Dihadiri 26 Kepala Negara, Presidensi G20 Berjalan Lancar dan Sukses
Gubernur Wayan Koster: Kesuksesan Pertemuan Presidensi G20 Berkat Kebersamaan, Kekompakan, Soliditas, Koordinasi dan Kerja Sama yang Sangat Baik Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers saat konferensi pers pada Jumat, 18 November 2022 di Gedung Jayasabha, Denpasar. (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Rangkaian Pertemuan Presidensi G20, yang puncaknya berlangsung pada tanggal 15 – 16 November 2022 di Nusa Dua Badung, Bali, telah terlaksana dengan lancar, nyaman, aman, damai, dan sukses. Selama acara Pertemuan Presidensi G20, sama sekali tidak ada hujan khususnya di kawasan lokasi acara.
Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada media saat menggelar konferensi pers terkait berakhirnya penyelenggaraan Pertemuan Presidensi G20 di Bali, pada Jumat, 18 November 2022 di Gedung Jayasabha, Denpasar.
Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini mengatakan, Pertemuan Presidensi G20 dihadiri oleh 20 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 14 lembaga internasional. Total ada 26 Kepala Negara yang hadir langsung, yaitu 17 Kepala Negara dari Anggota Negara G20 dan 9 Kepala Negara undangan di luar Negara G20.
Dari Negara G20 yang hadir langsung yakni 1) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo; 2) Presiden Amerika Serikat, Joe Biden; 3) Presiden China, Xi Jinping; 4) Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol; 5) Presiden Australia, Anthony Albanese; 6) Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa; 7) Presiden Prancis, Emmanuel Macron; 8) Presiden Argentina, Alberto Ángel Fernández; 9) Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; 10) Presiden Dewan Eropa, Charles Michel; 11) Perdana Menteri India, Narendra Damodardas Modi; 12) Kanselir Jerman, Olaf Scholz; 13) Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida; 14) Perdana Menteri Kanada, Justin Pierre James Trudeau; 15) Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak; 16) Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni; 17) Putra Mahkota Raja Saudi Arabia, Muhammad bin Salman bin Abdulaziz bin Abdul Al-Saud; 18) Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov; 19) Menteri Luar Negeri Brazil, Carlos Alberto França; dan 20) Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard Casaubon.
Selain Negara Anggota G20, Pertemuan Presidensi G20 juga dihadiri undangan dari 9 Kepala Negara: 1) Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen; 2) Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez; 3) Presiden Rwanda, Paul Kagame; 4) Presiden Suriname, Chandrikapersad Santokhi; 5) Presiden Senegal, Macky Sall; 6) Presiden Uni Emirates Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan; 7) Perdana Menteri Singapura, Lee hsien Long; 8) Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte; 9) Menteri Luar Negeri Fiji, Inoke Kubuabola.
Pertemuan Presidensi G20 di Bali. (Foto: Setneg)
Turut hadir 14 Pimpinan Lembaga/Organisasi Internasional, yaitu: Presiden Asian Development Bank (ADB), Masatsugu Asakawa; Ketua World Economic Forum (WEF), Klaus Martin Schwab; Presiden Islamic Development Bank (IsDB), Muhammad Sulaiman Al Jasser; 4) Direktur Jenderal International Labour Organization (ILO), Gilbert F. Houngbo; 5) Presiden International Olympic Committee (IOC), Thomas Bach; 6) Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala; 7) Presiden World Bank Group, David Malpass; 8) Presiden Dewan Eropa, Charles Michel; 9) Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres; 10) Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva; 11) Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Mathias Cormann; 12) Ketua Financial Stability Board (FSB), Klaas Knot; 13) Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adanom Ghebreyesus; dan 14) Presiden FIFA, Gianni Infanitino.
Gubernur Wayan Koster menyampaikan, kesuksesan penyelenggaraan rangkaian Pertemuan Presidensi G20 adalah berkat arahan detail dari Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, kebersamaan, kekompakan, soliditas, koordinasi, dan kerja sama yang sangat baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan Presidensi G20, yaitu tempat pertemuan para Kepala Negara di Hotel Apurva Kempinski, acara Gala Dinner di Garuda Wisnu Kencana, penanaman mangrove di Tahura, meningkatkan kualitas infrastruktur, sarana prasarana, dan memperindah semua jalur menuju lokasi acara Presidensi G20. (gs/bi)
PERTEMUAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)
Paris, Francis, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif dengan pembahasan yang berfokus pada penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor prioritas.
Sebelumnya dalam pernyataan pers bersama Presiden Macron, Presiden Prabowo menyebutkan sejumlah isu strategis akan menjadi prioritas pembahasan. Termasuk diantaranya terkait pelaksanaan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).
“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting. Kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia European Union CEPA. Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini,” kata Presiden Prabowo.
Hubungan Indonesia dan Prancis, menurut Presiden Prabowo, saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah hubungan kedua negara. Kepala Negara pun menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kepemimpinan Presiden Macron dalam mendorong kemitraan yang makin erat antara kedua negara.
“Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis Berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini. Kami terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menilai bahwa Indonesia dan Prancis memiliki banyak kesamaan pandangan dalam menyikapi berbagai isu global dan kawasan. Menurut Presiden Prabowo, hubungan bilateral yang terus berkembang positif tidak terlepas dari dukungan langsung Presiden Macron dalam memperkuat kerja sama kedua negara.
“Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan hubungan kita sangat baik, di bidang kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik, di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi,” lanjutnya.
Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk terus memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemajuan bersama di tengah dinamika global yang terus berkembang. (gs/bi)
EDUKASI: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng saat menghadirkan edukasi kesehatan mengenal alergi pada anak yang diadakan di Gedung PLUT, Jumat (29/5). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng menghadirkan edukasi kesehatan mengenal alergi pada anak sebagai upaya meningkatkan pengetahuan para ibu dalam menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan sosialisasi yang diadakan di Gedung PLUT, Jumat (29/5) ini berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para peserta.
Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan pemahaman mengenai berbagai gejala alergi yang sering muncul pada anak. Gejala tersebut dapat berupa ruam merah dan gatal pada kulit, bersin serta hidung tersumbat, gangguan pencernaan seperti mual dan diare, hingga reaksi berat berupa anafilaksis yang memerlukan penanganan medis darurat.
“Kami harap melalui kegiatan ini, para anggota DWP Kabupaten Buleleng semakin memahami pentingnya edukasi kesehatan keluarga serta mampu menerapkan langkah pencegahan dan penanganan alergi anak secara tepat demi mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal,” harapnya.
Sementara itu, Narasumber dr. I Gede Kade Dwi Dharma Kayika menjelaskan bahwa alergi pada anak merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya atau disebut alergen. Kondisi ini umumnya dipengaruhi faktor genetik maupun lingkungan sekitar anak.
“Deteksi dini dan mengenali pemicu alergi menjadi langkah penting agar kondisi anak dapat ditangani dengan tepat dan tidak berkembang menjadi lebih serius,” jelas dr. Kade Dwi.
Beberapa jenis alergi yang paling umum terjadi pada anak di antaranya alergi makanan seperti susu sapi, telur, kacang-kacangan, gandum, hingga makanan laut. Selain itu, terdapat dermatitis atopik atau eksim yang ditandai kulit kering, kemerahan, dan gatal, alergi pernapasan akibat debu atau bulu hewan, serta asma alergi yang dapat menyebabkan sesak napas dan mengi.
Dalam kesempatan itu juga, ia menekankan pentingnya orang tua memahami pola munculnya alergi pada anak dengan mengamati makanan maupun aktivitas yang memicu reaksi alergi. Orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan dokter apabila gejala alergi sering muncul atau sulit dikenali penyebabnya.
“Selain pengobatan menggunakan antihistamin sesuai anjuran dokter, menjaga asupan gizi seimbang juga menjadi perhatian penting, khususnya bagi anak yang memiliki alergi makanan tertentu agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi secara optimal,” tutupnya. (gs/bi)
DITEMUKAN: Tiga pendaki Gunung Batukaru yang tersesat berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Jumat, (29/5/2026) sekira pukul 11.00 Wita. (Foto: Hms SAR)
Tabanan, baliilu.com – Tiga pendaki Gunung Batukaru yang tersesat berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Jumat, (29/5/2026) sekira pukul 11.00 Wita. Ketiganya dilaporkan tersesat pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 Wita ketika hendak turun dari Gunung Batukaru.
Tiga pendaki masing masing Mario Luca WNI asal Karangasem (L/17), Taisiya Chernosvitova, WNA asal Rusia (L/18) dan Nazar Krasnoruski WNA asal Rusia (L/18). Ketiganya merupakan pelajar lulusan Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah internasional di Denpasar.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan yang memimpin jalannya Operasi SAR menerangkan, ketiga pendaki awalnya berangkat pada Kamis pagi, (28/5/2026) sekira pukul 09.00 Wita melalui jalur pendakian Pura Petali, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Ketiganya mulai turun sekitar pukul 15.00 Wita namun hingga pukul 20.00 Wita pendaki mengalami disorientasi dan tersesat.
“Kemarin salah satu pendaki sempat menghubungi pihak keluarga dan mengatakan dirinya tersesat. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas,” imbuhnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) mengerahkan tujuh orang personel Pos SAR Buleleng dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang berada di lokasi.
“Tadi pukul 09.00 Wita Tim SAR gabungan mulai melaksanakan pendakian dari Posko Desa Karyasari untuk mencari korban, Pukul 11.00 Wita pendaki berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada koordinat (8°20’39.50″S – 115° 5’2.70″E) di ketinggian 1899 Mdpl,” lanjut Donny.
Ia menambahkan, saat ditemukan ketiga pendaki dalam kondisi stabil, semua pendaki kemudian dievakuasi turun menuju posko.
“Pukul 14.05 Wita ketiga pendaki sudah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan menuju posko Desa Karyasari, ketiganya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” tutup Donny.
Operasi pencarian dan pertolongan turut melibatkan unsur SAR gabungan diantaranya, Basarnas Bali, Polres Tabanan, Polsek Pupuan, Brimob Batalion B Pelopor Mengwi, Koramil Pupuan, Camat Pupuan, Babinsa Desa Karyasari, Pemandu Lokal dan Masyarakat setempat. (gs/bi)