Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dosen Institut Desain dan Bisnis Bali Raih Gelar Doktor Kajian Budaya di FIB Unud

BALIILU Tayang

:

doktor
Promovendus Ramanda Dimas Surya Dinata raih gelar doktor di FIB Unud. (Foto: Ist)

Denpasar, balilu.com – Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Udayana menyelenggarakan Promosi Doktor dengan promovendus Ramanda Dimas Surya Dinata, Jumat, 13 Mei 2022 secara hybrid di ruang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, FIB Unud.

Ujian terbuka dipimpin oleh Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., Dekan FIB Unud. Dalam ujian terbuka, Ramanda berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Hiperealitas Foto Prewedding di Bali”. Setelah melalui tahapan ujian terbuka, Ramanda dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan merupakan Doktor ke- 163 di FIB Unud dan Doktor ke- 261 di Prodi Doktor (S3) Kajian Budaya.

doktor
Hiperealitas foto Prewedding di Bali dan pemaparan promovendus Dimas Surya. (Foto: Ist)

Adat pernikahan masyarakat Hindu di Bali merupakan tradisi lokal atau kultur lokal. Sebelumnya tidak dikenal istilah foto prewedding, tetapi belakangan mulai disisipkan dan diproduksi melalui wacana dan praktik-praktik yang bersifat materialisme. Foto prewedding merupakan sub-culture, budaya baru yang melanda globalisasi. Hal itu merupakan bentuk artikulasi dari budaya modern atau postmodern. Artinya, fenomena tersebut sudah melampaui sebuah realitas yang disebut post realitas (permainan simbolik). Karya fotografi merupakan salah satu pembentuk identitas dalam bentuk citra visual. Hasil karya fotografi hanya merupakan salah satu citra visual yang diproduksi sebagai wujud pembiakan tanda dari dunia realitas yang dapat memengaruhi relasi sosial dan bentuk-bentuk sosialitas. 

Menurut Ramanda, hadirnya unsur hiperealitas dalam foto prewedding di Bali disebabkan oleh empat faktor: (a) faktor gaya hidup, Artinya, kebutuhan tersebut hanya berupa pengemasan tanda yang bersifat mengikuti zaman; (b) faktor industri komersial, berbagai seduksi-seduksi iklan dalam media sosial merupakan cara para pelaku usaha jasa foto prewedding bertahan dan menjaga eksistensi fenomena foto prewedding; (c) faktor globalisasi, fenomena foto prewedding sebagai produk global menawarkan berbagai keefisiensian dan kemudahan bagi pasangan pengantin untuk melakukan berbagai hal dalam pengemasan tanda dan informasi; (d) negosiasi antara fotografer dan klien, tentu memiliki pengaruh yang besar. Salah satu di antaranya adalah dalam pemilihan konsep-konsep foto prewedding. 

Baca Juga  Pererat Kerja Sama, UGM Gelar Kunjungan Kuliah Lapangan ke FIB Unud

Dalam disertasinya, Ramanda merumuskan tiga temuan. Pertama, foto prewedding menciptakan fenomena bergesernya hiper ke realitas kebudayaan Bali. Sebelumnya hiperealitas menjadi realitas karena hal tersebut dilakukan oleh semua orang dan menjadi sesuatu yang biasa, padahal pada awalnya ditentang oleh sebagian pihak. Hal ini menunjukan bahwa kebudayaan itu bukan sesuatu yang stabil tetapi dinamis dan selalu berubah. 

Kedua, terjadi perubahan dalam identifikasi struktur kebudayaan. Artinya, kebudayaan Bali dalam konteks perayaan resepsi pernikahan sedikit demi sedikit telah berubah (tidak sama dengan masa lalu). Apa yang terjadi merupakan bentuk desakralisasi yang diakibatkan oleh reproduksi wacana-wacana simbolik. Dilihat dari sudut pandang tradisi foto prewedding merupakan sesuatu yang tidak penting namun penting dalam artikulasi identitas. Artinya, masyarakat Hindu di Bali tidak lagi membeli sebuah produk tetapi membeli sebuah simbol. Simbol memberi mereka kesempatan untuk menunjukan sebuah identitas diri. 

Ketiga, perkembangan foto prewedding setelah dua puluh lima tahun sangat mengalami kemajuan. Secara estetika tentu saja menjadi lebih baik dan lebih beragam secara konseptual. Foto prewedding tidak hanya berkonsep pada gaya budaya klasik namun telah berkembang ke dalam budaya post atau budaya posmo dalam bentuk kontemporerisasi gaya. Tren konsep foto prewedding berubah sesuai selera pasar, artinya selera masyarakat terhadap konsep-konsep foto prewedding dikendalikan oleh industri jasa foto prewedding, dan media-media pendukungnya. 

Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. selaku promotor menyampaikan bahwa disertasi Ramanda merupakan hasil penelitian yang menarik. Menurut Prof. Darma Putra, foto prewedding yang sekilas terlihat sederhana ternyata memiliki sekelumit hal menarik. Mulai dari pergolakan negosiasi antara klien dan fotografer hingga ke bentuk-bentuk hiperealitas dalam foto prewedding di Bali. “Bentuk-bentuk hiperealitas dalam foto prewedding di Bali mampu dikonsepsikan dengan baik oleh Ramanda. Bentuk hiperealitasnya dimulai dari rekayasa visual, fabrikasi budaya, aksentuasi cinta, identitas hybrid, bahkan parodi dan reinterpretasi gaya”, ujarnya.

Baca Juga  PLN Pastikan Listrik Aman Pascagempa 5,8 SR di Bali
Prof. Dr. I Nyoman Darmaputra, M.Litt. selaku promotor menyampaikan makna disertasi. (Foto: Ist)

Di akhir penyampaiannya, Prof. Darma Putra menyampaikan terima kasih kepada Prof. Dr. I Wayan Ardika, Dr. Ida Bagus Puja Astawa, dosen penguji, serta para dosen pengajar yang telah membimbing dan memberikan materi perkuliahan sehingga promovendus bisa menyelesaikan studi dengan baik. Prof. Darma Putra juga menyampaikan selamat kepada Ramanda beserta keluarga dan berharap semoga ilmu serta gelar yang didapat dapat berguna di masyarakat. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi/as)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

Baca Juga  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah 126 Orang, Kasus Aktif 1.684 Orang

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Jadi Keynote Speech Seminar Pemuda Nasional FIB Unud
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Baca Juga  FIB Unud Bekerja Sama dengan PT Pertamina Retail Gelar Pengabdian kepada Masyarakat

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca