Denpasar, baliilu.com – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menggelar Dies Natalis Ke-24 pada Senin, 10 Agustus 2026 di aula Kampus Pusat ITB STIKOM Bali di Renon, Denpasar. Dies Natalis ini mengusung tema Agni Jnana Jagadhita yang dimaknai sebagai pijar pengetahuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semesta.
Hadir pada puncak Dies Natalis tersebut Pembina, Pengawas dan para Pengurus Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, para Pejabat Struktural ITB STIKOM Bali serta para dosen dan mahasiswa.
Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa perayaaan Dies Natalis ke-24 ITB STIKOM Bali mengingatkan pada tahun 2002 lalu, Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar mendirikan sebuah lembaga pendidikan tinggi dengan keyakinan bahwa masa depan Bali dan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan sumber daya manusia yang unggul.
“Pada saat itu ITB STIKOM Bali hadir sebagai kampus teknologi informasi pertama di Bali,” ujar Prof. Bandem.
Setelah 24 tahun perjalanan, ITB STIKOM Bali kini telah memiliki sekitar 6.000 mahasiswa aktif dan telah melahirkan 12.000 lebih lulusan. Mereka menyebar ke berbagai bidang kehidupan, menjadi profesional, pengusaha, pemimpin, pendidik, praktisi teknologi dan bagian dari masyarakat yang membangun Bali, Indonesia bahkan dunia.
Sesuai dengan tema Agni Jnana Jagadhita yang dimaknai sebagai pijar pengetahuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semesta maka Dies Natalis adalah momentum untuk melakukan refleksi, dari mana kita datang, dimana kita berada dan kemana kita akan melangkah.
“Oleh karena itu, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di ITB STIKOM Bali hendaknya bukan sekedar menjadi cahaya bagi dirinya sendiri tetapi menjadi pijar menerangi kehidupan masyarakat.
“Teknologi tidak boleh berhenti pada kecanggihan, ilmu pengetahuan tidak boleh hanya menghasilkan gelar, pendididkan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan lulusan. Lebih jauh dari itu, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni harus memberikan manfaat nyata bagi kemanusiaan dan kesejahteraan semesta,” ucap Bandem.
Prof. Bandem kemudian mengingatkan bahwa dunia sedang mengalami perubahan yang sangat cepat. Artificial intelligence telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi dan menciptakan sesuatu. Oleh karena itu, tidak cukup hanya menguasai teknologi tetapi juga memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, karakter, etika, kepemimpinan dan kemampuan berkolaborasi.
Sementara itu, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dalam sambutannya mengatakan bahwa jumlah mahasiswa ITB STIKOM Bali sebanyak 6.182 orang dengan 6 program studi dan 3 Program Dual Degree (jadi 9 program). Asal daerah dari para mahasiswa hampir 70% merupakan putera/i daerah Bali. Sedangkan sisanya datang dari hampir 38 provinsi yang ada di Indonesia bahkan dari luar negeri yakni Perancis, Irak, Jepang, China, Korea Selatan, Philipina, Thailand, Myanmar, Bela Rusia dan Timor Leste.
Sedangkan jumlah alumni sampai dengan wisuda 37 sebanyak 12.337 orang yang terdiri dari S2 sebanyak 54 orang, S1 sebanyak 11.519 orang dan D3 sebanyak 764 orang, yang telah bekerja dan berwirausaha di berbagai bidang/sektor baik pemerintah (PNS, TNI, Polri, BUMN/D) maupun swasta di dalam maupun di luar negeri.
Saat ini jumlah dosen tetap di ITB STIKOM Bali adalah 225 orang untuk 6 program studi. Dosen dengan Pendidikan S3 sebanyak 31 dosen dan 28 dosen yang studi lanjut S3 baik di dalam maupun luar negeri. Sebanyak 111 orang sudah lulus sertifikasi dosen.
Atas dukungan dan persetujuan yayasan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ITB STIKOM Bali telah memberikan beasiswa kepada 11.002 orang mahasiswa dengan taraf ekonomi kecil dan menengah dengan jumlah beasiswa sebesar Rp 68.955.625.381 bagi mahasiswa D3, S1 maupun S2. Beasiswa tersebut diberikan kepada krama Bali yang berasal dari 9 kabupaten/kota se Bali dan beberapa orang dari luar Bali.
Saat ini, ITB STIKOM Bali sudah menerapkan program Kampus Berdampak yang telah resmi menggantikan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka mulai tanggal 2 Mei 2025 bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional.
“Eksistensi kita juga sudah diapresiasi kalangan lembaga lain baik pemerintah, swasta, BUMN, BUMD maupun sesama Perguruan Tinggi baik dalam maupun luar negeri. Pada setiap kali pelaksanaan wisuda, selalu ditandatangani MoU dengan para mitra,” ujar Dadang.
Sampai saat ini ITB STIKOM Bali telah bekerjasama dengan ratusan mitra dari kalangan Pemerintah, BUMN, Industri, dan Perbankan. Kerja sama internasional di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan beberapa negara, yakni: Amerika Serikat, Cambodia, Australia, Caymand Island, China, Hungaria, India, Jepang, Korea, Malaysia, Phillipinies, Polandia, Singapore, Taiwan dan Thailand.
Lebih lanjut, Dadang menyampaikan, dalam menyemarakkan kegiatan perayaan Dies Natalis ke-24 telah dilaksanakan pameran Robot STIKOM Grup dan pelatihan Cyber Security dengan 200 orang peserta dari STIKOM Grup yang diselenggarakan oleh Bisma Informatika bekerjasama dengan Paralaxnet, sebuah perusahaan asal Amerika yang mencari ribuan talenta digital dari Indonesia dan tidak lupa diselenggarakan juga lomba-lomba.
Pada puncak acara juga digelar peluncuran buku biografi Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan oleh Ketua Yayasan IB Dharma Adyaksa. Buku berjudul “Citra dan Biaya” ini merupakan dokumentasi tentang gagasan, perjuangan, kepemimpinan, tantangan dan nilia-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (eka/bi)