Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Buka ‘’Pasamuan’’ MGPSSR, Gubernur Bali Minta ‘’Paiketan Pasemetonan’’ Perluas Kontribusi

BALIILU Tayang

:

de
BUKA: Gubernur Bali Wayan Koster membuka Pasamuan Agung XVI Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) ditandai pemukulan gong di Graha Kepasekan, Sekretariat MGPSSR Pusat Jalan Cekomaria Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Minggu (19/12/2021). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster berharap keberadaan paiketan pasemetonan yang jumlahnya cukup banyak tak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan internal, tapi harus mulai memperluas kontribusi untuk kepentingan masyarakat. Harapan itu disampaikannya dalam sambutan saat membuka Pasamuan Agung XVI Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) di Graha Kepasekan, Sekretariat MGPSSR Pusat Jalan Cekomaria Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Minggu (19/12/2021).

Gubernur Koster menyebutkan, jika kontribusi paiketan pasemetonan bisa diperluas, diyakini keberadaannya akan mampu mendorong kemajuan masyarakat untuk tatanan kehidupan yang lebih baik. Terlebih lagi, MGPSSR merupakan paiketan pasemetonan dengan jumlah anggota paling banyak dan telah tersebar di sejumlah provinsi di Tanah Air. “Jika kontribusinya bisa diperluas, tak hanya akan memajukan Bali, tapi juga Indonesia,” ucapnya.

Selain memperluas kontribusi, mantan anggota DPR RI tiga periode ini juga mengingatkan pentingnya paiketan pasemetonan diwadahi sebuah organisasi yang dikelola secara modern agar mampu menampung aspirasi dan kehendak anggota. “Ini penting agar organisasi paiketan lebih bisa diberdayakan untuk kepentingan lebih luas,” cetusnya. Secara khusus, sebagai bagian dari MGPSSR, Gubernur kelahiran Desa Sembiran Tejakula ini memohon dukungan kepada pasemetonan Pasek agar berperan aktif dalam menyukseskan implementasi program prioritas yang merupakan penjabaran dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Selanjutnya, di hadapan peserta pasamuan, secara garis besar Gubernur Koster memaparkan tentang visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dijelaskan olehnya, visi ini mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Sejak dilantik sebagai gubernur, ia yang didampingi Wagub Cok Ace berusaha keras menata Bali secara fundamental dan komprehensif dalam berbagai bidang agar semakin maju, mengikuti perkembangan zaman, dinamika nasional dan global, namun tetap menjaga adat, seni, tradisi, budaya adiluhung warisan leluhur. “Saya memantapkan diri untuk teguh dan kokoh pada keyakinan dalam menjalankan kepemimpinan yang terarah dan berusaha sedalam-dalamnya memahami kekuatan Bali yang berakar pada adat, seni, tradisi dan budaya,” ujarnya sembari mengajak seluruh komponen masyarakat maju secara kolektif, jangan ada sekat, apalagi terpecah belah.

Ditambahkan olehnya, seluruh komponen harus bersatu dan maju secara kolektif karena Bali merupakan pulau yang kecil dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk. Selain itu, Bali juga tidak seperti daerah lain yang punya sumber daya alam berupa hasil tambang. Namun, menurutnya Bali tak harus berkecil hati karena dianugerahi warisan kekayaan yang luar biasa berupa adat istiadat, seni, tradisi dan budaya yang unik, unggul serta tak ada tandingannya di dunia. “Ini yang harus dipahami bersama dan dijadikan modal untuk menjaga eksistensi alam, manusia dan kebudayaan Bali,” imbuhnya.

Gubernur memberi gambaran, keberadaan tempat suci yang mengelilingi Bali merupakan sebuah bukti nyata bahwa Pulau Dewata ditata oleh orang-orang suci. Oleh sebab itu, generasi saat ini berkewajiban menjaga dan melestarikan warisan adiluhung dari para leluhur serta jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berpotensi merusak tatanan tersebut. “Apa yang diwariskan oleh para leluhur telah terbukti membantu kita dalam menjalankan kehidupan dan sebagai sumber kehidupan yang mensejahterakan. Kalau hasil tambang bisa habis, beda dengan seni, budaya, adat istiadat dan tradisi. Semakin kita geluti, maka akan semakin kuat dan tak akan habis,” urainya.

Masih dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa dalam mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, selama masa kepemimpinannya telah dikeluarkan 40 regulasi yang terdiri atas 15 Perda dan 25 Peraturan Gubernur. Sebagian besar produk hukum itu berkaitan dengan upaya melestarikan seni, budaya dan alam serta eksistensi manusia Bali. Ia lantas memberi penekanan pada dua peraturan gubernur yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, dan Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali.

Terkait dengan Pergub 80 Tahun 2018, ia menyampaikan bahwa peraturan ini menjadi bagian penting dari upaya melestarikan aksara Bali. “Jangan remehkan aksara yang kita miliki. Saat itu belum ada sekolah, tapi leluhur kita sudah bisa menciptakan aksara, itu luar biasa,” cetusnya. Ia berpendapat, aksara merupakan bukti kemajuan peradaban suatu bangsa dan negara. Beberapa negara yang mengalami kemajuan pesat seperti China, Jepang dan Korea memiliki aksara lokal yang dilestarikan secara konsisten. Di Indonesia, menurutnya, tak semua daerah memiliki aksara lokal. “Kita punya, tentunya harus bangga. Ini bukti kemajuan peradaban yang harus kita muliakan,” ungkapnya.

Terkait dengan upaya pelestarian, selain mengeluarkan Pergub, ia juga menggandeng akademisi dan telah menciptakan keyboard khusus Aksara Bali yang pada tahun 2022 mendatang akan disebar ke sekolah-sekolah. “Saya ingin aksara kita dimuliakan seperti yang dilakukan China, Jepang atau Korea,” ucapnya, menandaskan. Selain pelestarian aksara, Gubernur Koster juga memiliki komitmen yang kuat dalam upaya pelestarian busana adat Bali. Menurutnya, Pergub Nomor 79 Tahun 2018 terbukti membawa multiplier effect. Tak hanya memperkokoh eksistensi busana adat Bali, peraturan ini juga mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan karena berkembangnya usaha di bidang pertenunan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali berharap pasamuan yang digelar MGPSSR menghasilkan rumusan program kerja yang tak hanya berdampak pada penguatan paiketan, tapi juga memperluas kontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua MGPSSR Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, SpJP menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Koster untuk membuka kegiatan pasamuan sekaligus bertatap muka dengan semeton Pasek. Menurutnya, pasamuan ini adalah sebuah kebutuhan bagi organisasi dan merupakan tindak lanjut dari Mahasabha MGPSSR. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan komitmen bahwa MGPSSR berada di garda terdepan dalam pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembukaan pasamuan ditandai pemukulan gong oleh Gubernur Wayan Koster. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Penyineban” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI PENYINEBAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7). (Foto: Hms Dps)

Badung, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bhakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

“Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,” ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam,” ucapnya.

Sementara, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih“ di Pura Dalem Padonan Desa Adat Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SEMBAHYANG: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). Karya yang dipuput oleh pemangku pura setempat ini digelar bersamaan di tiga pura, yakni Pura Dalem Padonan, Pura Dalem Penataran, dan Pura Ratu Ngurah Bagawan Penyarikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti dan mengikuti persembahyangan bersama krama. Bupati turut mengapresiasi semangat gotong royong warga Banjar Belulang yang sukses menggelar karya suci besar meski jumlah pengemponnya terbatas.

“Kebersamaan adalah kekuatan utama masyarakat Bali. Ketika krama bersatu dengan semangat ngayah dan tulus ikhlas, setiap kegiatan, termasuk pelaksanaan karya suci seperti hari ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia berharap upacara ini membawa kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Bupati juga mengajak krama untuk terus menjaga persatuan dan kelestarian budaya Bali sebagai pondasi utama pariwisata daerah.

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Camat Mengwi Nyoman Suhartana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa upacara ini merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh warga.

“Kegiatan karya ini merupakan wujud semangat gotong-royong Krama Banjar Belulang yang didukung oleh Jero Bendesa Adat Kapal. Melalui rapat dan musyawarah bersama, seluruh krama bersepakat untuk melaksanakan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Suhartana memaparkan, karya suci yang diempon oleh 66 Kepala Keluarga (KK) ini didukung penuh oleh bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 400 juta. Selain itu, pembiayaan juga bersumber dari punia krama serta para pengusaha di lingkungan Banjar Belulang.

Acara ini turut dihadiri oleh Kabag Prokompim Setda Badung I Kadek Edi Putrana, Kabag Umum I Gede Wisnu Bhayangkara, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, Kelian Adat dan Kelian Dinas Desa Adat Kapal, unsur Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, para pengempon pura serta prajuru adat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Karya Suci “Piodalan Padudusan Agung” di Desa Adat Sibanggede

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri Karya Suci Piodalan Padudusan Agung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Sibanggede dalam menyelenggarakan Karya Suci Piodalan Padudusan Agung. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri puncak upacara yang berlangsung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7/2026).

Upacara besar ini merupakan rangkaian dari Upacara Piodalan Mapadudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh Ngusaba Desa Muang Ngusaba Nini Tahun 2026 yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti serta melaksanakan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini dilakukan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Puseh dan Pura Desa.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan.

“Saya merasa bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya suci ini. Semoga melalui karya suci ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, serta keseimbangan alam semesta,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa mendoakan agar seluruh rangkaian karya suci dapat berjalan dengan lancar dan rahayu. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya terkait kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik.

Menurutnya, Pemkab Badung terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan ruas jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Badung. Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur serta mendukung program-program pemerintah.

“Tantangan kita ke depan adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan keamanan. Untuk itu saya mengharapkan kerja sama seluruh krama. Terkait kemacetan, pemerintah telah membangun ruas jalan baru dan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik. Sedangkan dalam penanganan sampah, kami mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar lebih mudah diolah di TPS-3R,” harapnya.

Manggala Karya, Wayan Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pelaksanaan karya suci tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang di tengah kesibukannya masih berkenan hadir pada puncak karya ini. Selain itu, kami juga berterima kasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,5 miliar sehingga seluruh rangkaian karya suci dapat terlaksana sesuai harapan kami,” ungkapnya.

Usai puncak upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Mepasaran dan Mapeselang. Rangkaian upacara suci ini dipuput oleh sejumlah sulinggih. Upacara Padudusan Agung dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten (Griya Dalem Sibanggede), Ida Pedanda Putu Peling (Griya Peling Blahbatuh), Ida Pedanda Nyoman Tulikup (Griya Tulikup), Ida Pedanda Gede Putra Singarsa (Griya Langon Sibang Kaja), dan Ida Pedanda Jelantik Giri (Griya Gunung Sari, Peliatan).

Sedangkan Upacara Mepasaran dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ketut Kanya Mas Kajeng dari Griya Kajeng Abiansemal. Upacara Mapeselang sekaligus Majejiwan dipuput oleh Ida Pedanda Ari Dwija Simpangan dari Griya Simpangan, Sandakan, bersama Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari, Peliatan. Selanjutnya, Upacara Ngindang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun, sedangkan Upacara Ngenyitin Linting dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta, para Angga Puri, Angga Griya, Perbekel Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Kelihan Adat dan Dinas Sibanggede, serta seluruh krama Desa Adat Sibanggede. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca