Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Rakerda FKUB Se-Bali, Wagub Giri Prasta Dorong Perkuat Sinergitas Jaga Kerukunan

BALIILU Tayang

:

BUKA RAKERDA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rakerda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Bali di Gedung Lila Graha, Kantor MDA Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Selasa (3/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, membuka secara resmi pelaksanaan Rakerda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Bali di Gedung Lila Graha, Kantor MDA Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Selasa (3/6).

Mengawali sambutannya, Wagub Bali menyampaikan apresiasi atas peran penting FKUB dalam menjaga kerukunan, baik antarumat maupun intern umat beragama. Kerukunan serta kedamaian merupakan hal yang sangat penting bagi Bali, terutama mengingat Bali hidup dari sektor pariwisata, di mana keamanan adalah salah satu bagian penting penunjang pariwisata.

“Kami berterima kasih kepada jajaran FKUB yang telah menjaga empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta selalu menjaga Bali sehingga Bali tetap rukun, aman, dan damai,” imbuhnya.

Wagub Giri Prasta juga mengajak jajaran FKUB untuk meningkatkan sinergitas, baik dengan FKUB kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Bali, serta semua lini pemangku kepentingan. Demikian pula, ia mengimbau para tokoh agama agar senantiasa menjalin komunikasi, bersinergi, dan bersama-sama menjaga kerukunan, sehingga kedamaian Pulau Dewata selalu terjaga.

“Saya harap pelaksanaan Rakerda ini akan melahirkan pikiran-pikiran serta gagasan cerdas dari para tokoh agama untuk menjaga kerukunan di Pulau Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Bendesa Agung/Ketua Umum FKUB Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, bahwa terciptanya kerukunan sangat penting bagi Bali. Dengan adanya kerukunan, akan tercipta kedamaian dan keamanan yang menjadi dambaan setiap manusia. Oleh karena itu, kerukunan harus kita jaga di tengah kemajemukan ragam agama, suku, maupun ras.

“Isu agama adalah isu yang sangat sensitif, di samping isu-isu SARA lainnya, yang bisa merusak kedamaian dan kerukunan. Untuk itu, kita harus selalu saling menjaga dan bersinergi untuk memelihara kerukunan serta kedamaian yang ada. Kerukunan itu mutlak, penting, dan nilainya mahal,” pungkasnya.

Baca Juga  Ciptakan Lingkungan Layak Anak, Seniasih Giri Prasta: Orang Tua Garda Terdepan

Pembukaan Rakerda FKUB se-Bali pada pagi hari ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga, pimpinan atau pengurus FKUB kabupaten/kota se-Bali, serta undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

World Cleanup Day 2026, Pemkab Badung Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Kawasan Mangrove

Published

on

By

Sekda Badung Pimpin Aksi Bersih World Cleanup Day
AKSI BERSIH: Sekda Surya Suamba saat aksi bersih lingkungan memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar aksi bersih lingkungan guna memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9).

Dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba yang mewakili Bupati Badung, kegiatan bertema “Aksi Bersih Pemuda-pemudi Merdeka dari Sampah” ini melibatkan sekitar 300 peserta dari unsur pemerintahan, dunia usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat.

Aksi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Menteri Lingkungan Hidup RI tentang Dukungan Kegiatan World Cleanup Day Indonesia 2026 guna menguatkan sinergi serta peran generasi muda sebagai pelopor pelestarian lingkungan pesisir.

World Cleanup Day menjadi momentum mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah. “Yang ingin kita bangun adalah generasi yang tidak hanya peduli saat melihat sampah berserakan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mencegah, mengurangi, memilah dari sumbernya, dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan,” ujar Surya Suamba.

Sekda menegaskan bahwa pemilihan kawasan mangrove memiliki makna vital bagi ekosistem pesisir dan habitat biota, sehingga kebersihannya harus dijaga demi fungsi ekologis jangka panjang. “Kita berharap kegiatan hari ini tidak berhenti pada memungut dan mengangkut sampah. Yang lebih penting adalah mencegah sampah tersebut muncul dan mengubah perilaku sehari-hari. Mari kita mulai perubahan itu dari hari ini, dari tempat ini, dari diri kita masing-masing untuk mewujudkan Badung yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Semangat aksi ini diwujudkan melalui empat pilar kemerdekaan sampah, yakni merdeka dari kebiasaan membuang sampah sembarangan, penggunaan plastik sekali pakai, sikap acuh terhadap lingkungan, serta ketergantungan pengelolaan sampah. Tidak sekadar dipungut, sampah seberat ratusan kilogram yang terkumpul dari kawasan pesisir tersebut langsung ditimbang dan dipilah ke dalam jenis organik, anorganik, plastik, serta residu untuk diolah lebih lanjut secara berkelanjutan melalui fasilitas pengolahan sampah dan yayasan mitra lingkungan.

Baca Juga  Diikuti 16 Sawa, Wagub Giri Prasta Hadiri Ngaben Massal Perdana Desa Adat Mengandang

Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Badung, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, Pimpinan Instansi Vertikal, Camat Kuta Selatan beserta jajaran, para Lurah, Bendesa Adat, BUMD, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Yowana serta undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Literasi Digital Badung Ajak Siswa SMPN 2 Mengwi Bijak Bermedia Sosial

Published

on

By

Rasniathi Adi Arnawa Buka Sosialisasi Literasi Digital di SMPN 2 Mengwi
SOSIALISASI: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Bunda Literasi Digital Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, membuka Sosialisasi Literasi Psikologis Media di SMP Negeri 2 Mengwi, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Bunda Literasi Digital Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Literasi Psikologis Media di SMP Negeri 2 Mengwi, Jumat (25/9). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung ini bertujuan untuk membentengi generasi muda agar mampu bermedia sosial secara bijak, sehat, dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Rasniathi menekankan bahwa kecakapan digital tidak sekadar soal kemampuan mengoperasikan gawai atau mengunggah konten, melainkan juga memahami dampak psikologis dari aktivitas di dunia maya.

“Media sosial bagaikan dua mata pisau. Di satu sisi mempermudah komunikasi dan proses belajar, namun disisi lain dapat mempengaruhi perasaan, kepercayaan diri, hingga kesehatan mental jika tidak digunakan dengan bijak,” ujarnya.

Ia mengingatkan para pelajar sebagai garda terdepan pengguna media di era digital untuk selalu menyaring informasi sebelum membagikannya ke ruang publik. Menjaga etika berinteraksi di dunia maya disebutnya sangat krusial demi menjaga kesehatan mental.

Lebih lanjut, Bunda Literasi Digital Badung ini mengajak sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem digital yang aman. “Kita tidak bisa melarang anak menggunakan teknologi, tetapi kita bisa membekali mereka dengan benteng diri yang kuat agar tangguh menghadapi tekanan di media sosial,” tambahnya.

Kegiatan pembinaan literasi digital berkelanjutan ini menyasar pelajar di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Badung. Melalui edukasi ini, para siswa diharapkan tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki empati tinggi dan mampu mempelopori perubahan positif.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Badung beserta jajaran, pengurus TP. PKK Kabupaten Badung, narasumber psikolog, Ketua Gerakan Badung Peduli, serta Kepala SMPN 2 Mengwi bersama jajaran guru dan ratusan siswa. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Hadiri Pertemuan Ilmiah Kedokteran Olahraga Indonesia–Malaysia di Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Warga Terseret Arus Saat Berenang di Pantai Gerokgak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Published

on

By

PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). Informasi kejadian tersebut diterima pada pukul 17.10 WITA dari Kadek Partha, anggota Polsek Gerokgak. Korban diketahui bernama Gede Adimas Raditya Wibawa (11), bertempat tinggal di Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, diperoleh kronologis kejadian, dimana awalnya sekitar pukul 16.00 WITA, korban bersama dua orang anak lainnya berenang di Pantai Gerokgak dengan menggunakan styrofoam. Sekitar pukul 16.30 WITA, ketiganya terseret arus ke arah tengah laut. Dua anak berhasil diselamatkan oleh masyarakat, sementara Gede Adimas Raditya Wibawa terseret arus dan menghilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera melakukan koordinasi dengan Polsek Gerokgak dan pihak keluarga korban. Pada pukul 17.30 WITA, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng yang terdiri dari 6 personel bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, mereka melaksanakan briefing untuk pembagian tugas serta menentukan pola pencarian. Empat personel melakukan pencarian menggunakan rubber boat ke arah utara dari lokasi kejadian. Sementara itu, personel lainnya melaksanakan penyisiran darat ke arah timur sejauh 2,5 KM.

“Pada pukul 18.10 rubber boat mengarah ke utara,” jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

Pencarian melalui jalur laut menggunakan rubber boat dilakukan hingga pukul 18.40 WITA. Setelah itu, pencarian dilanjutkan dengan penyisiran darat ke arah barat dari lokasi kejadian. “Tim yang di lapangan, yakni pesisir pantai melaksanakan penyisiran di arah timur dan barat,” imbuhnya.

Baca Juga  Ciptakan Lingkungan Layak Anak, Seniasih Giri Prasta: Orang Tua Garda Terdepan

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian melalui jalur laut dan darat dengan memperhatikan kondisi di sekitar lokasi kejadian. Pencarian akan terus dilakukan selama 7 hari apabila tak kunjung ditemukannya korban, tentunya dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta situasi di lapangan,” ujar Kadek Donny Indrawan.

Upaya pencarian hari pertama berakhir hingga pukul 21.30 Wita, namun korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian besok pagi, sesuai dengan rencana operasi dan perkembangan situasi di lapangan. Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri atas Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Pol Airud Polda Bali, Pol Airud Polres Gerokgak, Polsek Gerokgak, Babinsa Gerokgak, TNI AL Celukan Bawang, Camat Gerokgak beserta perangkat desa, Cendana Mutiara, Satpol PP Gerokgak, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca