Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan Buka Parade Budaya Nusantara Puri Kukuh Marga

Bupati Rangkul Seniman untuk Terus Berkarya

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., membuka parade budaya ditandai dengan membunyikan alat musik Okokan, Minggu, (16/10) sore. (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Suasana meriah dihadiri oleh ribuan masyarakat menghiasi Parade Budaya Nusantara di Puri Kukuh. Bahkan, kegiatan yang berlangsung di kawasan Puri Kukuh, Desa Kukuh, Marga, Tabanan itu dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., ditandai dengan membunyikan alat musik Okokan, Minggu, (16/10) sore.

Parade Budaya yang digelar pertama kali di Puri Kukuh ini mengambil konsep pemersatuan budaya. Setidaknya terdapat puluhan iring-iringan seni, tradisi dan budaya dari beberapa Agama menyemarakkan pagelaran. Sekitar ratusan seniman dan 26 iring-iringan budaya dari Agama Hindu, Islam, Budha, Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Konghucu yang ditampilkan dalam pagelaran.

Bupati Sanjaya mengatakan, sangat berbangga dan mengapresiasi pagelaran Parade Budaya Nusantara Puri KuKuh Marga yang dirangkaikan dengan prosesi pernikahan anak dari salah satu tokoh Puri Kukuh. “Patutlah kita berikan tepuk tangan, aplaus buat semeton-semeton kita disini,” pinta orang nomor satu di Tabanan dalam sambutannya saat itu.

Turut hadir mendampingi Bupati saat itu, beberapa anggota DPRD Tabanan, yakni Putu Eka Putra Nurcahyadi dan Gusti Komang Wastana, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Marga, Bendesa Adat, Perbekel, Penglinsir dan Tokoh Puri serta tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, Bupati Sanjaya sangat meyakini bahwa dibalik sebuah parade yang meriah sudah barang tentu ada seniman-seniman yang hebat pula didalamnya. Untuk itu, selaku Kepala Daerah, Sanjaya menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada para seniman yang ikut andil dalam Parade Budaya Nusantara ini, begitu juga dalam memajukan budaya Nusantara khususnya Bali dan Tabanan.

“Jadi, Saya dari Pemerintah Kabupaten Tabanan pasti sangat menyambut baik kegiatan ini. Apapun yang kita lakukan di Kabupaten Tabanan pasca Covid ini menuju endemi ini, sangat luar biasa. Karena masyarakat Tabanan sudah rindu, dua setengah tahun kita terbelenggu Covid-19 kita tidak pernah melakukan kegiatan apapun. Alih-alih melakukan kegiatan parade seperti ini, memikirkan diri sendiri kita saja susah,” ungkap Sanjaya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Buka Lomba Mancing ST. Manusmrtti Dauh Pala-Pengabetan di Tukad Yeh Empas

Namun saat itu, Sanjaya juga sangat bersyukur kegiatan Parade maupun kegiatan-kegiatan lainnya terkait seni, adat dan budaya di Tabanan sudah kembali bangkit, bukan hanya sebagai wadah bagi seniman untuk berkarya atau menampilkan karya tetapi juga memberikan hiburan yang kreatif bagi masyarakat. Hal ini dikatakan juga patut menjadi sebuah kebanggaan bagi Desa Kukuh.

“Ini sangat membanggakan, sangat luar biasa. Pasti Pemerintah sangat mendukung program ini, apalagi bulan depan Tabanan akan menyambut HUT Kota Tabanan yang ke-529. Kita juga berharap menampilkan Parade seperti ini, sehingga kita bisa menampilkan seniman-seniman kita, tokoh-tokoh kita, apapun yang kita miliki kita suguhkan nanti dalam rangka HUT Kota,” imbuh Sanjaya.

Bendesa Adat Kukuh, I Gusti Ngurah Artha Wijaya yang juga selaku Tokoh Puri, mengatakan, salah satu konsep yang ditonjolkan dalam parade budaya ini adalah pemersatuan budaya. Hal itu karena parade ini merupakan kumpulan dari beberapa Agama, diantaranya, Agama Hindu, Islam, Bhuda, Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Konghucu yang mempersembahkan total 26 iring-iringan dalam parade ini.

“Harapan tiang sudah jelas, ini merupakan momen yang langka. Kalau bisa seterusnya nanti hajatan ini biar ada nanti tiap tahunnya dan masalah waktu dan tempat, itu silahkan Dinas Kebudayaan yang mengatur nanti. Karena kita kebetulan Puri adalah sumber budaya, momen sekarang ini kita pakai kesempatan untuk memberi contoh untuk pemersatu daripada kita umat beragama,” imbuh Bendesa Adat Kukuh itu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati” Pura Dalem Batu Selem Banjar Tenten

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngeratep Pura Batu Selem
NGERATEP: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri prosesi “Ngeratep” serangkaian Karya Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod, Sukra Kliwon Bala, Jumat (25/9).

Karya ini merupakan salah satu rangkaian upacara Ngodak Sesuhunan Pelawatan Barong Landung di pura setempat.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, khususnya krama pengempon.

“Pelaksanaan yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap, upakara ini dapat memberikan energi dharma yang memancarkan hal positif bagi jagat Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan upacara ini selain sebagai yadnya, juga menjadi upaya dalam melestarikan tradisi Bali yang sangat sakral.

“Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala maupun niskala bagi masyarakat dan umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Manggala Karya, I Wayan Selamet menjelaskan, rangkaian upacara ini telah berjalan sejak 11 September lalu. Ia mengatakan, penyelenggaraan karya ini diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan, serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon Pura Dalem Batu Selem, Banjar Tenten, Desa Pemecutan Kelod.

“Astungkara karya ini dapat terlaksana. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Walikota Denpasar dan tentunya semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan diberikan anugerah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri ‘’Karya Ngenteg Linggih’’ Banjar Adat Dukuh Belong Kerambitan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Ngodak Tapakan“ di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Bupati Badung Tekankan Semangat Kebersamaan

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Serahkan Bantuan Karya Ngodak Tapakan
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana upakara saat menghadiri “Karya Ngodak Tapakan“ Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngodak Tapakan Ratu Gede, Ratu Lingsir, dan Ratu Alit di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem, Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Jumat (25/9).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Perbekel Desa Bongkasa, Bendesa Adat Bongkasa Pertiwi, Angga Puri Ubud, serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga dan gembira dapat hadir bersama Wakil Bupati Badung dalam pelaksanaan karya tersebut. Menurutnya, pelaksanaan karya besar di Desa Adat Karangdalem menjadi momentum penting yang mencerminkan kuatnya nilai spiritual sekaligus kebersamaan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya bersama Bapak Wakil Bupati hadir pada kesempatan yang baik ini untuk memenuhi undangan di tempat ini. Saya merasa bangga dan gembira melihat warga masyarakat di Desa Adat Karangdalem dapat melaksanakan acara atau karya besar seperti saat ini,” ujarnya.

Bupati menyebutkan bahwa pelaksanaan karya tersebut setidaknya menunjukkan dua hal penting. Pertama, merupakan wujud bakti dan rasa syukur bersama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya yang berstana di Pura Dalem Desa Adat Karangdalem.

“Kedua, ini juga menjadi bukti bahwa kita memiliki semangat gotong-royong, sejiwa, sehati, dan kebersamaan seluruh warga, sehingga acara di Desa Adat Karangdalem ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Bupati Adi Arnawa kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mempertahankan semangat kebersamaan tersebut. Menurutnya, persatuan dan gotong-royong merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah, terlebih Kabupaten Badung memiliki sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama perekonomian.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Raih Penghargaan Kualitas Tertinggi dari Ombudsman RI Tahun 2023

“Bagaimana caranya agar kebersamaan seperti ini terus kita jaga dan pertahankan. Karena kita semua sudah mengetahui bahwa Kabupaten Badung mengandalkan sektor pariwisata. Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata, termasuk desa wisata di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi perkembangan Desa Bongkasa dan Bongkasa Pertiwi yang nilainya semakin baik. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kawasan dan aktivitas pariwisata masyarakat.

Salah satu infrastruktur yang tengah diupayakan adalah pembangunan fasilitas pendukung berupa jembatan yang nantinya diharapkan dapat menghubungkan dari Gianyar hingga ke Bongkasa. “Kalau hal tersebut dapat terwujud, saya sangat yakin jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bongkasa akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke sini, secara otomatis pendapatan warga masyarakat kami di Bongkasa juga akan semakin bertambah. Itulah yang selalu kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir dan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan keagamaan. “Saya selaku Pemerintah Daerah Badung tentu akan selalu hadir dan mendukung setiap kegiatan warga di sini. Saya bersama Bapak Wakil Bupati dan jajaran DPRD Badung pasti akan mendampingi dan membantu setiap prosesnya. Apa saja kebutuhan warga di sini, tentu akan kami upayakan dan bantu secara bertahap,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan dana upakara sebesar Rp. 775 juta, diikuti oleh anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp. 10 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Resmikan GOR Debes Tipe B Nasional Berkapasitas 2.500 Penonton

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Buka Lomba Mancing ST. Manusmrtti Dauh Pala-Pengabetan di Tukad Yeh Empas

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca