Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Ruang Diskusi Terbuka, Bupati Sanjaya Dorong Penguatan Petani Muda Milenial Tabanan

BALIILU Tayang

:

Sarasehan Petani Muda Milenial
BUKA BIMTEK: Bupati Tabanan, Dr. I Gede Komang Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimtek dan Sarasehan Petani Muda Milenial yang turut meramaikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-532 Kota Singasana Tahun 2025 di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Kamis (27/11). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan, Dr. I Gede Komang Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sarasehan Petani Muda Milenial yang turut meramaikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-532 Kota Singasana Tahun 2025. Pelatihan khusus ini berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Kamis (27/11), sebagai bagian dari komitmen Pemkab Tabanan memperkuat kedaulatan pangan dan mendorong pemberdayaan petani muda agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Kehadiran Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Tabanan, para Kepala Perangkat Daerah terkait, Kelompok Ahli, organisasi masyarakat, serta perwakilan kelompok petani muda memberi makna khusus atas pentingnya regenerasi petani di daerah lumbung pangannya Bali. Sekaligus mempertegas keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan keberlanjutan sektor pertanian melalui dukungan nyata kepada petani muda.

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya dan jajaran menyerahkan Sertifikat Registrasi Lahan Kebun Tahun 2025 kepada tiga kelompok yang dinilai memenuhi standar Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP), yaitu Kelompok Salak Madu Farm, Desa Mundeh Kauh, Subak Batur Sari (Manggis), Desa Tiing Gading, serta Subak Abian Lumbung Wangkal Amerta, Desa Lumbung. Hal ini menjadi bentuk penghargaan dan penguatan legalitas bagi kelompok tani yang telah menerapkan praktik pertanian berkelanjutan.

Selaku Kepala Daerah, Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan Bimtek yang dinilai strategis untuk menumbuhkan kebanggaan baru di kalangan petani muda. Ia menyampaikan, Tabanan sebagai lumbung pangan Bali memiliki tanggung jawab besar menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di daerah sekitar. “Petani adalah pilar kedaulatan pangan kita. Di tengah gempuran sektor pariwisata dan industri lain, kita harus menjaga spirit bertani dan meyakinkan generasi muda, bahwa pertanian adalah sektor yang modern, menjanjikan, dan bermartabat,” tegasnya.

Baca Juga  HUT Ke-532 Kota Singasana Dimeriahkan Pameran IKM/UMKM

Ia juga menekankan, sistem Subak yang telah berusia lebih dari seribu tahun merupakan warisan adiluhung yang tetap relevan hingga kini dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Keberlangsungan Subak, menurutnya, sangat bergantung pada keberadaan generasi muda yang tetap memilih bidang pertanian. Tantangan utama saat ini dikatakannya adalah mengubah paradigma, bahwa bertani tidak menarik.

Untuk itu, Sanjaya mendorong generasi muda melihat pertanian sebagai profesi modern yang dapat dikembangkan melalui teknologi digital, pemasaran berbasis platform, inovasi pascapanen, dan gaya bertani masa kini. “Pertanian tidak boleh lagi dipandang sebagai pekerjaan yang terpinggirkan. Petani muda Tabanan harus tampil modern, kreatif, dan berdaya saing. Manfaatkan teknologi, gunakan marketplace, dan jadikan pertanian sebagai gaya hidup yang membanggakan. Kita harus bangga menjadi petani,” pintanya.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan juga menegaskan, pertanian dan pariwisata adalah dua sektor yang saling menguatkan. Pertanian menjadi fondasi utama, sementara pariwisata desa dapat memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan agro-tourism. Oleh karena itu, dukungan kepada petani muda menjadi sangat penting untuk memastikan sektor pertanian tetap produktif dan mampu mendukung pertumbuhan pariwisata berbasis desa.

Di kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia selaku Ketua Panitia menyampaikan, bahwa kegiatan ini berangkat dari kegelisahan akan semakin sedikitnya generasi muda yang menekuni sektor pertanian. Rata-rata petani saat ini telah berusia lanjut, sehingga keberlanjutan sektor pangan memerlukan perhatian serius. Atas inisiasi Bupati Tabanan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk menarik minat generasi muda agar kembali melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan bernilai ekonomi.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini sangat selaras dengan visi pembangunan Tabanan Era Baru. “Kegiatan ini menjadi momentum menghadirkan petani muda milenial yang siap meneruskan pembangunan pertanian Tabanan. Pemkab Tabanan konsisten menerapkan spirit Trisakti dan nilai-nilai Pancasila, dengan fokus pada kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan,” ujarnya. Sekaligus menyampaikan bahwa pelaku pertanian yang hadir saat ini diantaranya telah menunjukkan inovasi, mulai dari Ambassador Agriculture tingkat daerah dan nasional, pelaku usaha perikanan lele, peternakan sapi perah, peternakan babi, hingga kelompok pemuda yang mengikuti program magang pertanian di Jepang. (gs/bi)

Baca Juga  Puncak Perayaan HUT Ke-532 Kota Singasana, Tegaskan Kejayaan Budaya dan Semangat Kebersamaan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

Baca Juga  Ribuan Warga Serentak Rayakan HUT Ke-532 Kota Singasana

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  HUT Ke-532 Kota Singasana Dimeriahkan Pameran IKM/UMKM
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Baca Juga  Singasana Boxing Meriahkan Perayaan HUT Ke-532 Kota Singasana 

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca