Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa ‘‘Mendem Pedagingan‘‘ di Pura Dalem Puri Carangsari, Petang

BALIILU Tayang

:

Bupati Adi Arnawa
HADIRI UPACARA: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Upacara Piodalan, Melaspas, Tawur Manca Kelud, Mupuk Pedagingan Pura Dalem Puri, Banjar Telugtug, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Senin (5/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri upacara Piodalan, Melaspas, Tawur Manca Kelud, Mupuk Pedagingan Pura Dalem Puri, Banjar Telugtug, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Senin (5/5).

Kehadiran Bupati Adi Arnawa sekaligus Mendem Pedagingan di Pelinggih Paruman Pelik yang didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Artawa, Penglingsir Puri Carangsari dan Angga Puri, Perwakilan Dinas Kebudayaan Badung IB Munika, Plt. Camat Petang AA. Ngr Dharma Putra, Perbekel Desa Carangsari I Made Sudana, Bendesa Adat Carangsari, serta tokoh dan masyarakat setempat.

Upacara ini terlaksana setelah rampungnya pembangunan di Pura Dalem Puri atas bantuan Pemkab Badung sebesar Rp 4,2 miliar dan untuk dana upacara dibantu Pemerintah Desa Carangsari sebesar Rp 150 juta.

Dalam sambutannya Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir dan ikut menjadi upasaksi di tengah-tengah pengempon Pura Dalem Puri Desa Adat Carangsari, dalam melaksanakan upacara Piodalan, Melaspas, Tawur Manca Kelud, Mupuk Pedagingan Pura Dalem Puri. Ia berharap dalam melaksanakan upacara ini, Ida Bhatara Bhatari yang berstana di Pura Dalem Puri ini, senantiasa memberikan tuntunan dan pelaksanaan upacara berjalan dengan lancar, labda karya sida sidaning don.

”Saya berharap upacara ini bisa berjalan lancar karena ini adalah satu wujud ungkapan terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita selalu dianugerahi kesehatan dan kerahayuan. Kehadiran pemerintah dan saya selaku Guru Wisesa Jagad Badung di tengah-tengah tidak lain untuk meringankan beban masyarakat. Selain itu juga karena selalu ingat dan subakti terhadap Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura ini dan juga kepada masyarakat pengempon agar bisa membantu dan mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Badung,” harapnya.

Baca Juga  Rakor Percepatan Penanganan Persampahan di Kabupaten Badung, Bupati Tekankan Pemilahan Sampah Mulai dari Rumah Tangga

Sementara itu Kelian Pura Kahyangan Dalem Puri Carangsari Ida Bagus Putra Ekayana mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung bersama undangan lainnya, dimana pengempon Pura Dalam Puri Desa Adat Carangsari melaksanakan Upacara Melaspas, Tawur Manca Kelud, karena upacara ini dilaksanakan setelah rampungnya perbaikan pembangunan di Pura Dalem Puri dan dibantu dana dari Pemkab Badung yang diajukan melalui proposal untuk perbaikan pelinggih yang ada di wewidangan Pura Dalem Puri dengan mendapatkan bantuan sebesar Rp 4,2 miliar.

“Bantuan yang pertama Paruman Pelik di tempat Bapak Bupati Badung Mendem Pedagingan, yang kedua Pelinggih Ida Bhatara Siwa Budha, ketiga Pelinggih Ida Bhatara Ratu Nyoman Sakti, Panggung Upakara dan perluasan Karang Pura kurang lebih 4 meter, keempat Balai Pesandekan Pemangku, kelima tempat Pesantian, Balai Gong, keenam Linggih Ida Bhatara Catus Pata dan yang lainnya. Namun ada lagi satu Pelinggih yang kami belum bisa perbaiki, maka dari itu besar harapan kami mohon bantuan kepada Bapak Bupati Badung untuk membantu pembangunan Pelinggih Gedong yang ada di Pura Dalem Puri,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Banjar Karangenjung Bhakti Sembung

Published

on

By

bupati adi arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Padudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta, Bendesa Adat Sembung, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat Banjar Karangenjung Bhakti. Menurutnya, kekompakan warga dalam ngayah merupakan cerminan nilai luhur yang harus diwariskan ke generasi penerus.

“Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung upaya warga dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga upacara ini berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Selain aspek spiritual, Bupati juga menyelipkan pesan penting terkait isu lingkungan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah, dimulai dengan memilah dari tingkat rumah tangga. Hal ini selaras dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini tengah fokus menangani masalah sampah, kemacetan, dan banjir.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Gusti Made Oka, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara besar ini telah dimulai sejak 26 Maret 2026 yang diawali dengan prosesi nancep surya.

“Rangkaian berlanjut pada 4 April dengan upacara Mecaru Panca dan Rsi Gana. Kemudian pada 7 April dilaksanakan Melasti ke Segara Batu Bolong, dan puncak karya jatuh pada 8 April lalu. 11 April, merupakan prosesi Nyegara Gunung ke Pura Ulun Danu Beratan, yang kemudian dilanjutkan dengan mekebat daun, mendem bagia, nyenuk hingga prosesi nyineb sebagai penutup seluruh rangkaian karya,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  ‘‘Karya Melaspas‘‘, ‘‘Mendem Pedagingan‘‘ di Pura Melanting dan Balai Banjar Desa Adat Pelaga

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati dan Wabup Badung Pimpin “Bhakti Penganyaran“ Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Ngusaba Kedasa
BHAKTI PENGANYARAN: Pemkab Badung saat “Bhakti Penganyaran“ saat “Karya Ngusaba Kedasa“ di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sebagai wujud syukur dan komitmen menjaga keharmonisan alam, Pemkab Badung melaksanakan Bhakti Penganyaran dalam rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4).

Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Kehadiran jajaran Pemkab Badung ini merupakan bentuk bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Kahyangan Jagat tersebut.

Karya Ngusaba Kedasa sendiri memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di Bali. Setelah puncak karya pada Purnama Kedasa tanggal 2 April 2026, rangkaian upacara akan berakhir pada prosesi penyineban, 12 April mendatang. Momentum ini menjadi ruang spiritual untuk memohon kerahayuan jagat serta kelestarian sumber air Danau Batur sebagai penopang kehidupan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran upacara, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan punia sebesar Rp 150 juta yang diterima langsung oleh Manggala Karya, Jero Gede Batur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa Bhakti Penganyaran ini adalah bukti nyata tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keberlanjutan sumber daya alam Bali. “Melalui Bhakti Penganyaran ini, kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga sumber kehidupan, khususnya air dan kesuburan alam. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk mewariskan Bali yang lestari kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat utama, Bupati juga menekankan peran sentral Pura Ulun Danu Batur dalam tatanan spiritual masyarakat. “Pura Ulun Danu Batur merupakan tempat memohon kepada Ida Betari Dewi Ulun Danu sebagai manifestasi penguasa danau serta sumber air kehidupan. Nilai-nilai dalam Karya Ngusaba Kedasa menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga  Rakor Percepatan Penanganan Persampahan di Kabupaten Badung, Bupati Tekankan Pemilahan Sampah Mulai dari Rumah Tangga

Turut hadir dalam persembahyangan bersama tersebut Sekda Badung IB Surya Suamba, jajaran pimpinan OPD, Ketua WHDI Kabupaten Badung Ny. Yunita Alit Sucipta, ASN di lingkungan Pemkab Badung, serta perwakilan PHDI, MDA, dan Listibya Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar “Ngaturang Bhakti Penganyar” Serangkaian Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Bhakti Penganyar denpasar
BHAKTI PENGANYAR: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin “Bhakti Penganyar” rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan dengan Wraspati Umanis Wuku Sinta, Kamis (9/4). (Foto: bi)

Bangli, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar dalam rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan dengan Wraspati Umanis Wuku Sinta, Kamis (9/4).

Pelaksanaan Bhakti Penganyar tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Made Oka Cahyadi Wiguna beserta anggota, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Selain itu, hadir pula Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Sejak puncak Karya yang jatuh pada Purnama Kedasa pada tanggal 2 April lalu, Pura Ulun Danu Batur dipadati oleh para pemedek yang datang silih berganti untuk ngaturang bhakti. Pelaksanaan Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan pengilen Tari Topeng Paseban dari Banjar Abian Kapas Kaja, dilanjutkan dengan Tari Rejang yang dibawakan oleh WHDI Kota Denpasar, DWP Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar serta staf Bagian Kesra Kota Denpasar.

Suasana khidmat semakin terasa dengan lantunan pesantian oleh Sekaa Santi TPLAH Kota Denpasar serta iringan gambelan dari Sekaa Gong Kesuma Jaya Banjar Abian Kapas Kaja. Rangkaian prosesi kemudian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka dari Griya Tegeh Karang Lumintang, dan dilanjutkan dengan penyerahan punia.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat.

Baca Juga  Jajaki Inovasi Pengelolaan Sampah, Bupati Adi Arnawa Hadiri Rapat di Jaya Sabha

“Pelaksanaan persembahyangan Bhakti Penganyar tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, momen ini juga dimaknai sebagai ajang mulat sarira guna menjaga keseimbangan alam semesta beserta seluruh isinya.

“Melalui momentum ini, kita bersama-sama meningkatkan sradha dan bhakti serta memohon asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” jelasnya.

Jaya Negara menambahkan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar juga merupakan wujud rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah.

“Semangat menyama braya diharapkan terus terjaga, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat selaras dengan visi pembangunan Kota Denpasar dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Sementara itu, Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duwuran menjelaskan bahwa Puncak Karya Pujawali Ngusaba Kedasa telah dilaksanakan pada 2 April lalu. Rangkaian penganyar berlangsung mulai 3 hingga 11 April mendatang yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Bali, sementara panyineban karya dijadwalkan pada 12 April mendatang.

Ia pun mengajak seluruh umat Hindu untuk tangkil dan ngaturang bhakti selama rangkaian karya berlangsung. Diharapkan melalui pelaksanaan Pujawali Ngusaba Kedasa ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan kerahayuan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca