Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Rakor TKPK: Bupati Sanjaya Tegaskan Penanggulangan Kemiskinan Harus Terpadu dan Berbasis Data

BALIILU Tayang

:

Bupati Sanjaya Buka Rakor TKPK Kabupaten Tabanan
RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan bersama seluruh unsur TKPK, para donatur Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), serta pemangku kepentingan terkait, yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Tabanan, Senin (7/9). (Foto: Hms Tbn)  

Tabanan, baliilu.com – Upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tabanan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditegaskan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan bersama seluruh unsur TKPK, para donatur Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), serta pemangku kepentingan terkait, yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Tabanan, Senin (7/9).

Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang diwakili Sekretaris I TP PKK, jajaran Forkopimda, Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, para camat se-Kabupaten Tabanan, instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, perguruan tinggi, LSM, organisasi kemasyarakatan, pelaku pariwisata, pelaku usaha, serta stakeholder terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah dan memperkuat sinergi penanggulangan kemiskinan di Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menekankan bahwa kemiskinan tidak dapat dipandang hanya dari sisi rendahnya pendapatan, melainkan merupakan persoalan multidimensional yang berkaitan erat dengan pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, hingga kesempatan ekonomi. Karena itu, Pemkab Tabanan terus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan sektor pertanian, pariwisata, infrastruktur, serta pelestarian adat, agama, seni, dan budaya sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan.

“Kemiskinan bukan semata-mata persoalan rendahnya pendapatan. Ini adalah persoalan multidimensional. Kalau lima program prioritas kita dapat dijalankan dengan baik dan fokus, saya yakin angka kemiskinan di Tabanan akan terus menurun,” tegasnya.

Bupati Sanjaya juga menggambarkan kesejahteraan masyarakat melalui tiga indikator utama yang menjadi arah pembangunan selama lima tahun ke depan, yakni masyarakat yang cerdas, sehat, dan sejahtera. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam memperoleh pekerjaan dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Baca Juga  Bupati Tabanan Tinjau Pengerjaan Relokasi Patung Bung Karno

“Mari kita ciptakan lapangan pekerjaan sebaik dan sebanyak mungkin di Tabanan. Dengan demikian, masyarakat kita semakin cerdas, sehat, dan sejahtera, sehingga angka kemiskinan dari tahun ke tahun semakin menurun,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029 telah menjadi landasan dalam mengarahkan penanggulangan kemiskinan agar dilaksanakan secara terpadu, terarah, berbasis data, dan berkelanjutan. Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya program Desa Presisi yang telah dikembangkan sebagai basis data akurat dalam mendukung perencanaan pembangunan.

“Pembangunan selalu bergerak. Karena itu, setiap desa harus memiliki data yang presisi. Dengan data yang akurat, Bappeda dapat menyusun perencanaan pembangunan yang tepat guna dan tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengingatkan bahwa capaian penurunan kemiskinan tidak boleh hanya dilihat sebagai angka statistik. Di balik data tersebut terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah, mulai dari anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, pekerja, petani, nelayan, hingga kelompok masyarakat lainnya. Berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional yang digunakan dalam penyusunan profil kemiskinan, tercatat sebanyak 6.943 keluarga atau 22.415 individu berada pada desil 1 di Kabupaten Tabanan. Atas kondisi tersebut, ia menegaskan tiga arah utama penanggulangan kemiskinan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin atau kurang mampu, serta mengurangi dan menangani kantong-kantong kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan pelaku dunia usaha yang telah berkontribusi melalui TJSP. Ia berharap ke depan TJSP tidak hanya diarahkan dalam bentuk amal atau donasi, tetapi dapat berkembang menjadi investasi sosial yang produktif dan berkelanjutan.

“Saya berharap program pemerintah dan TJSP tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi. Rakor ini jangan hanya menjadi forum penyampaian laporan, melainkan harus menghasilkan kesepakatan dan tindak lanjut yang nyata,” ungkapnya, seraya meminta seluruh perangkat daerah menghindari pelaksanaan program secara sektoral.

Baca Juga  Apel Bulanan Pemkab Tabanan, Beri Penghargaan kepada Pegawai dan Pensiunan

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabanan, Ida Ayu Agung Windayani Kusumaharani, dalam laporannya menyampaikan bahwa rakor tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, LSM, organisasi kemasyarakatan, pelaku pariwisata, dunia usaha, dan stakeholder lainnya. Rakor dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, mengidentifikasi hambatan, menyelaraskan dukungan TJSP, serta memperkuat ketepatan sasaran berbasis data dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Ia menambahkan, RPKD menjadi dokumen strategis yang memuat profil kemiskinan, prioritas program, serta lokasi sasaran penanggulangan kemiskinan. Melalui rakor tersebut diharapkan terbentuk komitmen bersama dan rencana tindak lanjut yang konkret sesuai peran dan kapasitas masing-masing pihak. Sebagai capaian, kolaborasi yang terus diperkuat tersebut turut mengantarkan Kabupaten Tabanan meraih peringkat III kategori penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026, sekaligus memperkuat capaian Tabanan dalam memperoleh dana insentif fiskal pada tahun-tahun sebelumnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Terima Kunjungan Dubes RI untuk Yunani

Published

on

By

Bupati Sanjaya terima kunjungan Dubes RI untuk Yunani
TERIMA KUNJUNGAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan, di Kantor Bupati Tabanan, Jumat (23/10). (Foto: gs/bi)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan, di Kantor Bupati Tabanan, Jumat (23/10). Pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama sister city, pemasaran produk unggulan daerah, serta peluang pengembangan sumber daya manusia melalui penempatan pekerja migran Indonesia secara resmi di Yunani.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekda dan Asisten serta Perangkat Daerah terkait, Sekretaris Kedutaan Besar RI di Athena Alfan Attariq, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Denpasar, Mitra Training Center (MTC) Internasional, dan mitra usaha lainnya guna membahal hal lebih lanjut. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang sesuai dengan potensi Tabanan dan kebutuhan kedua pihak.

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya menyampaikan Tabanan terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Tabanan dikatakannya memiliki potensi pertanian berupa beras merah organik, beras hitam, kopi robusta, salak, durian, manggis, kelapa, kakao, serta berbagai komoditas hortikultura dari kawasan Bedugul. Potensi tersebut didukung oleh UMKM yang mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah dan berpeluang menembus pasar internasional.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan mitra di Yunani. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk membangun hubungan yang lebih intensif, baik dalam bentuk sister city maupun kerja sama di bidang pertanian, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia,” tegas Sanjaya.

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi pertanian dan perluasan akses pasar tanpa mengabaikan keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian Tabanan,sehingga dapat mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan Bali. Sebagai referensi, Bupati Sanjaya mencontohkan kerja sama sister city dengan Kota Toyama, Jepang, yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menjajaki kolaborasi serupa dengan Yunani. Selain itu, peluang di sektor perhotelan dan pariwisata diharapkan dapat mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja asal Tabanan melalui mekanisme penempatan resmi dan perlindungan yang memadai.

Baca Juga  Ringankan Beban Masyarakat, Bupati Sanjaya Dukung Pelaksanaan Ngaben Bersama Krama Adat Bungan Kapal

Sementara itu, Dubes RI untuk Yunani, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan, menyampaikan, bahwa kunjungan langsung ke daerah penting untuk memahami potensi dan kebutuhan pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa Indonesia dan Yunani telah menjalin hubungan persahabatan selama sekitar 75 tahun yang dapat terus diperkuat melalui kerja sama ekonomi.

“Kami lebih suka turun langsung ke daerah untuk memahami apa yang dibutuhkan dan potensi yang dimiliki. Dengan demikian, peluang kerja sama yang dikembangkan dapat lebih tepat sasaran. Dari Tabanan, kami melihat potensi produk pertanian, kerajinan, dan furnitur, serta peluang di bidang tenaga kerja, khususnya sektor hospitality,” ungkap Bebeb.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga berharap komunikasi dan koordinasi antarpihak dapat berlanjut pada pemetaan potensi serta perumusan kerja sama yang konkret. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas pasar produk unggulan daerah, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan tetap memperhatikan kepentingan serta perlindungan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Evakuasi Jenazah Perempuan Tanpa Identitas di Pantai Nyang-Nyang

Published

on

By

Tim SAR evakuasi jenazah di Pantai Nyang-Nyang
EVAKUASI: Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah perempuan tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pantai Nyang-Nyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Hms SAR)

Badung, baliilu.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah perempuan tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pantai Nyang-Nyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (24/10/2026). Informasi penemuan jenazah diterima petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.20 Wita dari Resana, Kelian Desa Pecatu.

Berdasarkan laporan yang diterima, jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing di pinggir Pantai Nyang-Nyang sekitar pukul 16.50 Wita. Pemancing kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak berwajib dan Kelian Desa Pecatu, yang selanjutnya meminta bantuan evakuasi kepada tim SAR.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung berkoordinasi dengan Kelian Desa Pecatu, Bhabinkamtibmas Pecatu, serta pihak ambulans. Di waktu bersamaan, para personel mempersiapkan peralatan evakuasi dan sekitar pukul 17.40 Wita sebanyak 5 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Setengah jam berselang mereka tiba di Pantai Nyang-Nyang, selanjutnya melakukan pembagian tugas, sebelum melakukan proses evakuasi bersama unsur SAR gabungan. Dari ciri-ciri warna kulit, dan wajah diperkirakan jenasah tersebut adalah warga negara asing. Setelah melalui proses penanganan di lokasi, pada pukul 19.30 Wita jenazah berhasil dievakuasi.

“Kita evakuasi kurang lebih 2 jam, dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Sanglah dengan menggunakan ambulance Yayasan Masjid Alfatah,” terang Wahyu Sidiarta, selalu koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Hingga proses evakuasi selesai, identitas korban serta waktu dan penyebab pasti kematiannya belum diketahui. Penanganan lebih lanjut diserahkan kepada pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku. Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Polair Kuta Selatan, Inafis Polda Bali, Balawista Badung, perangkat Desa Pecatu, serta masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Kepemimpinan Bupati Sanjaya, Antar Tabanan Raih Penyelesaian Tindak Lanjut BPK Tertinggi di Bali 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka Parade Gong Kebyar dan Baleganjur Se-Kota Denpasar

Wadahi Kreativitas Seni Generasi Muda Lestarikan Budaya Bali

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa buka Parade Gong Kebyar dan Baleganjur
SERAHKAN HADIAH: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyerahkan hadiah usai membuka Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (23/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran tahunan Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar secara resmi dibuka Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (23/10). Pembukaan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan peserta yang akan menampilkan kemampuan terbaiknya. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026, ini diikuti 16 sekaa, terdiri atas delapan Sekaa Gong Kebyar dan delapan Sekaa Baleganjur.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan penyerahan dana pembinaan sebesar Rp 35 juta untuk Sekaa Gong Kebyar dan Rp 25 juta untuk Sekaa Baleganjur sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Denpasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional dan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar ini diharapkan mampu mendorong kreativitas dan inovasi seni di kalangan generasi muda.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, usai membuka kegiatan mengatakan bahwa Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar merupakan wahana kreativitas dan aktivitas inovatif generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya Bali, khususnya seni karawitan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan dan kekuatan seni Baleganjur, tetapi juga menjadi ajang pembinaan bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam berkesenian.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melestarikan kesenian dan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya melestarikan budaya kita,” ujar Arya Wibawa.

Arya Wibawa berharap parade ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri serta menunjukkan bakat dalam menciptakan, memainkan, dan mengembangkan seni budaya Bali. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi kegiatan seni pada tingkat yang lebih tinggi, seperti Pesta Kesenian Bali (PKB).

Baca Juga  Ringankan Beban Masyarakat, Bupati Sanjaya Dukung Pelaksanaan Ngaben Bersama Krama Adat Bungan Kapal

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan dalam bidang seni dan budaya, khususnya gamelan Baleganjur dan Gong Kebyar, sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta, menjelaskan bahwa Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar merupakan salah satu upaya untuk memberikan ruang ekspresi dan pengembangan kreativitas bagi para pelaku seni, khususnya generasi muda.

“Melalui penyelenggaraan parade ini, diharapkan semangat generasi muda dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seni budaya Bali dapat terus tumbuh dan berkelanjutan,”ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, di samping sebagai ajang pembinaan dan pelestarian kesenian trasidional dalam rangka mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dari semua pembinaan sekaa baleganjur yang ada di Kota Denpasar.

Secara teknis Kabid Kesenian, Wayan Narta menambahkan, jumlah sekaa peserta parade tahun 2026 ini yakni 16 sekaa. Beberapa unsur menjadi dasar pengamatan meliputi teknik (gegedig dan tetekep), ide dan gagasan, struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, pangecet), kreativitas (pengembangan musikalitas dan originalitas garapan) serta penampilan (ekspresi, gerak dan tabuh). (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca