Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Dorong Ekowisata Konservasi Penyu Berlandaskan THK, Raka Dalem Raih Doktor Pariwisata

BALIILU Tayang

:

de
Anak Agung Gde Raka Dalem (tengah) usai mengikuti ujian doktoral bersama keluarga. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Pariwisata Universitas Udayana kembali melahirkan seorang doktor pariwisata melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor, dengan promovendus Anak Agung Gde Raka Dalem, Senin (31/1) di Ruang Aula Lantai 3 Gedung Pascasarjana Unud,  Kampus Denpasar.

Sidang dipimpin oleh Dekan Fakultas Pariwisata, Dr. I Wayan Suardana, SST. Par., M.Par. dengan dewan penguji di antaranya : Prof. Dr. Ir. I Made Antara, M.S., Dr. Ir. AAP Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP, Prof. Dr. I Made Budiarsa, M.A., Dr. Drs. I Putu Anom, M.Par., Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt, Ph.D, Dr. Yohanes Kristianto, S.Pd,. M.Hum., Dr. I Gede Mudana, M.Si., sedangkan penguji akademik antara lain Dr. Made Bayu Ariwangsa, S.S., M.Par., M.Rech.,Dr. I Gusti Putu Bagus Sasrawan Mananda, SST.Par.,M.M.,  dan Dr. I Ketut Antara, SST.Par., M.Par.

Di hadapan dewan penguji, promovendus mempertahankan disertasi berjudul “Strategi Pengembangan Ekowisata Penyu Berlandaskan Tri Hita Karana pada Turtle Conversation and Education Center, Serangan,  Bali”.

Riset mendalam dilakukan promovendus di TCEC (Turtle Conversation and Education Center) Serangan. Hasil riset menunjukkan bahwa lembaga ini 92% sudah memenuhi kriteria ekowisata penyu berlandaskan Tri Hita Karana (THK) seperti prinsip berkelanjutan, menyediakan interpretasi memadai, memberdayakan masyarakat setempat, menghormati nilai-nilai sosial budaya dan keagamaan, menaati peraturan perundang-undangan, pengembangannya disetujui masyarakat lokal, memberikan kepuasan kepada konsumen, pemasaran bertanggung jawab, sistem pengelolaan sesuai dengan THK, prinsip perlindungan diri, penguatan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, serta penerapan protokol CHSE.

Adapun model struktural pengembangan ekowisata penyu di TCEC menunjukkan bahwa ekowisata penyu berkelanjutan dapat dicapai melalui peningkatan sistem promosi digital, peningkatan kerja sama antar-stakeholder (masyarakat, pengusaha dan pemerintah), peningkatan pelayanan kepada wisatawan, dan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kegiatan ekowisata dengan melibatkan lembaga pariwisata, perguruan tinggi, media masa, unsur pemerintah seperti Kemenparekraf, Kementerian LHK, KKP, Dinas Pariwisata Bali dan Pemkot Denpasar, serta ditunjang dengan kemudahan mendapatkan permodalan untuk investasi. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Adapun strategi yang ditawarkan dalam pengembangan ekowisata penyu di TCEC yakni melalui peningkatan pengelolaan, capaian dan kompetensi, penyediaan pramuwisata professional,  implementasi new normal, peningkatan kerja sama lembaga pariwisata, digitalisasi, partisipasi dan koordinasi dengan stakeholders, pengadaan dana, media umpan balik, souvenir unik, dokumen lingkungan dan implementasinya.

Novelty penelitian adalah ditemukannya kriteria ekowisata penyu berlandaskan THK yang terdiri dari 12 prinsip dan 48 kriteria. Dengan temuan tersebut di atas,  Raka Dalem menyimpulkan hasil evaluasi terhadap TCEC ini sangat baik.

Namun karena penelitian ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, promovendus menyarankan agar perlu dilakukan penelitian serupa pada era normal.

Anak Agung Gde Raka Dalem adalah dosen di Universitas Udayana. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Program Internasional Upskill Study, di samping sebagai peneliti pada Pusat Unggulan Pariwisata (PUPAR) Unud, serta Wakil Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom DEWI) Provinsi Bali.

Pria kelahiran Gianyar, 8 Juli 1965 ini menyelesaikan pendidikan S1 Teknologi Pangan & Gizi pada Fakultas Teknologi Pertanian IPB, dan S2 Ilmu Lingkungan di UWS Australia.

Raka Dalem berpengalaman sebagai pemakalah seminar internasional di berbagai negara. Ia juga berpengalaman sebagai auditor pariwisata berkelanjutan dalam dimensi Tri Hita Karana dan auditor pariwisata berwawasan lingkungan & berkelanjutan selama 21 tahun, termasuk berpengalaman melakukan audit dalam skala internasional  seperti Green Globe dan Earth Check. Sumber: www.unud.ac.id (sn/gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca