Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Tabanan Pimpin Parade Nusantara Festival Imlek dan Cap Go Meh 2575

Ribuan Masyarakat Ramaikan Jalanan di Tabanan

Loading

BALIILU Tayang

:

Parade Imlek tabanan
PARADE: Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, didampingi oleh seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, hadiri Parade Nusantara Festival, Minggu (18/2). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Keunikan Parade Nusantara Festival dalam merayakan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2575 mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Tabanan. Kegiatan yang melibatkan berbagai suku dan etnis di Kabupaten Tabanan tersebut, dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E., M.M, didampingi oleh seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, berlangsung meriah dan penuh suka cita, Minggu  (18/2).

Saat itu iringan parade dimulai dari Vihara Dharma Chattra, dipandu oleh pemeran tokoh Guru Tong Sam Cong dan muridnya Sun Go Kong, Cu Pat Kai dan Sha Wu Ching, menuju Jalan Gajah Mada dan diakhiri di Taman Bung Karno Tabanan. Nampak iringan barisan yang terdiri dari Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan dan Istri, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan diwakili salah satu anggota, Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD serta Camat se-Kabupaten Tabanan, Dewan Pakar INTI Bali beserta para pengurus, tokoh-tokoh masyarakat hingga para ASN, mengikuti parade dengan antusias.

Perayaan Tahun Baru Imlek ini, diharapkan mampu menjadi tonggak sejarah baru bagi generasi ke depan, meskipun parade khusus ini baru pertama kalinya dilakukan di Provinsi Bali. Namun, kontribusi dan solidaritas dari seluruh Pejabat Daerah dan masyarakat turut larut dan meliang-liang bersama. Spirit Baru dan Bhinneka Tunggal Ika ini, menjadi representasi dari Pemerintah Daerah dalam menempatkan semua nilai budaya dari berbagai etnis yang selaras dengan kehidupan sosial masyarakat yang ditempatkan pada posisi yang terhormat.

“Kita bisa lihat pada hari ini, semua saudara kita Tionghoa terlihat tersenyum dan tertawa gembira bisa merayakan hari raya dengan penuh suka cita. Demikian juga nantinya jika ada perayaan budaya dari etnis maupun komunitas lainnya, kami tentunya akan sangat terbuka. Sungguh sangat luar biasa,” ucap orang nomor satu di Tabanan sore itu.

Baca Juga  Festival Harmoni Imlek: Perayaan Keberagaman di Era Pembayaran Digital

Bagi Sanjaya, spirit yang dibangun oleh Pemerintah Daerah di Era Jaya-Wira ini adalah spirit penghargaan terhadap keberagaman, dimana perbedaan yang dimiliki adalah sebuah berkah, keberagaman dan keniscayaan.

Untuk itu, pimpinan kebanggaan Tabanan tersebut, mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat selalu membangun kesadaran kemanusiaan. Tinggalkan pikiran-pikiran sempit berbasis etnis, suku dan agama, selagi lahir dan hidup di tanah Tabanan. Ditegaskannya semua adalah saudara, Vasudeva Kutumbakam. Sejarah juga telah mencatat dengan begitu apik, terkait akulturasi budaya dan kekerabatan orang Tionghoa dengan orang Bali sebagai bukti bahwa kita semua ini pada dasarnya adalah bersaudara dan harus selalu harmonis.

“Ayo jadikan kota Tabanan adalah rumah besar kita, bangun rumah ini dengan pondasi kebersamaan dan spirit jele melah, nyame gelah. Di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung, di manapun kita, harus kita bersatu padu membangun Tabanan yang kita cintai,” sebutnya penuh semangat. Dengan harapan keberlangsungan acara yang digelar saat ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Sanjaya juga berpesan agar kegiatan serupa kedepannya bisa menjadi ikon serta wadah berkreasi bagi semua komponen masyarakat, khususnya di Tabanan.

Meriahnya parade yang dimulai sore hari itu, dipandu oleh murid-murid Tong Sam Cong, dihiasi dengan berbagai iringan drumband, barisan dewi, penari sugriwa, barongsai dan Naga/liong, barong bangkung, pertunjukkan wushu, pasukan tombak, parade cece dan koko, adrah, parade cheongsam, hingga kuda lumping. Ragam hiburan juga tak kalah ramai menghiasi seperti kolaborasi pertunjukan barongsai, barong bangkung, kuda lumping dan tombak heidung/sumba, penampilan angklung, tari toraroret, tari dinding pemisah, adrah, wushu genta dewata, pertunjukkan lagu solo, line dance, pertunjukkan mandolin, lagu mandarin hingga tarian kreasi Bali. Tak ketinggalan, festival juga dilengkapi dengan hidangan lontong Cap Go Meh sebanyak 2.000 porsi yang melambangkan kebersamaan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Catta

Di kesempatan itu, Ferijanto Chonie selaku Ketua Indonesia Tionghoa (INTI) PC Tabanan menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan support yang terus diberikan Pemerintah dalam hal ini Bupati Tabanan dalam pelaksanaan kegiatan. Rangkaian acara diisi dengan parade budaya di sekitaran Kota Tabanan, dan dilanjutkan dengan acara kesenian serta pembagian lontong Cap Go Meh kepada para undangan, dimana Bupati, Wakil Bupati nampak sangat menikmati hidangan. Pihaknya juga berharap, kegiatan ini bisa terus berlangsung di waktu mendatang.

“Rasa bangga dan terharu warga Tionghoa pada hari yang bersejarah ini bisa melaksanakan festival Imlek dan Cap Go Meh untuk pertama kalinya di Kota Tabanan. Berkat dukungan Pemerintah Daerah dan jajaran serta seluruh masyarakat yang cinta damai. Mimpi kami mengadakan acara ini bisa terlaksana dengan baik dan rahayu, luar biasa. Ribuan lampion yang berwarna merah menghiasi kota Tabanan, mencerminkan penerangan, keindahan, kemakmuran dan kebahagian. Demikian juga pintu gerbang yang berdiri kokoh menyambut warga Tabanan menuju kemakmuran,” imbuh Ferijanto Chonie. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Tabanan Tegaskan Semangat Persatuan dan Nasionalisme

Published

on

By

hari lahir pancasila
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (1/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 tersebut berlangsung di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (1/6).

Upacara dihadiri oleh Ida Cokorda Anglurah Tabanan, perwakilan Rindam X/Udayana, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten Setda, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, para camat se-Kabupaten Tabanan, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, serta peserta upacara lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia.

Menurut amanat yang dibacakan, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” merupakan penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Wabup Dirga menyampaikan bahwa sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Ia juga menekankan bahwa Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sementara nilai musyawarah dan mufakat menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Lebih lanjut disampaikan, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Baca Juga  Personel Polres Klungkung Amankan Kegiatan Perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Dharma Ratna

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” demikian petikan amanat yang dibacakan.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda sebagai penjaga masa depan, diajak menjadikan Pancasila sebagai living ideology.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” ujar Dirga saat membacakan amanat.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, semangat persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memberikan penghargaan kepada para anggota Purna Paskibraka Tahun 2025 beserta pelatih dan tim kesehatan. Wabup Dirga menyampaikan bahwa sertifikat yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan bukti autentik dari komitmen, kedisiplinan, dedikasi, serta kerja keras yang telah ditunjukkan selama masa bakti. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pengingat akan tanggung jawab moral yang mereka emban sebagai generasi penerus bangsa.

Selain itu, Pemkab Tabanan juga melepas putra-putri terbaik daerah yang akan mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bali dan tingkat nasional tahun 2026. Dalam amanatnya, Dirga memberikan motivasi kepada para peserta agar berjuang dengan penuh semangat dan membawa nama baik Tabanan di tingkat yang lebih tinggi.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memberikan penghargaan kepada 42 orang PNS yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai tanggal 1 Juni 2026. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus ucapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan dalam mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Ramah Tamah Perayaan Cap Go Meh

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang mengangkat tema “Kawya Atma Kerthi – Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator”. Tema tersebut mengandung makna bahwa semangat perjuangan Bung Karno harus terus hidup dalam jiwa, karya, dan pengabdian seluruh masyarakat kepada bangsa dan negara. Semangat gotong royong, nasionalisme, persatuan, serta keberanian membangun Indonesia, khususnya Tabanan, diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini. Pembukaan resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 ditandai dengan pelepasan balon ke udara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila 2026

Published

on

By

hari lahir pancasila
PIMPIN APEL: Wabup Bagus Alit Sucipta saat memimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, memimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Senin (1/6). Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), K.H. Yudian Wahyudi, dalam pidato yang dibacakan Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan, peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum merefleksikan dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tema tahun ini menegaskan nilai luhur Pancasila penting untuk menjaga persatuan bangsa dan menjadi landasan mewujudkan perdamaian dunia.

“Pancasila telah terbukti menjadi pedoman yang mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan zaman yang terus berubah, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang beragam namun tetap bersatu. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku bangsa, Indonesia menunjukkan bahwa keragaman dapat menjadi kekuatan jika dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila. Karena itu, Pancasila harus terus menjadi pedoman moral dan arah bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia,” ujarnya.

Seusai acara, Wabup Bagus Alit Sucipta menyatakan bahwa Pemkab Badung memaknai Pancasila dengan mengimplementasikan Sila Kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Wujud nyatanya berupa optimalisasi pelayanan publik dan pemberian bantuan sosial menjelang hari raya keagamaan bagi seluruh umat beragama di Kabupaten Badung.

“Itu salah satu adalah pemberian Bantuan merata untuk seluruh agama yang ada di Kabupaten Badung. Dari agama Hindu, agama Islam, dan seluruh agama yang ada di Kabupaten Badung. Itu salah satu bentuk kami mengimplementasikan Pancasila sebagai ideologi bangsa di Indonesia. bagaimana Pancasila menjadi bintang pemersatu atau bintang penuntun daripada generasi muda. Mari kita benar-benar dari sila satu sampai sila kelima, kita benar-benar bisa implementasikan dan tidak lanjuti, khususnya di generasi muda yang ada di Kabupaten Badung,” katanya.

Baca Juga  Ritual Imlek 2575 Digelar di Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada

Apel ini turut dihadiri Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti beserta para Wakil Ketua dan anggota DPRD, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Kepala Instansi Vertikal, Direktur Perumda, Ketua TP. PKK Badung beserta jajaran organisasi kewanitaan, TNI/Polri, dan para ASN di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Hari Lahir Pancasila, DWP Badung Jenguk ASN yang Sakit di RSD Mangusada

Published

on

By

dwp badung
JENGUK ASN: Penasehat DWP Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama Ketua DWP Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba saat menjenguk ASN, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Memperingati Hari Lahir Pancasila, Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama Ketua DWP Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba, menggelar aksi sosial dengan menjenguk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang menjalani perawatan medis, Senin (1/6).

Rombongan DWP Badung mengunjungi lima orang ASN yang sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada akibat penyakit berat, seperti gagal ginjal, kanker, dan stroke. Selain di rumah sakit, kunjungan kasih ini juga dilanjutkan ke kediaman salah satu ASN di Jalan Kebo Iwa, Lingkungan Padangsambian Kaja.

Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata organisasi terhadap para abdi negara yang sedang diuji kondisi kesehatannya.

“Ini adalah wujud nyata keberadaan kita sebagai Dharma Wanita Persatuan. Kita peduli, hadir, dan tidak pernah melupakan para ASN di Kabupaten Badung, baik saat mereka sedang berkarya maupun saat sedang membutuhkan perhatian dan dukungan,” ujarnya usai kunjungan.

Ia menambahkan, momen peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni menjadi waktu yang tepat untuk mengamalkan sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Menurutnya, saling menguatkan dan meringankan beban sesama adalah esensi dari nilai luhur Pancasila.

“Para ASN ini telah memberikan pengabdian terbaiknya untuk daerah dan masyarakat Badung. Sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir memberikan dukungan di saat mereka sedang berjuang memulihkan kesehatan. Semoga perhatian ini menjadi pemantik semangat agar mereka lekas sembuh,” tambahnya.

Kunjungan ini turut didampingi oleh Direktur RSD Mangusada, dr. I Wayan Darta, beserta jajaran medis dan staf rumah sakit. Pihak rumah sakit menyambut baik aksi sosial ini karena dinilai berdampak positif bagi psikologis pasien. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh DWP Kabupaten Badung. Ia menyebut dukungan moril dari organisasi sangat membantu proses pemulihan pasien.

Baca Juga  Festival Harmoni Imlek: Perayaan Keberagaman di Era Pembayaran Digital

“Dukungan psikologis seperti ini sangat berharga nilainya bagi pasien dan keluarga. Hal ini juga menjadi motivasi bagi kami tenaga medis untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Badung, termasuk para abdi negara,” katanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca