makanan dari masyarakat untuk ternak maggot, menjadi bank sampah induk bagi banjar-banjar, sekolah, dan kelompok masyarakat yang ada di Dauh Peken.

Baca Juga  Sinergi Penanganan Sampah, Program TJSL BRI Serahkan Bantuan Dump Truck kepada Kodam IX/Udayana

Kemudian memberikan edukasi ke sekolah-sekolah tentang pentingnya Reduce Reuse Recycle demi kelestarian alam, dan juga menjalin rekanan dengan sekolah dan instansi yang ada di lingkungan Dauh Peken sebagai anggota TPS-3R Sadu Kencana agar lebih banyak lagi yang sadar memilah sampah dengan baik dan benar.

Kendati demikian, dalam melaksanakan program-program tersebut, kata Kades Komang, pengelola TPS-3R Sadu Kencana menghadapi beberapa kendala, antara lain kendala kurangnya kendaraan pengangkutan sampah, bangunan TPS-3R yang sudah mulai kurang layak dan fasilitas pendukung lainnya seperti bank komposter dan kantong pemilahan untuk pelanggan.

Bantuan CSR BRI Peduli

Pucuk dicinta ulam pun tiba, BRI lewat program BRI Peduli menunjukkan kepeduliannya terhadap usaha TPS-3R Sadu Kencana menjaga lingkungan, dengan memberikan bantuan berupa kendaraan operasional pengangkutan sampah, renovasi bangunan kantor, pengadaan bak komposter, dan kantong pemilahan sampah.

Dalam perkembangannya, TPS-3R Sadu Kencana mulai memaksimalkan sistem pengelolaan, mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan mulai dari rumah dan lingkungan sekitar.

“Dengan adanya bantuan BRI yang mendampingi Desa Dauh Peken, pola penjemputan sampah ke rumah-rumah warga menjadi terarah. Hal ini dapat dilihat dari antusias masyarakat Dauh Peken untuk ikut menjadi pelanggan TPS-3R dengan pola pemilahan. Sampai saat ini ada penambahan data pelanggan sebanyak 200 yang mulai sadar untuk memilah,” imbuhnya.

Bantuan BRI bisa mewujudkan langkah nyata menyelamatkan lingkungan, dengan tantangan yang cukup besar yaitu tingkat kesadaran masyarakat yang sangat rendah akibat sistem angkut buang yang selama ini diterapkan.

Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua TPS-3R Sadu Kencana Ni Putu Suarlin, mengatakan TPS yang dikelolanya sempat mendapatkan bantuan dari Pemerintah pada tahun 2015. Namun seiring berjalannya waktu, pengelola TPS masih menemui beberapa kendala.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Upacara di Pura Mrajapati Tunon Dukuh

Salah satunya dari sisi tingkat kesadaran masyarakat yang masih minim dalam hal memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Menurut Alin, jika pola pengelolaan sampah “angkut buang” saja, maka TPA yang sudah penuh dengan sampah akan semakin bertambah. Sangat penting untuk memilah sampah sebelum dibuang ke TPA. Gunanya, agar tidak terjadi penimbunan sampah.

“Kami dan tim mulai mencoba pelan-pelan memberikan pemahaman bahwa kita itu menyelamatkan sampah plastik bukan untuk mendapatkan, tapi untuk menyelamatkan bumi kita lebih lestari,” ujarnya.

Terkait dengan program pengelolaan sampah BRI Peduli tersebut, Regional CEO BRI Denpasar Recky Plangiten berharap bantuan dari BRI dapat berdampak positif bagi produktivitas TPS-3R dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Desa Dauh Peken, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah dari rumah tangga. Selain itu, pengelolaan sampah secara mandiri juga sebagai upaya menyelamatkan bumi dari bahaya sampah. (gs/bi)   

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tiga Organisasi Media Siber di Bali Serahkan Donasi kepada Korban Gempa NTT

Published

on

By

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menyerahkan donasi gempa NTT kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Denpasar.
SERAHKAN DONASI: Donasi korban gempa NTT diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (dua dari kiri), Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan (kiri), dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna (kanan) kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton (dua dari kanan) di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali menyalurkan donasi untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Perhimpunan Jurnalis (Pena) NTT Bali, Rabu (26/8/2026).

Donasi diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar.

Masing-masing organisasi menyerahkan bantuan senilai Rp 1 juta, sehingga total donasi mencapai Rp3 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas insan pers Bali terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, komunitas pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar pers di Bali,” ujar Edo, panggilan akrabnya.

Senada, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan menilai musibah yang terjadi di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa melihat batas wilayah. Ia menilai musibah di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa batas wilayah.

“Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, kepedulian dan gotong-royong menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menegaskan bahwa peran media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan. Media juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kepedulian publik terhadap masyarakat terdampak.

Baca Juga  Sinergi Penanganan Sampah, Program TJSL BRI Serahkan Bantuan Dump Truck kepada Kodam IX/Udayana

Ketut Sutrisna yang kerap disapa Centong ini, menegaskan bahwa tanggung jawab media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi juga mencakup upaya membangun kepedulian publik.

“Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, tetapi di sisi lain kita juga memiliki kepedulian sosial. Semoga bantuan ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa,” tandasnya.

Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat NTT yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bali, JMSI Bali, dan AMSI Bali atas solidaritas yang diberikan. Kepercayaan dan bantuan ini akan kami teruskan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di NTT,” kata wartawan senior yang kerap disapa Polo ini.

Aksi bersama tiga organisasi perusahaan pers tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat dibangun lintas organisasi, dengan semangat kebersamaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores itu diikuti lebih dari 7.000 gempa susulan.

Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia, 1.666 orang luka-luka, dan 185.131 warga mengungsi. Puluhan ribu rumah di sembilan kabupaten/kota juga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. (*/bi)

Baca Juga  Perbaharui Wajah Taman Kota, Bupati Tabanan Terima Program Bantuan TJSL dari BRI Peduli

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Gempa Bumi di NTT, RSUD Wangaya Kirim Petugas Nakes Tangani Korban Bencana

Published

on

By

Tim Emergency Medical Responder RSUD Wangaya Kota Denpasar dikirim menangani korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
KIRIMKAN TIM EMR: RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat, merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat.

Tim ini merupakan tim gabungan yang juga terdiri dari tim dari RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan yang mengirimkan tim pelayanan penanganan bencana di NTT, dimana masing – masing mengirimkan 1 orang dokter umum dan 1 orang perawat.

Dihubungi via telepon, Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, AA Ayu Dewi Purnami, Kamis (27/8) menjelaskan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Medis Darurat dari RSUD Wangaya Kota Denpasar yang dikirim menangani korban bencana gempa bumi di NTT terdiri dari dr. I Putu Agus Ari Permana Wibawa dan Ns. I Putu Eka Surya, S.Kep.

“Dalam pelayanan penanganan bencana di NTT kami dijadikan 1 tim dari RSUD Wangaya Kota Denpasar, RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan. Kami juga melakukan koordinasi dengan HEOC Manggarai dalam hal ini Bapak Kadiskes Kabupaten Manggarai,” ujar Dewi Purnami.

Ditambahkannya, tim RSUD Wangaya ditugaskan di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai mengingat RSUD setempat terdampak gempa jadi seluruh pelayanan pasien dilakukan di RS lapangan tersebut yakni penanganan pasien korban gempa dan pasien-pasien lainnya.

Permintaan Tim Medis Darurat ini datang dari Pusat Krisis Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Harapan kami di RSUD Wangaya Kota Denpasar sebagai bagian dari Tim Medis Darurat Bali adalah mampu memberikan respons cepat dan pelayanan medis yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas untuk berupaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat bencana gempa bumi di NTT ini,” ucapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Sinergi Penanganan Sampah, Program TJSL BRI Serahkan Bantuan Dump Truck kepada Kodam IX/Udayana

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Ketahanan Pangan dan Dapur ‘Dashat’ Perkuat Pencegahan Stunting di Kesiman Kertalangu

Published

on

By

Suasana kegiatan pengabdian masyarakat Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam pelatihan kader Posyandu di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
PENGABDIAN: Suasana kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader Posyandu pada Sabtu (22/8). Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pangan keluarga secara sehat, aman, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. I Putu Suiraoka, S.ST., M.Kes., menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan keluarga dan pentingnya keamanan pangan rumah tangga. Materi ini menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga.

Selanjutnya, I Gusti Ayu Widarti, DCN, M.Kes., menyampaikan materi tentang keamanan pangan dan Dapur Dashat, sekaligus memandu demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sementara itu, D.A. Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengolahan sampah organik rumah tangga.

Selain menerima materi, para kader juga mengikuti praktik dan diskusi sebagai upaya memperkuat pemahaman agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat.

Baca Juga  Perbaharui Wajah Taman Kota, Bupati Tabanan Terima Program Bantuan TJSL dari BRI Peduli

Ketua Tim Pengabdi, I Putu Suiraoka, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk memastikan keluarga memiliki kemampuan dalam menyediakan pangan bergizi, mengolah makanan secara aman, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat.

“Ketahanan pangan, keamanan pangan, pemenuhan gizi, hingga lingkungan yang sehat merupakan bagian yang saling berkaitan. Melalui penguatan kader dan masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dan berkelanjutan di tingkat desa,” jelasnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, upaya membangun keluarga sehat dan mencegah stunting diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca