Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unud Gelar PKB XXXI dan Trigonum SUDEMA

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Bekerja Sama dengan PAPDI Cabang Bali dan Trigonum SUDEMA

Loading

BALIILU Tayang

:

pendidikan kedokteran berkelanjutan FK unud
PKB XXXI: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah bekerja sama dengan PAPDI Cabang Bali dan Trigonum SUDEMA menggelar PKB XXXI dan Trigonum SUDEMA. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pelayanan kegawatdaruratan merupakan hak asasi manusia. Kondisi gawat darurat dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Pelayanan kegawatdaruratan di bidang penyakit dalam harus terus ditingkatkan untuk memenuhi harapan masyarakat yang selalu menginginkan kualitas pelayanan yang bermutu tinggi.

Untuk dapat memberikan layanan bermutu tinggi tersebut perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini tenaga medis. Perkembangan yang sangat cepat dan dinamis dalam hal kegawatdaruratan di bidang penyakit dalam menuntut klinisi selalu memperbaharui keilmuan dan keahliannya untuk memiliki kualitas yang sesuai standar, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan medis yang diberikan.

Informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran saat ini mudah diakses oleh siapa saja, menciptakan masyarakat yang semakin kritis dan tentunya memunculkan tantangan tersendiri bagi klinisi. Kemajuan individual dokter Indonesia harus didukung oleh akses komunikasi ilmiah regional, nasional maupun internasional dalam bentuk forum ilmiah yang menyajikan informasi dan hasil penelitian terkini. 

Menjawab tantangan itu, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah menyelenggarakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) XXXI yang bekerja sama dengan PAPDI Cabang Bali dan Trigonum SUDEMA (Surabaya, Denpasar, Malang), yang terdiri dari Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Udayana Denpasar, dan Universitas Brawijaya Malang. Acara PKB XXXI dan Trigonum SUDEMA kali ini mengusung tema Update Management of Emergency Cases in Internal Medicine.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan update di bidang Ilmu Penyakit Dalam, dalam bentuk pelatihan (workshop), simposium, dan diskusi pakar sehingga kesempatan interaksi peserta dan pakar menjadi optimal. Pengembangan di bidang penelitian juga menjadi perhatian dengan apresiasi dalam bentuk kesempatan berkompetisi dalam makalah bebas oral dan poster. Kesempatan untuk berkolaborasi dengan tiga pusat Pendidikan yaitu Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Udayana Denpasar, dan Universitas Brawijaya Malang diharapkan dapat menjadi wahana silahturahmi dan juga berbagi pengalaman terkait pelayanan pasien khususnya di Bidang Penyakit Dalam.

Baca Juga  Berbagi Ilmu Terkait Hepatitis, FK Unud Gelar ‘‘Guest Lecture‘‘ dari Universitas Kobe Jepang

Acara pembukaan simposium di Aston Hotel and Convention Center dihadiri oleh lebih dari 250 peserta yang berasal dari seluruh kota di Indonesia, dan dihadiri oleh banyak tamu undangan yang profesional dalam bidangnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan FK Unud, Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT(K)., dalam sambutannya menyampaikan kita telah melewati masa penuh perjuangan pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak perubahan dalam kehidupan, tidak terkecuali dalam ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam, perkembangan ilmu pengetahuan sangat cepat dan dinamis, sehingga kita sebagai seorang dokter haruslah selalu memperbarui keilmuan dan keahlian untuk dapat meningkatkan pelayanan medis kepada masyarakat. Saat ini, mencari informasi seputar kesehatan, sudah sangat mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang profesional. Kemajuan teknologi dan informasi dalam mengakses ilmu pengetahuan ini harus didukung oleh akses komunikasi ilmiah regional, nasional maupun internasional dalam bentuk forum ilmiah yang menyajikan informasi dan hasil penelitian terkini, serta wadah berdiskusi dengan pakar selain untuk menjalin ikatan kekeluargaan bagi para dokter. Sehingga sangat mengapresiasi adanya Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) XXXI oleh Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah yang bekerja sama dengan PAPDI Cabang Bali yang dilakukan pada hari ini. Melalui forum ini dapat bertukar informasi dan memperbaharui pengetahuan dan wawasan.

‘’Terima kasih kepada Ketua Panitia Dr. dr. I Ketut Mariadi, SpPD,K-GEH, FINASIM dan Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/ Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah Dr. dr. Wira Goetra, SpPd, K-EMD serta Koordinator Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah Dr. dr. Yenny Kandarini, SpPD, K-GH, FINASIM yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sukses,’’ ucapnya.

Baca Juga  Rektor Unud Lantik Empat Dekan Fakultas dan Direktur Pascasarjana

Acara turut dimeriahkan dengan tarian dari residen interna dan diikuti dengan pembukaan pemukulan gong bersama oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan FK Unud, Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah, Direktur Utama Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah, yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Dr. dr. I Gusti Putu Suka Aryana, SpPD, K-Ger, FINASIM., Ketua IDI Cabang Bali, yang diwakili oleh dr. Eka Kusmawan, SpB.

Tamu undangan dari Kota Surabaya dan Malang yaitu Guru Besar FK Universitas Airlangga/RSUD DR Soetomo Surabaya Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D, FINASIM., Kepala Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Prof. Dr. dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, SpPD, K-GH, FINASIM, Koordinator Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Airlangga/RSUD DR Soetomo Surabaya diwakili Sekretaris Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Brian Eka Rachman SpPD., Kepala Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya/RSUD Saiful Anwar Malang, dr. Djoko Heri Hermanto, SpPD, K-HOM, FINASIM., Koordinator Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya/RSUD Saiful Anwar Malang, DR. dr. Bogi Pratomo, SpPD-KGEH., Koordinator Pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya/RSUD Saiful Anwar Malang, Dr. dr. Cesarius Singgih Wahono, SpPD, K-R.

PKB XXXI – Trigoum SUDEMA 2023 kali ini membawakan 2 plenary lecture dengan topik yang sedang panas diperbincangkan setelah disahkannya UU Kesehatan yang baru yaitu Medical Ethic and Patient safety yang dibawakan oleh Prof. Dr. dr. I Made Bakta, SpPD, K-HOM, FINASIM, serta Tantangan Dokter di Era Globalisasi di masa mendatang dengan pembicara, dr. Putu Moda Arsana, SpPD K-EMD FINASIM dan Penjaminan Mutu Pendidikan di Masa Mendatang oleh pembicara, Dr. dr. I Gusti Putu Suka Aryana, SpPD, K-Ger, FINASIM.

Baca Juga  FK Unud Luluskan 441 Orang Calon Wisudawan

Tidak kalah menarik juga terdapat delapan simposium yang terdiri dari materi 11 divisi penyakit di ilmu penyakit dalam antara lain yaitu, divisi Hematologi Onkologi Medik, Pulmonologi, Geriatri, Nefrologi dan Hipertensi, Rheumatologi, Alergi dan Imunologi Klinik, Gastroenterohepatologi, Tropik dan Infeksi, Endokrinologi dan Metabolik, Kardiologi serta Psikosomatis. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3628-Pendidikan-Kedokteran-Berkelanjutan-dan-Trigonum-SUDEMA-Departemen-Ilmu-Penyakit-Dalam.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Pimpin Panen Raya TNI di Tabanan

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Tabanan.
PANEN RAYA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui Panen Raya Bersama TNI yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Secara nasional, panen raya meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi. Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata seluruh matra TNI dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan merupakan hasil kerja gotong royong seluruh komponen bangsa. Pelibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan bahwa kedua institusi tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat serta memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Bali, kegiatan Panen Raya Kodam IX/Udayana dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kelompok tani.

Baca Juga  Semarakkan Dies Natalis Unud Ke-61, KMPA FK Unud Edukasi Generasi Muda Wujudkan Three Zero HIV/AIDS

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Keberhasilan panen hari ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi semua pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga produktivitas sektor pertanian,” ujar Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian.

Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.

“Kedepan kita harus berani berinovasi. Optimalisasi teknologi pertanian, penggunaan benih unggul seperti Merah Cendana, pengelolaan irigasi yang baik, hingga manajemen pascapanen yang tepat harus terus kita dorong agar hasil pertanian semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap Panen Raya Bersama TNI tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
BERIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Baca Juga  Ketut Paang Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum di FH Unud

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

Baca Juga  Semarakkan Dies Natalis Unud Ke-61, KMPA FK Unud Edukasi Generasi Muda Wujudkan Three Zero HIV/AIDS

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca