Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

‘’Capacity Building’’ Media 2021 di Singaraja, Wartawan Cerdas Hindari Dampak Besar Ekonomi

BALIILU Tayang

:

de
CAPACITY BUILDING: Pelaksanaan Capacity Building Media tahun 2021, Kamis, 7 Oktober 2021 di Singaraja. Hadir dalam acara pembukaan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, narasumber Kepala Biro LKBN Antara Bali M Ya’Kub dan Kepala Biro Bisnis Indonesia Bali Feri Kristianto.

Buleleng, baliilu.com – Ada tiga wilayah yang memerlukan kecerdasan dari seorang wartawan dalam mengelola isu/ekonomi saat menulis sebuah berita. Pasalnya, jika tidak berbekal kecerdasan atau tidak ekstra hati-hati maka akan bisa menimbulkan dampak besar, khususnya pada sektor ekonomi. Tiga wilayah tersebut adalah wilayah konflik, wilayah bencana dan wilayah pariwisata.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro LKBN Antara Bali M Ya’Kub saat menyampaikan materi ‘’Mengelola Isu/Ekonomi dalam Pemberitaan’’ pada acara Capacity Building Media tahun 2021, Kamis, 7 Oktober 2021 di Singaraja. Hadir dalam acara pembukaan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, narasumber Kepala Biro Bisnis Indonesia Bali Feri Kristianto, dan peserta Capacity Building dari media lokal Bali.

M Ya’Kub menyontohkan dampak besar yang bisa ditimbulkan dari sebuah pemberitaan ketika terjadi erupsi Gunung Agung beberapa tahun lalu, dimana berita ‘’Gunung Agung di Bali Mengalami Erupsi’’ kemudian menimbulkan penutupan Bandara Ngurah Rai yang akhirnya berdampak besar pada ekonomi Bali. ‘’Kalau saja sedikit memikirkan dengan melokalisir risikonya, misal ‘’Gunung Agung di Karangasem Alami Erupsi’’, tentu dampaknya akan lain karena Karangasem tidak semendunia nama Bali. Oleh karena itu, seorang wartawan harus berhitung dampak ekonomi dari pemberitaan,’’ ujar Ya’Kub.

Namun, jurnalis senior ini tidak menampik bahwa fakta harus ditulis. Tetapi lanjut sepatutnya mencari solusi mengenai fakta tersebut. Ia menyontohkan kembali begitu ada kasus Covid-19 atau fakta ditulis berikutnya bagaimana satgas menangani kasus Covid ini, profesionalisme penanganannya, dan seterusnya. Karena wartawan dalam wilayah pariwisata semestinya kerja ekstra hati-hati, lebih memandang kepentingan Bali, tidak saja melihat kerja keras pemerintah daerah, satgas Covid atau seluruh komponen yang ada, tetapi fokus untuk Bali yang juga berdampak kepada media atau wartawan itu sendiri.

Dalam pandangan Ya’Kub, isu adalah masalah yang belum ada pemecahannya. Jika isu ini dibiarkan maka akan menimbulkan dua dampak baik bisa mengakibatkan krisis dan bisa menjadi infodemik di media sosial. Ada lima tahapan untuk memanajemen sebuah isu seperti yang dicetuskan W Howard Chase & Barry Jones yakni mengidentifikasi isu, menganalisa isu, strategi respons, aksi atau kebijakan sesuai strategi dan evaluasi.

Ia menguraikan identifikasi isu memilah yang perlu segera ditangani, analisa isu bagaimana melihat isu sebagai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Kemudian bagaimana strategi merespons baik melakukan perlawanan, beradaptasi atau menyesuaikan diri dan dinamis penggabungan antara reaktif dan adaptif.

Respons, kata Ya’Kub sangat tergantung kasus, jika kasus besar harus melawan. Misal kasus pembobolan bank, dan yang efektif menyelesaikan kasus tersebut mesti orang besar, paling tidak direkur utama. Terakhir melakukan evaluasi, dimana semakin lama isu dibiarkan, justru pilihan solusinya semakin sedikit, sementara beayanya akan makin besar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Bali Feri Kristianto memandang sinergitas antara komunikasi humas dan wartawan menjadi simbiose serta relasi yang saling berkaitan.

“Jadi pola komunikasi menjadi penting sebelum menulis berita dan saat ada isu krusial atau penting, dimana peran tokoh-tokoh tinggi di pemerintah dapat menangkal isu, dan memberi klarifikasi prioritas dalam penanganannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menilai pemberitaan yang positif amat penting memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Semisal kini ada rencana pembukaan pariwisata pada 14 Oktober, sangat serius digarap pemerintah sekaligus mempersiapkan aturan open border.

“Saat ini masih terus dibahas pemerintah (pariwisata internasional dibuka-red), apalagi sedang berkembang UMKM di masyarakat. UMKM yang peduli dengan lingkungan dan fashionable itu yang akan banyak dicari. Selain itu, di Bali akan banyak agenda ke depannya, tidak terkecuali pertemuan G20, pekerjaan menanti menyambut tamu negara-negara besar dan berkembang dalam sektor ekonomi yang berpengaruh di dunia,” tandasnya. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pansus DPRD Badung Gelar Rapat, Masukkan Unsur Budaya Bali dalam Ranperda Ormas

Published

on

By

ranperda ormas badung
RAPAT PANSUS: Panitia Khusus (Pansus) inisiatif DPRD Kabupaten Badung saat menggelar rapat kedua dalam upaya mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang digelar di Ruang Gosana II Kantor DPRD Badung pada Senin, 20 April 2026. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Panitia Khusus (Pansus) inisiatif DPRD Kabupaten Badung pada Senin, 20 April 2026 menggelar rapat kedua dalam upaya mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Pansus menekankan pentingnya sinkronisasi antara regulasi nasional dengan kearifan lokal Bali.

Rapat yang digelar di Ruang Gosana II Kantor DPRD Badung tersebut, dipimpin Ketua Pansus I Gusti Lanang Umbara juga dihadiri Wakil Ketua Pansus I Made Ponda Witawan, Sekretaris Pansus I Wayan Puspa Negara dan Anggota Pansus di antaranya I Made Rai Wirata, I Wayan Sandra, I Putu Sika Adi Putra, I Made Yudana, I Made Tomi Martana Putra, serta I Putu Dendy Astra Wijaya. Turut hadir OPD terkait, Tim Penyusun Naskah Akademik, Tim Ahli Komisi dan Tim Ahli Bapemperda.

Ketua Pansus I Gusti Lanang Umbara menyatakan bahwa regulasi ini bertujuan untuk memastikan peran Ormas sejalan dengan program pembangunan daerah. Ia menegaskan agar keberadaan Ormas tidak justru mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Badung.

Lanang menyebutkan Bali hanya memiliki sektor pariwisata, terlebih khusus sektor pariwisata itu 80%-nya ada di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, pariwisata itu perlu keamanan dan kenyamanan. Sehingga sangat urgent sekali membentuk ranperda tentang pemberdayaan Ormas ini.

“Kita tidak ingin organisasi kemasyarakatan yang tujuannya membantu Pemerintah justru melakukan hal-hal yang tidak diinginkan sehingga mengganggu stabilitas,” ujar Lanang Umbara.

Lebih lanjut, Lanang menjelaskan bahwa penyusunan Ranperda ini wajib berlandaskan pada undang-undang yang lebih tinggi. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai penerapan prinsip Tri Hita Karana dan kearifan lokal sebagai syarat pendaftaran maupun rekomendasi berdirinya sebuah Ormas di Badung.

“Jangan sampai Ormas yang berdiri di Badung tidak mengenali budaya dan kehidupan sosial kita. Jika tidak selaras dengan kearifan lokal, potensi benturan dan gesekan akan besar. Inilah yang kita sinkronisasikan,” katanya.

Selain aspek pendaftaran, Pansus juga menyoroti pengaturan sanksi bagi Ormas yang melanggar ketentuan.

Selain merujuk pada PP No. 58 tentang sanksi pembekuan hingga pembubaran, Perda ini nantinya akan memasukkan komponen pelanggaran terhadap kearifan lokal sebagai salah satu dasar pemberian hukuman (punishment).

Melalui regulasi ini, DPRD Badung berharap Ormas dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah yang harmonis dengan adat dan budaya Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia

Published

on

By

Presiden Prabowo
PENGARAHAN: Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Magelang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. Acara KPPD ini mengusung tema “Memperkuat peran pimpinan DPRD provinsi/kabupaten/kota guna mendukung Asta Cita menyongsong Indonesia emas 2045.”

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan laporan dari Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia, TB. Ace Hasan Syadzily mengenai pelaksanaan dan tujuan penyelenggaraan KPPD tahun 2026.

“KPPD ini telah berlangsung lima hari Bapak Presiden, sejak tanggal 15 sampai dengan esok hari tanggal 19 April 2026, bertempat di Lembah Tidar Akademi Militer Magelang, tempat para pemimpin nasional ditempa dan digembleng, yang dihadiri oleh 503 Ketua DPRD,” ucap Gubernur Lemhanas.

Setelahnya, turut ditayangkan video dokumentasi kegiatan KPPD yang menggambarkan proses pembelajaran, pembinaan kepemimpinan, serta dinamika interaksi antarpeserta selama mengikuti program.

Dalam pengantar arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Negara didasarkan pada pertimbangan peran strategis dari Ketua DPRD. Forum ini juga menjadi momentum bagi Presiden untuk menyampaikan pandangannya secara langsung kepada para pemimpin legislatif daerah.

“Setelah saya mengetahui bahwa di sini adalah seluruh Ketua DPRD seluruh Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung,” ujar Presiden Prabowo.

Bukan hanya sebagai Kepala Negara, tetapi Presiden Prabowo berbicara sebagai sesama anak bangsa. Presiden menyoroti keberagaman latar belakang para peserta, mulai dari daerah asal, suku, pendidikan, hingga partai politik sebagai kekuatan yang menyatukan dalam semangat kebangsaan.

“Sebagai anak bangsa, hari ini saya ingin bicara dari hati ke hati, saya ingin bicara apa adanya,” tutur Kepala Negara.

“Saya berpendapat sebagai anak bangsa, sebagai patriot, karena saya datang ke sini, saya jumpa saudara-saudara dengan satu praanggapan bahwa kita semua di tenda ini adalah patriot,” lanjutnya.

Melalui forum ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan di pusat, tetapi justru bertumpu pada kepemimpinan yang solid, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat di seluruh daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Kembang Padukan Pembangunan Infrastruktur dan Edukasi Sampah Berbasis Sumber di Baler Bale Agung

Published

on

By

Pemkab Jembrana
TINJAU RENCANA PROYEK: I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), saat meninjau langsung rencana proyek perbaikan jalan di ruas Jalan Kuburan Cina, Kelurahan Baler Bale Agung, Senin (20/4). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mempercepat peningkatan infrastruktur wilayah sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan berbasis masyarakat. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), melakukan peninjauan langsung terhadap rencana proyek perbaikan jalan di ruas Jalan Kuburan Cina, Kelurahan Baler Bale Agung, Senin (20/4).

Proyek peningkatan jalan sepanjang 600 meter ini akan menggunakan pengaspalan jenis hotmix. Pengerjaan fisik dijadwalkan mulai berjalan pada awal Juni 2026 dengan memanfaatkan alokasi anggaran sebesar Rp 900 juta yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.

Dalam tinjauannya, Bupati menekankan pentingnya aspek teknis untuk kenyamanan pengguna jalan. Rencananya, jalan yang semula hanya memiliki lebar 3,5 meter akan ditingkatkan menjadi 5 meter melalui teknis penutupan saluran drainase menggunakan plat beton di titik-titik kritis. Hal ini dilakukan guna memastikan aksesibilitas kendaraan roda empat tetap lancar saat berpapasan.

“Pembangunan infrastruktur ini harus diimbangi dengan kepedulian lingkungan. Saya mengajak masyarakat agar rutin melaksanakan gotong-royong agar kawasan ini tetap asri dan terawat,” tegas Bupati di sela-sela peninjauan.

Usai meninjau lokasi infrastruktur, Bupati dan Wabup Ipat melanjutkan agenda dengan kegiatan ngampik (berkunjung) ke salah satu rumah warga sekitar. Dalam suasana kekeluargaan yang hangat, Bupati tidak hanya berdialog mengenai kondisi infrastruktur, tetapi juga memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.

Bupati mengajak warga untuk mulai disiplin memilah sampah dari rumah tangga. Langkah ini kata Bupati penting mengingat kemajuan fisik daerah harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis masyarakat khususnya persoalan sampah.

“Kesuksesan pembangunan jalan ini tidak akan lengkap tanpa lingkungan yang bersih. Dengan memilah sampah dari sumbernya, kita tidak hanya menjaga kebersihan di Baler Bale Agung, tapi juga membantu keberlanjutan lingkungan di seluruh Kabupaten Jembrana,” tambahnya.

Melalui perpaduan pembangunan fisik dan penguatan kesadaran masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap kualitas hidup masyarakat di tingkat lingkungan dapat meningkat, mendukung program kebersihan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca