Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buktikan Faktor Risiko Kegagalan Pengobatan Bacterial Vaginosis pada Ibu Hamil, Budayasa Raih Gelar Doktor di FK Unud

BALIILU Tayang

:

budayasa
Dr. dr. Anak Agung Gede Raka Budayasa, Sp.OG., Subsp.KFm. saat menerima SK kelulusan doktor Ilmu Kedokteran FK Unud. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com –  Buktikan faktor risiko kegagalan pengobatan bacterial vaginosis pada ibu hamil, Promovendus dr. Anak Agung Gede Raka Budayasa, Sp.OG, Subsp.KFm berhasil meraih gelar doktor Ilmu Kedokteran di FK Unud melalui ujian disertasi dengan judul “Kadar Interleukin-1β, Interleukin-8 dan Sialidase Cairan Vagina yang Tinggi pada Ibu Hamil dengan Bacterial Vaginosis sebagai Faktor Risiko Terjadinya Kegagalan Pengobatan dengan Metronidazol”. Ujian dilaksanakan di ruang Dr. A.A. Made Djelantik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar, pada Selasa (20/6/2023). 

Raka Budayasa memaparkan, pada dua dasa warsa terakhir, prevalensi kegagalan pengobatan bacterial vaginosis (BV) dengan metronidazol semakin meningkat, terlebih pada ibu hamil usia kehamilan kurang dari 20 minggu, yang berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas baik maternal maupun perinatal. Penyebab kegagalan pengobatan belum diketahui pasti. Kegagalan pengobatan ini diduga berhubungan dengan virulensi kuman yang ditandai dengan peningkatan respon imun dan faktor virulensi kuman yang ditandai masing-masing oleh kadar IL-1β, IL-8 dan enzim sialidase. Studi ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kadar IL-1β, IL-8 dan sialidase yang tinggi pada cairan vagina ibu hamil dengan BV merupakan faktor risiko terjadinya kegagalan pengobatan dengan metronidazol. 

Penelitian observasional nested case control study, dilakukan di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani sejak bulan Juli sampai September 2022. Sampel adalah ibu hamil usia kehamilan kurang 20 minggu tunggal hidup dengan BV dan bahan pemeriksaan adalah cairan vagina. Sejumlah 52 sampel ibu hamil dengan infeksi BV yang diobati dengan metronidazol dibagi atas dua kelompok ekual yaitu 26 sampel mengalami kegagalan pengobatan sebagai kelompok kasus dan 26 sampel mengalami kesembuhan sebagai kelompok kontrol. Pemeriksaan kadar IL-1β, IL-8 dan sialidase dilakukan dengan teknik ELISA di Unit Laboratorium Biomedik Terpadu FK Universitas Udayana Bali. Data dianalisis dengan bantuan IBM SPSS Statistics 21.

Baca Juga  TP PKK Kota Denpasar Terima Paket Nutrisi Ibu Hamil dari Radio Sonora dan BKKBN Bali

Pada penelitian ini didapatkan ibu hamil terinfeksi BV dengan kadar IL-1β, IL-8 dan sialidase yang tinggi memiliki risiko terjadinya kegagalan pengobatan dengan metronidazol masing-masing sebesar 7,93, 3,6 dan 5,12 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil dengan kadar IL-1β,IL-8 dan sialidase yang rendah. Dengan analisis multivariat didapatkan faktor yang berperan dalam kegagalan pengobatan adalah kadar IL-1β dan sialidase yang tinggi dengan adjusted odd ratio masing-masing adalah 8,61 dan 7,43, sedangkan kadar yang tinggi IL-8 tidak bermakna sebagai faktor riko kegagalan pengobatan (p = 0,119)

Kebaruan penelitian (novelty) dari penelitian ini adalah belum ada publikasi sebelumnya mengenai penggunaan pro-inflammatory cytokine IL-1β, IL-8 dan faktor virulensi kuman yaitu sialidase yang diambil dari cairan vagina untuk melakukan analisis adanya hubungan dengan kegagalan pengobatan BV dengan metronidazol. Hasil penelitian mendapatkan kadar yang tinggi IL-1β dan sialidase, sebagai faktor risiko kegagalan pengobatan dengan metronidazol merupakan temuan baru.

Implikasi hasil penelitian ini adalah terbuktinya adanya kuman dengan virulensi tinggi mengakibatkan reaksi inflamasi dan respon imun yang tinggi, ditandai dengan dengan kadar IL-1β, IL-8 yang tinggi dan adanya faktor virulensi bakteri yang ditandai dengan kadar sialidase yang tinggi pada cairan vagina ibu hamil sebagai faktor risiko kegagalan pengobatan metronidazol pada kasus BV. Teori ini dapat menerangkan kegagalan pengobatan pada infeksi BV dan memperkuat teori yang sudah ada. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk dilakukan penelitian lanjutan dengan melakukan studi kohort untuk membuktikan apakah kadar IL-1β dan sialidase yang tinggi dapat menjadi prediktor kegagalan pengobatan dan uji klinik pengobatan infeksi BV pada ibu hamil dengan kombinasi metronidazol dengan obat anti-inflamasi atau inhibitor sialidase dibandingkan metronidazol sendiri.

Baca Juga  Kolaborasi FK dan FEB Unud Sukses Raih Juara 1 Business Plan Competition KSE Undip 2023

Ujian dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT (K)., dengan tim penguji : Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG., Subsp.Onk (Promotor): Prof. drh. I Nyoman Mantik Astawa, Ph.D (Kopromotor I): Dr. dr. I Nyoman Gede Budiana, Sp.OG., Subsp.Onk (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM; Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes; Prof. Dr. dr. John J. E. Wantania, Sp.OG(K); Dr. dr. Desak Made Wihandani, M.Kes; Dr. dr. A.A. Ngurah Jaya Kusuma, Sp.OG., Subsp.K.Fm,MARS; Dr. rer. nat. dr. Ni Nyoman Ayu Dewi, M.Si; Dr. dr. I Nyoman Wande, S.Ked., Sp.PK(K).

Sedangkan undangan akademik adalah : Dr. dr. I Wayan Megadhana, Sp.OG., Subsp., Urogin.Re; Dr. dr. I Gede Megaputra, Sp.OG, Subsp., Urogin.Re; Dr. dr. Tjokorda Gde Agung Suwardewa, Sp.OG., Subsp., K.Fm; Dr. dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG., Subsp, K.Fm; Dr. dr. I Wayan Artana Putra, Sp.OG., Subsp, K.Fm. 

Pada ujian kali ini, Dr. dr. Anak Agung Gede Raka Budayasa, Sp.OG., Subsp.KFm., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 386 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat sangat memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3168-Doktor-Ilmu-Kedokteran-Buktikan-Faktor-Risiko-Kegagalan-Pengobatan-Bacterial-Vaginosis-Pada-Ibu-Hamil.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sekda Eddy Mulya Hadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali Ke-3 Tahun 2026

Harapkan Jadi Upaya Bangun Kesadaran Generasi Muda akan Pentingnya Laut, Lingkungan dan Pangan

Loading

Published

on

By

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyerahkan trofi saat menghadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 di Gedung Dharma Negara Alaya.
SERAHKAN TROFI: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyerahkan trofi saat menghadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, pada Sabtu (22/8) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menghadiri Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, pada Sabtu (22/8) malam.

Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 ini sendiri diikuti sekitar 135 peserta dari seluruh Kabupaten dan Kota di Bali, yang sebelumnya dirangkaikan dengan kegiatan Bakti Sosial pembagian Plpaket Ikan kepada masyarakat penerima manfaat.

Terpilih sebagai Duta Maritim Bali Tahun 2026 yakni Ni Komang Larasati, terpilih sebagai Kids Maritim Bali Tahun 2026 yakni atas nama Ariella dan terpilih sebagai Pra-Kids Maritim Bali Tahun 2026 yakni atas nama Duma.

Turut hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Machmud, S.P., M.Sc, Dewan Pembina Forum Maritim Bali sekaligus Anggota DPR-RI, I Nyoman Parta, S.H., Ketua PHRI Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, S.T., M.M.S., Akademisi dari Universitas Udayana dan UGM, OPD pemkot Denpasar, para peserta, orangtua dan undangan terkait lainnya.

Lewat sambutan video, dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Republik Indonesia Ni Luh Puspa atas digelarnya Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 Tahun 2026.

Sekretaris Dirjen PDSPKP Kementerian KKP RI, Machmud, S.P., M.Sc, dalam sambutannya mengatakan Kementerian KKP terus berkomitmen menjaga laut melalui kebijakan yang terus dijaga dengan berbagai program strategis berkelanjutan.

“Sejalan dengan program Swasembada pangan yakni pilar utama dalam misi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Kebijakan ini menempatkan ketersediaan pangan mandiri sebagai fondasi kedaulatan nasional, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat tanpa bergantung pada negara lain dan juga fokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Baca Juga  TP PKK Kota Denpasar Terima Paket Nutrisi Ibu Hamil dari Radio Sonora dan BKKBN Bali

Ditambahkannya, berbagai potensi yang dimiliki kelautan dan perikanan Indonesia dan bagaimana Pemerintah terus mengupayakan pemanfaataanya secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Selain juga berbagai program lainnya seperti penanggulangan sampah di lautan dan program Gemarikan. Pemerintah pusat mendukung penuh Forum Maritim Bali melalui Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 sebagai wadah memperkuat sinergi menjaga kekayaan laut dan membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga pentingnya laut, lingkungan, dan pangan dari kekayaan kelautan dan perikanan di Bali,” ucapnya.

Dewan Pembina Forum Maritim Bali sekaligus Anggota DPR-RI, I Nyoman Parta, S.H., mengatakan hal pertama yang dilihatnya adalah tingkat edukasi dan kepercayaan diri peserta yang luar biasa.

“Mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan komunitas, tetapi juga sering masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang bagaimana merawat laut, mengenalkan apa saja yang ada di laut, serta membangun kebiasaan gemar makan ikan,” ujarnya.

Ditambahkan Nyoman Parta, pemerintah dapat memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar terhadap komunitas seperti ini. Karena peran para relawan, khususnya anak-anak yang bergerak di bidang kelautan sangat besar.

“Mereka adalah generasi yang dapat membantu mengedukasi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap laut, lingkungan, dan konsumsi ikan. Saya berharap gerakan ini dapat terus dibangun dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak-anak yang terlibat dan semakin luas manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” tegas Nyoman Parta.

Sementara Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam sambutannya mengatakan kegiatan Pemilihan Kids & Duta Forum Maritim Bali ke-3 ini bukan sekadar pemilihan duta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya laut, lingkungan, dan pangan, termasuk pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang sehat.

Baca Juga  FK Unud Jalin Kerja Sama Tri Dharma dengan Pukyong National University Korsel

“Menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, nelayan, maupun masyarakat pesisir, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya berharap anak-anak ini tidak hanya menjadi ikon kegiatan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyampaikan pesan-pesan positif mengenai kelautan kepada teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian terhadap ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat juga menjadi hal yang penting. Ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik dan bergizi. Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) merupakan salah satu upaya untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Forum Maritim Bali kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Kepada seluruh peserta, kami berpesan jadilah generasi yang mencintai laut, jadilah generasi yang peduli lingkungan, jadilah generasi yang gemar makan ikan, dan jadilah generasi yang mampu menginspirasi,” kata Eddy Mulya

Ditambahkannya lagi, generasi muda tidak perlu menunggu dewasa untuk memberikan kontribusi bagi lingkungan dan masyarakat. Perubahan besar dapat diawali dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Pemkot Denpasar terus mendorong berbagai upaya dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan, peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, penguatan ketahanan pangan, peningkatan konsumsi ikan, serta pelestarian lingkungan. Semua ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, nelayan, dan generasi muda,” kata Eddy Mulya.

Semangat kolaborasi harus terus dibangun untuk menjadikan Bali, khususnya Kota Denpasar, sebagai daerah yang semakin peduli terhadap kelestarian laut sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Sekali lagi, kami menyampaikan apresiasi kepada Forum Maritim Bali atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap, duta yang terpilih akan dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi momentum untuk semakin memperkuat kepedulian kita terhadap laut, lingkungan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” pungkas Sekda Eddy Mulya. (eka/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi tentang Gangguan Perkembangan Saraf, FK Unud Gelar Kuliah Tamu dan Mini Workshop

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulya Lepas Parade Kirab Merah Putih IGTKI Kota Denpasar

Jadi Momentum Tanamkan Semangat Nasionalisme Sejak Usia Dini

Loading

Published

on

By

Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya melepas Parade Kirab Merah Putih IGTKI Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar.
LEPAS KIRAB: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menghadiri sekaligus melepas Parade Kirab Merah Putih Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Minggu (23/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama Ketua Persatuan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya menghadiri sekaligus melepas Parade Kirab Merah Putih Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Minggu (23/8).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti sekitar 1.000 anak Taman Kanak-Kanak (TK)/PAUD se-Kota Denpasar. Beragam kegiatan turut memeriahkan acara tersebut, mulai dari Ikrar Anak Indonesia Hebat, Parade dan Kirab Merah Putih, Karnaval Pakaian Adat Nusantara, hingga Senam Anak Indonesia Hebat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, Anggota DPRD Kota Denpasar, Yonathan Andre Baskoro, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar, Ni Ketut Sri Karyawati, Ketua PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, serta undangan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, atas nama Pemerintah Kota Denpasar, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter dan penanaman nilai kebangsaan perlu dimulai sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan dunia anak.

“Parade Kirab Merah Putih ini bukan sekadar kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi menjadi wahana pembelajaran yang sangat baik bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai bangsanya sejak dini. Melalui kebersamaan, pengenalan simbol-simbol kebangsaan, keberagaman budaya Nusantara, serta kegiatan yang menumbuhkan semangat hidup sehat, kita sedang menanamkan fondasi karakter generasi penerus,” ujar Eddy Mulya.

Baca Juga  Kaji Moderasi Swadharma Pacalang, Wayan Jiartana Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen FEB Unud

Lebih lanjut, Eddy Mulya mengatakan bahwa anak-anak saat ini merupakan generasi yang akan menentukan masa depan bangsa dan Kota Denpasar. Oleh karena itu, diperlukan peran bersama antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk memberikan ruang tumbuh yang positif sekaligus membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki rasa cinta tanah air.

“Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Harapannya, anak-anak Denpasar dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak baik, menghargai keberagaman, serta bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Ni Nyoman Puspitawati Yasa menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dalam menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, persatuan, kebersamaan, serta pola hidup sehat kepada anak-anak sejak usia dini.

Puspitawati menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 1.000 anak TK/PAUD se-Kota Denpasar bersama kepala sekolah, guru, dan para pendamping. Melalui kegiatan ini, semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme sejak usia dini, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam keberagaman.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, persatuan, dan kebersamaan kepada anak-anak sejak usia dini. Dengan demikian, kecintaan terhadap bangsa dan negara dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Puspitawati. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tampil di Jakarta Beat Society, Jegog Suar Agung Perkuat Eksistensi di Panggung Musik Internasional

Published

on

By

Jegog Suar Agung tampil membawakan musik bambu khas Jembrana pada perhelatan Jakarta Beat Society 2026 di M Bloc Space, Jakarta.
SUAR AGUNG: Jegog Suar Agung saat tampil di perhelatan musik internasional melalui Jakarta Beat Society 2026, yang digelar di M Bloc Space, Jumat (22/8). (Foto: Hms Dps)

Jakarta, baliilu.com – Usai tampil di Jepang awal tahun ini, Jegog Suar Agung kembali menjadi bagian dari perhelatan musik internasional melalui Jakarta Beat Society 2026, yang digelar di M Bloc Space, Jumat (22/8). Kehadiran ini menjadi kelanjutan kiprah internasional Jegog Suar Agung setelah tampil di Jepang pada awal tahun 2026.

Jakarta Beat Society yang digelar selama dua hari, yakni 22-23 Agustus ini, mempertemukan musisi, seniman, dan jejaring musik dari berbagai negara.

Pada penyelenggaraan kali ini, perhelatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Prancis, Swedia, Jepang, Korea Selatan, hingga Australia.

Di tengah pertemuan berbagai budaya musik tersebut, Jegog Suar Agung hadir sebagai salah satu perwakilan Indonesia, membawa karakter musik bambu khas Jembrana, Bali, ke hadapan jejaring musik internasional.

Kehadiran ini bukan sekadar agenda pertunjukan, tetapi bagian dari upaya Jegog Suar Agung untuk terus menjadi bagian dari dinamika dan ekspresi musik mancanegara dalam ruang pertemuan budaya.

Ketua Yayasan Suar Agung, Ikko Suar Agung Dewi, mengatakan bahwa pelestarian Jegog harus berjalan seiring dengan regenerasi dan keberanian untuk terus membawa kesenian tersebut ke ruang yang lebih luas.

“Melestarikan Jegog bukan hanya menjaga apa yang diwariskan, tetapi memastikan Jegog terus dimainkan, berkembang, dan tetap memiliki tempat dalam perkembangan musik dan budaya saat ini,” ujar Ikko.

Kehadiran Jegog Suar Agung di JBS 2026 sendiri lanjut Ikko, menegaskan bahwa seni tradisi yang berakar kuat pada identitas daerah dapat terus berkembang dan mengambil bagian dalam ekosistem musik internasional.

“Jegog Suar Agung membawa bukan hanya musik, tetapi juga identitas budaya Jembrana dan Bali ke tengah pertemuan seniman serta pelaku musik dari berbagai negara,” ungkapnya lagi.

Baca Juga  Hasilkan Lulusan yang Baik, Prodi Spesialis Kedokteran Jiwa Gelar Lokakarya Pendidikan

Lebih lanjut, Ikko menjelaskan, keberlanjutan Jegog akan terus dimainkan, terus berkembang, dan terus menjadi bagian dari panggung musik dunia.

Perjalanan tersebut juga diteruskan melalui regenerasi di lingkungan Suar Agung. Gede Oka Artha Negara, Ketua Jegog Suar Agung, menjadi bagian dari generasi penerus yang terus mengembangkan perjalanan kesenian Jegog. Sementara Ikko Suar Agung Dewi, sebagai generasi ketiga penerus keluarga Suar Agung, mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan Yayasan Suar Agung. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca