Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buktikan Faktor Risiko Kegagalan Pengobatan Bacterial Vaginosis pada Ibu Hamil, Budayasa Raih Gelar Doktor di FK Unud

BALIILU Tayang

:

budayasa
Dr. dr. Anak Agung Gede Raka Budayasa, Sp.OG., Subsp.KFm. saat menerima SK kelulusan doktor Ilmu Kedokteran FK Unud. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com –  Buktikan faktor risiko kegagalan pengobatan bacterial vaginosis pada ibu hamil, Promovendus dr. Anak Agung Gede Raka Budayasa, Sp.OG, Subsp.KFm berhasil meraih gelar doktor Ilmu Kedokteran di FK Unud melalui ujian disertasi dengan judul “Kadar Interleukin-1β, Interleukin-8 dan Sialidase Cairan Vagina yang Tinggi pada Ibu Hamil dengan Bacterial Vaginosis sebagai Faktor Risiko Terjadinya Kegagalan Pengobatan dengan Metronidazol”. Ujian dilaksanakan di ruang Dr. A.A. Made Djelantik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar, pada Selasa (20/6/2023). 

Raka Budayasa memaparkan, pada dua dasa warsa terakhir, prevalensi kegagalan pengobatan bacterial vaginosis (BV) dengan metronidazol semakin meningkat, terlebih pada ibu hamil usia kehamilan kurang dari 20 minggu, yang berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas baik maternal maupun perinatal. Penyebab kegagalan pengobatan belum diketahui pasti. Kegagalan pengobatan ini diduga berhubungan dengan virulensi kuman yang ditandai dengan peningkatan respon imun dan faktor virulensi kuman yang ditandai masing-masing oleh kadar IL-1β, IL-8 dan enzim sialidase. Studi ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kadar IL-1β, IL-8 dan sialidase yang tinggi pada cairan vagina ibu hamil dengan BV merupakan faktor risiko terjadinya kegagalan pengobatan dengan metronidazol. 

Penelitian observasional nested case control study, dilakukan di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani sejak bulan Juli sampai September 2022. Sampel adalah ibu hamil usia kehamilan kurang 20 minggu tunggal hidup dengan BV dan bahan pemeriksaan adalah cairan vagina. Sejumlah 52 sampel ibu hamil dengan infeksi BV yang diobati dengan metronidazol dibagi atas dua kelompok ekual yaitu 26 sampel mengalami kegagalan pengobatan sebagai kelompok kasus dan 26 sampel mengalami kesembuhan sebagai kelompok kontrol. Pemeriksaan kadar IL-1β, IL-8 dan sialidase dilakukan dengan teknik ELISA di Unit Laboratorium Biomedik Terpadu FK Universitas Udayana Bali. Data dianalisis dengan bantuan IBM SPSS Statistics 21.

Baca Juga  Hima Psikologi FK Unud Gelar Pengmas Cyber

Pada penelitian ini didapatkan ibu hamil terinfeksi BV dengan kadar IL-1β, IL-8 dan sialidase yang tinggi memiliki risiko terjadinya kegagalan pengobatan dengan metronidazol masing-masing sebesar 7,93, 3,6 dan 5,12 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil dengan kadar IL-1β,IL-8 dan sialidase yang rendah. Dengan analisis multivariat didapatkan faktor yang berperan dalam kegagalan pengobatan adalah kadar IL-1β dan sialidase yang tinggi dengan adjusted odd ratio masing-masing adalah 8,61 dan 7,43, sedangkan kadar yang tinggi IL-8 tidak bermakna sebagai faktor riko kegagalan pengobatan (p = 0,119)

Kebaruan penelitian (novelty) dari penelitian ini adalah belum ada publikasi sebelumnya mengenai penggunaan pro-inflammatory cytokine IL-1β, IL-8 dan faktor virulensi kuman yaitu sialidase yang diambil dari cairan vagina untuk melakukan analisis adanya hubungan dengan kegagalan pengobatan BV dengan metronidazol. Hasil penelitian mendapatkan kadar yang tinggi IL-1β dan sialidase, sebagai faktor risiko kegagalan pengobatan dengan metronidazol merupakan temuan baru.

Implikasi hasil penelitian ini adalah terbuktinya adanya kuman dengan virulensi tinggi mengakibatkan reaksi inflamasi dan respon imun yang tinggi, ditandai dengan dengan kadar IL-1β, IL-8 yang tinggi dan adanya faktor virulensi bakteri yang ditandai dengan kadar sialidase yang tinggi pada cairan vagina ibu hamil sebagai faktor risiko kegagalan pengobatan metronidazol pada kasus BV. Teori ini dapat menerangkan kegagalan pengobatan pada infeksi BV dan memperkuat teori yang sudah ada. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk dilakukan penelitian lanjutan dengan melakukan studi kohort untuk membuktikan apakah kadar IL-1β dan sialidase yang tinggi dapat menjadi prediktor kegagalan pengobatan dan uji klinik pengobatan infeksi BV pada ibu hamil dengan kombinasi metronidazol dengan obat anti-inflamasi atau inhibitor sialidase dibandingkan metronidazol sendiri.

Baca Juga  FK Unud Jajaki Kerja Sama Pembukaan Program Studi Spesialis Keperawatan Onkologi

Ujian dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT (K)., dengan tim penguji : Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG., Subsp.Onk (Promotor): Prof. drh. I Nyoman Mantik Astawa, Ph.D (Kopromotor I): Dr. dr. I Nyoman Gede Budiana, Sp.OG., Subsp.Onk (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM; Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes; Prof. Dr. dr. John J. E. Wantania, Sp.OG(K); Dr. dr. Desak Made Wihandani, M.Kes; Dr. dr. A.A. Ngurah Jaya Kusuma, Sp.OG., Subsp.K.Fm,MARS; Dr. rer. nat. dr. Ni Nyoman Ayu Dewi, M.Si; Dr. dr. I Nyoman Wande, S.Ked., Sp.PK(K).

Sedangkan undangan akademik adalah : Dr. dr. I Wayan Megadhana, Sp.OG., Subsp., Urogin.Re; Dr. dr. I Gede Megaputra, Sp.OG, Subsp., Urogin.Re; Dr. dr. Tjokorda Gde Agung Suwardewa, Sp.OG., Subsp., K.Fm; Dr. dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG., Subsp, K.Fm; Dr. dr. I Wayan Artana Putra, Sp.OG., Subsp, K.Fm. 

Pada ujian kali ini, Dr. dr. Anak Agung Gede Raka Budayasa, Sp.OG., Subsp.KFm., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 386 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat sangat memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3168-Doktor-Ilmu-Kedokteran-Buktikan-Faktor-Risiko-Kegagalan-Pengobatan-Bacterial-Vaginosis-Pada-Ibu-Hamil.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gelar Fashion Roadshow di Buleleng, Dekranasda Bali Dorong Pembinaan Desainer dan UMKM Lokal

Published

on

By

Dekranasda Bali Fashion Roadshow bertema Wastra Hitakara di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, dihadiri Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster dan Wabup Buleleng Gede Supriatna
WASTRA HITAKARA: Dekranasda Bali Fashion Roadshow dengan tema "Wastra Hitakara" yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja Bali, Kamis (8/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali terus berkomitmen memajukan ekosistem kriya dan busana daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Nyonya Putri Suastini Koster, saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara Dekranasda Bali Fashion Roadshow dengan tema “Wastra Hitakara” yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja Bali, Kamis (8/10).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng beserta jajaran pengurus, pimpinan OPD Provinsi Bali, serta para tamu undangan.  Dalam sambutannya, Nyonya Putri Suastini Koster menyampaikan bahwa Dekranasda Provinsi Bali terus konsisten menghadirkan ruang ekspresi bagi pelaku seni mode di Bali melalui tiga pilar kegiatan fashion, yakni Bali Fashion Day, Bali Fashion Week, serta Bali Fashion Roadshow to Kabupaten/Kota.

“Melalui ajang roadshow ini, kami berharap Dekranasda Kabupaten/Kota dapat membina para desainer, UMKM, hingga model di daerahnya masing-masing. Jika pembinaan di tingkat kabupaten berjalan optimal, Dekranasda Provinsi akan lebih mudah merangkul dan membawa mereka ke panggung yang lebih luas,” ujar Putri Suastini Koster.

Ia menekankan pentingnya peran desainer sebagai penggerak ekosistem. Menurutnya, seorang desainer sejati tidak sekadar meniru karya orang lain, melainkan menguasai teknik dasar pembuatan pola dan mampu mengaplikasikan perpaduan kain tenun tradisional Bali dengan bahan lainnya. Ekosistem ini dinilai mampu menggerakkan rantai ekonomi tempatan, mulai dari para penenun kain tradisional, penjahit, koreografer, komposer musik, hingga para model berbakat asal Bali.

Lebih jauh, Dekranasda Bali memaparkan rekam jejak kiprah desainer Bali yang telah menembus panggung internasional, seperti ajang peragaan busana di Paris bersama manajemen Christian Dior pada tahun 2022 serta partisipasi dalam peringatan hubungan diplomatik di Jepang pada tahun 2023. Untuk agenda mendatang, Dekranasda Bali merencanakan partisipasi pada ajang pameran busana di Korea, Cina, serta kawasan Eropa.

Baca Juga  HMKM FK Unud Gelar Talkshow Kesehatan: ‘’The Dangers of E-Cigarettes’’

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Nyonya Ida Ayu Wardhany Sutjidra, mengapresiasi tinggi dukungan Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang terus mendorong para pelaku industri kreatif dan pengrajin di berbagai daerah untuk lebih memahami nilai ekonomis dan budaya dari karya mereka. “Bali Fashion Roadshow ini merupakan momentum strategis dalam mempromosikan serta mengoptimalkan potensi kerajinan lokal, khususnya kain endek.

Ida Ayu Wardhany Sutjidra menegaskan bahwa kain endek bukan sekadar busana pelengkap penampilan, melainkan warisan budaya yang kaya akan nilai filosofis. “Kerajinan endek bukan hanya merupakan kain yang berbalut pada tubuh kita, tetapi kerajinan endek ini merupakan suatu warisan budaya yang mempunyai makna yang sangat besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak Dekranasda Buleleng berkomitmen untuk terus membina para pengrajin UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk hingga naik kelas dan berdaya saing luas.

Gelaran acara kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana yang menampilkan karya dari enam desainer asal Denpasar dan Buleleng.  Kehadiran enam desainer menjadi ruang bagi talenta kreatif untuk mengeksplorasi kain tenun dan kekayaan wastra Bali menjadi busana yang memiliki daya tarik pasar. Panggung fesyen tersebut sekaligus memperlihatkan peluang kolaborasi antara perajin kain, desainer, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polsek Gianyar Bersama Tim Identifikasi Lakukan Olah TKP Kebakaran RM ACK di Desa Lebih

Published

on

By

Polisi Olah TKP Kebakaran Rumah Makan di Lebih
OLAH TKP: Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran bangunan rumah makan RM ACK di Jalan Raya Lebih, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Kamis (8/10/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran bangunan rumah makan RM ACK di Jalan Raya Lebih, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Kamis (8/10/2026).

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.28 WITA. Berdasarkan keterangan awal saksi, kejadian bermula saat karyawan RM ACK, Putu AY sedang membuka toko dan  memasak nasi,  diduga terjadi kebocoran gas LPG  yang menyebabkan api menyambar dan memicu kebakaran.

Melihat api semakin membesar, saksi segera keluar untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar. Api kemudian merembet ke sejumlah tabung gas lainnya yang berada di dalam bangunan. Pemilik bangunan selanjutnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar. Sekitar pukul 08.35 WITA, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

Personel piket fungsi Polsek Gianyar yang dipimpin Pawas Ps. Kanit Reskrim IPTU Gde Densa Prana, S.H., M.H., bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar, melakukan penanganan di lokasi, pengamanan TKP, pemasangan garis polisi, serta pemeriksaan awal untuk mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.20 WITA, kemudian dilanjutkan dengan proses pemeriksaan dan pendinginan guna memastikan situasi aman dan terkendali.

Akibat kejadian tersebut, bangunan RM ACK berukuran sekitar 4 x 10 meter mengalami kerusakan akibat kebakaran. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas LPG, sementara korban dan para saksi masih akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Polsek Gianyar.

Baca Juga  FK Unud dan RS Unud Bekerja Sama Dukung Program ‘’Elective Study’’

Polres Gianyar mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keamanan kompor, regulator, dan selang gas sebelum digunakan. Apabila tercium bau gas, hindari menyalakan api maupun mengoperasikan sakelar listrik dan segera lakukan langkah pengamanan dengan mengutamakan keselamatan diri serta orang di sekitar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Terima Monitoring KPK, Perkuat Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Tabanan

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima audiensi Tim KPK dalam monitoring pencegahan korupsi di Ruang Rapat Bupati Tabanan
TERIMA AUDIENSI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima audiensi Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka monitoring tindak lanjut terhadap SPI, MCSP, SPBE, ITKP, serta Indeks Merit, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tabanan, Kamis (8/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas terus diperkuat. Hal tersebut ditunjukkan melalui penerimaan audiensi Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka monitoring tindak lanjut terhadap SPI, MCSP, SPBE, ITKP, serta Indeks Merit, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tabanan, Kamis (8/10).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta para Asisten Setda, Inspektur Kabupaten Tabanan dan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Bupati bersama jajaran menyambut baik kehadiran Tim KPK yang melaksanakan monitoring sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan korupsi secara terintegrasi di tingkat daerah.

Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa Pemkab Tabanan senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan profesional. Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk dalam berbagai indikator penilaian yang saling berkaitan.

“Kami di Tabanan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami mohon arahan dan bimbingan dari KPK agar langkah pencegahan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan dapat terus ditingkatkan,” ujar Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Tim KPK menjelaskan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional yang ditugaskan oleh Bappenas dalam melakukan kajian terkait pencegahan korupsi secara terintegrasi. Melalui kegiatan ini, KPK ingin memperoleh masukan serta informasi mengenai pelaksanaan program pencegahan korupsi yang telah berjalan di daerah, baik yang bersumber dari kebijakan pemerintah pusat maupun inovasi yang dikembangkan secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan, tercermin dari berbagai capaian yang diraih dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi. Di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya, Tabanan tercatat berhasil masuk Tiga Besar Monitoring Center for Prevention (MCP) di Provinsi Bali pada 2020, serta kembali menorehkan capaian dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi melalui pelaksanaan Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2024.

Baca Juga  HMKM FK Unud Gelar Talkshow Kesehatan: ‘’The Dangers of E-Cigarettes’’

Konsistensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Pemkab Tabanan dan KPK dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Bentuk kepercayaan dan kolaborasi tersebut juga tercermin melalui penyerahan hibah berupa tanah seluas 2.000 meter persegi yang berlokasi di Desa Marga, melalui serah terima Barang Milik Negara (BMN) eks barang rampasan negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan pada Selasa (6/10) lalu.

Berbagai capaian dan sinergi tersebut menjadi penguat komitmen Pemkab Tabanan untuk terus membangun pemerintahan yang berintegritas, memperkuat pencegahan korupsi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif dan terpercaya bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca