Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Badung Hadiri HUT Ke-100 Desa Mambal

BALIILU Tayang

:

hut desa mambal
HADIRI HUT: Bupati Wayan Adi Arnawa dan Nyonya Rasniathi saat menghadiri HUT Ke-100 Desa Mambal di Lapangan Serma Anom Puspa, Desa Mambal, Abiansemal, Selasa (28/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap peringatan Hari Jadi Ke-100 Desa Mambal yang mengusung tema Jayottama bermakna keberhasilan menuju kemakmuran dengan slogan “Kemakmuran Utama, Sejahtera Bersama”.

Acara yang dilaksanakan di Lapangan Serma Anom Puspa, Desa Mambal, Abiansemal, Selasa (28/10) dirangkai dengan peluncuran sekaligus penyerahan piagam Hak Kekayaan Intelektual (HKI)/Hak Cipta Tari Maskot Desa Mambal, “Tari Sri Swari Sruti”, dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISI Denpasar, I Ketut Garwa, kepada Perbekel Mambal I Nyoman Sugiarta. Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 20 juta.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa peringatan satu abad Desa Mambal memiliki makna historis dan strategis sebagai momentum refleksi sekaligus kebangkitan menuju desa yang mandiri dan berdaya saing. “Seratus tahun adalah usia yang sangat matang, Desa Mambal harus mampu menunjukkan jati diri sebagaimana semangat Jayottama, yaitu kejayaan yang bermuara pada kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, mengingat Desa Mambal merupakan wilayah hulu Tukad Ayung yang memiliki fungsi ekologis vital bagi keberlanjutan kehidupan di hilir. “Saya minta dengan hormat, mulai saat ini tidak boleh ada lagi warga yang membuang sampah ke sungai. Jadikan Tukad Ayung sebagai ikon kebanggaan sekaligus potensi wisata alam yang mampu membawa kemakmuran bagi Desa Mambal,” tegas Adi Arnawa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah program pro-rakyat Pemerintah Kabupaten Badung, antara lain bantuan Rp 2 juta per KK menjelang Hari Raya Galungan guna meningkatkan daya beli masyarakat, serta program beasiswa penuh bagi 400 mahasiswa Strata satu (S1) dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp. 5 juta per bulan. Beasiswa tersebut mencakup biaya kuliah, buku, laptop, uang saku, hingga biaya wisuda.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Dampingi Menteri LH Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Kuta

“Kami ingin melahirkan generasi muda Badung yang unggul, cerdas, dan berdaya saing. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah fondasi utama kemajuan daerah. Mari jadikan momentum ini sebagai pijakan untuk menciptakan kemakmuran sejati, kesejahteraan bersama, dan kejayaan yang lahir dari harmoni manusia, alam, dan budaya,” kata Adi Arnawa.

Sementara itu, Perbekel Desa Mambal I Nyoman Sugiarta bersama Ketua Panitia I Gusti Made Pertamayasa menyampaikan bahwa perayaan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga akademik, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya tema Jayottama melambangkan kejayaan Desa Mambal yang telah mencapai usia seabad, sekaligus mencerminkan keseimbangan antara kemajuan, ketentraman, serta keluhuran dalam menjaga alam dan tradisi.

Perayaan satu abad Desa Mambal juga diwarnai dengan berbagai kegiatan, diantaranya jalan sehat, lomba penjor antar-STT, lomba gebogan antar-PKK, pameran produk UMKM serta pemberian penghargaan kepada para Perbekel terdahulu.

“Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan seratus tahun Desa Mambal, sekaligus ajang pelestarian seni, adat, dan budaya lokal serta penguatan ekonomi masyarakat. Semoga melalui perayaan HUT ke-100 ini, Desa Membal semakin maju, makmur, dan senantiasa menjadi desa yang Jayottama berjaya dalam kebersamaan dan kemakmuran,” jelasnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, anggota DPRD Kab. Badung I Made Ponda Wirawan, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, perwakilan Camat Abiansemal, Perbekel se-Kec. Abiansemal, Bendesa Adat Mambal, Kelian Adat dan Dinas se-Desa Mambal, para tokoh dan masyarakat Desa Mambal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/dpr.go.id)

Mactan Expo, Cebu, Filipina, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.

“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai bahwa konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus terus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ASEAN harus mampu menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan. “Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus memperkuat budaya damai dan kerja sama kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global. Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil, harmonis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucap Presiden Prabowo. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Terima Kunjungan Komisi I dan Panitia Khusus DPRD Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KSSK Pastikan Stabilitas Fiskal dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Published

on

By

stabilitas fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5). (Foto: Hm Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional pada triwulan I tahun 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I-2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menjelaskan, memasuki April 2026 dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan global, terutama melalui lonjakan harga energi. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global.

Di sisi domestik, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat cukup baik. Meski demikian, Menkeu menyampaikan akan terus waspada terhadap semua kendala  yang mungkin timbul

“Untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen. Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 6,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pada penutup konferensi pers, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  ‘’Karya Agung Mamungkah Madya’’ di Pura Dalem Cungkub Banjar Mambal Delodan

“KSSK berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat coordinated policy response serta kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan,” tutup Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dorong Pengakuan Konstitusional Masyarakat Adat

Published

on

By

RUU Masyarakat Adat
KUNKER: Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta dalam kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali guna menyerap masukan langsung terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Kunjungan ini krusial mengingat Bali memiliki struktur sosial masyarakat adat yang sangat stabil dan telah diakui secara tradisional namun masih kerap menghadapi tantangan dalam sinkronisasi regulasi nasional.

Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta, menjelaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kunjungan didasari oleh sistem desa adatnya yang sudah tertata dengan baik. Di Bali, terdapat sekitar 1.500 desa adat yang memiliki institusi stabil, lengkap dengan konstitusi adat (Awig-awig), pemerintahan adat, serta kekayaan sendiri.

“Bali kita jadikan tempat untuk kita kunjungi berkaitan dengan persoalan penyusunan undang-undang tentang masyarakat adat. Karena kita tahu Bali memiliki struktur sosial yang memang sudah ada sejak dulu. Di Bali ini ada tiga desa; desa dinas administratif, dan desa adat dengan institusi yang sudah sangat stabil,” ujar Nyoman Parta di sela pertemuan dengan pemangku kepentingan di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bahwa meskipun Bali sudah memiliki peraturan daerah dan gubernur tentang perlindungan desa adat, posisi masyarakat adat sering kali masih terabaikan ketika berhadapan dengan kebijakan investasi atau perizinan negara. Ia menekankan bahwa RUU ini harus mampu memberikan kepastian hukum agar masyarakat adat tidak selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik agraria atau perizinan.

“Sering sekali ketika modal datang, ketika peraturan-peraturan datang, sering sekali mengabaikan posisi masyarakat adat, mengabaikan desa adat, terutama sekali berkaitan dengan persoalan perizinan dan politik perizinan negara. Ini sering sekali masyarakat adat merasa diabaikan dan akhirnya konflik yang berkembang,” tegas Nyoman Parta.

Baca Juga  ‘’Karya Agung Mamungkah Madya’’ di Pura Dalem Cungkub Banjar Mambal Delodan

Lebih lanjut, Nyoman Parta memaparkan tiga alasan utama mengapa RUU Masyarakat Adat ini mendesak untuk segera disahkan. Pertama, proses pembahasannya yang sudah berjalan sangat lama hingga 22 tahun. Kedua, masyarakat adat merupakan ciri asli Indonesia yang sudah eksis jauh sebelum kemerdekaan. Ketiga, peran vital masyarakat adat dalam isu lingkungan global.

“Dalam konteks kekinian, jika kita bicara tentang urusan perubahan iklim, kita bicara tentang tabungan karbon, yang paling berjasa dalam merawat alam dan lingkungan adalah masyarakat adat. Maka dengan undang-undang ini, mungkin nanti masyarakat adat itu cukup deklarasi saja, selanjutnya dilakukan verifikasi untuk mendapatkan pengesahan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga membahas integrasi RUU Masyarakat Adat dengan urgensi Satu Data Indonesia. Nyoman Parta meyakini bahwa dengan adanya undang-undang ini, pendataan wilayah adat, hutan adat, dan wilayah administrasi akan menjadi lebih rapi dan sinkron, sehingga dapat menunjang sektor pariwisata yang berbasis pada kelestarian budaya masyarakat adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca