Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Sanjaya Hadiri Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Tabanan

BALIILU Tayang

:

Bupati Sanjaya
HADIRI CAP GO MEH: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri undangan Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jl. Melati No. 18, Tabanan, Selasa (3/3). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Menutup rangkaian perayaan Imlek 2026 dengan suasana penuh kebersamaan dan keharmonisan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri undangan Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jl. Melati No. 18, Tabanan, Selasa (3/3). Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPD RI, Anggota DPRD Provinsi Bali, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait serta umat dan masyarakat yang memadati area vihara.

Kehadiran Bupati Sanjaya disambut meriah dengan penampilan Barongsai Pusaka Cattra yang menambah semarak suasana. Kegiatan diawali dengan persembahyangan di altar vihara yang dipandu oleh Biokong sebagai wujud bhakti dan ungkapan syukur atas limpahan berkah serta doa bagi kedamaian bersama. Nuansa merah dan gemerlap lampion yang menghiasi kawasan vihara menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan optimisme menyongsong tahun yang baru.

Dalam sambutannya, Sanjaya menegaskan bahwa Kabupaten Tabanan yang telah dianugerahi Harmony Award memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. “Baik Pemerintah maupun Forkopimda selalu menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Sehebat apa pun sebuah bangsa, tanpa kerukunan tidak akan pernah bisa menciptakan keberhasilan. Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani tidak akan bisa kita capai jika kita tidak rukun dan tidak harmonis,” ucapnya.

Perayaan Cap Go Meh yang sarat makna sebagai bentuk pemujaan kepada Dewa Langit dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa juga membawa nostalgia tersendiri bagi Sanjaya. Ia mengenang masa kecilnya di Kota Tabanan yang kerap menyaksikan kemeriahan Cap Go Meh dalam suasana akrab, lengkap dengan ragam kuliner khas yang mempererat silaturahmi. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum silaturahmi dan rasa syukur yang harus terus kita jaga,” imbuhnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Audiensi dengan Dirjen Migas, Sikapi Kelangkaan Suplai LPG 3 Kg

Lebih lanjut, Sanjaya menyampaikan perayaan Imlek di Tabanan yang kini memasuki tahun ketiga dengan penyelenggaraan yang semakin terbuka dan semarak, menjadi bukti nyata kemajuan pembauran budaya. Ornamen lampion yang menghiasi sudut-sudut kota merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi ekspresi budaya masyarakat Tionghoa. “Dulu saya katakan, ayo tampilkan budayanya. Kita pasang lampion, kita fasilitasi agar menjadi semarak. Pembauran ini penting supaya kita benar-benar menjadi satu keluarga besar. Harmony Award bukan hanya ditempel di dinding, tetapi harus diimplementasikan dalam pembauran yang nyata,” tegasnya.

Sanjaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Tionghoa di Kabupaten Tabanan atas kontribusi dan komitmen dalam menjaga kebersamaan lintas agama. Menurutnya, harmoni antara umat Hindu, Tionghoa, Kristen, dan Muslim di Tabanan merupakan implementasi nyata visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga keharmonisan jagat Bali secara sekala dan niskala. Dengan terpeliharanya harmoni secara sekala dan niskala, Tabanan diharapkan terus menjadi contoh nyata kerukunan dan persaudaraan bagi daerah lain di Bali maupun Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kertayasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan beserta jajaran atas dukungan yang senantiasa diberikan. Ia juga menyampaikan harapan agar di Tahun Kuda ini, Bupati Sanjaya senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Tabanan sebagai kabupaten yang harmonis, toleran, serta mampu mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Menutup rangkaian acara dalam suasana penuh kekeluargaan, Bupati Sanjaya bersama jajaran dan para umat menikmati sajian lontong Cap Go Meh yang menjadi ciri khas perayaan, sembari menyaksikan hiburan musik angklung dan berbagai penampilan seni lainnya. Sajian tersebut bukan sekadar kuliner, tetapi juga mengandung simbol doa dan harapan agar tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, selaras dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga di Tabanan. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dukung Sinergi Krama Wanasari Baleran Membangun Yadnya Ngaben Bersama

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Rangkaian Karya Agung Tawur Balik Sumpah Desa Adat Abiantuwung

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Bungan Desa Ke-64, Bupati Sanjaya Hadir di Lalanglinggah

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Bungan Desa Ke-64, Bupati Sanjaya Hadir di Lalanglinggah

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca