Tabanan, baliilu.com – Sorak sorai ribuan masyarakat Tabanan dalam seremonial menyambut Pembukaan Perayaan HUT ke-529 Kota Tabanan oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., sekaligus dirangkaikan dengan pelepasan Kontingen Atlet Porprov Bali Kabupaten Tabanan tahun 2022, pencanangan car free day, serta penyerahan hadiah utama Gebyar PBB di Kabupaten Tabanan, Minggu (6/11).
Kegiatan yang telah dimulai sejak pukul 7 pagi tersebut, dipusatkan di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, dengan turut dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda, Sekda, beserta Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan, Kepala Kantor Kementerian dan instansi vertikal, Direktur BPD Bali, camat, serta diramaikan oleh 2500 ASN di lingkungan Pemkab Tabanan bersama masyarakat.
Perayaan HUT ke-529 Kota Tabanan di tahun 2022 mengusung tema “Jayaning Singasana” yang memiliki makna, semangat bersama untuk mewujudkan puncak kejayaan Tabanan dalam menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Tema yang dipilih ini mengacu pada semangat yang digemakan untuk bersama-sama membangun Tabanan dan di dalam momen HUT Kota Tabanan ini dapat memacu semangat dan kecintaan serta rasa bangga menjadi orang Tabanan.
Gelora semangat ini tentunya diramaikan dengan ragam suguhan acara yang dapat menyentuh masyarakat dalam beberapa bentuk kegiatan, diantaranya, pertunjukkan seni, budaya, dan edukasi serta lomba-lomba yang akan dilaksanakan kurang lebih selama 1 bulan penuh di Bulan November ini. Rasa gembira dan berbahagia, disampaikan oleh Bupati Tabanan, Sanjaya, mengingat acara ini merupakan momentum bagi masyarakat Tabanan untuk membangkitkan semangat kecintaan dan kebanggaan atas daerahnya.
“Saya selaku Bupati dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan selamat pada Kota Tabanan yang kini sudah memasuki usia ke-529, semoga Kota Tabanan akan semakin lebih memacu diri untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya,” ujar Bupati Sanjaya. Tema Jayaning Singasana yang dipilih, telah sesuai dengan kaidah sejarah dan juga sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010 yang menyatakan bahwa Ibu Kota Tabanan ialah Singasana.
Tema tersebut juga mencerminkan rasa optimis dari Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan harapan masyarakat untuk bersama-sama pulih lebih cepat dari keterpurukan pandemi dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pembukaan Rangkaian Perayaan HUT kota ini ditandai dengan pelepasan balon dan pelepasan burung merpati oleh Bupati Sanjaya beserta jajarannya.
Dirangkaikan dengan pelepasan Atlet Porprov Kabupaten Tabanan yang akan berlaga pada ajang Porprov Pronvinsi Bali tahun 2022 ini, Sanjaya juga menyampaikan apresiasinya. Bagi Sanjaya KONI Kabupaten Tabanan telah mempersiapkan secara maksimal sebagai bentuk kado terindah dalam merayakan HUT Kota Tabanan.
Pelepasan itu ditandai dengan penyerahan bendera kontingen kepada ketua KONI Kabupaten Tabanan, yang menandai bahwa atlet Tabanan dengan spirit bangga menjadi orang Tabanan telah siap berlaga dan mendulang prestasi dalam Porprov Bali tahun 2022, di mana pelaksanaa Proprov Bali tahun ini pertama kalinya akan digelar secara gotong- royong dengan mengambil venue menyebar di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.
Bupati Tabanan saat melepas balon pada perayaan HUT ke-529 Kota Tabanan. (Foto : Ist)
Di Kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong-royong dan berkolaborasi dalam perayaan peringatan HUT Kota ke-529 tersebut.
“intinya adalah bagaimana kita memeriahkan Hari Ulang Tahun ini, konsepnya adalah dari kita, oleh kita dan untuk kita, Hari Ulang Tahun ini adalah milik kita bersama, milik rakyat Tabanan seluruhnya,” tegas Sanjaya dalam sambutannya.
Seperti yang dijelaskan oleh I Gede Urip Gunawan, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Bapeddalitbang yang juga berperan sebagai ketua panitia, bahwa rangkaian kegiatan dimulai dari 30 Oktober – 29 November 2022, yang dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Taman Bung Karno dan Lapangan Alit Saputra. Di mana kegiatan dimulai dari persiapan, pembukaan, entertainment, budaya dan penggerak ekonomi.
“Tujuan pelaksanaan rangkaian acara ini ialah untuk memeriahkan HUT Kota Tabanan, Melestarikan Budaya serta memelihara dan meningkatkan kebanggaan dan cinta terhadap tanah kelahiran Tabanan, menjngkatkan kreativitas generasi muda Tabanan, memupuk jiwa sportifitas melalui kegiatan perlombaan dan juga memberikan ruang rekreasi yang lebih semarak bagi masyarakat Tabanan,” papar Gede Urip dalam laporannya pagi itu. Kegiatan diteruskan dengan bersepeda di seputaran area car free day sembari mengunjungi belasan stand IKM dan UMKM kuliner oleh Bupati Sanjaya beserta jajaran. (gs/bi)
Polisi saat melakukan pencarian hari ketiga nelayan yang hilang. (Foto: Hms Polres Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lebih yang dilaporkan hilang saat melaut, tim gabungan melaksanakan penyisiran melalui jalur laut dan darat pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan pencarian dipusatkan di kawasan Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan area penyisiran meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng.
Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta unsur terkait lainnya.
Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51), seorang nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Korban dilaporkan hilang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA di perairan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh.
Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan, kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar, serta didukung satu unit drone untuk pemantauan udara. Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang garis pantai guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.
Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal melalui jalur laut maupun darat. Setiap sektor pencarian disisir secara sistematis dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar proses pencarian berjalan efektif dan aman,” ujar AKP I Gede Budarasa.
Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas guna mendukung proses pencarian. (gs/bi)
KICK OFF: Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). (Foto: Hms Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). Kegiatan menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan K, ST., MT. menyampaikan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan 36 paket pekerjaan penanganan jalan. Program ini merupakan bagian dari percepatan peningkatan kualitas jalan kabupaten yang telah menjadi prioritas pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, berdasarkan data kondisi di Kabupaten Gianyar tahun 2026, persentase jalan mantap di Kabupaten Gianyar telah mencapai sekitar 80,66 persen. Melalui pelaksanaan paket-paket pekerjaan tahun 2026, angka tersebut ditargetkan terus meningkat secara signifikan. Disebutkan, dari 36 paket pekerjaan penanganan jalan, 5 paket telah dikerjakan, 10 paket sedang dikerjakan, sisanya segera dikerjakan.
Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 189,875 miliar untuk menangani 36 paket pekerjaan di berbagai wilayah Kabupaten Gianyar.
“Keto seriusne bupati membangun infrastruktur. Kami memasang target waktu tiga tahun seluruh jalan kabupaten dapat dituntaskan,” tegas Bupati Mahayastra.
Bupati Mahayastra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Gianyar telah melaksanakan 55 paket pekerjaan jalan dengan total anggaran mencapai Rp 191.513.938.800. Selanjutnya pada tahun 2026 dilanjutkan dengan 36 paket pekerjaan senilai Rp 189.875.000.000, sehingga pada akhir tahun 2026 tingkat kemantapan yang ditargetkan telah mencapai sekitar 85 persen.
Menurutnya, kegiatan kick off menjadi simbol dimulainya pekerjaan fisik yang akan segera dilaksanakan di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses pengadaan telah selesai sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.
Memasuki tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan memfokuskan pembangunan pada jalan-jalan lingkungan, setelah sebagian besar ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap. “Astungkara, saat saya selesai menjabat sebagai Bupati, tidak ada lagi jalan kabupaten yang rusak,” ungkapnya.
Bupati Mahayastra juga menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan infrastruktur Kabupaten Gianyar saat ini telah melampaui berbagai target yang ditetapkan dan mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang menjadi contoh dalam pembangunan infrastruktur.
“Membangun bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun untuk kepentingan rakyat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan perekonomian, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Gianyar,” tutupnya. (gs/bi)
KEBAKARAN: Sinergi lintas instansi saat melakukan penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan dalam penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), pemerintah kecamatan dan desa, Satpol PP, LPHD, serta unsur terkait lainnya bahu-membahu melakukan upaya pemadaman di medan yang sulit dijangkau, Sabtu (18/7/2026).
Sejak pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali melaksanakan pendakian menuju titik kebakaran. Kondisi medan yang terjal serta akses yang terbatas membuat proses pemadaman tidak memungkinkan menggunakan kendaraan maupun peralatan pemadam berukuran besar.
Sebagai alternatif, personel membawa kantong air (water bag) dan memanfaatkan dahan pohon untuk memukul serta mengendalikan kobaran api yang terus menyala di sejumlah titik. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, tim dibagi menjadi dua regu sehingga pemadaman dapat dilakukan dari beberapa arah sekaligus guna menahan laju penyebaran api.
Hingga pukul 15.00 Wita, api masih terlihat membakar kawasan hutan. Cuaca kering yang disertai embusan angin di kawasan perbukitan menyebabkan api terus merambat ke area vegetasi di sekitarnya. Meski demikian, seluruh personel gabungan tetap bertahan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, mengatakan bahwa penanganan kebakaran mengedepankan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat mengingat tantangan medan di lokasi cukup berat.
“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana. Meski menghadapi kendala di lapangan, seluruh personel tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujar Dharma Sudana.
Ia menambahkan, hingga sore hari TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan perkembangan kebakaran.
“Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus kami pantau dan dilaporkan secara berkala,” pungkasnya. (gs/bi)