Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Diguyur Hujan Lebat, Puncak ‘’Karya Agung’’ di Kantor Bupati Tabanan Berjalan Khidmat

BALIILU Tayang

:

Puncak Karya kantor bupati tabanan
PUNCAK KARYA AGUNG: Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. bersama istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, dan juga diikuti oleh Wakil Bupati dan Ketua DPRD Tabanan berserta istri, Sekda, para Asisten, Kepala OPD terkait dan Camat beserta istri, serta seluruh prawartaka karya dan para pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan saat menghadiri puncak acara Karya Agung Panca Wali Krama Kantor Bupati Tabanan yang digelar di Madya Mandala Kantor Bupati Tabanan, Rabu (27/12). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Puncak acara Karya Agung Panca Wali Krama, upacara Adining Karya Memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih lan Ngingkup ngelantur Persembahyangan Bersama, dilanjutkan dengan upacara Mapeselang, rangkaian Eed Karya Ngenteg Linggih Kantor Bupati Tabanan digelar di Madya Mandala Kantor Bupati Tabanan. Selaku Murdaning Jagat, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. memastikan upacara berlangsung penuh taksu, Rabu (27/12).

Bertepatan dengan Purnama Sasih Kapitu, Bupati Sanjaya hadir bersama istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, dan juga diikuti oleh Wakil Bupati dan Ketua DPRD Tabanan berserta istri, Sekda, para Asisten, Kepala OPD terkait dan Camat beserta istri, serta seluruh prawartaka karya dan para pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. Karya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba saking Geria Taman Sari Tabanan dan Ida Pedanda Bajra Sikara Yoga saking Geria Saraswati Buda Senapahan Banjar Anyar, Kediri.

Persembahyangan dimulai dengan prosesi sakral upacara Adining Karya Memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih lan Ngingkup yang dipimpin oleh Ida Sang Sulinggih diiringi dengan alunan suara gong baleganjur, tari-tarian serta pesantian yang terdengar mengiringi khusyuknya doa yang dilantunkan dengan semangat spiritual yang tinggi. Dalam kesempatan tersebut Bupati Sanjaya dan Bunda Rai juga berkesempatan Ngaturang Ayah Nyiratin Tirta, kemudian bersama dengan ibu-ibu DWP dan jajaran, Bunda Rai Ngaturang Ayah menarikan Tari Rejang Tri Datu.

Usai persembahyangan bersama yang berlangsung khidmat dilanjutkan dengan prosesi Mapeselang yang dipenuhi suasana tidak kalah sakral bersamaan dengan pertunjukan Tari Topeng Sidakarya. Dalam suasana tersebut Sanjaya dan Bunda Rai beserta jajaran nampak penuh suka cita menyaksikan pertunjukan kesenian Bali yang sakral tersebut. Upacara Mapeselang sendiri merupakan bagian dari Padudusan Agung sebagai wujud cinta kasih Hyang Widhi Wasa dengan segala bentuk jenis ciptaan-Nya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi Kedungu Beach Festival

Meskipun diguyur hujan lebat, tak menyurutkan semangat seluruh elemen yang hadir saat itu dalam melancarkan Karya. Wujud syukur pun disampaikan oleh Bupati Tabanan, manakala Karya telah berlangsung dengan lancar dan khidmat, dengan turunnya hujan sebagai simbol Karya yang diberkati. ‘‘Astungkara hari ini puncak Karya Panca Wali Krama yang kita selenggarakan rangkaian upacara-upacara Ngenteg Linggih, di Pemerintah Kabupaten Tabanan ini memargi antar. Dari tadi siang prosesinya sudah dilakukan oleh Ida Sang Sulinggih, Ida Dane Mangku, sampun wawu. Kita juga tadi sama-sama sudah ngaturang sembah bhakti, artinya menandai kegiatan puncak Panca Wali Krama yang kita lakukan di Kantor Bupati ini berjalan dengan baik,‘‘ ujarnya.

Tak hanya itu, Karya yang berlangsung dalam iringan hujan juga menandai berkah yang melimpah untuk Tabanan. ‘‘Kita patut menghaturkan puja dan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, apalagi hari ini ada berkah hujan. Pertanda, bahwa Tabanan memang daerah agraris, daerah hujan, diberkati lumbung pangannya, simbol kesuburan dan kemakmuran, tetapi tidak mengurangi kegiatan-kegiatan ritual walaupun hujan lebat,‘‘ imbuh Sanjaya sekaligus sangat mengapresiasi para jajaran dan para istri-istri jajaran OPD dan pegawai yang turut Ngaturang Ngayah Nari bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Pihaknya sangat mengapresiasi semangat seluruh masyarakat, prawartaka karya dan pegawai yang terlibat, dari mulai rangkaian upacara dilakukan hingga puncak karyanya hari ini. ‘‘Kita lihat sendiri, Ida Sang Sulinggih, masyarakat, pegawai semua ngemargiang (melaksanakan) yadnya dengan baik. Ada Tari Rejang dengan ibu-ibu tadi berpartisipasi menarikan dengan suasana riang gembira. Ini artinya, bahwa kita patut bersyukur karena upacara-upacara ini sudah berjalan dengan baik di Pemerintah Kabupaten Tabanan yang memang kita harapkan bersama. Bagaimana kita mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,‘‘ paparnya lebih lanjut.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Antar Tabanan Torehkan Prestasi Nasional di Bidang Pengentasan Stunting dan Kemiskinan

Usai upacara Adining Karya Memungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih lan Ngingkup, Mapeselang ngelantur persembahyangan bersama, eedan puncak Karya dilanjutkan dengan upacara Padanan ngelantur persembahyangan bersama serta upacara Ngenteg Linggih lan Pujawali sekaligus persembahyangan bersama yang dimulai sekitar pukul 20.00 yang dilangsungkan di Madya Mandala Kantor Bupati, yakni di Padmasana Rumah Jabatan Bupati dan Padmasana Kantor Bupati Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

“Karya Ngenteg Linggih” Banjar Puseh Sading, Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Hibah Upakara

Published

on

By

Bupati dan Wabup Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menghadiri “Karya Ngenteg Linggih“ dan “Wrespati Kalpa“ di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Nyatur, Mupuk Pedagingan, Rsi Gana, dan Wrespati Kalpa di Banjar Puseh, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Kamis (15/10). Karya di Pura Dalem Begawan Penyarikan ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Lukluk.

Seusai persembahyangan bersama tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan hibah upakara Tahun Anggaran Induk 2026 sebesar Rp 400 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, Wayan Sukena.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama Banjar Puseh dalam menyelenggarakan yadnya. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini merupakan bentuk dukungan sekaligus upasaksi atas pelaksanaan karya suci pasca-pemugaran pelinggih.

“Pelaksanaan karya suci ini merupakan wujud nyata sradha bhakti dan rasa syukur kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Saya mengapresiasi kebersamaan krama Banjar Puseh dalam melaksanakan yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, labda karya, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh krama,” ujarnya.

Bupati juga mengajak krama untuk senantiasa meningkatkan keharmonisan dan menjaga persatuan. Selain membahas konteks upacara adat, Adi Arnawa secara khusus menyinggung kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah terjadi di lapangan. Ia mengapresiasi kedisiplinan krama Badung yang tetap tertib saat mengantri di sejumlah SPBU.

“Badung merupakan barometer pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas wilayah. Karena itu, keamanan masyarakat menjadi hal fundamental. Saya mengapresiasi krama yang telah menunjukkan kedisiplinan di tengah situasi kelangkaan BBM. Mari kita tetap menjaga suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Badung,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Perkuat Sinergi Forkopimda dalam Lepas Sambut Dandim 1619/Tabanan

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Wayan Sukena menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan bantuan stimulus dari Pemkab Badung. Ia melaporkan bahwa karya serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1969 silam. Rangkaian upacara kali ini merupakan hasil paruman krama yang telah dimulai bertahap sejak 24 September 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung Made Rai Wirata, tokoh masyarakat Wayan Muntra, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Bendesa Adat Sading, serta unsur Kelihan Adat dan Dinas se-Kelurahan Sading. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Sanjaya Ikuti Persembahyangan Pujawali di Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat Tabanan

Published

on

By

Bupati Sanjaya Sembahyang di Pura Besakih
PENANDATANGANAN PRASASTI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Memperkuat sradha bhakti sekaligus memohon kerahayuan jagat Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10).

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten III, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Setibanya di Pura Basukian Puseh Jagat, Bupati Sanjaya beserta jajaran menuju Genah Pesandekan Pura Basukian untuk katuran boga alit, kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan sungkem ring gedong Pura Basukian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti hibah penataan pura.

Rangkaian persembahyangan kemudian berlanjut ke Pura Goa Raja, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti. Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan keagamaan ini menjadi wujud sradha bhakti sekaligus permohonan agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan selaras antara aspek sekala dan niskala. “Dalam membangun Tabanan, kita harus menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, agar pembangunan berjalan harmonis dan kerahayuan senantiasa menyertai masyarakat,” ungkapnya.

Selain sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat nilai spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dengan landasan sradha bhakti yang kuat, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Tabanan senantiasa berjalan harmonis, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Sanjaya Perkuat Sinergi Forkopimda dalam Lepas Sambut Dandim 1619/Tabanan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Pencanangan Desa Kukuh Kerambitan Sebagai Desa Cantik Kabupaten Tabanan 2024

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca