Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dihadiri 26 Kepala Negara, Presidensi G20 Berjalan Lancar dan Sukses

Gubernur Wayan Koster: Kesuksesan Pertemuan Presidensi G20 Berkat Kebersamaan, Kekompakan, Soliditas, Koordinasi dan Kerja Sama yang Sangat Baik Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers saat konferensi pers pada Jumat, 18 November 2022 di Gedung Jayasabha, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Rangkaian Pertemuan Presidensi G20, yang puncaknya berlangsung pada tanggal 15 – 16 November 2022 di Nusa Dua Badung, Bali, telah terlaksana dengan lancar, nyaman, aman, damai, dan sukses. Selama acara Pertemuan Presidensi G20, sama sekali tidak ada hujan khususnya di kawasan lokasi acara.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada media saat menggelar konferensi pers terkait berakhirnya penyelenggaraan Pertemuan Presidensi G20 di Bali, pada Jumat, 18 November 2022 di Gedung Jayasabha, Denpasar.

Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini mengatakan, Pertemuan Presidensi G20 dihadiri oleh 20 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 14 lembaga internasional. Total ada 26 Kepala Negara yang hadir langsung, yaitu 17 Kepala Negara dari Anggota Negara G20 dan 9 Kepala Negara undangan di luar Negara G20.

Dari Negara G20 yang hadir langsung yakni 1) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo; 2) Presiden Amerika Serikat, Joe Biden; 3) Presiden China, Xi Jinping; 4) Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol; 5) Presiden Australia, Anthony Albanese; 6) Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa; 7) Presiden Prancis, Emmanuel Macron; 8) Presiden Argentina, Alberto Ángel Fernández; 9) Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; 10) Presiden Dewan Eropa, Charles Michel; 11) Perdana Menteri India, Narendra Damodardas Modi; 12) Kanselir Jerman, Olaf Scholz; 13) Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida; 14) Perdana Menteri Kanada, Justin Pierre James Trudeau; 15) Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak; 16) Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni; 17) Putra Mahkota Raja Saudi Arabia, Muhammad bin Salman bin Abdulaziz bin Abdul Al-Saud; 18) Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov; 19) Menteri Luar Negeri Brazil, Carlos Alberto França; dan 20) Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard Casaubon.

Baca Juga  Wayan Koster Memiliki Ikatan Kuat dengan Warga Desa Sangsit

Selain Negara Anggota G20, Pertemuan Presidensi G20 juga dihadiri undangan dari 9 Kepala Negara: 1) Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen; 2) Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez; 3) Presiden Rwanda, Paul Kagame; 4) Presiden Suriname, Chandrikapersad Santokhi; 5) Presiden Senegal, Macky Sall; 6) Presiden Uni Emirates Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan; 7) Perdana Menteri Singapura, Lee hsien Long; 8) Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte; 9) Menteri Luar Negeri Fiji, Inoke Kubuabola.

g20
Pertemuan Presidensi G20 di Bali. (Foto: Setneg)

Turut hadir 14 Pimpinan Lembaga/Organisasi Internasional, yaitu: Presiden Asian Development Bank (ADB), Masatsugu Asakawa; Ketua World Economic Forum (WEF), Klaus Martin Schwab; Presiden Islamic Development Bank (IsDB), Muhammad Sulaiman Al Jasser; 4) Direktur Jenderal International Labour Organization (ILO), Gilbert F. Houngbo; 5) Presiden International Olympic Committee (IOC), Thomas Bach; 6) Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala; 7) Presiden World Bank Group, David Malpass; 8) Presiden Dewan Eropa, Charles Michel; 9) Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres; 10) Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva; 11) Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Mathias Cormann; 12) Ketua Financial Stability Board (FSB), Klaas Knot; 13) Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adanom Ghebreyesus; dan 14) Presiden FIFA, Gianni Infanitino.

Gubernur Wayan Koster menyampaikan, kesuksesan penyelenggaraan rangkaian Pertemuan Presidensi G20 adalah berkat arahan detail dari Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, kebersamaan, kekompakan, soliditas, koordinasi, dan kerja sama yang sangat baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan Presidensi G20, yaitu tempat pertemuan para Kepala Negara di Hotel Apurva Kempinski, acara Gala Dinner di Garuda Wisnu Kencana, penanaman mangrove di Tahura, meningkatkan kualitas infrastruktur, sarana prasarana, dan memperindah semua jalur menuju lokasi acara Presidensi G20. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Konsep Bali Masa Depan, Terciptanya Generasi Bali Berkualitas, Berdaya Saing dan Tangguh

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Warga Jaga Kebersihan Lingkungan, Dapat Apresiasi Beras 5 Kg dari TP PKK Provinsi Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Bali Tinjau Kebersihan Saat Car Free Day
MONEV: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD), Minggu (6/9) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Aksi warga menjaga kebersihan lingkungan mendapat apresiasi. TP PKK Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Kota Denpasar, Minggu (6/9) pagi.

Gerakan ini tidak sekadar mengajak masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta budaya gotong-royong di tengah masyarakat.

Menariknya, warga yang aktif melaksanakan kegiatan bersih-bersih di telajakan rumah masing-masing mendapatkan apresiasi berupa beras 5 kilogram dari Tim Monev.

Apresiasi tersebut diserahkan oleh Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali A.A. Sagung Mas Dwipayani, serta Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, masyarakat didorong untuk menjadikan kebersihan, gotong-royong, dan solidaritas sosial sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bukan sekadar bersih-bersih, gerakan ini menjadi upaya menghidupkan kembali semangat gotong-royong, mulai dari lingkungan rumah hingga masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster meninjau sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, yang digunakan sebagai tempat berjualan saat Car Free Day (CFD).

Ia menyoroti masih banyaknya sampah yang berserakan dan belum mendapat perhatian maksimal. Untuk itu, ia mengajak para pedagang dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan, terlebih saat pelaksanaan CFD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ratusan Gen Z Rebutan Tos dan Foto Bareng Wayan Koster saat DBL 2024 di GOR Ngurah Rai
Lanjutkan Membaca

NEWS

I Nengah Senantara Tolak Kadin Jadi Lembaga Negara, Soroti Potensi Dualisme  

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan Kadin disejajarkan dengan lembaga negara
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nengah Senantara. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menolak usulan agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia disejajarkan atau menjadi bagian dari lembaga negara. Menurutnya, usulan tersebut berpotensi menimbulkan dualisme kewenangan dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Nengah menjelaskan, dalam pembahasan terkait Kadin terdapat sejumlah usulan, mulai dari menjadikan Kadin sejajar dengan lembaga negara, sebagai mitra strategis pemerintah, hingga meminta keterlibatan Kadin dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Yang pertama itu, Kadin ingin disejajarkan dengan lembaga negara. Yang kedua, ada keinginan juga Kadin menjadi partner strategis negara. Dan yang ketiga, Kadin menginginkan bahwa setiap keputusan yang diambil, Kadin harus dilibatkan,” kata Nengah melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (5/9/2026).

Politisi Fraksi Partai Nasdem itu menegaskan Komisi VI tidak sepakat jika Kadin masuk ke dalam struktur lembaga pemerintahan. Ia menilai pemerintah telah memiliki kementerian dengan kewenangan masing-masing, termasuk Kementerian Perdagangan yang menangani urusan perdagangan.

“Kita nggak mau Kadin masuk ke lembaga pemerintahan yang justru akan memunculkan dualisme keputusan. Nah, itu kita benar-benar konsen, tidak setuju dengan usulan Kadin itu,” tegasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Meski demikian, ia menyatakan pihaknya tetap memandang Kadin sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, posisi tersebut penting untuk menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, tanpa mencampurkan kewenangan organisasi usaha dengan kewenangan negara.

Di sisi lain, Legislator dari dapil Bali itu juga menolak apabila Kadin harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah. Ia menilai keterlibatan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menggeser kewenangan lembaga negara, termasuk DPR RI.

“Kalau hal ini harus mengikutsertakan Kadin, apalagi dalam bentuk keputusan, itu tentu sama dengan fungsinya DPR. Saya nggak mau itu terjadi, karena lagi-lagi saya katakan ini ada dualisme keputusan,” ujarnya.

Baca Juga  Berkat Wayan Koster, Industri Tenun Bali Kian Bergeliat

Menurutnya, kebijakan negara harus tetap berorientasi pada kepentingan publik dan tidak didominasi oleh kepentingan kelompok tertentu. Kadin sebagai representasi dunia usaha, lanjutnya, tetap memiliki ruang strategis untuk memberikan masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi.

“Kita nggak mau keputusan negara, keputusan pemerintah justru dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Kita berharap negara memutuskan sesuatu berdasarkan kepentingan publik. Ada sosialnya di sana, bukan business oriented,” katanya.

Pandangan tersebut, menurutnya, juga mendapat perhatian dari sejumlah pakar dan akademisi yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Ia menyebut akademisi dari UGM dan Jember turut menyoroti pentingnya menjaga batas antara peran Kadin sebagai organisasi dunia usaha dan kewenangan pemerintahan.

“Jangan sampai Kadin masuk terlalu jauh ke pemerintahan, sehingga memunculkan dualisme. Ada Menteri Kadin, nanti kita khawatir itu. Atau ada DPR Kadin, kita nggak mau,” tuturnya.

Selain mengenai posisi Kadin dalam pemerintahan, Nengah menyebut mekanisme pemilihan Ketua Umum Kadin turut menjadi perhatian dalam pembahasan RUU tersebut. Ia menegaskan Musyawarah Nasional (Munas) harus tetap menjadi forum tertinggi dalam menentukan kepemimpinan organisasi.

“Yang tertinggi itu adalah Munas. Kalau sudah memutuskan, Munas memutuskan bahwa si A ketuanya, tidak ada lagi intervensi lain,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha, Bupati Adi Arnawa Ajak Sekaa Teruna Jaga Adat, Seni dan Budaya

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri HUT ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha Dalung Permai
HADIRI HUT STT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri HUT Ke-25 STT Yowana Dharma Kertha di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) menjadi momentum penting bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) Yowana Dharma Kertha, Lingkungan Bumi Kertha, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara untuk memperkuat komitmen pelestarian adat di tengah heterogenitas masyarakat.

Puncak perayaan HUT Ke-25 sekaligus serah terima jabatan pengurus baru ini ditandai dengan pemotongan kue oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Balai Banjar Bumi Kertha, Perumahan Dalung Permai, Sabtu (5/9).

Dalam arahannya, Bupati Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas pemuda setempat. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga akar budaya, khususnya di kawasan perumahan padat yang dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang.

“Yang terpenting melalui perayaan ini, STT. Yowana Dharma Kertha bisa lebih semangat dalam menjaga adat, tradisi, seni, dan budaya. Terlebih kalian berada di wilayah perumahan Dalung Permai yang masyarakatnya sangat heterogen,” ujarnya.

Tidak hanya urusan kepemudaan, Bupati Badung juga memanfaatkan momen ini untuk merespons langsung keluhan warga terkait polemik fasilitas publik di Dalung Permai. Mulai dari okupasi badan jalan oleh oknum pedagang dan parkir liar, hingga ancaman banjir musiman. Langkah taktis pun langsung diinstruksikan kepada jajaran camat dan lurah setempat.

“Kita sudah rancang Peraturan Daerah untuk menangani permasalahan parkir dan pedagang yang menggunakan badan jalan. Nantinya Dinas Perhubungan yang akan menindak tegas. Selain itu, Bapak Camat mohon segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memetakan titik banjir yang harus segera ditangani, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Made Prana Aditya Karya melaporkan bahwa organisasi pemuda yang kini beranggotakan 195 orang tersebut siap menyalurkan kreativitasnya secara positif berkat dukungan penuh jajaran pemerintah. Ia pun berharap regenerasi pengurus baru ini membuat STT Yowana Dharma Kertha semakin kompak dan inovatif.

Baca Juga  Ratusan Gen Z Rebutan Tos dan Foto Bareng Wayan Koster saat DBL 2024 di GOR Ngurah Rai

“Mulai bulan Desember 2026 ini, kami sudah bersiap menggarap ogoh-ogoh. Kami sangat berterima kasih karena dana kreativitas ini didukung penuh oleh Bapak Bupati melalui Dinas Kebudayaan Badung,” ungkap Prana Aditya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung I Wayan Sandra, Kabag Kerja Sama Setda Badung I Made Deddy Sandrawan, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa bersama unsur Tripika, Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Kepala Lingkungan Banjar Bumi Kertha Kadek Udyana Putra, Kaling se-Kelurahan Kerobokan Kaja, serta Ketua STT. I Kadek Aditya Yudi Dharma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca