Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Di Pengujung Tahun, Ny. Putri Koster Terima Dua Hadiah

BALIILU Tayang

:

de
BUKA GERAI: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat membuka "Gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan", di Area Koridor Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai, Tuban-Badung, Selasa (28/12). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Selangkah demi selangkah perjuangan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali terus dilakukan hingga membuahkan hasil yang membanggakan di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih terus mengancam perekonomian dan kehidupan masyarakat. Bali yang sudah diketahui bersama ditopang oleh sektor pariwisata, belum mampu pulih sepenuhnya. Namun perputaran ekonomi Bali perlahan nampak bergeliat melalui sektor UMKM dan IKM, yang terus mendapat dukungan dan pengawasan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali yang dipimpin oleh Ny. Putri Suastini Koster.

Setelah aktif memperjuangkan lokasi berjualan bagi pelaku IKM di Taman Budaya Art Center, saat ini Ny. Putri Koster mampu merangkul pihak Angkasa Pura Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bank BPD Bali dan Balimall.go.id untuk bekerja sama.

“Bandar Udara Ngurah Rai menyiapkan tempat untuk Industri Kecil dan Menengah memamerkan serta memasarkan produk kerajinan tangan asli buatan Bali. Sedangkan Bank BPD dan Bank Indonesia selalu siap untuk memfasilitasi dalam memberikan modal bagi pelaku IKM yang ingin mengembangkan diri. Sementara Balimall.go.id merupakan lapak pemasaran produk lokal melalui online yang siap menembus pasar nasional bahkan internasional.” Demikian disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat membuka “Gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan”, di Area Koridor Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai, Tuban-Badung, Selasa (28/12).

Pada kesempatan ini, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali mengungkapkan rasa bahagia sekaligus rasa bangganya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh stakeholder terkait dalam rangka memutar kembali roda perekonomian di masa pandemi seperti saat ini. “Akhir tahun, Dekranasda mendapat dua hadiah besar yakni Industri Kecil dan Menengah (IKM) mendapat tempat yang disiapkan oleh PT. Angkasa Pura, dimana produk Bali hadir di areal koridor kedatangan Bandara Internasional Ngurah Rai. Dan yang kedua pihaknya (Dekranasda) mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI atas apa yang sudah dilakukan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali hingga saat ini. Bergerak perlahan perekonomian masyarakat Bali, walaupun kecil namun pada tujuan dasar yang sesungguhnya adalah ingin mengangkat kembali produk kebanggaan Bali sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan. Sehingga Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali harus lebih tekun mencari dan mengangkat kerajinan lokal kita agar tidak sampai hilang apalagi punah,” tegas Ny. Putri Koster.

FOTO BERSAMA: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster melakukan sesi foto bersama saat pembukaan “Gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan”, di Area Koridor Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai, Tuban-Badung, Selasa (28/12). (Foto: Ist)

“Ini menunjukkan dan mengingatkan kita bahwa apapun yang akan kita lakukan wajib  bersinergi dengan semua stakeholder, karena dengan kerja sama yang bagus, setiap orang, setiap lembaga dan setiap organisasi akan mampu menangkap peluang yang ada. Karena apabila tidak diangkat maka orang-orang akan memandang sebelah mata terhadap keberadaan industri kecil dan menengah, padahal IKM-lah yang menciptakan dan menghasilkan produk etnik dan memiliki produk karya Bali yang luar biasa,” tegasnya lagi.

“Jika bukan kita yang memberi ruang, membantu mereka, mengangkat mereka membantu pemasaran maka siapa lagi yang akan peduli. Dari sini dapat diketahui bahwa setelah mendapat pembinaan dan pengawasan yang baik, maka para pelaku IKM saat ini mampu tampil mempesona dengan ide-ide hasil karya dan kerajinannya sendiri.

Mari kita bersinergi dengan cara mengawasi dan mengarahkan sehingga fokus dengan produk, dan terutama fokus dengan sumber daya manusia yang nantinya akan mengemas barang dengan rapi. Siapa saja yang ingin berpameran, diharapkan mampu mengikuti pelaku IKM yang sudah sempat berpameran di Art Center. Begitulah semestinya, jadi dengan produk yang berkualitas, maka harganya juga pasti akan pantas. Maka pembeli juga dipastikan akan senang. Dan yang terpenting adalah jangan sampai menekan di pengrajin namun mencari untung besar dari konsumen, jangan sampai itu terjadi. Mari kita jadi midle man yang menyejahterakan semua pihak,” ungkap Ny. Putri Koster lagi.

Sementara Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan bahwa dengan cara bersinergi bersama berbagai aspek terutama di bidang UMKM yang searah dengan kebijakan Bank Indonesia mengenai pembiayaan insklusif makroprudensial, akan mampu meningkatkan kapasitas dan membawa UMKM ke arah digitalisasi termasuk on boarding dengan menyasar konsumen lokal, nasional dan mancanegara.

Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menambahkan bahwa pihaknya bersama Dekranasda Provinsi Bali, Bank BPD Bali dan Balimall.go.id mengucapkan rasa syukur dan ungkapan terima kasihnya lantaran PT. Angksa Pura sudah memberikan fasilitas untuk melakukan promosi produk, sehingga dapat melakukan sinergi produk UMKM dan IKM yang searah dengan kebijakan Provinsi Bali yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 3 Desember lalu, mengenai Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali yang didalamnya ada enam (6) sektor pemberdayaan yakni salah satunya adalah pengembangan IKM-UMKM yang di dalamnya mencantumkan mengenai ekonomi kreatif melalui digitalisasi dan diwujudkan pada pengujung tahun 2021 ini.

Dan ke depan, semua pihak terutama seluruh komponen usaha yang ada di areal Bandara Ngurah Rai wajib menggunakan pembayaran nontunai yakni QRIS, dimana akan lebih aman dari sentuhan untuk menghindari tertularnya Covid-19, dan juga secara otomatis memberikan kemudahan bagi konsumen dalam sistem pembayaran.

Dari 4,5 juta jiwa penduduk di Bali, sebanyak 388 ribu pengguna QRIS yang sudah tersebar, termasuk para pedagang pasar. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca