Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Di Best Practice Kota Layak Anak, Rai Mantra Paparkan Upaya Meningkatkan Pendidikan, Kesehatan dan Keamanan Anak

BALIILU Tayang

:

de
Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi pembicara dalam acara Best Practice Kota Layak Anak Antara Indonesia dan Iran di Dharma Negara Alaya, Selasa (17/11)

Denpasar, baliilu.com – Dalam Forum Internasional Berbagi Praktik Baik Implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak Antara Indonesia dengan Iran dimana Kota Denpasar merupakan salah satu  Kota Layak Anak Kategori Utama di Indonesia ditunjuk menjadi Perwakilan Indonesia sebagai lokasi Berbagi Praktik Baik (Best Practice) Implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak, Selasa (17/11) di Dharma Negara Alaya.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didaulat menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional ini. Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, Vice President for Women and Familly Affairs Islamic Republic of Iran, Mosoumeh Ebtekar, dan Wakil  Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Walikota Rai Mantra menyampaikan klaster-klaster yang menjadi unggulan Kota Denpasar dalam mencapai Kabupaten/Kota Layak Anak. Dimana klaster tersebut yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus.

“Dengan pemberian pelayanan dan informasi yang tepat kepada masyarakat dan anak – anak sehingga edukasi kepada masyarakat dalam pola asuh anak untuk menyejahterakan anak di dalam pendidikan, kesehatan serta keamanan anak dapat terealisasi,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan bahwa saat ini  pada masa pandemi Covid-19, rencana strategis dalam pemenuhan hak-anak yang dilakukan Pemeritah Kota Denpasar yaitu dengan pemberian bantuan kepada anak – anak dalam inovasi pembelajaran di rumah.

“Pemerintah Kota Denpasar selalu menekankan orang tua selalu menjaga dan memberikan edukasi kepada orang tua dimasa pandemi Covid-19 sehingga saat ini kasus Covid-19 pada anak – anak di Kota Denpasar cukup rendah,” ujar Rai Mantra. (eka)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Perkuat Struktur Organisasi, Polri Rotasi Jabatan PJU Mabes, Kapolda Hingga Wakapolda

Published

on

By

promosi jabatan polri
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan pelaksanaan tugas. Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri yang diterbitkan pada 25 Juni 2026 dan diumumkan pada Jumat (26/6/2026).

Dalam mutasi kali ini, sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, meliputi Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, Kapolda, hingga Wakapolda.

Pada jajaran PJU Mabes Polri, Brigjen Pol. Didi Hayamansyah, S.H., S.I.K., M.H. mendapat promosi sebagai Kapuslitbang Polri. Sementara itu, pada tingkat kepemimpinan wilayah, Kapolri menunjuk dua Kapolda baru, yakni Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai Kapolda Aceh, serta Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han. sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Selain itu, terdapat tiga pejabat yang dipercaya mengemban amanah sebagai Wakapolda, yaitu Kombes Pol. Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si. sebagai Wakapolda Banten, Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si. sebagai Wakapolda Maluku, dan Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K. sebagai Wakapolda Papua Barat Daya.

Mutasi kali ini juga mencakup promosi terhadap 190 jabatan Kapolres/Ta/Metro/Tabes, termasuk pembentukan satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), pembentukan empat Polres Tipe D, serta peningkatan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta sebagai bagian dari penguatan pelayanan kepolisian di daerah. Selain itu, sebanyak 45 personel Polwan memperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipercaya mengemban jabatan Kapolres IIIA2.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan kinerja serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran sekaligus pembinaan karier personel. Melalui rotasi ini diharapkan para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ia menambahkan, pembentukan satuan kewilayahan baru, termasuk Polresta di kawasan IKN, merupakan bagian dari upaya Polri menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan tugas yang semakin dinamis. Menurutnya, promosi terhadap puluhan personel Polwan juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh personel berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.

“Penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui rotasi jabatan, tetapi juga melalui penataan struktur kewilayahan dan pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memastikan setiap jabatan diisi personel terbaik agar Polri semakin Presisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Deklarasi Bersama Tolak Intoleransi dan Terorisme, Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

Published

on

By

densus 88
DEKLARASI: Penandatanganan deklarasi Kota Cilegon yang menyatakan penolakan terhadap paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme saat acara Wawasan Kebangsaan yang berlangsung di Gedung Convention Hall Hotel Permata Krakatau, Kota Cilegon, Kamis (25/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Cilegon, Banten, baliilu.com – Densus 88 Anti Teror Polri melalui Satgaswil Banten bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, Kementerian Agama Kota Cilegon, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Bhabinkamtibmas menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan dalam rangka pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Kegiatan yang mengusung tema “Wawasan Kebangsaan: Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” tersebut berlangsung di Gedung Convention Hall Hotel Permata Krakatau, Kota Cilegon, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham IRET melalui pendekatan edukasi, penguatan nilai kebangsaan, serta peningkatan peran keluarga sebagai benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Cilegon Robinsar, S.E., Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun, S.I.K., Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag., Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si., Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si., Kepala Kesbangpol Kota Cilegon Drs. Bambang Hario Bintan, S.H., M.H., Ketua FKUB Kota Cilegon Dr. K.H. Abdul Karim Ismail, M.A., Ph.D., Ketua MUI Kota Cilegon KH. Zubaidi Ahyani, B.A., Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, S.E., serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 AT Polri dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa melalui sinergi pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Sementara itu, Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun menekankan bahwa ancaman keamanan saat ini tidak hanya berbentuk kejahatan konvensional, tetapi juga penyebaran ideologi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, upaya deteksi dini, penguatan toleransi, serta peningkatan literasi digital menjadi langkah penting dalam mencegah berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.

Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menanamkan nilai moral, toleransi, dan semangat kebangsaan sehingga mampu menjadi benteng terhadap pengaruh intoleransi dan ekstremisme, khususnya di era perkembangan media sosial yang semakin pesat.

Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka W., S.H., S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu sarana utama penyebaran propaganda intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Oleh karena itu, diperlukan penguatan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai upaya membangun daya tangkal masyarakat terhadap berbagai bentuk ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Pada sesi materi, Iptu Rudiana Bachrie, S.T., M.M. dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri menjelaskan berbagai strategi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Materi tersebut mencakup perkembangan ancaman radikalisme, implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE), pola penyebaran paham radikal, serta langkah-langkah deteksi dini yang dapat dilakukan oleh perangkat desa, penyuluh agama, dan aparat kewilayahan.

Narasumber lainnya, Gus Najih selaku Wakil Sekretaris BPET MUI, menyoroti tantangan penyebaran konten radikal di ruang digital. Ia mengingatkan pentingnya literasi digital, selektivitas dalam memilih sumber kajian keagamaan, serta penguatan wawasan keagamaan dan kebangsaan sebagai langkah pencegahan terhadap radikalisasi generasi muda.

Sementara itu, Munir yang merupakan mantan narapidana terorisme dan kini menjadi Sahabat Densus, membagikan pengalaman mengenai proses radikalisasi yang dapat terjadi melalui pengaruh lingkungan, komunitas, dan propaganda digital. Ia menekankan pentingnya peran keluarga, pendidikan karakter, literasi digital, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran paham ekstrem.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi Kota Cilegon yang menyatakan penolakan terhadap paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Deklarasi tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri bersama para pemangku kepentingan berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya paham IRET, memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial, serta melahirkan agen-agen perdamaian yang mampu menjadi pelopor toleransi dan persatuan di tengah masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KONI Buleleng Optimistis Jadi Tuan Rumah Sukseskan Porprov 2027, Sarpras dan Atlet Mulai Disiapkan

Published

on

By

koni buleleng
PIMPIN RAPAT: Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan Porprov Bali 2027 bersama seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) yang digelar di Ruang Rapat KONI Buleleng, Kamis (25/6) malam. (Foto: Hms Buleleng)

Bulelemng, baliilu.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. Sebagai tuan rumah tunggal, KONI Buleleng optimistis mampu menyukseskan ajang olahraga terbesar di Bali tersebut dengan menyiapkan sarana dan prasarana olahraga serta pembinaan atlet sejak dini.

Komitmen itu mengemuka dalam rapat persiapan pelaksanaan Porprov Bali 2027 bersama seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) yang digelar di Ruang Rapat KONI Buleleng, Kamis (25/6) malam.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan pihaknya terus melakukan konsolidasi guna memastikan seluruh elemen olahraga di Buleleng memiliki semangat dan visi yang sama dalam menyongsong Porprov 2027. Menurutnya, kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya menyangkut penyediaan venue, tetapi juga pembinaan atlet yang dimiliki saat ini.

“Persiapan harus dilakukan dari sekarang agar saat pelaksanaan Porprov nanti kita benar-benar siap, baik sebagai tuan rumah maupun dari sisi prestasi,” ujarnya.

Supriatna menjelaskan, KONI Buleleng telah melakukan pemetaan terhadap venue yang berpotensi digunakan untuk pertandingan. Pemetaan dilakukan dengan melibatkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Permukiman guna memperoleh data kondisi sarana dan prasarana olahraga secara menyeluruh.

Menurutnya, pendataan tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebutuhan perbaikan maupun pengembangan fasilitas olahraga yang akan diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemerintah Provinsi Bali melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Hampir seluruh venue untuk 49 cabang olahraga sudah kami siapkan. Hanya untuk cabang olahraga selancar ombak yang memang belum tersedia di Buleleng. Namun secara umum kesiapan venue sudah kami petakan dan terus kami matangkan,” katanya.

Ia menegaskan, meskipun cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov Bali 2027 belum ditetapkan secara final, kesiapan venue harus dilakukan sejak sekarang. Sebab, proses perbaikan dan peningkatan fasilitas olahraga membutuhkan waktu dan dukungan anggaran yang tidak sedikit.

Selain itu, KONI Buleleng juga telah melakukan audiensi dengan Bupati Buleleng untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi dalam persiapan sebagai tuan rumah. Dalam pertemuan tersebut, KONI juga meminta arahan terkait pembentukan panitia pelaksana daerah yang nantinya mengacu pada pengalaman penyelenggaraan Porprov Bali 2015.

“Kami sudah menghadap Bapak Bupati dan meminta dukungan. Beliau sudah memberikan arahan terkait pembentukan panitia pelaksana daerah. Kami juga menyampaikan kebutuhan perbaikan venue yang nantinya akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Porprov,” jelasnya.

Lebih lanjut, Supriatna menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyatakan komitmennya untuk mendukung perbaikan venue yang akan digunakan pada Porprov 2027. Di sisi lain, komunikasi juga terus dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Koni Bali untuk mengupayakan dukungan anggaran.

“Pak Bupati sudah memastikan dukungan untuk perbaikan venue. Kami juga melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan KONI Bali agar kebutuhan anggaran untuk perbaikan fasilitas olahraga dapat dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Dalam rapat tersebut, berbagai masukan dari pengurus cabang olahraga juga dibahas secara serius. Masukan itu nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi KONI Buleleng ke depan.

“Kita tidak hanya mempersiapkan atlet dari sisi fisik dan kemampuan teknis. Tadi banyak masukan dari cabang olahraga dan itu akan menjadi bahan evaluasi serta tindak lanjut ke depan,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca