Diplomasi internasional Gubernur Wayan Koster di Washington, D.C dan New York, Amerika Serikat usai Wayan Koster menjadi pembicara di Wolrd Bank Group tentang Transforming Transportation dengan memaparkan materi Filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk Ketahanan Transportasi (Transportasi Cerdas, Berkelanjutan, dan Tangguh). (Foto: ist)
Washington, D.C. dan New York, Amerika Serikat, baliilu.com – Visi Nangun Sat Kerthi LokaBali yang digagas Gubernur Bali Wayan Koster untuk membangun Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dalam sejarah mendapatkan apresiasi dan dukungan dari lembaga internasional, saat Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini melakukan diplomasi internasional dengan Laconic Infrastructure Partners, World Resources Institute (WRI), Bank Dunia/ Wolrd Bank Group, United States Agency for International Development (USAID), Millennium Challenge Corporation (MCC), dan Bloomberg Philanthropies untuk berpartisipasi mempercepat visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali khususnya di bidang Sistem Pertanian Organik, Bali Mandiri Energi Bersih, Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.
Diplomasi internasional Gubernur Wayan Koster ini dilaksanakan dari tanggal 14 – 16 Maret 2023 di Washington, D.C dan New York, Amerika Serikat, usai Wayan Koster menjadi pembicara di Wolrd Bank Group tentang Transforming Transportation dengan memaparkan materi Filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk Ketahanan Transportasi (Transportasi Cerdas, Berkelanjutan, dan Tangguh).
Pertemuan dengan Laconic Infrastructure Partners, pada Selasa (Anggara Wage, Matal) 14 Maret 2023 Pukul 20.00 – 22.00 WIB di Hotel Fairmont, Washington, D.C. Amerika Serikat. Gubernur Bali Wayan Koster diterima oleh Chief Executive Officer at Laconic Infrastructure Partners, Andrew Gilmour, Chief Operating Officer at Laconic Infrastructure Partners, Jacob Clayton, dan Team of Policy Experts, Ben Jackson. Hasil pertemuan, Laconic Infrastructure Partners : 1) Mengapresiasi konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali; 2) Konsep ini merupakan warisan adiluhung serta bernilai kearifan lokal Bali (mereka meyakini, konsep ini bukan dari Barat); 3) Berpandangan bahwa konsep Barat tidak selamanya bisa diterapkan di negara lain, termasuk di Bali; 4) Menilai Program Sistem Pertanian Organik memberi peluang untuk mengkapitalisasi dampak dekarbonisasi tanpa merusak alam, tanpa biaya tambahan apa pun; 5) Berkomitmen untuk bekerjasama dalam pengembangan program dekarbonisasi dan mengakses Pasar Perdagangan Karbon dengan resiko seminimal mungkin kepada Pemerintah Provinsi Bali dan memastikan pembeli karbon sudah melakukan kontrak pembelian jangka panjang 5-10 tahun sebelum program mulai dilaksanakan; 6) Akan menindaklanjuti kerja sama melalui Bali Development Fund sesuai arahan Gubernur Bali dengan target memulai pelaksanaan kerja sama di bulan Juli 2023; dan 7) Melaksanakan pengolahan data, dan data yang dihasilkan dari kerja sama dekarbonisasi akan menjadi hak yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Diplomasi internasional Gubernur Wayan Koster di Washington, D.C dan New York, Amerika Serikat. (Foto: ist)
Pertemuan dengan World Resources Institute (WRI), pada Rabu (Buda Kliwon, Matal) 15 Maret 2023 Pukul 08.30 – 09.00 WIB di Gedung World Bank Group, Washington, D.C. Amerika Serikat. Gubernur Bali Wayan Koster diterima oleh President & CEO World Resources Institute, Aniruddha Dasgupta, Global Director WRI Cross Center for Sustainable Cities, Roger Van Den Berg, dan Country Director WRI Indonesia, Dr. Nirarta Samadhi. Hasil pertemuan, World Resources Institute : 1) Mengapresiasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali; 2) Membantu pencapaian Net Zero Emissions (NZE) Provinsi Bali tahun 2045 untuk sektor energi dan pemanfaatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), atau lebih cepat dari target nasional yang akan dicapai pada tahun 2060; 3) Mendukung penyiapan smart city di Kota Denpasar dan sekitarnya; dan 4) WRI Ross Center akan membantu upaya pengembangan kawasan di Perkotaan dalam kerangka implementasi Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) di Denpasar dan sekitarnya serta sebagai implementasi Pedestrian Oriented Design, dan Zona Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Pertemuan dengan jajaran Bank Dunia / Wolrd Bank Group, pada Rabu (Buda Kliwon, Matal) 15 Maret 2023 Pukul 11.30 – 13.00 WIB di Gedung World Bank Group, Washington, D.C. Amerika Serikat. Gubernur Wayan Koster diterima oleh Global Director, Infrastructure Finance, PPPs & Guarantees Global Practice, World Bank, Imad N. Fakhoury, Practice Manager Transport East Asia and Pacific at The World Bank, Benedict Eijbergen, Practice Manager of the PPP Group for the World Bank’s Infrastructure Finance, PPPs & Guarantees (IPG) Group, Fatouma Toure Ibrahima, dan Senior Transport Specialist at the World Bank, Daniel E. Moser. Hasil pertemuan, jajaran Bank Dunia Group : 1) Bank Dunia telah membantu pembangunan 3 unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Denpasar melalui Kementrian PUPR Republik Indonesia; 2) Bank Dunia akan membantu menuntaskan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten lain di Bali; 3) Bank Dunia membantu MassTransit Project untuk mengembangkan dan membiayai sistem angkutan cepat bus di Kota Denpasar; 4) Bank Dunia mempercepat pengembangan program infrastruktur Angkutan Massal Berbasis Bus BRT (Bus Rapid Transit) pada MassTransit Project (Masstrans) bekerjasama dengan beberapa lembaga internasional lainnya, yang sebelumnya masuk pada program fase 2 menjadi ke fase 1. Program MassTransit akan terintegrasi dengan Sistem Layanan Angkutan Antar-Perkotaan dan Antar-Kawasan di Pulau Bali guna mendukung pariwisata dan kebutuhan mobilitas masyarakat Bali; 5) Mempercepat proses konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai; dan 6) Bank Dunia akan menindaklanjuti usulan Gubernur Bali Wayan Koster terkait pembangunan Jalan Lingkar Bali, Pelabuhan, dan Pembangunan Geopark Batur dengan mengagendakan pembahasan secara intensif antara Gubernur Bali dengan Perwakilan Bank Dunia di Jakarta. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis antara Gubernur Bali dengan World Bank Country Director for Indonesia and Timor-Leste, Satu Kahkonen.
Diplomasi internasional Gubernur Wayan Koster di Washington, D.C dan New York, Amerika Serikat. (Foto: ist)
Pertemuan dengan United States Agency for International Development (USAID), pada Rabu (Buda Kliwon, Matal) 15 Maret 2023 Pukul 15.30 – 16.30 WIB di Kantor USAID, Washington, D.C. Amerika Serikat. Gubernur Bali Wayan Koster diterima oleh Acting Deputy Assistant Administrator USAID, Jeffrey Haeni, Energy Advisor USAID, Andrew Fang, dan Deputy Lead, Green Cities Division USAID, Cristina E. Vélez. Hasil pertemuan, United States Agency for International Development (USAID) : 1) Mengapresiasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang sangat sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan USAID; 2) Program Sinar yang dilaksanakan oleh USAID di Bali dan di Indonesia sangat sesuai dengan program energi bersih; 3) USAID akan berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan bahwa Program SINAR di Bali supaya disesuaikan dengan program Pemerintah Provinsi Bali, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap; 4) USAID sedang mengembangkan program pengelolaan sampah padat; 5) Merencanakan program adaptasi perubahan iklim di kawasan perkotaan; dan 6) Mengharapkan pembangunan Bali agar diikuti oleh daerah lain.
Pertemuan dengan Millennium Challenge Corporation (MCC), pada Rabu (Buda Kliwon, Matal) 15 Maret 2023 Pukul 17.30 – 18.30 WIB di Kantor MCC, Washington, D.C. Amerika Serikat. Gubernur Bali Wayan Koster diterima oleh Vice President of Compact Operations at the U.S. MCC, Cameron Alford, Deputy Vice President of Europe, Asia, Pacific, and Latin America, Jonathan Brooks, Officer for Indonesia, Martha Bowen, dan Managing Director of Portfolio Administration in the MCC, Amanda Jennings. Hasil pertemuan, Millennium Challenge Corporation (MCC): 1) Program Compact-2 sudah disetujui oleh Kongres Amerika Serikat dan diharapkan Penandatanganan Perjanjian Hibah untuk 5 Provinsi di Indonesia, termasuk Bali dengan total nilai 649 Juta Dolar dapat ditandatangani pada bulan April 2023 mendatang. Untuk Bali diperkirakan akan memperoleh bantuan hibah sekitar 150 Juta Dolar untuk membiayai infrastruktur dan UMKM; 2) Berharap program Compact ini segera dapat dilaksanakan setelah penandatanganan perjanjian hibah; 3) Mengapresiasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, visi tersebut sangat sesuai dengan program yang dikembangkan dalam program hibah MCC Compact-2; dan 4) Berharap Gubernur Bali dapat memberikan komitmen dan memimpin langsung pelaksanaan program Hibah MCC compact 2 ini di Bali.
Pertemuan dengan Bloomberg Philanthropies, pada Kamis (Wraspati Umanis, Matal) 16 Maret 2023 Pukul 16.30 – 17.00 WIB di Kantor Bloomberg Philanthropies, New York City, Amerika Serikat. Gubernur Bali Wayan Koster diterima oleh Leads the Environment Program at Bloomberg Philanthropies, Antha N. Williams dan Manages the International Initiatives of the Environment Program at Bloomberg Philanthropies, Ailun Yang. Hasil pertemuan, Bloomberg Philanthropies : 1) Terkesan dengan visi dan kepemimpinan Bapak Gubernur di Bali dengan memiliki ambisi untuk mewujudkan Bali Net Zero Emissions (NZE) serta inisiatif yang dilakukan Gubernur Bali tentang perlindungan laut dari ancaman sampah plastik dan melakukan pembatasan sampah plastik sekali pakai; 2) Kami tertarik untuk bekerjasama dengan pemimpin di dunia, termasuk Bali; 3) Kami berkomitmen untuk mendukung pencapaian Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2045 dengan mengajak pelaku-pelaku bisnis internasional secara bersama-sama mendukung pembiayaan program Gubernur Bali Wayan Koster terkait : a. Net Zero Emissions berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai; dan b. Membantu percepatan program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber serta membebaskan laut dari sampah plastik. Metode yang digunakan Bloomberg adalah dengan melakukan penguatan regulasi, mengembangkan jejaring dukungan financial, dan membantu memperkuat dukungan masyarakat melalui sosialisasi serta penguatan public wearnes terhadap percepatan Net Zero Emissions; 4) Kami akan membantu menarik pelaku usaha untuk dijadikan partner dalam mendanai program yang berkaitan dengan PLTS Atap, Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), pengelolaan sampah, dan program kelautan yang berhubungan dengan sampah plastik; 5) Kami juga berkomitmen membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai satu pilar transformasi ekonomi Bali yang tertuang pada konsep Ekonomi Kerthi Bali; dan 6) Bloomberg Philanthropies akan menjadikan Bali sebagai model pelaksanaan prakarsa untuk mengantisipasi perubahan iklim, serta model pelaksanaan penguatan ekonomi lokal, dan hal ini akan kami sampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi pebisnis global. (gs/bi)
MELEPAS PENERIMA BANTUAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra melepas peserta penerima bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi program satu tahun bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gianyar, Rabu (3/6), di Taman Maheswara, Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar. Program ini merupakan salah satu implementasi misi keempat Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing melalui pendidikan yang maju dan berkualitas.
Dalam arahannya, Bupati Mahayastra menegaskan bahwa kebutuhan akan tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan memiliki keahlian khusus terus meningkat seiring perkembangan dunia kerja. Salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Kebutuhan atas tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan ahli saat ini semakin meningkat. Salah satu solusinya adalah dengan mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja,” ujar Bupati Mahayastra.
Bupati asal Payangan itu juga menyoroti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), yang berlangsung sangat cepat di era revolusi industri. Menurutnya, lembaga pelatihan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Perubahan ini telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi para pekerja dan pengusaha. Namun, kami yakin pada sektor hospitality masih banyak fungsi dan pekerjaan yang tidak akan tergantikan oleh tenaga mesin,” imbuhnya.
Selain kompetensi teknis, Bupati Mahayastra menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dan keberanian dalam menunjukkan kemampuan diri. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak dibarengi dengan keberanian untuk tampil dan menunjukkan kemampuan.
“Setinggi apapun pengetahuan yang dimiliki, apabila tidak berani menunjukkan kemampuan dan tampil di depan, maka kita akan tetap berada pada titik yang sama. Karena itu, tunjukkan kemampuan yang dimiliki. Jika melakukan kesalahan, kita masih bisa memperbaikinya,” tegasnya.
Bupati Mahayastra juga mengungkapkan rasa syukurnya karena program bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pada hari ini saya merasa sangat berbahagia karena proses bantuan kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi sudah dapat berjalan dengan baik. Ini juga menjadi hari yang membahagiakan bagi adik-adik sekalian karena telah memperoleh kesempatan untuk mengakses program pemerintah daerah guna meningkatkan kompetensi sehingga siap bersaing dan diterima di pasar kerja,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra juga berpesan kepada para pengelola LPK agar terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan agen pemberangkatan maupun perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Saya berharap LPK fokus pada tugas utamanya, yaitu memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta menjalin kerja sama dengan agen atau perusahaan penempatan untuk mempercepat proses penyaluran lulusan ke dunia kerja. Kepada adik-adik yang telah diterima di LPK, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Raihlah masa depan melalui pendidikan berbasis kompetensi, fokus pada tujuan, sehingga tahun depan dapat lulus dengan sertifikat kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan biaya kontribusi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing. Program ini juga memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi.
“Peserta penerima manfaat merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang termasuk dalam angkatan kerja produktif dengan batas usia maksimal 25 tahun, serta berasal dari masyarakat Kabupaten Gianyar yang masih memerlukan bantuan pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suardana Putra menjelaskan bahwa dari target 400 penerima bantuan yang dicanangkan pada tahun 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 345 orang.
“Setelah melalui sosialisasi yang dilakukan pada berbagai media, jumlah pendaftar mencapai 345 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang tidak lolos seleksi administrasi karena melebihi batas usia dan ber-KTP di luar Kabupaten Gianyar. Pada tahap wawancara, 26 orang dinyatakan tidak lolos, terdiri atas enam orang tidak mengikuti wawancara, enam orang memilih beasiswa program S1 dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, dan 14 orang mengundurkan diri. Selanjutnya, pada tahap seleksi akhir melalui visitasi rumah, ditetapkan sebanyak 204 penerima manfaat. Sebanyak 20 calon penerima mengundurkan diri, sedangkan sisanya berada pada kelompok desil 6–10 berdasarkan data Kementerian Sosial,” pungkasnya. (gs/bi)
SABA POL PP: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng meluncurkan program inovasi teranyar bertajuk "SABA POL PP" (Satu Hari Bersama Satpol PP). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng melakukan terobosan berani untuk mengikis stigma negatif di masyarakat. Melalui program inovasi teranyar bertajuk “SABA POL PP” (Satu Hari Bersama Satpol PP), korps penegak peraturan daerah (Perda) ini membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat untuk merasakan langsung dinamika bertugas di lapangan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono dikonfirmasi, Rabu (3/6) selaku penanggung jawab utama menegaskan bahwa inovasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan komunikasi publik. Selama ini, sebagian masyarakat masih memandang Satpol PP dengan sudut pandang lama—sebagai aparat yang kaku, galak, dan konfrontatif.
“Melalui SABA yang menawarkan pengalaman langsung ini, kepatuhan hukum masyarakat diharapkan tumbuh secara tulus atas dasar kesadaran internal (commitment), bukan lagi karena takut dihukum (compliance),” tambah Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng.
Menariknya, peluncuran program ini sengaja diselenggarakan dalam momentum memperingati Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Langkah ini diambil bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya nilai “Berkepribadian dalam Kebudayaan”. Semangat nasionalisme dan kemanusiaan sang Proklamator diadopsi untuk membentuk pola penegakan hukum yang berkarakter, sopan, serta mengutamakan musyawarah dan gotong-royong.
Program ini menyasar berbagai elemen masyarakat di Wilayah Kabupaten Buleleng, mulai dari masyarakat umum, anggota Satlinmas desa/kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan pelajar dan mahasiswa.
Langkah berani ini diharapkan mampu meruntuhkan tembok pembatas yang selama ini memisahkan petugas dengan masyarakat. Dengan mengubah pendekatan dari yang semula berbasis kekuasaan (power-based) menjadi berbasis hubungan (relationship-based), wajah penegakan hukum di Gumi Denbukit kini selangkah lebih maju—berkarakter, berbudaya, dan yang terpenting: humanis. Pada akhirnya, ketertiban wilayah yang damai tidak akan bisa tegak jika hanya mengandalkan anggota Satpol PP di lapangan, melainkan harus lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang merasa memiliki kotanya sendiri. (gs/bi)
MARGA FESTIVAL II 2026: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. (Foto: Hms Tbn)
Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6) malam. Pembukaan festival ditandai dengan prosesi nepak punggelan Barong Ket oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 2 hingga 6 Juni 2026.
Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimcam Marga, para Perbekel, Bendesa Adat se-Kecamatan Marga, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.
Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Camat Marga, unsur Forkopimcam, para Perbekel, Bendesa Adat, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia yang telah berhasil menyelenggarakan Marga Festival untuk kedua kalinya. Festival Kecamatan dikatakannya merupakan gagasan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai potensi desa melalui ruang-ruang kreativitas yang dapat diaktualisasikan oleh masyarakat.
Menurutnya juga, festival tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni budaya, melainkan juga sarana menggerakkan berbagai potensi daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Festival kecamatan ini digagas untuk memantik munculnya potensi-potensi terbaik dari desa. Jika kegiatan lahir dari bawah dan berasal dari kebutuhan masyarakat, maka manfaatnya akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Sanjaya.
Selain itu, Ia juga menaruh harapan besar agar Marga Festival terus berkembang menjadi agenda kebanggaan masyarakat Kecamatan Marga sekaligus menjadi sarana pelestarian seni budaya, peningkatan prestasi generasi muda, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif seluruh komponen daerah.
“Saya yakin Marga Festival akan semakin semarak dari tahun ke tahun. Dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, Kecamatan Marga mampu menunjukkan kualitas dan potensi terbaiknya sebagai kebanggaan Kabupaten Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” imbuh Sanjaya.
Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi daerah yang dimiliki. “Kita tunjukkan bahwa Kecamatan Marga tidak kalah saing dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Tabanan. Melalui festival ini, seni budaya, pendidikan, ekonomi masyarakat hingga potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut.
Sementara itu, Camat Marga, I Gede Putu Adhi Putra Adiksa selaku Ketua Panitia Marga Festival II Tahun 2026, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini mengusung tema “Melestarikan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dan Pariwisata” yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).
Selama lima hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa dinas, desa adat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku UMKM. Beragam atraksi seni budaya seperti tari, baleganjur, barong, gong kebyar, dolanan tradisional, lomba aksara Bali, pidarta Bahasa Bali, lomba bahasa Inggris, hingga penampilan kreativitas siswa sekolah turut meramaikan festival.
Tidak hanya itu, sebanyak 70 pelaku UMKM dilibatkan dalam festival guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Berbagai kegiatan sosial juga diselenggarakan, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, donor darah, serta vaksinasi rabies gratis melalui kolaborasi bersama instansi terkait. Puncak kegiatan festival akan dimeriahkan dengan Lomba Barong Bangkung se-Kabupaten Tabanan yang diikuti 30 peserta dengan total hadiah pembinaan sebesar Rp 15 juta. (gs/bi)