Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi ‘’Karya Atiwa-tiwa’’ Krama Banjar Adat Koripan

BALIILU Tayang

:

koripan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Jumat (19/5), menghadiri Karya Atiwa-tiwa Pengabenan Bersama yang dilaksanakan oleh krama Banjar Adat Koripan, Desa Abiantuwung, Kediri, Tabanan. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Cerminan komitmen mewujudkan pembangunan menyeluruh secara sekala niskala bersama krama atau masyarakat terus diperlihatkan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Kali ini, Jumat (19/5), Bupati Sanjaya mengapresiasi rangkaian Karya Atiwa-tiwa pengabenan bersama yang dilaksanakan oleh krama Banjar Adat Koripan, Desa Abiantuwung, Kediri, Tabanan.

Bersama anggota DPR RI I Made Urip dan didampingi oleh anggota DPRD Bali, Dyah Srikandi, juga beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda, Asisten II dan OPD terkait, Bupati Sanjaya menghadiri langsung upacara yang dipusatkan di Balai Banjar Adat Koripan Kaja. Nampak juga saat itu, Sekcam dan unsur Forkopimcam Kecamatan Kediri, Perbekel, Bendesa Adat dan ratusan masyarakat setempat.

Sesuai data di lapangan, Karya Atiwa-tiwa Pengabenan Bersama ini dirangkaikan dengan upacara Metatah dan Telu Bulanan Bersama. Dimana, ada sekitar 32 sawa Ngaben, 17 Ngelungah, 57 Memukur, 45 orang Metatah dan 38 orang Tiga Bulanan, dengan biaya masing-masing 3 juta rupiah, 1,5 juta rupiah, 3 juta rupiah, serta 600 ribu rupiah. Khusus untuk krama di luar Banjar Adat yang turut serta dalam kegiatan Memukur, dikenakan biaya 4 juta rupiah.

Dihadapan masyarakat, Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga dan sangat berterimakasih diberikan kehormatan bertatap muka langsung dengan krama Koripan. Apalagi sesuai penuturan Ketua Panitia setempat, bahwa karya ini digelar sesuai dengan Perarem Adat setempat, dimana hal ini sangat sejalan dengan visi Pemkab dalam bidang Atma Kerthi, yakni dalam rangka pelestarian tradisi, seni, adat dan budaya, khususnya di Tabanan.

“Apa yang telah dilaksanakan oleh masyarakat dengan visi pemerintah sudah sejalan, apalagi akhir-akhir ini semarak masyarakat Tabanan membangun karya sangat luar biasa. Apresiasi buat tokoh-tokoh kita, masyarakat yang membangun yadnya dengan rasa gotong-royong. Saya di pemerintah sangat berbangga, apalagi kegiatan memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni meringankan beban masyarakat,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna tentang Penyampaian dan Penyerahan Rekomendasi atas LKPJ Bupati TA 2024

Untuk itu, selaku Pemerintah, Sanjaya sangat mengapresiasi inisiasi dari krama. Apalagi sesuai paradigma terdahulu, bahwa menggelar karya serupa memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun dengan adanya kebersamaan dilandasi semangat gotong-royong, seperti dalam rangkaian Pengabenan Bersama ini bisa sangat efisien, efektif dan sangat-sangat meringankan beban masyarakat dari segi biaya dan pekerjaan.

“Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan siap mendukung gerakan-gerakan yang sifatnya gotong-royong, bukan hanya dalam kegiatan yadnya, namun kegiatan pembangunan lainnya. Selaku Kepala Daerah, saya sangat berkomitmen mendukung pembangunan positif yang dilakukan masyarakat guna mempercepat terwujudnya visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” tegas Sanjaya.

Di samping itu, cerminan keseriusan komitmen, Pemerintah mempunyai inisisasi untuk menyelaraskan perarem maupun awig-awig Desa Adat dengan program pemerintah, sehingga bisa menganggarkan kegiatan-kegiatan yang sudah dijadwalkan oleh Desa Adat setempat, baik dalam perarem maupun awig-awig setempat guna mewujudkan pelestarian tradisi, seni, adat dan budaya.

‘’Ngiring tetep guyub, tetep bersatu, itu harapan tiang. Kalau sudah seperti sekarang, begitu sibuknya hari ini karena ada kunjungan dari Walikota Malang ke Tabanan. Tapi, karena dukungan masyarakat disini sangat luar biasa, di sela-sela kesibukan bagaimanapun titiang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang saya cintai, tiada lain guna memberikan doa restu dan dukungan agar karya berjalan dengan lancar,” imbuh Sanjaya.

Senada dengan Bupati Sanjaya, Gusti Ketut Widiana selaku Ketua Panitia Karya dan mewakili seluruh masyarakat, mengatakan akan selalu berupaya terus bersatu dan selalu mendukung program pemerintah. Begitu juga ia mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan jajaran yang telah hadir dalam kegiatan. “Sekali lagi, saya menghaturkan terimakasih karena Bupati telah mendukung kegiatan kami, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Pelantikan PPS, Bupati Sanjaya Tekankan PPS Memiliki Integritas dan Komitmen dalam Pelaksanaan Pemilu 2024

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Catta

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna tentang Penyampaian dan Penyerahan Rekomendasi atas LKPJ Bupati TA 2024

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna tentang Penyampaian dan Penyerahan Rekomendasi atas LKPJ Bupati TA 2024

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca