Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Tabanan Dukung Giat Pembangunan di Sektor Olahraga dan Seni Budaya

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M saat membuka acara Pangkung Karung Kite Festival I, Minggu (2/10). (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Sebagai wujud dukungan yang persisten dari Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap pembangunan di masyarakat baik dalam sektor olahraga, seni budaya serta ragam aktivitas kebersamaan yang positif, ditunjukkan dalam kehadiran Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M pada acara Lomba Mancing STT Bhakti Banjar Jagatamu dan Acara Pangkung Karung Kite Festival I, Minggu (2/10). 

Kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut dihadiri secara berurutan. Mulanya, Bupati Sanjaya membuka Lomba Mancing di Saluran Irigasi Banjar Jagatamu, Meliling, Kecamatan Kerambitan dan dilanjutkan membuka lomba layang-layang di Subak Seronggo, Desa Pangkung Karung Kecamatan Kerambitan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD, I Made Dirga yang kala itu hadir pada acara kedua, bersama dengan para anggota DPRD, perwakilan Anggota DPR RI, Sekda beserta Asisten 2 dan disusul oleh asisten 3, Para OPD terkait, Kapolsek dan Camat Kerambitan, Bendesa Adat serta Perbekel Desa setempat. 

Pelaksanaan kegiatan lomba mancing oleh STT Bhakti Banjar Jagatamu, bertujuan sebagai upaya penggalian dana bagi sarana dan prasarana penunjang olahraga, serta pengembangan seni budaya yang telah tumbuh dan berkembang di lingkungan sekaa teruna, salah satunya yakni pembangunan lapangan voli. Selain itu, kegiatan lomba memancing juga diyakini dapat meningkatkan gizi masyarakat dengan rajin mengonsumsi ikan. 

Bupati Sanjaya dalam hal ini sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan terhadap aktivitas yang positif ini, terlebih, tujuan pelaksanaan tidak terlepas dari keikutsertaan masyarakat dalam menyukseskan program Pemkab Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) melalui program kali/sungai bersih. Sanjaya menegaskan akan terus memberikan support terhadap kegiatan-kegiatan penggalian dana yang positif dan supportif terhadap pembinaan olah raga voli di tingkat daerah. Selebihnya Sanjaya juga berpesan untuk terus berkontribusi dalam menjaga kebersihan sungai di Tabanan. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pelepasan bibit ikan oleh Bupati Tabanan secara simbolis. 

Baca Juga  Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Bupati Tabanan Hadiri Arahan Menpan RB

Lebih lanjut, suasana yang riang gembira menjadi motivasi dalam penyelenggaraan acara-acara yang bersifat membangun tapi masih dalam nuansa yang bersemangat dan menyenangkan. Seperti lomba layang-layang pertama yang digelar di Desa Pangkung Karung ini.

“Kegiatan ini memang sudah dirancang dan sudah melalui forum yang telah mendapat legitimasi dari pekaseh subak, kegiatan ini sudah sangat baik sekali, apalagi habis panen, jadi tadi saya perhatikan hamparan sawah yang luar biasa,” sambut Sanjaya. Pihaknya meyakini hamparan sawah pasca-panen ini menjadi tempat yang sangat strategis untuk penyelenggaraan event-event serupa. 

Melihat potensi pertanian yang sangat baik, tak lupa di kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menghimbau warga Desa Pangkung Karung untuk bersama-sama menamam cabai, apalagi setelah mendapat bantuan dari PKK beberapa waktu lalu. Hal tersebut, ditegaskannya bermanfaat sebagai daya dukung sektor ketahanan pangan sekaligus membantu pemerintah dalam menekan kenaikan inflasi daerah di Bali. 

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kegiatan ini, sebagai salah satu bagian dari pelestarian budaya kita, khususnya lomba layang-layang. Karena kabupaten Tabanan memang memegang teguh tradisi membuat layang-layang,” ujar Sanjaya.

Pihaknya meyakini, dengan ragam penyelenggaraan kegiatan akan membuka kesempatan peningkatan proses ekonomi di sektor lainnya, misalnya para pedagang dan transportasi. 

Sanjaya menekankan, Pemkab Tabanan akan selalu hadir di tengah masyarakat, bagaimana bersama-sama saling bergotong-royong, berinteraksi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).  “Mudah-mudahan Kite Festival yang pertama bisa berjalan dengan baik, dan di sinilah kita juga bisa mewujudkan konsep sebagai orang Tabanan dengan gotong-royong dan menyama braya, banggalah jadi orang Tabanan, Jele Melah Gumi Gelah, Jele Melah Nyama Gelah. Tetap jaga rasa kebersamaan dan persatuan ini, kita wujudkan konsep meliang-liang dengan suasana riang gembira,” imbuhnya. 

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Hadiri Upacara “Ngenteg Linggih” Pura Puseh lan Desa, Desa Adat Labak Suren

Tentunya rangkaian kegiatan di kedua tempat pada hari ini dapat berjalan lancar dengan adanya semangat kebersamaan dan gotong-royong di masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Putu Aryadi selaku ketua panitia Kite Festival, “Konsep di sini adalah kebersamaan dan gotong-royong dan kita kaitkan dengan Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya. Tak luput pihaknya juga sampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta berharap mendapat usulan dari Bupati Tabanan terhadap hal-hal yang mampu membangun Desa Pangkung Karung. Pembukaan acara Kite Festival yang diikuti oleh 390 peserta lomba ini ditandai dengan pelepasan balon dan iringan baleganjur. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Ibu-ibu PKK Kumpulkan Minyak Jelantah Jadi Avtur, Legislator Apresiasi Terobosan Tersebut

Published

on

By

avtur minyak jelantah
KUNKER: Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan dalam Kunjungan Kerja Masa Reses (Kunres) Komisi XII DPR RI ke Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (23/4/2026). (Foto: dpr.go.id)

Yogyakarta, baliilu.com — Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga menjadi energi kembali mendapat perhatian. Minyak jelantah yang dikumpulkan ibu-ibu PKK di Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini diolah di Kilang Cilacap menjadi bahan bakar pesawat (avtur). Hal ini sebagai bagian dari upaya pemanfaatan limbah sekaligus penguatan ketahanan energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menyebut program tersebut sebagai terobosan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat. “Tadi Bapak GM MOR IV menyampaikan bahwa di Semarang, di MOR IV Semarang, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada ibu-ibu dari PKK yang mengumpulkan minyak jelantah ini yang diolah di Kilang Cilacap untuk dijadikan avtur,” ujar Rokhmat Ardiyan usai mengikuti Kunjungan Kerja Masa Reses (Kunres) Komisi XII DPR RI ke Kota Yogyakarta, DIY, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Legislator Dapil Jawa Barat ini menegaskan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah berbahaya kini memiliki nilai tambah ekonomi setelah diolah menjadi energi baru.

“Ini adalah terobosan yang sangat positif, di mana minyak jelantah atau minyak sampah yang bisa menjadi limbah berbahaya, kini diubah menjadi avtur,” jelasnya.

Menurut Rokhmat, keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, menjadi bagian penting dalam rantai pasok ekonomi sirkular. Selain mengurangi limbah rumah tangga, program ini juga berpotensi membuka sumber pendapatan baru di tingkat lokal.

Dengan demikian, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini juga mendorong Pertamina untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga ketersediaan energi nasional, termasuk BBM dan LPG. Hal ini guna memperkuat ketahanan energi Indonesia.

“Harapannya Pertamina meningkatkan kinerja, meningkatkan stok BBM dan LPG, sehingga bisa terwujud ketahanan energi, swasembada energi, dan kemandirian energi,” sebutnya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Resmikan Cocoaland Baturiti, Ekosistem Sejahterakan Petani Tabanan

Program pengolahan minyak jelantah menjadi avtur ini dinilai sebagai contoh nyata sinergi antara masyarakat, BUMN, dan pemerintah dalam mendukung transisi energi berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rakercab Pramuka Buleleng 2026, Fokus Susun Program Adaptif dan Dukung Ketahanan Pangan

Published

on

By

Kwarcab Pramuka Buleleng
RAKERCAB: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, pada Sabtu (25/4/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, pada Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus Kwarcab Buleleng, badan kelengkapan, kwartir ranting se-Buleleng, Dewan Kerja Cabang (DKC), serta Dewan Kerja Ranting (DKR).

Ketua Panitia Rakercab, I Dewa Made Susastra Ginata, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakercab menjadi forum penting untuk memperkuat perencanaan organisasi. Evaluasi program kerja sebelumnya dan penyusunan strategi ke depan menjadi fokus utama.

Ia menjelaskan, Rakercab 2026 mengusung tema penguatan Pramuka Buleleng dalam mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas. Forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan solusi atas berbagai kendala dalam pelaksanaan program.

Dalam pembahasan, peserta dibagi ke dalam empat komisi. Komisi A membahas kebijakan strategis, pendirian lembaga atau badan usaha, tata kelola aset, serta inovasi kwartir. Komisi B fokus pada program bina muda, binawasa, kesakaan, satuan komunitas, dan gugus darma.

Selanjutnya, Komisi C membahas aspek organisasi dan hukum, rencana penelitian dan pengembangan, serta program usaha, aset, kreativitas, dan inovasi. Sementara Komisi D mengulas bidang pengabdian masyarakat, bela negara, serta kehumasan dan informatika.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup Kwarda Bali, I Gede Agus Arjawa Tangkas, menekankan pentingnya transformasi organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kita di pramuka ini hampir setiap hari bertemu lewat zoom, WA group, selalu bicara terkait organisasi yang kita cintai ini. Demi eksistensi organisasi ini, dan tetap relevan di kalangan muda, mau tidak mau kita harus merapat mengikuti digitalisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program kepramukaan ke depan harus mengedepankan prinsip adaptif, kolaboratif, dan responsif. Menurutnya, tantangan seperti persoalan sampah di Bali perlu mendapat perhatian serius dari Gerakan Pramuka.

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan

Selain itu, ia mengingatkan bahwa keterlibatan Pramuka dalam penanganan bencana membutuhkan keterampilan khusus, tidak hanya mengandalkan tenaga dan semangat.

“Karena untuk terjun ke lokasi bencana perlu keterampilan khusus, tidak bisa modal tenaga dan semangat saja, perlu pengetahuan tentang teknik evakuasi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, menegaskan pentingnya Rakercab sebagai forum evaluasi dan perencanaan. Ia menyebut Rakercab 2026 menjadi wadah untuk mensosialisasikan program kerja tahun 2026 sekaligus merancang program kerja tahun 2027.

“Melalui Rakercab 2026 ini adalah wadah demokrasi mensosialisasikan program kerja 2026 dan merencanakan program kerja Kwarcab Buleleng 2027, serta melaksanakan evaluasi terhadap program kerja yang telah terlaksana,” ujarnya.

Pemerintah berharap Rakercab mampu menghasilkan program yang terukur dan sistematis, serta mampu menjangkau lebih banyak anggota Pramuka di Buleleng.

“Karena kami sangat yakin Pramuka menjadi salah satu organisasi yang sangat ideal untuk membentuk generasi muda yang cakap menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Melalui Rakercab ini, Kwarcab Buleleng didorong menyusun program yang inovatif, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanam Mangrove Bersama Jamintel Kejagung dan Kejati Bali, Gubernur Koster Ajak Sinergi Tingkatkan Cakupan Ruang Hijau Bali

Published

on

By

gubernur koster
TANAM MANGROVE: Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Prof. Reda Manthovani dan Kejaksaan Tinggi Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Prof. Reda Manthovani dan Kejaksaan Tinggi Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, serta unsur Forkopimda Provinsi Bali.

Gubernur Koster menyampaikan pentingnya mangrove sebagai benteng alami untuk menjaga ekosistem Bali sekaligus memperkuat daya saing pariwisata global. Ia mengungkapkan bahwa cakupan ruang hijau di Bali saat ini masih berada di angka sekitar 20 persen. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan peningkatan hingga minimal 30 persen, bahkan mencapai 35 persen dalam empat tahun ke depan.

“Bali tidak hanya membutuhkan ekosistem yang baik, tetapi juga karena Bali adalah destinasi wisata dunia, isu lingkungan menjadi sangat sensitif terhadap keberlanjutan pariwisata,” ujarnya.

Bukan Sekadar Memelihara, Tapi Memuliakan

Koster menekankan bahwa upaya penghijauan di Bali tidak sekadar program lingkungan, tetapi berakar kuat pada kearifan lokal yang diwariskan leluhur, yakni konsep Sad Kerthi. Dalam konteks pelestarian tumbuhan dan hutan, ajaran tersebut dikenal sebagai Wana Kerthi, yang dimaknai sebagai upaya “memuliakan tumbuh-tumbuhan”.

“Bukan sekadar memelihara, tetapi memuliakan. Karena tumbuh-tumbuhan, terutama mangrove, adalah sumber kehidupan manusia penghasil oksigen, sumber pangan, sekaligus penjaga keseimbangan alam,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis mangrove dalam menyerap karbon, memperkuat struktur tanah, serta mencegah abrasi pantai yang terus menggerus daratan Bali, baik di wilayah utara maupun selatan.

Saat ini, luas mangrove di Bali diperkirakan sekitar 1.200 hektare di kawasan Denpasar dan sekitarnya, dan lebih luas jika digabungkan dengan wilayah lain seperti Buleleng dan Jembrana. Namun demikian, Koster menilai luasan tersebut masih perlu terus ditingkatkan untuk menahan laju abrasi.

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan

“Daratan Bali terus berkurang akibat abrasi. Banyak lahan kini hanya tersisa sertifikatnya. Mangrove menjadi solusi penting untuk memperluas dan mempertahankan daratan,” jelasnya.

Koster juga mengaitkan gerakan penghijauan dengan momentum budaya lokal seperti Tumpek Wariga, hari suci dalam kalender Bali yang dikhususkan untuk menghormati tumbuh-tumbuhan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanaman tidak harus menunggu hari tersebut, melainkan menjadikannya sebagai spirit berkelanjutan.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga diisi dengan pelepasan puluhan burung seperti cerucuk, kuntul, dan koak sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.

Jamintel Reda Manthovani Puji Kekompakan Era Kepemimpinan Gubernur Koster

Sementara itu, Reda Manthovani menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan pemerintah dan masyarakat Bali dalam menjaga lingkungan di bawah kepemimpinan Gubernur Koster.

“Menanam mangrove bukan hanya memulihkan alam, tetapi juga membentuk karakter diri. Apa yang kita lakukan hari ini akan tertanam dalam memori kita untuk terus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk lain dan memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam, sebagaimana nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur Bali.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora diserahkan secara simbolis kepada komunitas pecinta mangrove di Bali, seperti Mangrove Care Forum, Simbar Segara, dan Mangrove Ranger. Dari jumlah tersebut, 200 bibit ditanam langsung oleh para peserta yang hadir.

Harap Rutinitas Tanam Mangrove Diikuti Instansi Pemerintah dan Swasta Lain di Bali

Koster berharap inisiatif yang digagas Kejaksaan Tinggi Bali ini dapat diikuti oleh berbagai instansi, baik pemerintah daerah maupun vertikal, guna mempercepat pencapaian target luasan hutan dan ruang hijau di Bali.

“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga masa depan Bali ekosistem yang sehat akan mengangkat citra pariwisata kita secara langsung,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Buka Lomba Barong, Bupati Tabanan Harapkan Generasi Muda Sebagai Agen Pelestari Budaya

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca