Saturday, 25 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

HOBIIS

Bupati Sanjaya Buka Lomba dan Pameran Bonsai 2023

BALIILU Tayang

:

pameran bonsai tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. saat membuka Lomba dan Pameran Bonsai yang digelar dalam rangkaian HUT Kota Tabanan Ke-530 tahun 2023, di area Taman Bung Karno Tabanan, Selasa (14/11). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Apresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam hal ini, Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., terhadap kelestarian tanaman hias bonsai yang sarat akan filosofi yang sangat dalam, ditunjukkannya saat menghadiri sekaligus membuka Lomba dan Pameran Bonsai yang digelar dalam rangkaian HUT Kota Tabanan Ke-530 tahun 2023, di area Taman Bung Karno Tabanan, Selasa (14/11).

Taman Bung Karno di sore hari itu, nampak dipadati ratusan tanaman bonsai milik para penggiat tanaman hias. Lomba yang di inisiasi oleh PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Tabanan tersebut, nampak sangat diminati. Di mana, para peserta yang ikut melombakan tanaman hias yang harganya terbilang tidak murah itu berjumlah 548 Bonsai dan berasal dari berbagai tempat, yakni pulau Bali, Jawa, Lombok dan Sumbawa.

Pelaksanaan lomba digelar mulai dari jadwal penerimaan pohon di tanggal 9 November 2023, sampai nanti di acara penutupan di tanggal 17 November 2023 mendatang, sementara pembukaannya, terjadwal pada hari ini dan dibuka langsung oleh Bupati Tabanan. Nampak hadir saat itu, salah satu Anggota DPRD Tabanan, Asisten I, Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab, para Kepala Bagian di lingkungan Setda, Camat se-Kabupaten Tabanan atau yang mewakili, serta Ketua PPBI sekaligus sebagai Ketua Panitia.

Tentunya apresiasi sangat baik diberikan oleh orang nomor satu di Tabanan yang hadir dengan penuh semangat. “Saya atas nama pemerintah, sekali lagi mengucapkan selamat atas dibukanya lomba bonsai di Kabupaten Tabanan yang sekaligus dirangkaikan dengan HUT Kota ke-530. Jadi, dilaksanakan dengan penuh kekompakan dan gotong-royong, semangat menggali dana, sponsor hingga akhirnya bisa diselenggarakan dengan baik, artinya management bonsai di Tabanan sudah bisa menunjukkan kemampuan yang luar biasa,” sebut Sanjaya.

Baca Juga  Usung Kebersamaan, Bupati Sanjaya Cek Kesiapan ‘’Karya’’ dan Apresiasi Semangat ‘’Ngayah’’ Pegawai

Pihaknya juga berharap, kedepannya lomba dan pameran seperti ini bisa terus dilakukan dengan lebih semarak, karena telah ikut berkontribusi mengharumkan Kabupaten yang kita cintai. Kehadiran para peserta dari luar pulau juga sebagai ajang untuk memperkenalkan Tabanan ke kancah nasional. Oleh karenanya, bonsai juga dinilai mampu berperan menjadi salah satu penggerak sektor dan perekonomian dari pariwisata Industri kreatif dalam rangka mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Bagi Sanjaya, Bonsai memiliki filosofi yang sangat dalam. Di mana Bonsai, mengapresiasikan keindahan bentuk dahan, daun, batang dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon dianggap bagaikan refleksi cara hidup yang harmonis dengan alam, untuk mencapai kebaikan bersama. “Filosofi karya seni bonsai, penuh dengan ketekunan yang luar biasa, bayangkan pohon yang besar seperti beringin, yang umurnya sampai 500 tahun bisa dikerdilkan seperti ini. Sangat diperlukan talenta dan seni, waktu, ruang dan sebagainya, karena kalau bicara bonsai ini, tak akan ada habisnya. Lihat dari batangnya, bagaimana merangkai batangnya, daunnya, semua ada cerita dan filosofinya,” jelasnya.

Sanjaya berpesan, agar agenda Pameran dan Lomba bonsai bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, dan ikut dirangkaikan dalam HUT Kota, di mana pemerintah dapat turut andil dalam pelaksanaannya. “Jadikan ajang, sehingga punya tempat khusus untuk selalu bisa kita lihat. Tugas kita di Pemerintah adalah untuk memberikan ruang kepada semua komunitas yang kita miliki, sehingga para penghobi yang ada di Tabanan dan yang ada di Bali punya ruang dan tempat untuk ajang memamerkan hobinya, memperkenalkan produknya dan kita juga bisa berinteraksi antar-penggemar,” pesannya.

Baca Juga  Wujud Srada Bhakti ke Masyarakat, Bupati Sanjaya ''Nyaksi Yadnya'' Krama Marga dan Luwus

Imbauannya untuk mengangkat semua potensi ditegaskannya sekali lagi, dengan makna, untuk membawa kebahagiaan bagi semua komunitas di Tabanan. “itu yang dikatakan Bangga Menjadi Orang Tabanan. Itu yang kita maksudkan, karena tugas pemerintah hadir di tengah-tengah komunitas adalah untuk membawa rasa senang dan bahagia,” jelasnya. Hal tersebutlah yang selalu dikomitmenkannya sebagai Pimpinan Daerah, hadir di tengah komunitas dan hadir di tengah rakyat untuk kompak bersatu, bersama-sama membangun Tabanan.

Adapun pembagian kelas bonsai terdiri dari berbagai kategori yaitu kelas utama, kelas madya, kelas pratama, semi pratama, kelas prospek mame, pratama mame, dan kelas prospek small serta kelas pratama small. Dengan jenis bonsai yakni; Ficus, Hokiantea, Anting Putri, Santigi, Sancang, Waru. Dengan dibukanya lomba dan pameran Bonsai ini, Bupati Sanjaya sekaligus berharap, kegiatan ini nantinya tidak hanya bisa menambah kesemarakkan perayaan HUT Kota Tabanan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pembukaan ditandai dengan peletakan Pelakat secara simbolis di pohon Bonsai dan pemotongan pita.

I Wayan Suprananda Putra selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua PPBI menyampaikan, pameran dan lomba ini sangat diminati oleh para penggiat tanaman hias bonsai. Dari yang semula mendatangkan tanaman hanya dari luar Bali, kini sudah bisa diproduksi sendiri. “Besar harapan kami agar pameran ini bisa berlangsung setiap tahun, karena tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi dengan berlangsungnya pameran ini sudah banyak memunculkan petani-petani bonsai yang ada di Kabupaten Tabanan, yang dulu di mana bahan itu didatangkan dari Pulau Jawa, tapi dengan intensnya pameran yang ada di Kabupaten Tabanan, para petani sudah mulai membudidayakan bonsai itu di daerah sendiri,” sebutnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan ‘‘Exit Meeting‘‘ Bersama BPK-RI
Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HOBIIS

Dukung Lomba Mancing, Wawali Terima Audiensi Karang Taruna Kusuma Praja

Published

on

By

lomba mancing Taruna Kusuma Praja
TERIMA AUDIENSI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima audiensi Karang Taruna Kusuma Praja, Desa Padangsambian Klod di Ruang Tamu Wakil Walikota, Selasa (26/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar siap mendukung penyelenggaraan Lomba Mancing Air Deras ke-2 yang digelar Karang Taruna Kusuma Praja, Desa Padangsambian Klod, yang akan digelar serangkaian Hari Kartini, pada 21 April 2024 mendatang.

Hal ini terungkap saat Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi dari Karang Taruna Kusuma Praja, Desa Padangsambian Klod, di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (26/3).

Ketua Panita, Putu Krisna Hermawan mengatakan, lomba mancing ini direncanakan akan dilaksanakan di Bendungan Tukad Mati Umadui, dengan kuota peserta sebanyak 300 orang.

Putu Krisna juga menyampaikan, salah satu hal yang mendasari penyelenggaraan lomba mancing di tahun ini adalah, suksesnya acara dan antusiasme peserta tahun lalu, sehingga pihaknya menimbang untuk mengadakan kembali yang kali ini bertepatan dengan hari Kartini.

“Yang berbeda kali ini kegiatan kami gelar dalam rangka menyambut Hari Kartini. Oleh karena itu kami berkolaborasi dengan PKK Desa Padangsambian Klod untuk turut ikut serta dalam kegiatan memasak olahan ikan lele bersamaan dengan acara Lomba Mancing Air Deras,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, IB Mayun Suryawan merespons positif dan mendukung rencana kegiatan ini.

“Kami selaku Pemerintah Kota Denpasar akan turut serta mendukung kegiatan-kegiatan positif yang ada di masyarakat baik dalam bentuk budaya dan hobi,” katanya.

Arya Wibawa juga berharap lomba ini akan menjadi potensi rekreasi dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Denpasar. Hal ini sejalan dengan salah satu upaya Pemkot Denpasar untuk mengembangkan sektor lainnya di luar sektor pariwisata.

“Kami pun berharap kegiatan Lomba Mancing Air Deras ini akan menjadi wadah rekreasi dan menyalurkan hobi masyarakat, lebih dari itu mengajak masyarakat untuk menjaga keasrian dan kebersihan lingkungannya dalam hal ini lingkungan sungai,” imbuhnya. (eka/bi)

Baca Juga  Usung Kebersamaan, Bupati Sanjaya Cek Kesiapan ‘’Karya’’ dan Apresiasi Semangat ‘’Ngayah’’ Pegawai

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Jaya Negara Buka Kontes Ikan Mas Koki Bali Walikota Cup I

Published

on

By

kontes ikan koki walikota cup bali
KONTES IKAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi Kontes Ikan Mas Koki Bali Walikota Cup I yang digelar di halaman Graha Sewaka Dharma Lumintang, Sabtu (23/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi Kontes Ikan Mas Koki Bali Walikota Cup I yang digelar di halaman Graha Sewaka Dharma Lumintang, Sabtu (23/3).

Kontes Ikan Mas Koki Bali ini diselenggarakan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar berkolaborasi dengan Asosiasi Ikan Mas Koki Bali dalam rangka HUT ke-236 Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan Kontes Ikan Mas Koki Bali yang digelar Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar berkolaborasi dengan Asosiasi Ikan Mas Koki Bali sebagai salah satu komunitas pembudidaya Ikan Mas Koki Bali di Kota Denpasar.

Dikatakannya, kegiatan ini tentunya dapat memberikan manfaat pelestarian budaya dan ekonomi kreatif. Hal ini tidak terlepas dari histori keberadaan Ikan Mas Koki Bali dan cerita Istana Balingkang. Dimana Ikan Mas Koki diceritakan sebagai hadiah dari raja Cina kepada Raja Bali saat itu yang hingga kini dikenal dengan nama Ikan Mas Koki Bali.

“Terdapat tiga manfaat dalam pelaksanaan kontes Ikan Mas Koki Bali yang dapat dirasakan tidak hanya pada pembudidayaan, penyaluran hobi dan ekonomi kerakyatan, disamping itu terdapat cerita dari keberadaan Ikan Mas Koki Bali ini dapat terus disosialisasikan sebagai warisan budaya di Bali, khususnya di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, IB. Mayun Suryawangsa menyampaikan, keberadaan Ikan Mas Koki Bali yang memiliki perjalanan sejarah dan sekaligus saat ini telah menjadi hobi masyarakat Denpasar.  Sehingga pembudidayaan dan hobi mampu memberi nilai lebih pada ekonomi kerakyatan.

“Antusiasme masyarakat terhadap Mas Koki Bali sangat tinggi terbukti dari keikutan peserta dari pecinta tidak saja datang dari Kota Denpasar, namun juga dari luar Kota Denpasar seperti Tabanan, dan Gianyar,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri HUT Ke-23 FORKOT Tabanan

Lebih lanjut Mayun Suryawangsa mengatakan, seiring perjalanan sejarah dan perkembangan, pembudidayaan Ikan Mas Koki Bali menghasilkan warna bervariatif dengan keindahan dan ukuran ekor Ikan Mas Koki Bali yang bisa melebihi ukuran badannya. Hal ini yang menjadi daya tarik masyarakat pecinta Ikan Mas Koki Bali untuk memelihara maupun melakukan budidaya.

Gus Mayun menambahkan, pelaksanaan lomba diikuti sebanyak 200 peserta dengan memperebutkan Juara I, II dan III. Bahkan, melihat tingginya antusiasme peserta, pihak panitia melaksanakan pembatasan peserta untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan kegiatan.

“Saat ini banyak terbentuk komunitas budidaya Ikan Mas Koki Bali di Denpasar, kondisi ini sangat mendukung eksistensi Ikan Mas Koki Bali,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Ratusan Bonsai Dipamerkan Hiasi HUT Kota Singaraja

Published

on

By

pameran bonsai hut singaraja
PAMERAN BONSAI: Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana saat meninjau pameran bonsai yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno Singaraja, Selasa (19/3). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Mewadahi seluruh pencinta bonsai serta mendukung perkembangan ekonomi kreatif khususnya di Kabupaten Buleleng dengan serangkaian memeriahkan HUT ke-420 Kota Singaraja, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) menggelar Pameran Bonsai yang dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana di Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno Singaraja, Selasa (19/3).

Dalam pameran ini digelar mengusung tema “Sudamala Bonsai” yang diikuti sebanyak 570 peserta dan 717 tanaman bonsai dari seluruh Indonesia berlangsung dari tanggal 16 hingga dengan 24 Maret 2024.

Dalam kesempatan ini, Pj. Lihadnyana menyampaikan bonsai tidak sekedar hobi belaka, namun bonsai merupakan sebuah kreativitas yang mampu menggerakkan ekonomi serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Pihaknya juga mengapresiasi digelarnya pameran nasional PPBI tahun 2024 dalam rangka memeriahkan HUT Kota Singaraja. Pihaknya pun berencana akan rutin menggelar acara tersebut di setiap tahunnya dan akan selalu memberikan dukungan penuh.

“Kita mengharapkan acara ini dapat dilaksanakan sebagai salah satu kalender tahunan. Tetapi tentunya dengan peningkatan yang lebih tinggi. Kalau sekarang event nasional yang belum diikuti oleh seluruh provinsi jadi mungkin kedepannya bisa semua ikut bahkan internasional. Kami di pemerintah akan selalu siap mendukung acara seperti ini,” ucap Lihadnyana.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Panitia Pamnas PPBI tahun 2024, Ketut Windu Saputra mengatakan, pemeran bonsai ini sebagai fasilitas bagi para seniman dan penggemar seni bonsai serta juga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif.

“Pameran ini telah diikuti oleh seluruh penggemar bonsai di Tanah Air. Bahkan peserta terjauh berasal dari Provinsi Lampung. Kami berharap kegiatan pameran dan lomba bonsai yang akan berlangsung selama delapan hari ini, dapat berjalan dengan lancar dan aman,” harapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Hari Saraswati, Bupati Sanjaya Harapkan Pendidikan Ciptakan Generasi Unggul Tabanan

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca