Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Parum Program Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan Klungkung

BALIILU Tayang

:

giri prasta
Bupati Badung sekaligus Ketua MGPSSR Bali, Nyoman Giri Prasta menyerahkan hibah saat menghadiri parum tentang Program Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan, Desa Gelgel Klungkung di Balai Los Pesanggrahan Duwe Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan Klungkung, Minggu (6/11). (Foto: ist)

Klungkung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali menghadiri parum tentang Program Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan, Desa Gelgel Klungkung sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan dana sebesar Rp 300 juta, Minggu (6/11), bertempat di Balai Los Pesanggrahan Duwe Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan Klungkung. Hadir dalam acara ini Ketua Sabha Pandita Provinsi Bali Ida Pandita Mpu Jaga Pati, Ida Pandita Mpu Lanang Istri Kabupaten/Kota se-Bali, Pengurus Pasek Gelgel Pegatepan Kabupaten/Kota se-Bali beserta Jagabaya Dulang Mangap.

Dalam sambutannya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menghaturkan bakti kepada Ida Betara Yang Ratu Pasek yang berstana di Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan ini agar diberikan jalan yang baik dan lancar serta bahagia karena bisa ikut hadir di tengah-tengah Ida Pandita Mpu Lanang Istri serta seluruh pengempon Dadia Agung Pasek Gelgel. Bupati Giri Prasta menyampaikan salah satu program gayung sambut yang sudah terlaksana untuk pelaksanaan kegiatan lokasabha ini sudah berjalan di seluruh Bali dari delapan kabupaten dan satu kota. Yang kedua sudah ada Sabha Pandita, yang ketiga sudah ada Sabha Welaka, yang keempat sudah ada Dharma Padni, yang kelima sudah ada Sabha Yowana.

“Dapat saya sampaikan dari satu kota dan delapan kabupaten ini yang pertama dalam kepengurusan harus ada satu di kabupaten, di kecamatan dan di desa dan tugasnya ini adalah untuk mendata berapa ada sulinggih di kecamatan, berapa ada bhawati/pemangku, terus berapa ada Dadia Agung dan Dadia Alit, serta berapa banyak ada pengempon di soang-soang dadia tersebut dan ini sudah berjalan,” ucap Bupati Giri Prasta.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Terima Pengurus KKI, Jelang Kejuaraan Piala Gubernur Bali

Lebih lanjut diharapkan kepada Ida Pandita Mpu Nabe dan Ida Pandita Mpu lanang istri memiliki Jagabaya Dulang Mangap dan Jagabaya Pasek untuk selalu bersatu dan harus ada tanggung jawab, apalagi semuanya manut dari sastra yang disebut dengan Wasudewa Kutumbakam. “Yang dapat diartikan kita adalah saudara yang paling dulu saya bilang sepatutnya di Bali ada sulinggih itu hanya dua yang dibilang Sadaka, Sadaka itu orang suci. Siapa yang dibilang dan bisa menjalankan Siwa Tabik Pakulun Rambut Meprucut itu yang menjalankan Siwa dan rambut yang terurai atau gundul itulah yang menjalankan Buda. Maka, itulah yang disebut dengan Sadaka yang disebut dengan Siwa Budha. Kalau Ida Bagus setelah dwijati dibilang Ida Pedanda, kalau Arya atau Gusti dibilang Rsi Agung, kalau Semeton Dewa dipanggil Ida Begawan, kalau Pande dipanggil Sri Mpu Pande, kalau Pasek dipanggil Pandita Mpu ini yang saya bilang agar semua pada tatas tau, saya berbicara adanya dua Sadaka ini yaitu Siwa dan Budha itulah yang disebut dengan Sadaka,” jelasnya.

Bupati Giri Prasta juga menyampaikan agar semeton Pasek ini yang pertama astiti ring Hyang Widhi, yang kedua bakti ring Kawitan, ketiga tindih ring Bhisama, dan terakhir guyub ring pasemetonan. “Karena dapat dikatakan kita ini Saling Sumbah, Mesidikara, dan saling Parid dimana saling sumbah kita kepada Tabik Pakulun Ida Hyang Ratu Pasek, mesidikara dimana kita duduk sama rendah berdiri sama tinggi, dan yang terakhir saling parid yaitu satu bisa dibagi berdua, dan juga dalam setiap pelaksanaan kegiatan saya harapkan dalam pelaksanaannya dilaksanakan dengan cara gotong-royong, dan bersama-sama metu dari hati Ning Nirmala dengan rasa tulus ikhlas,” imbuhnya.

Baca Juga  Pengukuhan Pimpinan Dekopinda Badung, Bupati Giri Prasta Ingatkan Konsep Penguatan SDM Manajemen dan Spiritual

Sementara itu Jro Mangku Darma, selaku manggala karya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Ketua MGPSSR Provinsi Bali yang juga Bupati Murdaning Jagat Badung bersama Ida Pandita Mpu Nabe lan Ida Pandita Mpu Lanang Istri semua serta manggala MGPSSR seluruh Bali dalam acara parum Parindikan Pemargin Program ring Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan, Desa Gelgel Klungkung, Bali. “Yang pertama kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Murdaning Jagat Badung sudah memberi bantuan hibah Rp 300 juta untuk piodalan di Pura Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan yang puncaknya Nemonin Sasih Kapat Saniscara, Wuku Wayang, pinanggal 1 Oktober 2022,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan Nyanggra Piodalan di Dadia Agung Pasek Gelgel Pegatepan masing-masing Kabupaten sudah ikut dalam penganyaran namun piodalan yang sudah lewat kemarin hanya terlaksana empat hari saja dan oleh karena itu tidak semua kabupaten/kota dapat ngaturan penganyaran. Untuk itu saat upacara piodalan yang akan datang, bagi yang belum melakukan bhakti penganyaran, akan mendapat giliran ngaturan penganyaran agar bisa juga bersembahyang dan ngaturan bakti ring Ida Betara Kawitan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Terima Pengurus KKI, Jelang Kejuaraan Piala Gubernur Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Program Badung Angelus Buana Berlanjut, Giliran Buleleng Terima Hibah dan BKK 195 M

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Apresiasi Semangat Lansia Werda Sari dan ST. Eka Dharma

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca