Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Dewa Yadnya“ di Mengwitani dan Sembung

Dukung Kegiatan Keagamaan dan Program Lingkungan Berkelanjutan

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Adi Arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit Medasar Tawur Manca Rupa di Padmasari Kantor Desa Mengwitani, Senin (6/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat, Soma Umanis Tolu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri dan menyaksikan secara langsung dua rangkaian Karya Dewa Yadnya di wilayah Kecamatan Mengwi, yaitu di Desa Mengwitani dan Desa Sembung, Senin (6/10).

Di Desa Mengwitani, Bupati menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit Medasar Tawur Manca Rupa di Padmasari Kantor Desa Mengwitani. Bupati melaksanakan persembahyangan bersama yang dilanjutkan dengan menandatangani prasasti karya sekaligus meninjau Gedung Kantor Perbekel Mengwitani yang telah memperoleh dana hibah BKK APBD Kabupaten Badung tahun 2023 senilai Rp. 8,3 miliar untuk pembangunan.

Selanjutnya Bupati Adi Arnawa menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Pedudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Wanasuci, Banjar Pasekan, Desa Sembung. Sebelumnya, pura tersebut telah memperoleh hibah pembangunan dari APBD Kabupaten Badung tahun 2023 sebesar lebih dari Rp 2 miliar. Pada kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis menyerahkan pula hibah dana aci melalui APBD Perubahan tahun 2025 senilai Rp 400 juta.

Bupati Wayan Adi Arnawa dalam sambrama wacananya di Pura Wanasuci, menekankan bahwa karya keagamaan merupakan kewajiban umat Hindu untuk menjaga kesucian pura sekaligus meneruskan yadnya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur. Dirinya mengingatkan agar pelaksanaan yadnya tidak hanya dimaknai sebagai ritual spiritual, tetapi juga diiringi kepedulian menjaga alam semesta.

“Saya apresiasi semangat gotong-royong, swadaya, dan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan karya, sebagai wujud  dan manifestasi sradha bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Apa yang kita lakukan di sekala harus mencerminkan kesucian yang kita doakan di niskala,” ujarnya.

HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Pedudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Wanasuci, Banjar Pasekan, Desa Sembung, Senin (6/10). (Foto: Hms Badung)

Ia juga menyinggung isu strategis terkait banjir yang telah melanda dan kini mulai dirasakan di Badung. Menurutnya, hasil pengecekan lapangan menunjukkan faktor penyebab utama antara lain curah hujan tinggi, air laut pasang, pendangkalan akibat sedimentasi, serta sampah yang menumpuk di sungai. Kondisi ini mengurangi kapasitas sungai menampung air sehingga banjir cepat terjadi.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Tinjau Persiapan “Badung Caka Fest 2026”, Apresiasi Kreativitas Yowana Badung

Pemerintah Kabupaten Badung telah menginisiasi program normalisasi dan pembersihan sungai-sungai sebagai langkah mitigasi. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat.

“Selama ini kita sering mendengar banjir di Jakarta atau Jawa. Namun kini masyarakat Bali juga mulai mengalaminya, termasuk di Badung. Hal ini harus menjadi perhatian serius karena dapat mempengaruhi kenyamanan wisatawan dan citra Badung sebagai daerah pariwisata. Oleh karena itu, saya mengajak dan mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, terlebih Desa Sembung merupakan salah satu wilayah hulu yang mempengaruhi aliran sungai di wilayah hilir Kabupaten Badung,” ungkap Adi Arnawa.

Di samping itu, Bupati Adi Arnawa juga mengajak masyarakat untuk terus melanjutkan program TPS-3R agar pengelolaan sampah berjalan optimal yang merupakan bagian dari yadnya kita kepada alam.

“Melalui karya keagamaan ini hendaknya menjadi momentum memperkuat sradha bakti sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga kesucian pura, melestarikan alam, dan mewujudkan Badung yang bersih, nyaman, serta lestari, demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pariwisata,” pungkasnya.

Turut hadir saat di Desa Sembung anggota DPRD Badung I Made Regep, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta, Bendesa Adat sekaligus Ketua Panitia Karya, Ida Bagus Surya Adnyana. Kelian Banjar Adat I Wayan Sader, Kelian Banjar Dinas I Wayan Kamayana Putra Astawa, serta Bendesa Adat sekaligus Ketua Panitia Karya, Ida Bagus Surya Adnyana. Dan di Mengwitani hadir anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, Perbekel Mengwitani I Nyoman Suardana, Bendesa Adat Mengwitani beserta jajaran perangkat desa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian “Metatah” Massal PHDI Denpasar

Published

on

By

sangging jaya negara

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong-royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Walikota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Terima Konjen Australia, Bahas Pembangunan Museum Perdamaian

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Tangkil Ngaturang Bhakti“ di Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Pujawali di Pura Bukit Mentik
HADIRI KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, kawasan Kintamani memiliki anugerah alam yang sangat besar dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan tersebut, kata Koster, harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli. Pembangunan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat, dan kehidupan spiritual masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan Bali tetap ajeg dengan kekuatan adat dan budaya sebagai fondasinya.

“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali ke depan. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati dan Wabup Badung Terima “Exit Meeting” BPK, Pemeriksaan Interim LKPD 2024
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati dan Wabup Tinjau Persiapan “Badung Caka Fest 2026”, Apresiasi Kreativitas Yowana Badung

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca