Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dialog Atlet Perempuan Disabilitas Denpasar dengan Menteri PPPA-RI

Keterbatasan Fisik Tak Padamkan Semangat untuk Terus Mencetak Prestasi

Loading

BALIILU Tayang

:

dialog atlet disabilitas denpasar
SERAHKAN BANTUAN: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga berfoto bersama usia menyerahkan bantuan kepada atlet disabilitas Denpasar, di Nabeshima Centre, pada Jumat (16/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Memiliki keterbatasan fisik, tak membuat para penyandang disabilitas untuk terhalang mencetak prestasi. Menjadi atlet, adalah salah satu jalur yang dilalui mereka untuk dapat membuktikan kemampuan diri, baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional bahkan internasional. Semangat menjadi juara tetap ditanamkan dalam diri mereka, kendati kondisi fisik mengalami keterbatasan.

Gelora semangat ini diungkapkan Desak Nyoman Pintarrasti, seorang atlet perempuan disabilitas Kota Denpasar cabang olah raga Atletik, Lempar Cakram dan Lempar Lembing kategori F40, pada dialog interaktif dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, di Nabeshima Centre, pada Jumat (16/2).

Saat itu Desak Pintarristi tak sendiri. Ia hadir bersama belasan rekannya sesama atlet disabilitas perempuan, di tengah rangkaian dialog yang juga dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Dalam kesempatan itu, selain Walikota Jaya Negara, hadir pula Ketua KKKS Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Wakil Ketua KKKS Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana. Tampak pula Kepala UPT Sentra Mahatmiya Kementerian Sosial RI, Sri Wibowo serta Ketua National Paralympic Committe Indonesia  (NPCI) Kota Denpasar, Ketut Rahadi Diana Putra.

“Meski kami penyandang disabilitas, sebagai duta Kota Denpasar, kami tetap bertekad memberikan yang terbaik bagi Negara Republik Indonesia. Kami berlatih tekun agar dapat terus menorehkan prestasi,” ungkapnya.

Ketika mengulas soal persiapan dan latihan, baik reguler ataupun menjelang pertandingan, Desak Pintarristi, pemegang Medali Emas pada Pepapernas 2023 di Medan itu juga menceritakan, tak jarang ia dan rekan atlet lainnya menemui kendala, antara lain jarak rumah ke tempat latihan maupun fasilitas dari tempat latihan itu sendiri. Namun, hal tersebut tak memadamkan harapan mereka untuk bisa merebut juara dan memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Pencanangan Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk bagi Penyandang Disabilitas

“Ada beberapa teman yang lokasi rumahnya juga agak jauh dari tempat latihan, namun tak menjadi halangan baginya. Selain itu, tak jarang juga kami agak terkendala karena fasilitas, misalnya lapangan dan hal lainnya. Mungkin kedepannya kami harapkan ada tempat dan waktu yang bisa dikondisikan, saat kami latihan agar bisa berkonsentrasi maksimal,” harap Desak Pintarristi.

Menanggapi hal ini, Menteri PPPA Bintang Puspayoga, mengatakan, akan berkoordinasi dengan lembaga dan kementerian terkait agar dapat bersama-sama mencarikan solusi terhadap kendala yang dihadapi para atlet tersebut.

“Dalam hal ini, kami dari Kementrian PPPA akan berkoordinasi dengan lembaga dan kementrian terkait, dan juga pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Denpasar, agar bisa mencarikan solusi dari kendala ini. Semoga dengan segala perbaikan kedepannya, semangat adik-adik untuk berprestasi bisa terus menyala,” ujarnya.

Bintang Puspayoga dalam kesempatan itu juga mengapresiasi perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Denpasar yang telah memberikan dukungan kepada para atlet disabilitas ini.

“Sinergitas dengan jajaran pemerintah daerah juga diperlukan, dalam hal mempersiapkan para  generasi atlet ini agar terus bisa mencetak prestasi mengharumkan nama bangsa,” lanjutnya.

Sementara itu, Walikota Denpasar Jaya Negara di lokasi yang sama mengemukakan, Pemkot Denpasar akan terus berupaya mewujudkan Kota Denpasar sebagai kota inklusi. Dalam merealisasinya, Pemkot Denpasar akan terus melibatkan para kalangan disabilitas agar bisa ikut berkecimpung dalam sektor ekonomi, olahraga maupun sektor lainnya.

“Saat ini Kota Denpasar memiliki Graha Nawasena, rumah harapan yang diperuntukan bagi disabilitas agar tetap bisa berkarya dan berkreatifitas. Dan khusus kepada adik-adik atlet disabilitas perempuan yang hadir saat ini, Pemkot Denpasar berterima kasih atas semangat dan capaian kalian selama ini. Pemkot Denpasar akan terus memberikan dukungan, sebagai salah satu langkah mewujudkan Kota Denpasar sebagai kota inklusi,” urai Jaya Negara.

Baca Juga  LSCAA & TSCC-IAKMI Lindungi Anak Penyandang Disabilitas dari Bahaya Rokok

Lebih lanjut disampaikannya, Radio Pemkot Denpasar bahkan sekarang telah memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja sebagai penyiar radio. Harapannya, ini akan memotivasi rekan disabilitas lainnya agar bisa berkarya dan berprestasi.

Ketua NPCI Kota Denpasar, Ketut Rahadi Diana Putra dalam kesempatan yang sama menuturkan, atlet disabilitas yang dinaungi di organisasi tersebut mencakup kategori tuna daksa, tuna grahita, tuna rungu dan tuna netra.

Adapun cabang olahraga yang dibina adalah, renang, atletik, lempar lembing dan beberapa cabang olah raga lainnya. “Kami selalu berkomitmen untuk memberikan pembinaan kepada adik-adik atlet agar terus bisa berlaga dengan baik di pertandingan. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Pemkot Denpasar kepada kami selama ini, dan mudah-mudahan apa yang menjadi harapan adik-adik atlet tadi dapat kita penuhi,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Puncak Dies Natalis Ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Berharap Konsep Ekonomi Kerthi Bali Dikenalkan di Kampus

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).
HADIRI DIES NATALIS FEB UNUD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyinggung keberadaan Unud sebagai lembaga Pendidikan tinggi yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah Bali. “Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ucapnya.

Ia menilai, Unud adalah salah satu perguruan tinggi top di Bali yang menjadi rujukan bagi wilayah Indonesia Timur. Selain itu, universitas ini juga membawa nama besar Udayana, raja yang sangat berpengaruh pada jamannya dan di bawah pemerintahan beliau, Bali mencapai masa keemasan. Saat dipercaya menjadi pemimpin, Gubernur Koster banyak mempelajari konsep para raja terdahulu dalam membangun Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Dijelaskan olehnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun isinya sangat lengkap, berkaitan dengan segala aspek tentang kehidupan, baik alam, manusia maupun budaya yang semuanya harus hidup, tumbuh dan menjaga keterkaitan satu sama lain agar Bali terpelihara dengan baik.

Salah satu konsep yang menurutnya relevan dengan keberadaan FEB adalah Ekonomi Kerthi Bali dan sudah tertuang dalam sebuah buku. Ia yakin konsep ini sangat penting untuk diketahui oleh keluarga besar FEB Unud, baik kalangan dosen maupun mahasiswa.

Baca Juga  Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Serahkan Bantuan Sarana Prasarana Kamar Mandi kepada Disabilitas

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini berharap Unud terus memberi kontribusi nyata untuk membangun Pulau Dewata. “Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.

Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. FEB Unud saat ini telah menjadi fakultas ekonomi terkemuka di wilayah Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang terserap di berbagai sektor. Capaian lainnya, 10 dari 12 prodi di FEB telah terakreditasi unggul. Menurut dia, capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif dan dukungan dari berbagai komponen.

Dalam momentum ini, Wiwin Setyari mengajak keluarga besar FEB memaknai tema Dies Natalis Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One untuk menghasilkan dampak kolektif yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Perayaan dies natalis FEB ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Wiwin Setyari dan potongan pertama diserahkan kepada Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Panitia Lomba Layang-layang Tak Profesional, Bupati Jembrana Kecewa Berat

Published

on

By

Bupati Tinjau Lomba Layang-layang
TINJAU LOMBA: Bupati Jembrana saat meninjau penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8). (Foto: jembranakab.go.id)

Jembrana, baliilu.com – Penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8) memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para peserta (rare angon) hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Event yang diselenggarakan oleh organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut dinilai gagal disajikan secara profesional akibat buruknya manajemen teknis, minimnya koordinasi, hingga ketidaktransparanan penilaian.

Padahal dengan kapasitas dan nama besar organisasi tersebut, Pelangi Jembrana dinilai seharusnya mampu menyuguhkan ajang berstandar tinggi yang profesional dan rapi.

Kondisi di lapangan menunjukkan minimnya persiapan panitia, atmosfer acara yang sepi, bentroknya jadwal dengan Denpasar Kite Festival, hingga sikap penyelenggara yang dinilai tidak profesional. Hal ini dinilai merugikan potensi pariwisata dan roda perekonomian UMKM lokal yang seharusnya berputar optimal melalui event budaya karena dinilai sepi. Padahal Pemkab Jembrana turut menggelontorkan anggaran untuk mendanai kegiatan tersebut.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara terpisah, Senin (31/8) turut menyampaikan kekecewaannya. Bahkan ia melihat langsung di lapangan saat meninjau acara dan menyerukan pembenahan menyeluruh.

“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang dikutip dari laman jembranakab.go.id.

Ia menegaskan agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas kegiatan di masa mendatang demi menjaga nama baik daerah.

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya. Selain kendala teknis dan pengemasan acara yang buruk, proses penentuan juara oleh panitia dinilai mencederai sportivitas serta semangat kebersamaan para pecinta seni layang-layang Bali.

Baca Juga  Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas Semarakkan HUT Ke-238 Kota Denpasar

“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkap salah satu peserta dari komunitas yang enggan disebut namanya.

Karena itu, ia mendesak Pemkab Jembrana meminta pengurus Pelangi Jembrana melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas event daerah.

“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.

Peserta juga berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi agar penyelenggaraan event budaya di masa mendatang dikelola secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab demi mengayomi seluruh pecinta layang-layang di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sutjidra Pastikan Penuntasan Jalan Bukti-Tunjung, Progres Pengerjaan Lampaui Target

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau progres pengerjaan proyek peningkatan ruas Jalan Bukti-Tunjung, Selasa (1/9).
TINJAU PROYEK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan penuntasan Jalan Bukti-Tunjung terus berlanjut sesuai rencana. Ia menyampaikan optimisme tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra melihat perkembangan pekerjaan pada seksi satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Bukti menuju Desa Tunjung. Pekerjaan utama berupa penghamparan aspal hotmix telah selesai, sementara saat ini pengerjaan memasuki tahap penyelesaian bahu jalan.

“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, kualitas pengerjaan jalan tersebut cukup baik, terutama dari sisi ketebalan aspal yang digunakan. Ia menyebut hasil pengerjaan saat ini lebih baik dibandingkan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan di wilayah Desa Tunjung.

“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.

Sutjidra menjelaskan, pekerjaan lanjutan Jalan Bukti-Tunjung pada tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,3 miliar. Pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi dan menjaga ketahanan ruas jalan.

“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025 yang berlokasi di Desa Tunjung. Pembangunan bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menuntaskan akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Serahkan Alat Bantu Kesehatan dan Peralatan Memasak kepada K3S dan Disabilitas

Terkait target penyelesaian pekerjaan lanjutan tahun 2026, Sutjidra menyebut proyek tersebut direncanakan rampung pada Oktober. Melihat progres pekerjaan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal bahkan lebih cepat.

“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkap Sutjidra.

Dengan proses penyelesaian proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Jalan Bukti-Tunjung segera tuntas dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat. Terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca