Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Cegah Stunting, TP PKK Kota Denpasar Selenggarakan Posyandu Paripurna di Kecamatan Denpasar Barat

BALIILU Tayang

:

Cegah Stunting
Cegah Stunting, TP PKK Kota Denpasar saat menyelenggarakan Posyandu Paripurna di Kecamatan Denpasar Barat, Jumat (24/6). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai titik tolak momentum penggiatan gerakan Posyandu, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Denpasar menggelar Posyandu Paripurna di Kecamatan Denpasar Barat bertempat di Banjar Buana Indah, Kelurahan Padangsambian, Jumat (24/6). Posyandu Paripurna ini menyasar pelayanan kesehatan bagi kalangan masyarakat di segala lapisan usia, yakni balita, ibu hamil, dan juga Lansia. Layanan berbasis kesehatan masyarakat ini juga ditujukan sebagai salah satu upaya untuk pencegahan stunting bagi balita yang kini sedang gencar ditanggulangi.

Pada kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny Sagung Antari Jaya Negara yang berhalangan hadir karena harus menghadiri acara di tempat lain, diwakili Istri Wakil Walikota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa yang didampingi oleh Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, Sekertaris Dinas PMD Tresna Yasa, Lurah Padangsambian I Ketut Artika, dan juga dari pihak sponsor Ketua DPD PPNI Kota Denpasar I Ketut Sudiarta.

Dalam sambutan tertulis Ketua TP PKK Kota Denpasar yang dibacakan oleh Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan, kegiatan Posyandu yang digelar oleh TP PKK Kota Denpasar ini didukung dengan pola integrasi layanan Bina Keluarga Balita (BKB). Integrasi layanan BKB ini menekankan pada pada pembangunan manusia sejak dini, baik fisik maupun mental, intelektual, sosial dan moral.

“Selain itu Layanan Posyandu ini adalah juga hasil sinergitas dengan dinas kesehatan untuk memberikan pendampingan kesehatan secara penuh dan rutin selama 3 bulan di masing- masing lokasi Posyandu Paripurna,” kata Ny. Ayu Kristi.

Dalam sambutan itu dikatakan juga, Posyandu sebagai Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) bisa dijadikan sebagai pendeteksi awal kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Universitas Esa Unggul Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan Pemkot Denpasar

“Maka kami mengharapkan kegiatan Posyandu ini bisa dipergunakan sebaik -baiknya untuk semua lapisan elemen masyarakat. Agar nantinya dapat diikuti secara berjenjang di semua wilayah Denpasar Barat untuk terus menggiatkan kegiatan Posyandu,” ujar Ny. Ayu Kristi.

Posyandu Paripurna Kecamatan Denpasar Barat itu juga menjadi momentum bagi TP PKK Kota Denpasar untuk membagikan bantuan Pemberian Makan Tambahan (PMT) baik mentah dan matang.

Bantuan berupa biskuit dan susu merupakan bantuan PMT dari TP PKK Provinsi Bali. Sedangkan TP PKK Kota Denpasar sebagai penyelenggara acara dan PPNI Kota Denpasar sebagai pendukung acara memberikan bantuan PMT dan vitamin. Di lain sisi, BKKBN Provinsi Bali juga turut memberikan bantuan berupa susu bagi para peserta Posyandu.

Lurah Padangsambian I Ketut Artika sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara menyambut baik acara ini bisa diselenggarakan di wilayahnya. “Pelaksanaan Posyandu di wilayah kami merupakan sebuah kegiatan rutin dan berkesinambungan yang dilakukan oleh para kader setiap bulannya. Saya harapkan pada kader Posyandu hal-hal yang selama ini sudah didapatkan melalui pelatihan untuk Posyandu agar dapat dituangkan dalam pelayanan masyarakat,” ungkap Ketut Artika

Sementara itu, sebagai pihak pendukung kegiatan ini, Ketua DPD PPNI Kota Denpasar I Ketut Sudiarta menuturkan, PPNI Kota Denpasar sangat mendukung kegiatan Posyandu Paripurna ini.

“Kegiatan pengabdian masyarakat di Kota Denpasar ini kami lakukan secara terus menerus setiap tahunnya dan secara rutin setiap 3 bulan. Pelaksanaan pengabdian kami ini adalah sinergitas kami dengan para pihak, salah satunya yang kami tuangkan dalam kegiatan Posyandu Paripurna ini.  Jadi kami berharap kegiatan pengabdian kami ini akan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat,” kata Ketut Sudiarta. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Raih Prestasi Tingkat Nasional, TP PKK Deli Serdang Studi Tiru di Posyandu 6 SPM Mandala Sari

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri “Pemelaspasan” Wantilan Setra Pangu Desa Dauh Puri Kauh

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Universitas Esa Unggul Jakarta Jajaki Kerja Sama dengan Pemkot Denpasar

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca