Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Diyakini jadi yang Pertama, Bupati Giri Prasta Resmikan Aplikasi Klik Tanahku dan Pasar Rakyat Desa Punggul

BALIILU Tayang

:

de
MENUJU DESA SMART VILLAGE: Bupati Giri Prasta saat meresmikan aplikasi Klik Tanahku dan aplikasi Pasar Rakyat menuju desa smart village Desa Punggul, melalui zoom meeting di Puspem Badung, Senin (17/8).

Badung, baliilu.com – Bertepatan dengan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan aplikasi Klik Tanahku dan aplikasi Pasar Rakyat menuju desa smart village Desa Punggul, melalui zoom meeting di Gedung Command Center, Diskominfo, Puspem Badung, Senin (17/8) yang diikuti seluruh perbekel/lurah se-Badung.

Aplikasi klik tanahku ini diyakini menjadi yang pertama di Badung bahkan pertama di Indonesia. Peresmian ditandai penekanan tombol oleh Bupati didampingi Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Wabup I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, perwakilan Kanwil BPN Provinsi Bali dan BPN Kabupaten Badung serta pimpinan instansi terkait. 

Bupati Giri Prasta dalam sambutannya menekankan, aplikasi Klik Tanahku dan Pasar Rakyat Desa Punggul menjadi salah satu role model pelaksanaan Badung Smart City. Dengan difasilitasi oleh Dinas Kominfo, Bupati berharap di 6 kecamatan, 62 desa/kelurahan di Badung wajib melaksanakan gerakan untuk Badung Smart City. Gerakan ini diharapkan tidak hanya sampai di tingkat desa/kelurahan, namun harus masuk ke banjar-banjar. “Kami contohkan, ini telah berhasil diwujudkan di Desa Punggul dan Desa Adat Bindu, Desa Mekar Bhuana, Abiansemal, ” jelas Bupati.  

Selain itu, Bupati memberikan apresiasi kepada perbekel dan lurah di Badung, lebih khusus lagi apresiasi kepada Perbekel Punggul, karena berani menyatakan sikap menjadikan Punggul Desa Digital. Terlebih Desa Punggul mampu menampilkan aplikasi untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

“Desa/kelurahan di Badung harus dapat melakukan hal yang sama seperti Desa Punggul. Tidak ada alasan, karena ini semua khusus layanan. Bila perlu tenaga IT-nya belajar ke Punggul. Sebaliknya aparat dan tenaga IT di Punggul harus siap menjadi pendamping di setiap desa,” pinta Bupati.

Menurutnya, aplikasi klik tanahku sangat sejalan dengan program Bapak Presiden Jokowi, yang sudah memerintahkan kepada BPN pusat, BPN provinsi, dan BPN kabupaten/kota untuk mensertifikatkan lahan di daerah. Dengan validasi data tanah-tanah di daerah sehingga akan memudahkan melihat dari sistem yang ada. “Terima kasih kami sampaikan atas pendampingan dari BPN kepada Desa Punggul, untuk membuktikan implementasi program Bapak Jokowi, yang amat bisa sekali dilakukan di desa,” tambahnya.

Apresiasi juga diberikan untuk aplikasi reborn ekonomi melalui aplikasi pasar rakyat. Di era Indonesia maju ini, bagaimana kita harus mampu menggunakan dan mengkonsumsi produk lokal. Artinya segala potensi harus digerakkan. Salah satu komitmen Bupati dengan mengembangkan pertanian kontemporer.

“Kami ingin semua desa BUMDesnya harus hidup, menggerakkan ekonomi dan potensi desa. Kami selaku pemerintah akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk memfasilitasi dan memberikan jaminan kepada masyarakat,” tambah Bupati seraya mengharapkan dengan aplikasi ini terlebih dengan adanya bukalapak serta tokopedia, nanti harus ada tokopedia dan bukalapak Badung. Ini bisa diwujudkan tentunya dengan komitmen. 

Bupati melihat di seluruh Indonesia belum ada yang melaksanakan smart city secara utuh. Ia akan menahkodai dan siap menjadi pelopor perubahan dari 34 provinsi, 400 lebih kabupaten/kota di Indonesia, bahwa Kabupaten Badung berkomitmen yang paling lengkap untuk smart city-nya. “Harapan saya ayo kita bangkit, bergerak, berjuang bersama untuk kepentingan masyarakat urusan masalah pelayanan,” jelasnya. 

Sementara itu Perbekel Punggul Kadek Sukarma menjelaskan, Pemerintah Desa Punggul ingin mewujudkan program Pemkab Badung yakni Badung Smart City. Hal ini dimulai dari desa dengan mendeklarasikan diri menjadi desa smart village. Dijelaskan, ada 6 (enam) jaminan yang diberikan dalam rangka pelayanan publik. Di antaranya, pelayanan berkaitan dengan jaringan internet, validasi data kependudukan dengan moto “salam lima menit” dengan inovasi “belum lima menit sudah keluar”, selanjutnya keamanan data dan arsip desa, jaminan SDM, kelengkapan administrasi bidang tanah desa/klik tanahku serta aplikasi pasar rakyat.

Khusus aplikasi klik tanahku, sangat penting dalam upaya mengurangi sengketa tanah dalam hal semua bidang tanah yang ada wajib harus terdata. “Warga yang ingin mengetahui bidang tanah cukup klik aplikasi klik tanahku, jadi dapat melihat informasi semuanya seperti kategori terkait dengan nomor objek pajak, nama wajib pajak, NIK, nomor identitas bidang, status tanah, RTRW, bahkan informasi tentang PBB semua lengkap di sana,” terangnya.

Ke depan ia berharap aplikasi ini sangat bermanfaat, sehingga tidak ada tanah yang tidak terdata. Untuk mengantisipasi semua itu pihaknya sudah melakukan semua laporan dengan sertifikat secara digital, laporan tentang kepemilikan lahan digital bahkan per banjar pun bisa diblok, sehingga dalam hal pengajuan PTSL sangat dimudahkan. 

Untuk aplikasi pasar rakyat, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pembelanjaan seperti tokopedia dan lainnya. Semua hasil panen yang ada di masyarakat dapat dipasarkan melalui aplikasi pasar rakyat yang dikoordinir oleh BUMDes Punggul. “Hingga sekarang sudah 4.400 jenis barang yang bisa kita pasarkan. Selain untuk UMKM, reborn ekonomi ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat yang belum mendapat pekerjaan,” pungkasnya. (bt)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Published

on

By

bantuan qurban jembrana
SERAHKAN HEWN QURBAN: Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmen dan kehadirannya di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5).

Berbeda dari tahun sebelumnya, formula penyaluran hewan qurban tahun ini sengaja diubah demi mengedepankan asas pemerataan. Jika pada tahun lalu pemerintah daerah membagikan 6 ekor sapi dan 22 ekor kambing untuk 28 masjid, maka tahun ini 69 masjid di Kabupaten Jembrana dipastikan menerima bantuan berupa hewan qurban kambing.

Bupati Jembrana menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar kebahagiaan dan perhatian pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh seluruh umat muslim di Jembrana. Sejalan dengan perluasan jangkauan tersebut, alokasi anggaran qurban tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pemerintah daerah, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu hadir untuk bisa juga ikut berbagi. Tetapi tahun ini ada yang berbeda. Untuk tahun ini, kita berikan ke semua masjid berupa kambing supaya merata. Dari sisi anggaran tentu naik; kalau dulu Rp 180 juta, sekarang menjadi Rp 246 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 66 juta,” ujar Bupati Kembang.

Manfaat dari bantuan ini dirasakan langsung oleh para pengurus masjid. Idrus, perwakilan dari Masjid Nurul Huda Melaya sekaligus penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian berlapis yang diterima umat muslim di Jembrana, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban yang diberikan kepada kami pada Idul Adha 1447 Hijriah ini. Dan juga, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana yang telah memberikan sumbangan kambing kepada masjid-masjid di Kabupaten Jembrana,” kata Idrus.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap umat. Pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan mendistribusikan daging qurban tersebut secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan syariat agama.

Di sisi lain, momentum Idul Adha tahun ini juga membawa berkah tersendiri bagi peternak lokal Jembrana. Ketut Suartini, seorang peternak asal Sumbersari sekaligus pemilik sapi yang terpilih sebagai bantuan qurban Presiden, mengungkapkan rasa bangganya. Sapi yang dirawatnya dengan telaten selama tiga tahun tersebut berhasil mencapai bobot prima.

“Sapi itu saya beli umur sekitar 1 tahun dan saya pelihara selama 3 tahun. Saat awal dicek oleh dinas terkait, bobotnya 630 kg, namun saat penyerahan hari ini timbangannya sudah mencapai 680 kg,” jelas Suartini.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana dalam menjaga kesehatan ternak menjadi kunci keberhasilannya. Berkat rekam jejaknya sebagai penyedia sapi berkualitas, dinas terkait merekomendasikan sapinya untuk dipinang sebagai hewan qurban Presiden RI.

Melalui penyerahan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat berbagi di hari raya kurban dapat mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membawa keberkahan bagi kemajuan seluruh masyarakat Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Buleleng Dorong Pengadaan Digital Transparan melalui KKI dan E-Katalog V6

Published

on

By

pemkab buleleng
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 yang digelar Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Buleleng di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (25/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 yang digelar Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Buleleng di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (25/5).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan seluruh perangkat daerah agar mampu beradaptasi dengan sistem pengadaan elektronik yang semakin terintegrasi dengan sistem keuangan daerah.

Kepala Bagian PBJ Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya, mengungkapkan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah atau KKI di Buleleng.

“Tujuan dari diselenggarakannya sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dalam penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) atau KKI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan KKI menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital di sektor pengadaan barang dan jasa. Sistem pembayaran non-tunai tersebut dinilai mampu mempercepat proses administrasi keuangan sekaligus meningkatkan transparansi penggunaan anggaran daerah.

Melalui sistem yang terintegrasi secara digital, proses transaksi pengadaan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien. Selain itu, digitalisasi pembayaran juga dinilai mampu meminimalkan potensi kesalahan maupun penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Pemkab Buleleng juga menjalin sinergi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali serta sejumlah marketplace lokal. Kolaborasi itu diharapkan dapat membangun ekosistem pengadaan digital yang lebih optimal di lingkungan pemerintah daerah.

Keterlibatan marketplace lokal juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Buleleng untuk ikut terlibat dalam pengadaan pemerintah. Dengan demikian, belanja pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat lokal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wamenkeu Suahasil Nazara: Ketidakpastian Global Jadi New Normal, ASEAN Harus Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan

Published

on

By

wamenkeu
Wamenkeu Suahasil dalam acara Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta pada Senin (25/5). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut bahwa ketidakpastian global kini telah menjadi tantangan normal baru (new normal) yang harus dihadapi oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, stabilitas kawasan ini harus dibangun secara aktif oleh seluruh negara anggota ASEAN.

“Ketidakpastian akan menjadi normal baru kita di masa depan. Jadi, stabilitas atau kepastian itu tidak diberikan begitu saja kepada kita. Itu harus dibangun oleh kita sendiri,” ujar Wamenkeu Suahasil dalam acara Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta pada Senin (25/5).

Dalam paparannya, Wamenkeu Suahasil menyoroti berbagai tantangan global mulai dari perang dagang, fragmentasi perdagangan, isu iklim, hingga gangguan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). Ia pun menekankan strategi besar bagi ASEAN dalam menguatkan sektor perekonomian, salah satunya dengan mendorong perdagangan intra-ASEAN, mengurangi hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di sektor ekonomi digital dan transisi hijau.

Selain itu, ia juga menekankan mengenai pemilihan kebijakan makroekonomi yang prudent, peningkatan ketahanan pangan dan energi, serta optimalisasi kerja sama keuangan seperti CMIM (Chiang Mai Initiative Multilateralization) dan local currency settlement. Wamenkeu berharap, ASEAN tidak terjebak masuk ke dalam salah satu blok geopolitik, melainkan harus mampu merangkul berbagai kekuatan ekonomi global seperti AS, China, India, Uni Eropa, hingga Jepang.

Wamenkeu Suahasil pun menegaskan komitmen Kementerian Keuangan dalam memperkuat sinergi regional melalui kerja sama riset antara Kemenkeu, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), serta ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO). Ia menilai upaya ini sebagai instrumen krusial dalam merumuskan kebijakan fiskal yang tepat.

Pada kesempatan ini, Wamenkeu Suahasil juga menyampaikan capaian kinerja ekonomi Indonesia yang mencatatkan performa solid. Pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% dengan tingkat inflasi yang sangat terkendali di angka 2,4%. Kombinasi pertumbuhan tinggi dan inflasi rendah ini dicapai dengan defisit anggaran yang terjaga di level 2,9%.

“Kombinasi pertumbuhan ekonomi 5,6% dengan inflasi 2,4% ini saya berani jamin menjadi sumber kecemburuan bagi banyak negara lain,” ujar Wamenkeu Suahasil.

Dengan melihat tren pertumbuhan dalam dua hingga tiga dekade terakhir yang rata-rata berada di angka 5%, Wamenkeu Suahasil menyebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi hal yang sangat krusial. Target ini ia yakini dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas, pembangunan infrastruktur, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia demi menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca