Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Bupati Giri Prasta Pantau Vaksinasi Drive Thru di Kuta, Targetkan 2.000 Penerima Vaksin Dalam 4 Hari

BALIILU Tayang

:

de
PANTAU VAKSIN: Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa saat memantau vaksinasi drive thru bagi pekerja pariwisata bertempat di parkiran Waterbom Kuta, Selasa (20/4).

Badung, baliilu.com – Dalam menyukseskan program vaksinasi dan memperluas zona hijau, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kesehatan terus melanjutkan kolaborasi dengan pihak swasta. Salah satunya adalah bekerjasama dengan pihak Halodoc dan Waterbom Kuta dengan melaksanakan vaksinasi drive thru bagi pekerja pariwisata bertempat di parkiran Waterbom Kuta, Selasa (20/4).

Pelaksanaan vaksinasi ini dipantau secara langsung oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta berserta Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Bupati I Ketut Suiasa dan Sekda I Wayan Adi Arnawa serta dihadiri oleh Anggota DPRD I Gst. Anom Gumanti, Kadiskes dr. Nyoman Gunarta dan Camat Kuta Nyoman Rudiarta. Nantinya selama 4 hari pelaksanaannya, ditargetkan sebanyak 2.000 peserta yang menerima vaksinasi melalui program drive thru ini.

Dihadapan awak media, Bupati Giri Prasta menyatakan Pemkab Badung memfokuskan program vaksinasi drive thru ini di kawasan Kuta, mengingat di kawasan Kuta sirkulasi kendaraannya yang padat, sehingga warga masyarakat Badung yang melintas di kawasan tersebut dan mau melakukan vaksinasi dipersilahkan untuk mampir karena Pemkab Badung berserta pihak terkait sudah menyiapkan fasilitas yang sangat baik.

“Adapun keuntungan vaksinasi drive thru ini, dimana satu mobil bisa melakukan vaksin 4 orang dan satu motor bisa 2 orang. Ini bentuk wujud pelayanan kami Pemerintah Kabupaten Badung untuk membentuk dan memperluas green zone di wilayah Kabupaten Badung. Untuk wilayah Kutsel dan Kuta digenjot pelaksanaan vaksinasinya karena wilayah ini merupakan pintu masuk tamu domestik dan mancanegara melalui transportasi udara. Maka kami menargetkan minggu depan vaksinasi kepada masyarakat Kuta harus sudah clear sehingga bisa menjadi zona hijau,” ucapnya seraya menyebutkan pada hari Rabu (21/4) ini Pemkab Badung juga akan melaksanakan program serupa di Mall Bali Galeria dengan menggandeng pihak TNI dan Polri.

Bupati menambahkan mengingat pariwisata Kuta sudah mendunia untuk itu pihaknya terus mendorong pelaksanaan vaksinasi baik secara reguler dan drive thru sebagai bentuk kesiapan Pemkab Badung untuk menyambut pembukaan pariwisata di bulan Juli.

“Kami selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Maka dengan adanya informasi yang diberikan maka kami Bupati, Wakil Bupati, Sekda, DPRD maupun jajaran Dinas Kesehatan dan tokoh masyarakat konsen untuk menggerakkan kegiatan vaksinasi ini melalui regu penggerak vaksin. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Badung atas partisipasinya dalam menyukseskan program ini, ketika diberikan jadwal untuk hadir melaksanakan vaksinasi dilakukan secara tuntas dan baik. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada relawan vaksin yang digerakkan Dinkes, terima kasih kepada warga masyarakat atas kesadarannya,” ucapnya.

Sedangkan bagi tamu asing yang mau melakukan vaksinasi di Badung, Giri Prasta menyebutkan tamu yang bersangkutan harus mendapatkan rekomendasi dari Kedubesnya masing-masing untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Untuk memberikan rasa safety bagi wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Kabupaten Badung, dalam waktu dekat pihaknya akan turun ke lapangan memasang genose di beberapa destinasi wisata terutama yang ada di wilayah Kuta dengan memperhatikan kapasitas ketersediaan genose yang ada di Kabupaten Badung. “Genose lebih simpel dalam pengoperasiannya dan cepat perolehan hasilnya,” terangnya.

Sementara itu Vice President Government Relations & Corporate Affairs Halodoc Adeline Hindarto mengatakan mengelola layanan drive thru sudah dilakukan sejak tahun lalu. Bermula pada layanan tes Covid-19 drive thru yang telah dihadirkan di 32 lokasi di 20 kota. “Membawa semangat yang sama dalam memberikan kemudahan akses layanan kesehatan, kami merasa terhormat dapat membantu Pemerintah Kabupaten Badung dalam menghadirkan pos pelayanan vaksinasi Covid-19 drive thru untuk memberikan akses vaksinasi yang aman dan praktis dengan menyasar target prioritas baru yaitu pelaku pariwisata sehingga dapat menjadi awal pemulihan ekonomi melalui program wisata aman di Bali,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Waterbom Bali Sayan Gulino mengatakan pihaknya sangat terbuka dalam mendukung arahan pemerintah terkait pelaksanaan program vaksinasi massal. “Sebagai salah satu pelaku di sektor pariwisata, tentunya merupakan sebuah kesempatan emas bagi kami untuk dapat berkontribusi dalam kembali membangkitkan sektor ini di tengah pandemi Covid-19. Kami telah mendedikasikan lahan yang dapat membantu warga Bali mendapatkan akses vaksinasi yang diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi sektor pariwisata di Pulau Dewata,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut TP. PKK Kabupaten Badung juga membagikan masker bagi para peserta vaksinasi. (bt)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca