Friday, 21 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Buleleng Angkat Garapan Pawintenan dan Mebayuh di Peed Aya PKB 2024

BALIILU Tayang

:

duta pkb buleleng
GLADI BERSIH: Kegiatan Gladi Bersih Peed Aya Sekaa Mandala Yowana Banyuning Duta Seni Kabupaten Buleleng di Taman Kota Singaraja, Senin, (10/6). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI Tahun 2024 akan diramaikan oleh Duta Seni Kabupaten Buleleng. Pementasan yang disiapkan adalah garapan prosesi upacara daur hidup dengan menampilkan upacara pawintenan dan mebayuh yang sesuai dengan tema PKB tahun ini yaitu “Jana Kerthi Paramaguna Wikrama“. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Gladi Bersih Peed Aya, yang berlangsung di Taman Kota Singaraja, Senin, (10/6).

Selain garapan utama tersebut, perwakilan Buleleng mempersembahkan garapan tematik “I Gusti Ngurah Panji Sakti Menyerang Blambangan” serta tarian khas Kabupaten Buleleng seperti Tari Trunajaya, Wiranjaya, Palawakya, Legong Pengeleb, dan Tradisi Mejaran-jaranan.

“Ada 200 seniman yang akan terlibat saat Peed Aya nanti,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng I Nyoman Wisandika, dikutip dari bulelengkab.go.id.

Lebih lanjut, Kadis Wisandika menjelaskan garapan yang dibawakan oleh Sekaa Mandala Yowana Banyuning mempersembahkan penampilan seni dengan durasi 10 menit dan gladi ini menjadi pembinaan terakhir sebelum tampil pada saat pembukaan pawai tanggal 15 Juni mendatang.

“Kita dapat urutan ketujuh ya, dan astungkara berjalan lancar sesuai latihan kita yang terakhir ini,” harapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gladi Bersih Bapang Barong Duta Kabupaten Badung di Abiansemal

SENI

Taman Penasar “Ceraken” Duta Denpasar Tampil Memukau di Ajang PKB XLVI

Published

on

By

taman penasar duta denpasar
TAMAN PENASAR: Peserta Taman Penasar duta Denpasar dari Sekaa Taman Penasar Basugita, Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur saat tampil di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (20/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Duta Kota Denpasar kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI Tahun 2024. Kali ini penampilan Duta Kota Denpasar dalam Wimbakara (Lomba) Taman Penasar oleh Sekaa Taman Penasar Basugita, Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur yang tampil memukau di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (20/6).

Pementasan Duta Taman Penasar Denpasar ini disaksikan langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara. Tampak dalam penampilan Taman Penasar Duta Kota Denpasar mengangkat judul “Ceraken”. Judul ini mengisahkan seorang oknum Balian yang merasa hari-harinya sudah tidak seperti dulu lagi. Garapan kesenian Taman Penasar ini mampu memberikan kesan tersendiri, serta tampil dramatis, menambah hidup suasana pementasan. Sajian materi dikemas sesuai tema Pesta Kesenian Bali tahun ini yakni Jana Kerthi.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi penampilan Taman Penasar yang ditampilkan Sekaa Taman Penasar Basugita sebagai Duta Kota Denpasar. “Penampilan Taman Penasar  kali ini merupakan salah satu bentuk eksistensi seni budaya tradisi yang ada di Kota Denpasar, selain penampilan yang apik dan dramatis dalam ajang lomba, kisah ini juga memberikan pesan kehidupan,” kata Jaya Negara.

Sementara Penulis Naskah Taman Penasar “Ceraken”, Sang Nyoman Gede Adhi Santika mengatakan, Taman Penasar “Ceraken” kali ini mengisahkan seorang oknum Balian yang merasa hari-harinya sudah tidak seperti dulu lagi. Di mana dahulu pasien-pasien berdatangan dengan berbagai macam penyakit memohon agar dapat disembuhkan olehnya.

Pada suatu ketika oknum Balian tersebut merasa hal ini tidak dapat dibiarkan lagi. Ia pun memiliki keinginan untuk berkeliling mencari orang-orang yang dirasanya perlu untuk diobati. Tibalah oknum Balian tersebut di sebuah pasar yang menjual berbagai macam bumbu dapur yang berwadahkan ceraken. Tiba-tiba ada seorang pedagang merasa kesakitan pada bagian perutnya, tanpa berlama-lama oknum Balian pun memulai aksinya dengan mengeluarkan keris pamungkasnya serta mengarahkannya ke bagian perut pedagang tersebut, namun bukannya membaik pedagang tersebut semakin merintih kesakitan.  Kemudian datang seorang laki-laki yang memberinya ramuan untuk diminum oleh pedagang tersebut, hal hasil pedagang itu merasa sakit pada bagian perutnya meringan.

Baca Juga  Berlangsung Meriah, Pembukaan PKB XLVI Kabupaten Tabanan

“Kami optimistis penampilan Taman Penasar dari Sekaa Taman Penasar Basugita sebagai Duta Kota Denpasar ini dapat menyabet juara dalam ajang Wimbakara Pesta Kesenian Bali XLVI tahun ini,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Sanggar Tari Wredhi Kumara Jaya, Wakili Badung pada Parade Gong Kebyar Wanita PKB Ke-46

Published

on

By

Gong Kebyar Wanita Badung
DUTA GONG KEBYAR WANITA: Duta Gong Kebyar Wanita Kabupaten Badung dari Sanggar Tari Wredhi Kumara Jaya, Br. Pekandelan Legian Tengah berfoto bersama usai pentas di PKB ke-46, Rabu (19/6/2024) di panggung terbuka Ardha Candra, kawasan Art Center Bali. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Sanggar Tari Wredhi Kumara Jaya, Banjar Pekandelan Legian Tengah, Desa Adat Legian, Badung, tampil pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita, Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-46, Rabu, 19 Juni 2024. Bertempat di panggung terbuka Ardha Candra, kawasan Art Center Bali, penampilan duta Kabupaten Badung ini, tampil memukau di hadapan ribuan penonton.

Adapun materi yang dipentaskan pada Parade Gong Kebyar Wanita tahun 2024 ini adalah sesuai dengan tema PKB yaitu Jana Kerthi: Parama Guna Wikrama.

Pembina Tabuh I Made Murna memaparkan, sebagai Duta Kabupaten Badung, dalam kategori gong kebyar wanita, membawakan materi pementasan yakni, tabuh kreasi “Puser Ing Segara”, tari “Banda Yowana” dan sandyagita “Beber Bidak”.

Murna lanjut mengatakan, tabuh ‘’Puser Ing Segara’’, sebagai implementasi sebuah ide gagasan ke dalam bentuk-bentuk pola garap secara maksimal yang diambil dari tabuh kreasi “Pralaya”, “Dlod Brawah” dan “Ombak Ing Segara”.

Sementata itu, untuk Tari Banda Yowana, diciptakan oleh I Nyoman Suarsa dan I Ketut Gede Asnawa pada tahun 1987. Tarian ini mengisahkan sekelompok pemuda atau remaja yang terikat dalam suatu wadah organisasi dengan mengekspresikan jiwa seninya lewat gerak yang rampak dan dinamis, dengan menonjolkan estetika pakem tari Bali yang sangat kuat. “Dalam wadah ini para remaja saling mengisi diri selalu mengedepankan asas kebersamaan,” bebernya.

Terakhir, untuk sandyagita “Beber Bidak”, dalam proses penciptaannya, penata adalah seorang prajurit melodi yang dipenuhi dengan inspirasi dari karya I Wayan Lotring, seperti “Tabuh Jagul” dan “Tabuh Kompyang”.  Yang paling popular yaitu “Tabuh Layar Samas” yang terinspirasi dari layar-layar perahu yang memenuhi Pantai Kuta, dengan latar senja Matahari terbenam, menciptakan pemandangan mempesona yang menginspirasi sang maestro.

Baca Juga  Jadi Duta Denpasar di PKB XLVI, Walikota Apresiasi Semangat Sekaa GKD Puspa Gita

Melalui pementasan ini, Made Murna menyampaikan ini merupakan hari yang sangat spesial, karena bisa menuntaskan tugas dengan maksimal. Tentu ini didukung dengan persiapan yang juga cukup lama. “Kami mengapresiasi adik-adik ini, semoga di tahun depan bisa menampilkan gong kebyar yang lebih baik lagi,” harapnya.

Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha menyampaikan, Kabupaten Badung mengirim duta gong kebyar wanita dari Sanggar Tari Wredhi Kumara Jaya, Br. Pekandelan Legian Tengah. Pada penampilannya, sanggar ini menampilkan 3 materi yang sangat bagus.

“Persiapan sudah dilakukan latihan selama 1 tahun. Kami sangat mengapresiasi, duta Badung tampil hebat dan layak tampil di PKB tahun 2024 ini. Kami salut dengan penampilan gong kebyar wanita ini,” ucapnya bangga. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Gong Kebyar Wanita Paguyuban Seni Swarna Gianyar Pukau Penonton Di PKB XLVI

Published

on

By

Gong Kebyar wanita gianyar
GONG KEBYAR WANITA: Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Gianyar, Paguyuban Seni Swarna Gianyar saat tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra, UPTD. Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (18/6) malam. (Foto: gianyarkab.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Gianyar, Paguyuban Seni Swarna Gianyar unjuk gigi pada parade Gong Kebyar Wanita dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI Tahun 2024 di Panggung Terbuka Ardha Candra, UPTD. Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (18/6) malam.

Gong Kebyar Wanita Paguyuban Seni Swarna Gianyar bersanding dengan Komunitas Budaya Sanggar Seni Baswaram, Duta Kabupaten Klungkung dan Sanggar Seni Manik Manggis, Duta Kabupaten Karangasem. Istimewanya, penampilan Gong Kebyar Wanita disaksikan langsung oleh Pj. Bupati Gianyar I Dewa Tagel Wirasa bersama jajaran. Ini sebagai bentuk dukungan semangat kepada Duta Bumi Seni Gianyar yang tampil.

Penampilan Gong Kebyar Wanita Paguyuban Seni Swarna Gianyar diawali dengan Tabuh Kreasi Sunari yang terinspirasi dari “Sunari”, bambu panjang dengan tujuh lubang yang bentuk segitiga, bulat, bulan sabit, tegak lurus, lesung, swastika dan lubang paling bawah berbentuk segi empat. Keragaman bentuk lubang mampu menghasilkan suara yang indah menyentuh dan merangsang kebangkitan aktivitas ketujuh cakra pada manusia, dikutip dari gianyarkab.go.id.

Karya seniman I Ketut Cater dan Dewa Putu Berata. Dilanjutkan dengan penampilan Tari Kreasi Kanyaka Sura, yang menggambarkan keelokan dan keanggunan para bidadari kahyangan, yang ikut membantu pasukan Dewa Indra pada saat menyerang Mayadanawa. Gerak tari yang rytmis dan indah memadukan dua karakter yaitu karakter laki dan perempuan, menjadikan tarian ini memiliki kekhasan dan jati diri sebagai sebuah tarian kreasi baru, ciptakan oleh Ibu Tjokorda Istri Putra Padmini dan I Wayan Darya.

Penampilan ditutup dengan Tari Sandyagita Pangkah Pongah yang menggambarkan prilaku umat manusia saat ini yang cenderung terlepas dari jati diri ke-Bali-an umat Hindu Bali, yang menimbulkan kegamangan warga untuk menemukan sosok panutan yang mampu menata nafas kehidupan budaya yang kian terkikis. Masyarakat terhegemoni oleh sikap prilaku manusia yang terlalu berani melabelkan diri sebagai sosok yang harus disegani dan dipuji sebagai manusia unggul penuh wibawa.

Baca Juga  Gladi Bersih Bapang Barong Duta Kabupaten Badung di Abiansemal

Penampilan sosok seperti ini ibarat sinar kunang-kunang yang gemerlap tampilkan warna-warni keindahan yang menyesatkan yang disajikan dengan konsep berbeda, dengan memadukan gerak tari dan teatrikel musik nyanyian yang khas dengan nafas tradisi yang luluh lebur dalam nuansa pop kekinian, karya seniman I Wayan Darya. Persembahan Duta Kabupaten Gianyar ini mendapatkan respon yang luar biasa dari seluruh undangan dan ribuan penonton yang hadir. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca