Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan Dukung Pelaksanaan “Ngaben Massal” Desa Adat Gelogor

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M., saat menghadiri Uleman Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal di Desa Adat Gelogor, Desa Antapan, Senin (25/7). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen untuk selalu mendukung karya di masyarakat, terlebih inovasi dalam membangun baik secara sekala dan niskala, ditunjukkan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M., saat menghadiri Uleman Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal ring Desa Adat Gelogor, Desa Antapan, dan bertempat di Balai Banjar Gelogor, Desa Antapan Kecamatan Baturiti, Senin (25/7).

Usai padatnya rentetan kegiatan selaku Pemerintah Daerah yang berlangsung di awal minggu ini, Bupati Sanjaya tetap menyapa masyarakat dengan bersemangat. Dalam kesempatan itu, Sanjaya juga didampingi oleh Anggota DPRD Tabanan, Asisten II, Camat Baturiti, Para OPD Terkait, Perbekel Desa Antapan, Bendesa Adat Gelogor serta tokoh masyarakat setempat. 

Apresiasi dan dukungan tak hentinya diungkapkan oleh orang nomor satu di Tabanan itu, terutama terhadap dedikasi masyarakat untuk terus melestarikan adat dan budaya pengabenan bersama yang berlangsung setiap 5 tahun sekali ini. Hal itu dibuktikannya langsung saat menghadiri karya yang berlangsung di Baturiti siang hari itu.

“Meskipun jauh tempatnya, buktinya saya hadir di tengah-tengah masyarakat, karena saya sangat mencintai masyarakat di sini, ini salah satu bukti, ketika masyarakat membangun Tabanan kami di pemerintah memberikan dukungan, karena ini pembangunan kita bersama,” ungkapnya. 

Dalam Pitra Yadnya Sawa Prakerti ini, sebanyak 4 sawa, ditambah upacara metatah dengan 8 orang peserta dan 2 orang peserta mepetik, karya yang telah dimulai sejak tanggal 22 Juli lalu rencananya akan berlangsung hingga puncaknya pada tanggal 29 Juli mendatang. Masing-masing sawa menghabiskan biaya pengabenan sebesar 20 juta rupiah per-sawa. Hal ini tentunya sangat lumrah, melihat jumlah KK di Desa Adar Gelogor, Desa Antapan, hanya berjumlah 44 KK. 

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Beri Arahan Terkait Anggaran di Kecamatan dan Kelurahan

Meskipun berjumlah tidak banyak, Sanjaya tetap mengapresiasi semangat gotong-royong warga Desa Adat Gelogor. Pihaknya berharap, pelaksanaan upacara seperti ini agar terus dilaksanakan, karena sudah barang tentu sangat meringankan beban masyarakat dengan biaya yang relatif terjangkau. Pelestarian adat seperti ini, tentunya dapat membantu terwujudnya Visi Tabanan yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) terlebih dalam poin agama, adat dan budaya. 

“3 hal yang krusial dalam upacara yang bisa disebut utamaning utama, upacara yang satwika, yang pertama adalah ketika krama 44 KK ini ngewangun upacara dengan perasaan tulus ikhlas, yang kedua kepuput oleh Sang Sulinggih, baik sane sampun Medwi Jati maupun Sang Sulinggih sampun Eka jati dan kesaksiang oleh Murdaning Jagat. Ini menjadi karya yang Satwika, sesuai dengan sastra agama,” ujar Sanjaya. 

Lebih lanjut, pihaknya berharap, agar semeton Desa Adat Gelogor tetap menjaga rasa kebersamaan, terlebih antara pemerintah dan krama, artinya, walaupun semeton di Gelogor, harus kompak bersatu dengan pemerintah, agar pembangunan tetap satu jalur, sebab pembangunan tidak boleh sepotong-sepotong harus terus berlanjut, baik infrastruktur maupun pembangunan lainnya. “Mari kita bangun bersama-sama, sebab saya tidak bisa membangun sendiri, ngiring sareng-sareng kita bangun dengan rasa keterbukaan dan rasa kebersamaan” imbuhnya. 

Di samping itu, Ngakan Made Suarya selaku Ketua Panitia Pengabenan bersama juga ungkapkan rasa terima kasih karena Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Tabaan menyempatkan untuk menghadiri langsung rangkaian upacara pengabenan Desa Adat Gelogor.

“Upacara sudah dimulai sejaktanggal 22 lalu matur piuning, dilanjutkan ngayah pada tanggal 23, 24,25, di tanggal 27 ngaryanang ulam upakara, di tanggal 28 ini ngaba setra, ngeplugin dan nyiramin dan 29 puncak acara ngelaksanayang pengabenan, tiang sampaikan matur suksema Bapak sampun rauh ke Baturiti,” Made Suarya menyampaikan. (gs/bi)

Baca Juga  Penilaian Satyalancana Pembangunan, Bupati Sanjaya Paparkan Potensi Pertanian Kabupaten Tabanan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Pesamuhan Madya Pekaseh/Kelihan Subak Abian Se-Badung, Sekda Adi Arnawa Harapkan Masyarakat Bangga Jadi Petani

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Beri Arahan Terkait Anggaran di Kecamatan dan Kelurahan

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Sebagai Wadah Promosi Budaya Tradisional, Bupati Sanjaya Hadiri Festival Desa Delod Peken

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca