Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan Hadiri Uleman Pujawali di Pura Luhur Pucak Bukit Puun

BALIILU Tayang

:

pura bukit puun
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. berfoto bersama krama pengempon Pura Luhur Pucak Bukit Puun Desa Adat Soka, Desa Senganan, Kecamatan Penebel Tabanan, Minggu (5/2). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kaulu, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. terus berkomitmen untuk berada di tengah-tengah pembangunan masyarakat. Dalam hal ini menghadiri Uleman Nyaksi Pujawali Ida Bhatara Pura Luhur Pucak Bukit Puun yang bertempat di Payogan Pura Luhur Pucak Bukit Puun, ring Pura Desa, Desa Adat Soka, Desa Senganan, Kecamatan Penebel Tabanan, Minggu (5/2).

Mengajak serta jajaran pemerintah diantaranya yakni, Sekda, Asisten II dan III, Kepala OPD terkait, tokoh masyarakat serta disambut langsung oleh Camat Penebel, Bendesa Adat Soka, Jro Mangku Lanang/Istri serta krama adat setempat, bersama-sama mengikuti persembahyangan dengan khidmat. 

Pemelaspasan yang dibangun berdasarkan gotong-royong krama desa yang berjumlah 288 KK ini, tentunya mendapat apresiasi yang sangat baik dari Bupati Tabanan. Terlebih dalam proses pembangunannya yang sudah rapi terkonsep dan sebelumnya telah didiskusikan langsung oleh pihak pemerintah daerah melalui audiensi. 

“Saya setuju pisan, karena bendesa adat sudah audiensi ke kantor Bupati beberapa waktu lalu dan menyampaikan akan membangun parahyangan ring Pura Pucak Bukit Puun di atas, konsepnya becik pisan. Ini saya setuju, ini sebuah konsep yang bagus, proposal sudah diberikan sehingga perwujudannya nanti saya matangkan dengan dinas-dinas terkait, sehingga tatanan konsep menjadi baik sesuai petunjuk dari Ida Bhatara,” ujar Sanjaya. 

Di kesempatan itu, pihaknya juga menyatakan akan kesiagaannya di Pemerintah Daerah, untuk turut mengonsepkan, membantu apa yang menjadi cita-cita masyarakat, sebab apa pun yang dilakukan semeton di Desa Senganan pastilah memiliki niat yang adiluhung, lascarya dan baik. “Saya yakin kalau niat baik dan tulus ikhlas pasti ada pemargi, ada jalan, kita krama Hindu, tidak pernah ada jalan buntu untuk memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, asal dilandasi dengan hati yang jernih dan tulus,” sambungnya. 

Baca Juga  Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Penyineban” di Pura Agung Lokanatha

Tak lupa Sanjaya juga senantiasa mengingatkan komitmennya selaku Pemerintah Daerah, akan kewajibannya untuk mengayomi dan berada di tengah-tengah masyarakat guna menjaga pelestarian adat, agama dan budaya bersama krama desa adat. “Inilah tugas kita sekarang, bagaimana untuk melestarikan, karena saya yakin semeton tidak akan mungkin bisa membangun sendirian, harus saling terintegrasi,” imbuhnya.

Dalam seluruh pembangunan, baik yang bersifat sekala dan niskala, tak hentinya Sanjaya mengingatkan akan pentingnya kekompakan dan gotong-royong, dan konsep yang saling terintegrasi antara pemerintah desa, dinas, desa adat hingga kabupaten. Sebab tanpa bantuan pemerintah pasti kesulitan akan ditemukan. 

“Maka dari itu saya minta, Jro Bendesa dan tokoh-tokoh untuk bersatu, gunakan asas manfaat antara masyarakat dan pemerintah untuk terus membangun, tetap dijaga persatuan dan kesatuannya,” tekannya, agar selalu kompak dan jangan sampai tidak sejalan dengan Pemerintah.

Bendesa Adat Soka, I Wayan Esiawan yang turut menyambut kedatangan jajaran pemerintah siang itu juga mengaku senang dengan kedatangan Bupati. “Dengan kedatangan Bapak Bupati, mogi upakara pemelaspasan memargi antar, kami menyambut dengan sangat senang kehadiran Bapak Bupati dan jajaran,” ujarnya saat itu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Rahina Suci Tumpek Landep

Published

on

By

tumpek landep
TUMPEK LANDEP: Persembahyangan bersama Rahina Suci Tumpek Landep di Pura Agung Lokanatha yang dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sabtu (18/4). (Foto: Hms Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka Rahina Suci Tumpek Landep, Sabtu (18/4), di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar. Kegiatan ini berlangsung khidmat sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi.

Persembahyangan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang turut mengikuti prosesi pembersihan pusaka keris di pura setempat. Hadir pula Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, Anak Agung Putu Gede Wibawa, jajaran Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan persembahyangan Rahina Suci Tumpek Landep merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Pemkot Denpasar sebagai bentuk peningkatan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, Tumpek Landep juga dimaknai sebagai momentum untuk menyucikan diri, pikiran, serta segala sarana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Jaya Negara berharap melalui pelaksanaan upacara ini, seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat ketajaman pikiran (landep) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Jaya Negara juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai spiritual dan budaya lokal sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana.

“Melalui Tumpek Landep ini, kami berharap seluruh komponen masyarakat, khususnya jajaran Pemkot Denpasar, dapat terus meningkatkan kualitas diri, serta menjaga keharmonisan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Kompyang Beji dari Griya Beji Taman Santi, Sanglah, Denpasar Barat.

“Persembahyangan bersama ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan keharmonisan antarpegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pujawali Pura Agung Jagatnatha, Walikota Jaya Negara Laksanakan Persembahyangan Bersama

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung “Nodya Karya Maligia Punggel“ di Griya Agung Banjar Aseman

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri “Karya Maligia Punggel” yang dirangkaikan dengan “nyekah” massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai sida purna.

“Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pelestarian adat dan budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu meringankan beban sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sasaran serta diawasi bersama. “Pelaksanaan nyekah massal ini tidak hanya memberikan keringanan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan gotong-royong, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, tiyang selaku murdaning jagat Badung akan terus mendukung kegiatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya sembari mengajak dan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang dipusatkan di Bale Peyadnyan Tegal Suci ini berlangsung secara bertahap sejak 3 Maret 2026, diawali dengan matur piuning, hingga mencapai puncak karya pada 16 April 2026, dan ditutup pada 17 April 2026 dengan rangkaian pralina puja, nganyut, sangkud, serta nilapati. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan sekitar 63 pengiring serta dukungan swadaya krama.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi ‘’Pemelaspasan Setra’’ Banjar Adat Kalanganyar Desa Sudimara

Sementara itu, Perbekel Abiansemal sekaligus panitia, Ida Bagus Bisma Wiratma, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta kekompakan krama Banjar Aseman. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan biaya upacara mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pelaksanaan secara massal menjadi solusi yang efektif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat membantu krama sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadisdukcapil I Nyoman Rudiarta, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Abiansemal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri “Karya Atma Wedana” dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri “Karya Atma Wedana“ dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Parikrama Tigang Sasih dan Mapetik Mejaya-jaya serangkaian Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4), dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Griya Buduk.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya suci tersebut serta mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi dukungan pendanaan dari Desa Dinas, Desa Adat, serta LPD Desa Adat Padonan.

“Sebagai pratisentana, kita memiliki kewajiban melaksanakan yadnya sebagai wujud bakti kepada leluhur. Saya berharap Desa Adat Padonan dapat terus mandiri dan mampu menjaga tradisi di tengah perkembangan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh krama desa untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengurai kemacetan dengan membangun ruas-ruas jalan baru di lokasi strategis guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padonan, I Made Sutarma, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta undangan lainnya. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah diawali dengan upacara Ngerit (Ngelungah) pada 31 Maret 2026.

Karya Atma Wedana ini merupakan program Desa Adat Padonan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yang bertujuan menjaga tradisi leluhur, sima dresta, serta memperkuat kebersamaan dan semangat gotong-royong. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meringankan beban krama desa dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2022. Meski sesuai jadwal berikutnya akan digelar pada 2027, namun dimajukan ke tahun 2026 karena adanya rencana pembangunan karya di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padonan.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi ‘’Pemelaspasan Setra’’ Banjar Adat Kalanganyar Desa Sudimara

Adapun pendanaan kegiatan bersumber dari Rp 900 juta dana Desa Dinas, Rp 200 juta dari Desa Adat, serta sisa hasil usaha LPD Desa Adat Padonan. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan karya tahun ini tidak membebankan biaya kepada krama desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Majelis Madya dan Majelis Alit Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta krama Desa Adat Padonan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca