Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Acara ”Rsi Yadnya Apodgala Dwijati” Griya Gede Bukian Desa Pelaga

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri acara Rsi Yadnya Apodgala Dwijati di Griya Gede Bukian, Banjar Bukian, Desa Pelaga, Petang, Senin (14/3). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menghadiri acara Apodgala Dwijati Ida Bhawati Pasek Drs. I Nyoman Kartika Yasa dan Ida Bhawati Pasek Istri Ni Made Muliasmin di Griya Gede Bukian, Banjar Bukian, Desa Pelaga, Petang, Senin (14/3). Dalam kesempatan ini juga hadir Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra, Plt Camat Petang I Gst Bagus Adi Parwata, Perbekel Desa Pelaga I Made Ordin, Kelian Banjar Bukian I Wayan Orda, Semeton Dulang Mangap, Semeton Pasek serta tokoh masyarakat.

Upacara Rsi Yadnya Apodgala ini disaksikan oleh Nabe Napak Ida Pandita Mpu Nabe Widya Prama Santika Griya Agung Pasek Giri Kusuma Banjar Abing, Sulangai  Petang, Nabe Waktra Ida Pandita Mpu Nabe Putra Swadiaya Pramana Santika Griya Agung Pasek Kedampal Abiansemal, dan Nabe Saksi Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Manik Mas Griya Sakti Asita Manik Mas, Banjar Bedil, Desa Baha  Mengwi.

Dalam Sembrama Wacananya Bupati Nyoman Giri Prasta mengatakan, sangat bangga dan bahagia dapat hadir sekaligus sebagai upasaksi dalam karya  Apodgala Dwijati Ida Bhawati Pasek I Nyoman Kartika Yasa bersama Ida Bhawati Pasek Istri Ni Made Muliasmin. “Upacara Dwijati merupakan upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang sulinggih, seseorang yang telah melalui proses tata upacara diksa inilah yang mempunyai wewenang luas dan lengkap dalam pelaksanaan dan menyelesaikan berbagai upacara yadnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menyampaikan, dalam sastra disebut Vasudewa Kutumbakam yang diartikan kita adalah saudara. Di Bali ada sulinggih itu hanya dua yang dibilang Sadaka, yaitu orang suci. “Siapa yang dibilang dan bisa menjalankan Siwa, rambut meprucut itu yang menjalankan Siwa dan rambut yang terurai atau gundul itulah yang menjalankan Buda. Maka dari itulah, yang disebut dengan Sadaka juga disebut dengan Siwa Buda. Kalau Ida Bagus medwijati disebut Ida Pedanda, kalau Arya atau Gusti disebut Rsi Agung, kalau semeton Dewa dipanggil Ida Begawan, kalau Pande di panggil Sri Mpu Pande, kalau Pasek dipanggil Pandita Mpu. Saya berbicara adanya dua Sadaka ini yaitu Siwa dan Buda itulah yang disebut dengan Sadaka,” ujarnya.

Baca Juga  Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Caka 1945, Bupati Giri Prasta Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dan Toleransi

Tujuan hidup kita adalah Moksartham Jagadhita Ya Caiti Dharma, Moksa dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu melaksanakan ajaran kedharman, sepatutnya semua masyarakat ini melaksanakan Dwijati Welaka terlebih dahulu, setelah itu menjadi Pemangku nitenin pemargi Bawati, dan setelah itu Medwijati. Dwijati ini ada dibilang Catur Bandana Dharma yaitu : amari wesa (tata cara menggunakan busana, amari sesana (beretika), amari aran (berubah nama), dan guru Susrusa. “Kepada semeton semua, kita di Pasek ini harus saling sumbah, mesidikara, dan saling parid. Dimana saling sumbah kita kepada Ida Hyang Ratu Pasek, mesidikara dimana kita duduk sama rendah berdiri sama tinggi, dan yang terakhir saling parid yaitu satu bisa dibagi berdua, untuk itu harapan kami pasemetonan ini agar bersatu karena dengan bersatu setengah perjuangan akan berhasil. Untuk itu harus bersatu agar Segilik, Seguluk, Selunglung, Sebayantaka Nyujur Gemah Ripah Loh Jinawi,” harapnya. Sebagai wujud bhakti Pemkab Badung atas pelaksanaan upacara dwijati ini, Bupati Giri Prasta menghaturkan dana punia sebesar Rp 50 juta, dan secara pribadi juga Bupati Giri Prasta menghaturkan punia Rp 10 juta.

Sementara itu, Manggala Karya I Wayan Suryantara menyampaikan terima kasih kepada murdaning jagat Badung sebagai Guru  Wisesa yang dalam hal ini Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan undangan lain yang telah  berkenan hadir dan turut mendoakan dalam upacara Rsi Yadnya Apodgala Ida Bhawati Pasek I Nyoman Kartika Yasa bersama Ida Bhawati Pasek Istri Ni Made Muliasmin untuk menjadi sulinggih.

“Pada hari yang baik ini, dapat saya sampaikan sebelum Ida menjadi sulinggih sebelumnya sudah menjadi Bhawati setahun sebelumnya, dan pada tanggal 6 Maret 2022 sudah melaksanakan Diksa Pariksa dan hari ini Rahina Soma Dukut tanggal 14 Maret 2022 acara puncak Munggah Sulinggih. Upacara Rsi Yadnya Apodgala Dwijati ini, berjalan lancar, labda karya atas dukungan dan doa restu para  Ida Sulinggih, Pandita, Pinandita, dan masyarakat lainnya. Untuk dana yang dihabiskan dari awal pelaksanaan rentetan upacara munggah sulinggih sebesar Rp 120 juta, berasal dari Griya Ida Bhawati dan punia- punia dari pasemetonan. Setelah menjadi sulinggih harus bisa memberi tuntunan sastra agama ring masyarakat Desa Bukian dan masyarakat umum lainnya, karena Ida sebelumnya bagian dari Desa Adat Bukian dan sekarang setelah medwijati dados sulinggih harus tetap bisa menjadi pengayom masyarakat Bukian dan masyarakat umum lainnya,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Jadikan Mangupura Award 2023 Ajang Unjuk Inovasi

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Penyineban” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI PENYINEBAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7). (Foto: Hms Dps)

Badung, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bhakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

“Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,” ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam,” ucapnya.

Sementara, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Baca Juga  Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa Dampingi Bupati Giri Prasta Tinjau Lahan TPS-3R dan Lahan Taman Bung Karno Penarungan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih“ di Pura Dalem Padonan Desa Adat Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SEMBAHYANG: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). Karya yang dipuput oleh pemangku pura setempat ini digelar bersamaan di tiga pura, yakni Pura Dalem Padonan, Pura Dalem Penataran, dan Pura Ratu Ngurah Bagawan Penyarikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti dan mengikuti persembahyangan bersama krama. Bupati turut mengapresiasi semangat gotong royong warga Banjar Belulang yang sukses menggelar karya suci besar meski jumlah pengemponnya terbatas.

“Kebersamaan adalah kekuatan utama masyarakat Bali. Ketika krama bersatu dengan semangat ngayah dan tulus ikhlas, setiap kegiatan, termasuk pelaksanaan karya suci seperti hari ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia berharap upacara ini membawa kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Bupati juga mengajak krama untuk terus menjaga persatuan dan kelestarian budaya Bali sebagai pondasi utama pariwisata daerah.

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Camat Mengwi Nyoman Suhartana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa upacara ini merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh warga.

“Kegiatan karya ini merupakan wujud semangat gotong-royong Krama Banjar Belulang yang didukung oleh Jero Bendesa Adat Kapal. Melalui rapat dan musyawarah bersama, seluruh krama bersepakat untuk melaksanakan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Suhartana memaparkan, karya suci yang diempon oleh 66 Kepala Keluarga (KK) ini didukung penuh oleh bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 400 juta. Selain itu, pembiayaan juga bersumber dari punia krama serta para pengusaha di lingkungan Banjar Belulang.

Baca Juga  Badung Cairkan Dana Kreativitas Ogoh-ogoh Rp 11 M Lebih kepada 580 Sekaa Teruna

Acara ini turut dihadiri oleh Kabag Prokompim Setda Badung I Kadek Edi Putrana, Kabag Umum I Gede Wisnu Bhayangkara, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, Kelian Adat dan Kelian Dinas Desa Adat Kapal, unsur Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, para pengempon pura serta prajuru adat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Karya Suci “Piodalan Padudusan Agung” di Desa Adat Sibanggede

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri Karya Suci Piodalan Padudusan Agung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Sibanggede dalam menyelenggarakan Karya Suci Piodalan Padudusan Agung. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri puncak upacara yang berlangsung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7/2026).

Upacara besar ini merupakan rangkaian dari Upacara Piodalan Mapadudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh Ngusaba Desa Muang Ngusaba Nini Tahun 2026 yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti serta melaksanakan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini dilakukan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Puseh dan Pura Desa.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan.

“Saya merasa bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya suci ini. Semoga melalui karya suci ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, serta keseimbangan alam semesta,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa mendoakan agar seluruh rangkaian karya suci dapat berjalan dengan lancar dan rahayu. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya terkait kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik.

Menurutnya, Pemkab Badung terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan ruas jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Badung. Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur serta mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga  Peringatan HUT Ke-7 Jagabaya Dulang Mangap

“Tantangan kita ke depan adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan keamanan. Untuk itu saya mengharapkan kerja sama seluruh krama. Terkait kemacetan, pemerintah telah membangun ruas jalan baru dan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik. Sedangkan dalam penanganan sampah, kami mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar lebih mudah diolah di TPS-3R,” harapnya.

Manggala Karya, Wayan Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pelaksanaan karya suci tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang di tengah kesibukannya masih berkenan hadir pada puncak karya ini. Selain itu, kami juga berterima kasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,5 miliar sehingga seluruh rangkaian karya suci dapat terlaksana sesuai harapan kami,” ungkapnya.

Usai puncak upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Mepasaran dan Mapeselang. Rangkaian upacara suci ini dipuput oleh sejumlah sulinggih. Upacara Padudusan Agung dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten (Griya Dalem Sibanggede), Ida Pedanda Putu Peling (Griya Peling Blahbatuh), Ida Pedanda Nyoman Tulikup (Griya Tulikup), Ida Pedanda Gede Putra Singarsa (Griya Langon Sibang Kaja), dan Ida Pedanda Jelantik Giri (Griya Gunung Sari, Peliatan).

Sedangkan Upacara Mepasaran dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ketut Kanya Mas Kajeng dari Griya Kajeng Abiansemal. Upacara Mapeselang sekaligus Majejiwan dipuput oleh Ida Pedanda Ari Dwija Simpangan dari Griya Simpangan, Sandakan, bersama Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari, Peliatan. Selanjutnya, Upacara Ngindang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun, sedangkan Upacara Ngenyitin Linting dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Tanda Tangani Prasasti Pura Pasek Agung Tegal

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta, para Angga Puri, Angga Griya, Perbekel Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Kelihan Adat dan Dinas Sibanggede, serta seluruh krama Desa Adat Sibanggede. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca