Connect with us

PARIWISATA

Bupati Badung Ditunjuk sebagai Narasumber Perancangan Kebijakan Penganggaran Desa Wisata

BALIILU Tayang

:

sde
NARASUMBER: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menjadi narasumber Webinar Perancangan Kebijakan Penganggaran Desa Wisata, Kamis (21/10) di kantor DPP PDIP Jakarta.

Badung, baliilu.com – Sektor pariwisata yang merupakan penggerak perekonomian masyarakat diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan melalui pengembangan industri pariwisata berbasis kerakyatan. Untuk itu maka diperlukan diversifikasi daya tarik wisata yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pelestarian seni dan budaya, dan pembangunan kepariwisataan yang ramah lingkungan. “Oleh karena itu perlu dibuatkan suatu evaluasi agar desa wisata yang telah ada benar-benar dapat terwujud demi keseimbangan dan keberlanjutan pembangunan di daerah.”

Demikian disampaikan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menjadi narasumber Webinar Perancangan Kebijakan Penganggaran Desa Wisata bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Wakil Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu, dan Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi, Kamis (21/10) bertempat di kantor DPP PDIP Jakarta

Ditambahkan Bupati Giri Prasta di tengah pandemi Covid-19, Kabupaten Badung tetap berusaha untuk mengembangkan desa wisata. Meskipun belum bisa merealisasikan pembangunan fisik dari dana yang sempat dianggarkan sebesar Rp 51,1 M, namun pihaknya tetap komit dalam memberikan pembinaan dan pendampingan yang menyangkut sumber daya manusia seperti dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk desa wisata. Contohnya pelatihan pengelolaan homestay, pelatihan pengelolaan desa wisata, pelatihan pengelolaan toilet di destinasi wisata, pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi wisata.

Advertisements
de

“Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan desa wisata mampu mengembangkan diri secara kreatif dan inovatif sehingga dapat menangkap peluang dan kembali menggairahkan perekonomian rakyat secara berdikari di masa pandemi,” ungkapnya.

Bupati Giri Prasta melanjutkan, dalam mengembangkan pembangunan kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten Badung telah mengimplementasikan gagasan tersebut ke dalam Peraturan Bupati Badung Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung dan Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung.

Menurutnya, desa wisata juga mampu menjamin pelestarian lingkungan sekaligus membuka ruang dalam upaya konservasi budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal. “Desa wisata akan mendukung upaya pelestarian lingkungan dan konservasi budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal,” terang Giri Prasta

Sementara dari aspek ekonomi, Bupati Giri Prasta mengklaim desa wisata akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM dan membuka peluang investasi. Dimana salah satu inovasi desa wisata Badung adalah dengan mengoptimalkan hasil produk dan lahan pertanian yang dikreasikan menjadi produk wisata agro. “Hasil dari lahan pertanian tersebut bisa disinergikan dan didistribusikan dengan kebutuhan industri pariwisata. Untuk itu guna mewujudkan Badung yang mandiri maka kebijakan dan program pembangunan kami menitik-beratkan pada pemberdayaan desa,” tutupnya. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Kembangkan Potensi Wisata, Desa Adat Pandawa Gandeng Fakultas Pariwisata Unud

Published

on

By

eka
KEMBANGKAN POTENSI WISATA: Desa Adat Tokoh Desa Adat Pandawa I Wayan Duartha dalam pertemuan dengan Dekan Fakultas Pariwisata, Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si dalam rangka pengembangan potensi wisata, di Ruang Rapat BM 1 Kampus Denpasar, Jumat (3/12). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Desa Adat Pandawa ingin mengajak Fakultas Pariwisata Unud dalam mengembangkan potensi wisata di desa tersebut. Hal itu disampaikan tokoh  Desa Adat Pandawa I Wayan Duartha dalam pertemuan dengan Dekan Fakultas Pariwisata, Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si di Ruang Rapat BM 1 Kampus Denpasar, Jumat (3/12).

Duartha hadir ditemani Ni Luh Hepi Wiradani, dan I Ketut Sulantra. Kehadiran mereka diterima Dekan Fakultas Pariwisata, Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si. Turut mendampingi Dekan, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. I Nyoman Sudiarta, S.E., M.Par, Bagian Kerja Sama Fakultas Pariwisata, Ni Made Sofia Wijaya, SST. Par., Ph.D, dan Putri Kusuma Sanjiwani, S.H., M.H.

Sunarta dalam keterangannya menjelaskan, tujuan kunjungan ini adalah dalam rangka penjajakan kerja sama. Beliau menambahkan, kerja sama dengan Fakultas Pariwisata yang dimaksud, tentu saja tidak hanya sekedar Tri Dharma tetapi juga ingin melakukan hal-hal yang bisa kita kerjasamakan, seperti melakukan seminar nasional di Pandawa.

Advertisements
de

“Aspek kerja sama ini nantinya direncanakan tidak terbatas pada tahap perencanaan saja, dan juga arahan bagaimana caranya Fakultas Pariwisata membantu pengembangan Pantai Pandawa, tidak hanya dari segi perencanaanya saja, tetapi juga dari pengelolaannya serta kaitannya juga dengan desa adat. Itu sebetulnya inti dari pembicaraan tadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sunarta berharap kerja sama ini bisa terus ditingkatkan dan bisa memberikan manfaat bagi civitas akademika Fakultas Pariwisata, tidak hanya dosen tetapi juga mahasiswa, dengan belajar dari Desa Adat Pandawa yang dinilai berhasil mengembangkan potensi wisatanya.

“Saya harapkan juga nanti mahasiswa mendapatkan added value (nilai tambah) dari kerja sama ini, karena kalau kita ke Pandawa banyak yang kita bisa pelajari di situ, karena sebuah resort, sebuah daya tarik, sebuah objek itu bisa dikelola dengan baik oleh desa adat yang ada di situ,” pungkasnya. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Harap Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali dan Master Plan Ulapan Mampu Kembalikan Pariwisata Bali Menuju ‘’Quality Tourism’’

Published

on

By

de
KETERANGAN PERS: Wagub Bali COk Ace saat memberikan keterangan pers seusai peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan pada Jumat (3/12) di Three Mountains, Kura Kura Bali, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengharapkan  Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan yang dikembangkan Kementerian Bappenas dan Pemerintah Daerah Bali, mampu mengembalikan konsep pembangunan dan pariwisata Bali ke ‘marwahnya’.

“Konsep pembangunan Bali yang kita lihat sekarang sudah mulai keluar dari konsep dasarnya, konsep-konsep dasar yang berasal dari pemikiran-pemikiran luhur bagaimana membangun Bali yang kokoh dari berbagai sisi,” tandas Wagub saat memberikan keterangan pers seusai peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan pada Jumat (3/12) di Three Mountains, Kura Kura Bali, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini menilai kontraksi perekonomian Bali yang luar biasa karena dampak pandemi menunjukkan bagaimana rapuhnya pariwisata Bali yang jadi sektor penopang bahkan hingga 70 persen perekonomian Bali baik secara langsung maupun tidak langsung. “ Ini terjadi karena konsep pariwisata Bali selama ini tidak dibangun oleh orang Bali sendiri dan dalam hal ini pemerintah daerah Bali. Sehingga banyak terjadi paradoks-paradoks yang luar biasa atas sektor, khususnya di bidang pertanian,” jelas mantan Bupati Gianyar ini.

Advertisements
de

“Untuk itu saya berterimakasih kepada pihak Kementerian Bappenas yang memberikan perhatian khusus yang luar biasa kepada Bali dan Ubud khususnya, sebagai sentra tumbuhnya pariwisata Bali di era 1930-an,” imbuhnya lagi.

Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan (Ubud-Tegallang-Payangan) disebutkan Wagub Cok Ace yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Bappeda Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, merupakan konsep pembangunan budaya Bali yang  lahir dari alam dan budaya Bali. Konsep ini adalah salah satu langkah mewujudkan pariwisata berkualitas di Bali yang berbasis pada kekayaan budaya secara berkelanjutan.

Dilanjutkan Wagub, meskipun sektor-sektor lain akan terus dikembangkan dan dipacu untuk bisa perlahan sejajar dengan sektor pariwisata, bukan berarti lantas sektor tersebut akan ‘dilupakan’. “malah sektor pariwisata akan kita tekankan untuk menuju quality tourism, sustainable tourism yang diarahkan untuk tidak menghancurkan bahkan membunuh ‘ibu kandungnya’ sendiri yakni alam dan budaya Bali,” tuturnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Ibu Amalia Adiniggar Widyasanti menjelaskan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan, adalah salah satu tugas kementerian Bappenas yang disusun karena pasca covid-19 ekonomi Bali harus bertransformasi. “ Kita menyusun transformasi Indonesia yang tentunya harus didukung transformasi ekonomi di provinsi,” tukas Amalia. “ Mengapa Bali yang pertama? Karena selama ini Bali yang terkontraksi paling dalam dibandingkan provinsi lain dan ekonomi bali berdasarkan pengalaman kita sangat rentan gejolak eksternal,” imbuhnya.

Artinya dilanjutkan Amalia, ada kesalahan mendasar dari struktur perekonomian Bali yang harus segera ditata dan dibenahi menjadi ekonomi yang lebih resilien dan berkelanjutan. “Jadi kita betul-betul menuju Bali dengan wajah baru dan berdaya tahan,” tandasnya.

Dirinya juga menjelaskan enam strategi besar Transformasi Ekonomi Bali adalah: Bali Pintar dan Sehat, Bali Produktif, Bali Hijau, Bali Smart Island, Bali Terintegrasi, dan Bali Kondusif. Proses penyusunan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh dan Sejahtera berlangsung sejak April 2021 dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mencakup Pemerintah Provinsi Bali, Bappeda Provinsi Bali, Badan Riset dan Inovasi Bali, hingga masyarakat, melalui serangkaian focus group discussion dan proses analisis yang mendalam. “Jadi ini merupakan sinergi kita dan kebetulan konsep yang disusun Bapak Gubernur dan pemerintah Provinsi Bali sejalan dengan konsep kita,” katanya lagi.

Sementara itu Deputi Bidang Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Prawiradinata menjelaskan bahwa Master Plan Ulapan adalah salah satu langkah mewujudkan pariwisata berkualitas di Bali yang berbasis pada kekayaan budaya secara berkelanjutan. Dirinya menjelaskan ada tiga zonasi di Kawasan Ulapan yang akan dikembangkan yakni Ubud, Tegallang dan Payangan. “Disanalah selama ini kental dengan pariwisata budaya, bagaimana sekarang kita optimalkan pertanian, lingkungan dan pariwisata sehingga ketergantungan atas pariwisata bisa berimbang,” papar Rudy.

Disampaikannya pula, pihak Pemerintah Pusat juga ingin ekonomi tetap tumbuh melalui keseimbangan yang akan dibangun lewat masterplan Ulapan tersebut. ‘’Untuk itu kita coba zonasikan,  karena setiap wilayah punya keunikan masing-masing, ada kelebihan masing-masing. Kita juga pastikan wisata yang sustainable itu seperti apa. Pariwisata bisa berkembang namun lingkungan  juga tetap terjaga,” urainya.

Rudy pun memastikan tahapan-tahapan dalam masterplan tersebut akan segera dijalankan di lapangan sehingga hasilnya bisa dilihat dalam waktu dekat. “Sesuai arahan presiden harus segera eksekusi, kami akan bekerja bersama pemerintah daerah karena pemda yang tahu persis isu masalah dan juga bagaimana penerapan masterplannya.

Peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden yang didampingi Menteri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Gubernur Bali Wayan Koster. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Jelajahi Teluk Triton, Tim Pupar Identifikasi DTW Baru

Published

on

By

de
BATU BERDIRI: KSP Unggulan Teluk Triton yang memiliki potensi wisata alam berlimpah seperti standing stone (batu berdiri). (Foto: Ist)

Kaimana, Papua Barat, baliilu.com – Kolaborasi antara Tim Peneliti Pusat Unggulan Pariwisata (Pupar) LPPM Unud dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Kaimana, Papua Barat untuk mengeksplorasi daya tarik wisata (DTW) di Kawasan Strategi Pariwisata Unggulan Teluk Triton, berlangsung Jumat (19/11) dan Sabtu (20/11).

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pupar mengindentifikasi sejumlah DTW baru. Salah satunya, KSP Unggulan Teluk Triton yang memiliki potensi wisata alam berlimpah seperti standing stone (batu berdiri), tunel frame (berfoto dari gua), kawasan dengan lebih dari pantai indah nan megah (thousands of luxury beach). Dua diantara Pantai Merah atau redbeach, dan juga Pantai Surangga, dikenal sebagai surga yang sesungguhnya di Teluk Triton.

Peneliti Pupar yakni Dr. Nyoman Ariana, S.S.T.Par., M.Par., Dr. I Made Sarjana, S.P., M.Sc., I Wayan Gede Astawa Karang, S.Si., M.Si., Ph.D., I Gusti Agung Oka Mahagangga, S.Sos., M.Si. dan Putu Perdana Kusuma Wiguna, S.Si., M.Sc. ditantang warga Kampung Lobo Kundrat Waryensi yang memiliki pertuanan (hak atas tanah) di kawasan Teluk Triton untuk mengungkap keunikan potensi wisata setempat.

Advertisements
de

“Coba bapak kasi tunjuk ke kami, apa saja potensi wisata yang hanya ada di sini dan dapat diunggulkan,” tutur Kundrat Weryensi dengan nada guyon.

Menanggapi hal itu, Gede Astawa Karang mengeluarkan smart phone untuk mencermati foto-foto sepanjang perjalanan. Dalam diskusi informal bersama I Made Sarjana, Oka Mahagangga, dan Putu Perdana menemukan dua foto ikonik yakni batu hitam yang berdiri kokoh dan foto yang terbingkai karang yang indah. “Oh ini standing stone dan tunnel frame,” ujar Gede Astawa Karang menyimpulkan dari diskusi tersebut.

KSP Unggulan Teluk Triton yang memiliki potensi wisata alam berlimpah seperti tunel frame (berfoto dari gua). (Foto: Ist)

Kudrat Weryensi pun setuju dengan dua DTW baru yang diidentifikasi peneliti Pupar. I Made Sarjana menambahkan dua DTW tersebut ada di Pantai Surangga di pesisir Pulau Tiga. Keindahan alam yang ada di pantai dan bawah laut menjadikan Pantai Surangga sebagai surga yang sesungguhnya di Kaimana atau Truly Paradise in Teluk Triton.

Sementara itu, Koordinator Tim Pupar Unud Dr. Nyoman Ariana menjelaskan DTW lain yang menjadi keunggulan Triton adalah redbeach, the thausands of luxury beach, maupun the kingdom of fish. DTW tersebut dapat melengkapi dan menguatkan DTW yang sudah ada di Teluk Triton, seperti Kampung Wisata Nematota dan spot-spot diving yang sudah dikenal. “Gugusan Pulau Kars, hutan yang masih alami, air laut yang jernih, udara yang segar, pantai berpasir putih yang bersih menjadi jaminan bagi wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan di KSP Unggulan Teluk Triton. Mari berkunjung ke Kaimana, nikmati pesona alam dan respek terhadap keikhlasan dan ketekunan dalam memegang teguh adat istiadat dalam menjaga kelestarian lingkungannya,” tutur peneliti wisata bahagia tersebut.

Kepala Bidang Pelestarian Budaya dan Daya Tarik Wisata Disbudpar Jafar Werfete, S.Sos., M.M. didampingi Kepala Seksi Pengembangan Objek dan DTW Wiliam Arnold Furima, SST.Par. dan Kasi Umum Kundrat Weryensi, S.Sos. saat mendampingi tim peneliti Pupar mengatakan sektor pariwisata sudah ditetapkan sebagai sektor prioritas. Kontribusi Pupar dalam proses perencanaan KSP Unggulan Teluk Triton, katanya, akan menjadi tonggak sejarah memperkenalkan Teluk Triton agar menjadi idaman wisatawan nusantara dan mancanegara. “Temuan DTW-DTW yang baru tersebut membantu kami menunjukkan kepada calon wisatawan, apa DTW yang unik dan berbeda dengan destinasi wisata lain di Papua Barat,” ujarnya. (sar/gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca