Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Cuaca Ekstrim Akibatkan Longsor di Desa Pikat, 4 Korban Meninggal Dunia

BALIILU Tayang

:

LONGSOR: Batu berukuran besar yang terbawa oleh longsor di Desa Pikat mengakibatkan 4 korban meninggal dunia, Minggu (19/1/2025). (Foto: Hms SAR)

Klungkung, baliilu.com – Cuaca ekstrim, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Pikat, Wilayah Celuk, Dusun Cempaka, Minggu (19/1/2025) sekitar pukul 18.00 Wita.

Batu dengan diameter sangat besar menimpa bangunan wantilan pesraman dan menimpa beberapa orang yang saat itu sedang berada di lokasi, membersihkan area sembahyang. Diketahui 2 orang korban mengalami luka berat, 2 orang alami luka ringan, sementara 3 orang ditemukan meninggal dunia dan 1 orang masih dalam pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasinya kemarin pada pukul 23.00 Wita dari Kapolsek. “Kemarin malam laporan kami terima dan pagi tadi sebanyak 12 personil sudah bergerak menuju lokasi dengan dilengkapi peralatan ekstrikasi,” terang I Nyoman Sidakarya, selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Tim SAR baru dikerahkan pagi ini, dengan pertimbangan bahwa pergerakan malam hari sangat tidak efektif dengan pencahayaan yang terbatas dan terlalu beresiko mengingat tanah masih labil dan intensitas hujan pun masih tinggi.

Berdasarkan laporan yang diterima tercatat identitas korban meninggal dunia atas nama I Wayan Nata, I Nyoman Mudiana, I Ketut Surata dan yang masih belum ditemukan atas nama I Nengah Mertayasa. Jenasah korban meninggal serta korban yang mengalami luka berat telah dibawa ke RSUD Klungkung.

“Satu orang tim pagi ini sudah berada di lokasi untuk berkoordinasi dengan penduduk setempat dan unsur terkait dan menganalisa situasi di lokasi, untuk nantinya tim SAR bisa cepat mengatur upaya pencarian 1 korban lagi,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Hendak Mengambil Drone, Korban Terseret Arus di Air Terjun Nungnungan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP Semarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Gianyar

Published

on

By

Peserta Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP se-Kabupaten Gianyar mengikuti perlombaan di Open Stage Balai Budaya Gianyar.
LOMBA GERAK JALAN: Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP yang dipusatkan di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Rabu (5/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Semarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP yang dipusatkan di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Rabu (5/8).

Lomba diikuti oleh pelajar SMP se-Kabupaten Gianyar dengan mempertandingkan dua kategori, yakni Gerak Jalan Indah dan Kreasi untuk tingkat SMP putri dengan jarak 4,44 kilometer diikuti oleh 26 pleton serta Gerak Jalan Ketepatan Waktu untuk tingkat SMP putra dengan jarak tempuh 6,40 kilometer diikuti oleh 27 pleton.

Kategori Gerak Jalan Indah dan Kreasi SMP Putri, peserta memulai perjalanan dari sisi timur Balai Budaya Gianyar menuju utara ke perempatan, kemudian ke arah barat melewati Pasar Rakyat Gianyar dan depan Videotron. Selanjutnya peserta bergerak ke arah barat menuju By Pass Dharma Giri dan memutar di Warung Ting-Ting, kemudian menuju timur melewati FIF dan kembali memutar di Taman Kota Gianyar. Rute dilanjutkan ke selatan melewati SMP Negeri 1 Gianyar, kemudian ke arah timur melewati depan Kantor Bupati Gianyar, Pasar Gianyar, dan berakhir di depan Puri Gianyar sebagai garis finis.

Sementara itu, kategori Gerak Jalan Ketepatan Waktu SMP Putra menempuh rute dari sisi timur Balai Budaya Gianyar menuju utara ke perempatan, kemudian ke barat melewati Pasar Rakyat Gianyar, depan Videotron, hingga By Pass Dharma Giri. Peserta kemudian memutar di Dealer Nissan, bergerak ke timur melewati Kantor Pajak hingga kawasan Gacoan, memutar di Taman Kota Gianyar, selanjutnya menuju selatan melewati SMP Negeri 1 Gianyar, ke arah timur melewati depan Kantor Bupati Gianyar, Pasar Gianyar, dan finis di depan Puri Gianyar.

Baca Juga  Tak Pulang, Piku Diduga Jatuh ke Laut Saat Mancing di Pinggir Tebing Nusa Penida

Panitia juga menetapkan ketentuan khusus di kawasan lampu merah Kantor DPRD Gianyar menuju arah timur. Seluruh peserta, baik kategori putra maupun putri, tidak diperkenankan melakukan kreasi, berhenti, berlari, maupun membuka dan menutup formasi barisan pada titik tersebut. Khusus kategori Gerak Jalan Indah dan Kreasi, seluruh atraksi hanya diperbolehkan dilakukan di pos yang telah ditentukan panitia.

Plt. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gianyar, Gusti Ngurah Sukadana mengatakan lomba gerak jalan merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gianyar setiap tahun dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan semangat persahabatan.

“Lomba gerak jalan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar. Selain mengedepankan prestasi, kami juga ingin membentuk karakter peserta agar memiliki disiplin, kekompakan, serta sportivitas,” ujarnya.

Ngurah Sukadana menambahkan penilaian lomba gerak jalan dilakukan secara objektif berdasarkan sejumlah aspek yang telah ditetapkan panitia. Kriteria penilaiannya meliputi kerapian gerakan, kedisiplinan, keindahan kreasi, serta ketepatan waktu sesuai dengan kategori yang diperlombakan.

Untuk menjamin objektivitas dan profesionalisme dalam pelaksanaan lomba, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gianyar melibatkan dewan juri dari berbagai unsur yang memiliki kompetensi di bidangnya. Tim penilai terdiri dari unsur TNI, Polri, Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS), guru olahraga, serta guru seni.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang adil, transparan, dan akuntabel sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, meliputi kerapian gerakan, kedisiplinan, keindahan kreasi, serta ketepatan waktu.

Baca Juga  Surya Fajar Terseret Arus Saat Memancing di Aliran Tukad Badung

Pelaksanaan lomba gerak jalan diawali dengan perlombaan tingkat SMA/SMK yang telah digelar sehari sebelumnya, meliputi kategori Gerak Jalan Indah dan Kreasi untuk SMA/SMK putri serta Gerak Jalan Ketepatan Waktu untuk SMA/SMK putra. Setelah lomba gerak jalan tingkat SMP dilanjutkan dengan penyelenggaraan lomba gerak jalan tingkat Sekolah Dasar (SD). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rebut Hadiah Rp 82,5 Juta, 32 Regu Dewasa Putri Meriahkan Gerak Jalan 17 Kilometer HUT Ke-81 RI di Buleleng

Published

on

By

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra melepas 32 regu Dewasa Putri pada lomba gerak jalan 17 kilometer di GOR Bhuana Patra, Singaraja.
GERAK JALAN: Sebanyak 32 regu tingkat Dewasa Putri bersaing memperebutkan total hadiah dan dana pembinaan sebesar Rp 82,5 juta pada lomba gerak jalan 17 kilometer dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (6/8). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Sebanyak 32 regu tingkat Dewasa Putri bersaing memperebutkan total hadiah dan dana pembinaan sebesar Rp 82,5 juta pada lomba gerak jalan 17 kilometer dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Lomba tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, di GOR Bhuana Patra, Singaraja, Kamis (6/8).

Usai pelepasan peserta, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng selaku Ketua Panitia, Putu Ariadi Pribadi, S.STP., M.A.P., menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan melalui prestasi, disiplin, dan kerja keras.

Pihaknya mengingatkan generasi muda agar terus mengembangkan kemampuan diri melalui proses belajar yang berkelanjutan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan yang dilandasi semangat dan Jiwa 45.

“Melalui momentum ini, mari kita satukan gerak dan langkah dalam membangun daerah dan bangsa agar cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dapat tercapai,” ujarnya.

Selain itu, ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi memeriahkan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, lomba gerak jalan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana mempererat persatuan, kebersamaan, serta menumbuhkan semangat sportivitas.

“Junjung tinggi nilai-nilai sportivitas sehingga pelaksanaan lomba dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan sukses,” pesannya.

Tahun ini, lomba gerak jalan 17 kilometer tingkat Dewasa Putri diikuti oleh 32 regu yang memperebutkan total hadiah dan dana pembinaan sebesar Rp 82,5 juta. Juara I akan memperoleh piala tetap, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 20 juta, Juara II Rp 17,5 juta, Juara III Rp 15 juta, Juara Harapan I Rp 12 juta, Juara Harapan II Rp 10 juta, serta Juara Harapan III Rp 8 juta.

Baca Juga  Surya Fajar Terseret Arus Saat Memancing di Aliran Tukad Badung

Lomba menempuh rute sepanjang 17 kilometer dengan start dari GOR Bhuana Patra menuju Jalan Ngurah Rai, Jalan Letkol Wisnu, Jalan Gajah Mada, Jalan Gempol, Jalan Pulau Komodo, Jalan Surapati, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kartini hingga Finish Etape I di depan Cortex. Selanjutnya peserta melanjutkan Start Etape II melalui Jalan Udayana, Patung Bima, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, kawasan Pemaron, Jalan Laksamana, Baktiseraga, Jalan Pahlawan, Jalan Ngurah Rai, dan kembali melalui Jalan Udayana untuk finis di GOR Bhuana Patra. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Badung “Ngupasaksi Karya” di Desa Adat Lipah, Ajak Krama Jaga Persatuan dan Kebersamaan

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadiri Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Shri Nararya Kreshna Kepakisan, Desa Adat Lipah.
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa hadiri Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Shri Nararya Kreshna Kepakisan, Desa Adat Lipah, Kecamatan Petang, Rabu (5/8/). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa ngupasaksi Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Shri Nararya Kreshna Kepakisan, Desa Adat Lipah, Kecamatan Petang, Rabu (5/8/). Kehadiran Bupati tidak hanya sebagai upasaksi, tetapi juga menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung kepada masyarakat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai adat, agama dan budaya Bali.

Bupati merasa bersyukur karena seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung lancar dan khidmat. Ia mengajak seluruh krama tetap menjaga persatuan dan kebersamaan, serta mendukung berbagai program, kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Badung demi kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Petang A.A. Ngurah Darma Putra, unsur Tripika Kecamatan Petang, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Lipah.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung lancar dan khidmat. Ia juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan, serta mendukung berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Badung demi kesejahteraan masyarakat.

Bupati menjelaskan bahwa pembenahan infrastruktur yang dilakukan secara masif, khususnya di wilayah Badung Selatan sebagai pusat pariwisata telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian daerah. “Pembenahan infrastruktur dilakukan untuk memastikan para wisatawan merasa nyaman di Badung. Jika pariwisata bergerak naik, investasi masuk, maka hasilnya akan kembali kepada krama Badung,” ujar Adi Arnawa.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tercermin dari meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan daerah telah mencapai Rp 4,1 triliun. Rata-rata penerimaan daerah yang sebelumnya berada pada kisaran Rp 350 miliar hingga Rp 400 miliar per bulan, kini meningkat tajam menjadi sekitar Rp 730 miliar per bulan.

Baca Juga  Bencana Longsor Timpa Bangunan Wantilan dan 4 Korban Meninggal Dunia di Pikat

Dengan kondisi fiskal yang semakin kuat, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus menghadirkan berbagai program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program-program tersebut meliputi bantuan Hari Raya Galungan sebesar Rp 2 juta per kepala keluarga, santunan kematian Rp 10 juta bagi warga yang tertib mengurus administrasi kependudukan, serta bantuan berkala bagi lanjut usia. Selain itu, ada pula bantuan rutin Rp 1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas, pendidikan gratis untuk jenjang SMA/sederajat, hingga program beasiswa kuliah gratis bagi warga Badung dari keluarga berpenghasilan maksimal Rp 5 juta per bulan.

Bupati Adi Arnawa mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kekompakan serta tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun kebutuhan pembangunan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir mendampingi masyarakat dan memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh krama Badung.

Sebagai bentuk dukungan atas kelancaran upacara tersebut, Bupati turut menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 25 juta.

Sementara itu, Manggala Karya I Gusti Ngurah Dwi Cahya Kusuma menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta seluruh undangan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya, sebagai pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan, melaksanakan rangkaian upacara Ngenteg Linggih, Mekebat Daun, Bangun Ayu, Wraspati Kalpa, Mapesudusan Alit, dan Medasar Tawur Manca Rupa.

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Merajan Ageng telah direncanakan sejak lima tahun lalu dengan total biaya sekitar Rp 800 juta. Dana tersebut bersumber dari pemucuk 10 penglingsir sebesar Rp 220 juta, bantuan DPRD Provinsi Bali sebesar Rp 80 juta, punia pasemetonan sekitar Rp 300 juta, serta hasil penggalian dana sebesar Rp 200 juta.

Selain itu, pelaksanaan piodalan diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 500 juta. Dana ini bersumber dari urunan krama sebesar Rp 30 juta, bantuan Pemerintah Desa Petang sebesar Rp 175 juta, serta swadaya dari para pertisentana untuk memenuhi kekurangannya.

Baca Juga  Tak Pulang, Piku Diduga Jatuh ke Laut Saat Mancing di Pinggir Tebing Nusa Penida

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Bupati Badung beserta seluruh undangan. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi kami dalam melaksanakan yadnya serta menjaga warisan leluhur yang kami miliki,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca