Connect with us

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya di Pura Dalem Desa Adat Angantiga Petang

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta saat menghadiri Karya Wraspati Kalpa, Melaspas, Mendem Pedagingan Ngenteg Linggih Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Angantiga Desa Petang, Sabtu (9/1).

Badung, baliilu.com – Bertepatan dengan Hari Tumpek Wayang yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Wraspati Kalpa, Melaspas, Mendem Pedagingan Ngenteg Linggih Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Angantiga Desa Petang, Sabtu (9/1).

Kehadiran Bupati Giri Prasta didampingi Anggota DPRD Kabupaten Badung I Gusti Lanang Umbara, IGAA Inda Trimafo Yudha, Nyoman Suka, Camat Petang I Wayan Dharma beserta Unsur Tripika, Perbekel Desa Petang I Wayan Suryantara dan Pj. Perbekel Desa Sulangai Made Sukadana.

Bupati Giri Prasta dalam sambutannya berpesan kepada masyarakat Desa Adat Angantiga dalam setiap kegiatan yang dilakukan di wilayahnya agar dilaksanakan dengan semangat gotong-royong dan didasari  oleh rasa tulus ikhlas, seperti yang sudah dilakukan pada pelaksanaan upacara karya saat ini sehingga pelaksanaan upacara Dewa Yadnya dapat berlangsung sukses.

“Saya minta masyarakat Desa Adat Angantiga untuk selalu mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan didasari oleh rasa tulus ikhlas dan gotong-royong dalam setiap kegiatan yang dilakukan di Desa Adat Angantiga. Saya ingin kita semua menciptakan jembatan emas bagi generasi muda kita di masa mendatang. Mari wariskan generasi muda kita dengan hal-hal yang baik,” pesannya.

Bupati Badung Giri Prasta sembahyang bersama

Sedangkan terkait dengan menyikapi kondisi pandemi Covid-19 pada saat ini dalam rangka mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi masyarakat, Bupati Giri Prasta menyampaikan akan segera melakukan perubahan atas APBD Kabupaten Badung tahun 2021, dengan menerapkan skala prioritas penggunaan APBD Badung dalam upaya mensukseskan program vaksinasi gratis untuk seluruh masyarakat Badung dengan menyiapkan alkes dan nakes yang dibutuhkan dalam pelaksanaan vaksin Covid gratis yang digulirkan pemerintah pusat.

“Di samping itu pula untuk mempercepat pemulihan sektor ekonomi, kami akan menggelontorkan dana stimulus dalam upaya penguatan UMKM,” katanya seraya mengingatkan masyarakat agar di masa sulit seperti saat ini rasa bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi tidak boleh luntur. Pada kesempatan tersebut Bupati selaku kepala daerah ngaturang punia sebesar Rp 450 juta.

Baca Juga  Rai Mantra dan Jaya Negara Pimpin Pelepasan Jenazah Kadis Pertanian Denpasar I Gede Ambara Putra

Sementara itu Prawartaka Karya I Wayan Parda mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung di Desa Adat Angantiga ini. Terkait dengan bantuan dari Pemkab Badung sudah dipergunakan dengan sebaik-baiknya, yaitu untuk melangsungkan upacara Wraspati Kalpa, Melaspas, Mendem Pedagingan, Nganteg Llinggih Pedudusan Alit di Desa Adat Angantiga Desa Petang.

“Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas kehadiran dan bantuan yang beliau berikan. Mudah-mudahan melalui karya yang kami selenggarakan ini sebagai bagian dari ikut ngerastiti jagat di Angantiga khususnya dan Badung pada umunya sehingga mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan perekonomian masyarakat kembali pulih,” harapnya. (bt)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wabup Suiasa Serahkan Gong Semarandana kepada Banjar Baler Pasar Darmasaba

Published

on

By

de
Wabup Suiasa menyerahkan bantuan seperangkat Gong Semarandana kepada Krama Banjar Baler Pasar, Desa Adat Tegal, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (16/1) malam.

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyerahkan bantuan seperangkat Gong Semarandana kepada Krama Banjar Baler Pasar Desa Adat Tegal Desa Darmasaba Kecamatan Abiansemal, Badung, Sabtu (16/1) malam. Bantuan gong diterima Kelian Dinas Banjar Baler Pasar I Ketut Sania. Acara tersebut juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta dan Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa.

Wabup Suiasa menyampaikan bantuan Gong Semarandana ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Badung dalam melestarikan seni, adat, agama dan budaya. Komitmen ini telah pula menjadi salah satu prioritas dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) di Kabupaten Badung. “Kami harapkan gong ini dapat dimanfaatkan dengan baik dalam meningkatkan kreativitas generasi muda di bidang seni karawitan maupun seni tari serta mendukung pelaksanaan yadnya,” jelasnya.

Dijelaskan pula bahwa Agama Hindu di Bali tidak bisa dilepaskan dari tiga hal yaitu, agama, budaya dan adat. Gong bagian dari kesenian dan budaya yang sudah menjadi bagian dari Agama Hindu. Untuk itu Suiasa mengajak masyarakat, selain mengajegkan seni dan budaya, juga yang terpenting meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Seni adalah rasa, seni akan meningkatkan rasa persatuan kita, dimana seni berjalan dengan baik disana kramanya bersatu,” tambahnya.

Di bagian lain, untuk mempercepat penanggulangan wabah Covid-19, Suiasa meminta masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan Covid-19 dengan melaksanakan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Mohon taat dan patuh terhadap protokol kesehatan. Kuncinya disiplin dan taat prokes serta jangan takut divaksin,” imbuhnya.

Sementara itu Kelian Dinas Banjar Baler Pasar I Ketut Sania menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung khususnya Bupati dan Wakil Bupati Badung yang sudah membantu Krama Banjar Baler Pasar berupa satu barung Gong Semarandana karena gong ini sangat bermanfaat bagi krama banjar khususnya sekaa teruna dalam upaya meningkatkan kreativitas dalam bidang seni dan budaya.

Baca Juga  Webinar Sosialisasi Badung Update Petunjuk Teknis Hibah Pariwisata, Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Taat Aturan

“Kami atas nama Krama Banjar Baler Pasar sangat berterima kasih atas bantuan gong ini. Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik, tentunya dalam mendukung kegiatan keagamaan, seni dan budaya,” jelasnya. (bt)

Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Ny. Putri Koster: PAKIS Bali Dukung Program Desa Adat, sebagai Implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Published

on

By

de
Ny. Putri Suastini Koster

Denpasar, baliilu.com – Manggala Utama Paiketan Krama Istri Provinsi Bali (PAKIS Bali) Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan keberadaan PAKIS Bali di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program-program yang dicanangkan desa adat sebagai implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Hal itu dikatakannya saat menjadi salah satu narasumber dalam siaran tunda acara ‘Perempuan Bali Bicara’ yang mengangkat tema ‘Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat dan Sosialisasi PAKIS MDA Bali’, yang berlangsung di Denpasar, Kamis (14/1).

Ny. Putri Koster yang juga sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali menyampaikan bahwa keberadaan PAKIS Bali di tengah masyarakat dalam menjalankan programnya tidak saling tumpang tindih dengan program-program TP PKK.  PAKIS Bali akan terus bersinergi dengan TP PKK untuk mensosialisasikan program-program Pemprov Bali yang tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. ‘’Posisi keduanya  sudah jelas di suatu desa, di mana Ketua TP PKK adalah istri kepala desa, sedangkan Ketua PAKIS Bali adalah istri jro bendesa. Dari keduanya tersebut selama ini sudah dalam ranah ruang lingkup yang beda dan keduanya menjalankan fungsinya secara beriringan,’’ terang seniman multitalenta ini.

Ny. Putri Koster saat acara ‘Perempuan Bali Bicara’ yang mengangkat tema ‘Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat dan Sosialisasi PAKIS MDA Bali’, yang berlangsung di Denpasar, Kamis (14/1).

Ditambahkan istri orang nomor satu di Bali ini, keberadaan PAKIS Bali yang memiliki pengurus sebanyak 19 orang ini, telah menyusun sejumlah program kerja yang mendukung kegiatan di desa adat serta memberdayakan dan memperkuat kemampuan krama istri di adat dalam  melakukan swadharmanya masing-masing. Dengan demikian, krama istri akan bisa menjadi subjek dalam wewidangan desa adat dan turut mengemban tanggung jawab dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelestarian serta ajegnya tradisi, adat dan budaya di desa adat.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Pengukuhan Konsul Kehormatan Republik Ceko di Bali

Dalam kepengurusannya, pengurus PAKIS Bali yang dilantik pada 17 September 2020 ini terdiri dari manggala, penyarikan, petengen, kemudian memiliki 5 pasayahan yang terdiri dari pasayahan adat, agama, tradisi, seni dan budaya, kemudian pasayahan pendidikan dan olahraga, pasayahan kesehatan, pasayahan ekonomi dan kesejahteraan krama adat, serta pasayahan hukum adat dan perlindungan krama istri dan anak. Keberadaan PAKIS Bali ini berfungsi untuk mendukung tugas-tugas MDA sebagai lembaga adat yang memiliki payung hukum yakni Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali IGAK Kartika Jaya Seputra dalam arahannya menyampaikan lahirnya Perda No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat merupakan payung hukum yang sangat lengkap dan jelas terkait keberadaan desa adat di Bali. Perda ini tidak hanya mengatur tata kelola pemerintahan di desa adat, tetapi juga tata kelola keuangan desa adat serta pemberdayaan desa adat. Dengan perda ini desa adat memiliki potensi untuk mengembangkan potensi desanya ke dalam unit usaha untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali terhadap keberadaan desa adat tidak hanya dalam bentuk regulasi berupa perda tetapi juga didukung penganggaran serta gedung yang representatif  serta lembaga-lembaga yang mendukung di dalamnya seperti PAKIS Bali. Dengan demikian, diharapkan keberadaan desa adat di Bali akan semakin kuat sehingga desa adat akan mampu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi serta berkepribadian dalam kebudayaan. (gs)

Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Tambangan Badung, Wabup Suiasa Serahkan Bantuan Rp 200 Juta

Published

on

By

de
Wabup Suiasa melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri upacara Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Tapakan dan Prelingga Sesuhunan di Pura Dalem Tambangan Badung Penarungan, Rabu (13/1).

Badung, baliilu.com – Bertepatan rahina Buda Cemeng Klawu dan Tilem Kepitu, Rabu (13/1), krama pengempon Pura Dalem Tambangan Badung, Br. Umahanyar, Desa Adat Penarungan, Kecamatan Mengwi melaksanakan upacara Ngeratep, Melaspas dan Pasupati Tapakan dan Prelingga Sesuhunan yang merupakan rangkaian dari upacara Ngetus, Ngodak Tapakan dan Prelingga Sesuhunan yang sudah dilaksanakan sebelumnya di pura tersebut.  

Upacara Ngeratep dan Melaspas ini dihadiri oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD I Wayan Suyasa dan anggota DPRD Badung I Made Yudana. Hadir pula, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Pj. Perbekel Penarungan I Wayan Narayana, Bendesa Adat Penarungan I Made Widiada, serta tokoh masyarakat setempat. Sebagai wujud dukungan pemerintah, Wabup Suiasa bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD Badung menyerahkan bantuan sebesar Rp 200 juta. 

Dalam sambutannya Wabup Suiasa menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah saat pelaksanaan upacara ini untuk ikut memotivasi masyarakat agar senantiasa bersemangat melaksanakan kewajiban-kewajiban dan swadharmanya dalam mengajegkan seni, adat, agama dan budaya. Terlebih di masa mewabahnya pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk taat dan patuh melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain itu, kehadirannya juga sebagai upaya pemerintah untuk ikut mendoakan segala rencana-rencana dari pemerintah maupun masyarakat.

“Yang terpenting adalah bersama-sama di setiap upacara kita menghaturkan doa kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kondisi saat ini, kehidupan alam semesta dan manusia secepatnya bisa pulih dan Covid-19 segera hilang dari muka bumi, sehingga kehidupan kita kembali normal,” katanya. 

Sementara itu Panitia Pelaksana Karya I Ketut Oka Astawa menyampaikan, terlaksananya upacara Ngodak dan Ngeratep sudah menjadi kesepakatan krama Banjar Adat Umahanyar sebagai penyungsung Pura Dalem Tambangan Badung yang telah disepakati sejak tahun 2019 lalu. Hal ini dilakukan karena tapakan Ida Bhatara (Barong Landung dan Rangda) sudah lama tidak pernah diperbaiki. Untuk perbaikan tapakan telah dianggarkan dana sebesar Rp 250 juta, namun dalam pelaksanaannya dana yang dihabiskan melebihi dari yang dianggarkan.

Baca Juga  Webinar Sosialisasi Badung Update Petunjuk Teknis Hibah Pariwisata, Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Taat Aturan

“Untuk kegiatan fisik saja kami menghabiskan biaya Rp 215 juta dan upacara kurang lebih Rp 50 juta, jadi totalnya Rp 265 juta. Sumber dana selain dari kewajiban krama, juga bersumber dari dana punia serta bantuan Pemerintah Kabupaten Badung,” jelasnya. 

Lebih lanjut dijelaskan, tapakan yang diperbaiki yaitu Tapakan Ratu Bagus, Ratu Nyoman dan Ratu Mas. Sementara Prelingga yang diperbaiki yaitu Pretima Ida Ratu Gede Dalem Tambangan, Ratu Pregina dan Ratu Sri Sedana. Terkait dengan dudonan, bertepatan dengan Tilem Kepitu ini dilaksanakan upacara Ngeratep, Melaspas dan Pasupati yang dipuput Ida Pedanda Gria Sigaran. Dilanjutkan nunas ica ke Pura Dalem Jati, Pura Kahyangan Tiga dan ke Setra. Dilanjutkan Kamis (14/1) Tapakan Ida Bhatara Napak Pertiwi.

Ke depan, panitia pembangunan sudah merancang untuk perbaikan pelinggih yang ada di Pura Dalem Tambangan Badung. Untuk itu pihaknya kembali mohon dukungan sekaligus difasilitasi untuk dapat dibantu oleh Pemerintah Badung. (bt)

Lanjutkan Membaca