Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dosen ITB STIKOM Bali Ciptakan “Learning Management System” untuk SMK PGRI 2 Badung

BALIILU Tayang

:

Tim dosen ITB STIKOM Bali bersama para guru SMK PGRI 2 Badung. Linda Santiari (depan nomor 8 dari kiri). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sejak  pandemi Covid-19 telah membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) terhambat, murid dan guru sudah sangat jarang bertemu karena KBM dilakukan secara online (dari rumah).

Melihat kondisi tersebut, tim dosen ITB STIKOM Bali yang dipimpin oleh Ni Putu Linda Santiari, S.Kom., M.Kom., melakukan pengabdian masyarakat di SMK PGRI 2 Badung yang beralamat di  Jl. I Gusti Ngurah Rai Gang Cempaka Putih No. 2A, Br. Delod Bale Agung, Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Di sini, tim dosen ITB STIKOM Bali melakukan pengembangan dan pelatihan penggunaan e-learning guna meningkatkan kompetensi guru dalam penerapan LMS (Learning Management System) untuk mendukung KBM secara online.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke SMK PGRI 2 Badung untuk berdiskusi perihal kendala yang dihadapi saat KBM secara online. Dari diskusi tersebut, sekolah membutuhkan LMS (Learning Management System) mandiri untuk mendukung KBM secara online dan disepakati dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan dan pelatihan LMS (Learning Management System) mandiri oleh ITB STIKOM Bali pada SMK PGRI 2 Badung.

“Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini mengakibatkan penutupan sekolah sebagai tempat untuk melaksanakan KBM secara tatap muka. Dalam proses KBM secara online dibutuhkan suatu platform pembelajaran jarak jauh. SMK PGRI 2 Badung dalam KBM secara online sudah mempergunakan suatu platform pembelajaran jarak jauh namun penyimpanan data-datanya masih dilakukan oleh masing-masing guru. Untuk itu kami dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mengembangkan LMS mandiri sehingga data-data KBM secara online pada SMK PGRI 2 Badung dapat tersimpan terpusat,” ungkap Linda Santiari di kampus ITB STIKOM Bali, Selasa (22/2/2022).

Linda Santiari sedang memandu para guru menggunakan LMS. (Foto: Ist)

Selain Linda Santiari,  tim dosen pengembangan LMS  mandiri ini adalah I Gede Surya Rahayuda, S.Kom., M.Kom. dan I Putu Ramayasa, S.Kom., M.Kom. Mereka dibantu oleh mahasiswa ITB STIKOM Bali Ni Putu Novi Sriwahyuni, Ni Komang Ayu Trinadi, dan AA Gede Bagus Narotama Krishnarada Manohara.

Baca Juga  Pawai PKB, Mahasiswa ITB STIKOM Bali Pukau Mendagri dan Menparekraf

Pengembangkan LMS ini menghasilkan sebuah platform pembelajaran dengan nama elearning-smkpgri2bdg.sch.id. Kegiatan pengabdian ini menggunakan dana hibah dari ITB STIKOM Bali serta partisipasi mitra yaitu SMK PGRI 2 Badung.

Pelatihan dilakukan kepada tim IT dan guru SMK PGRI 2 Badung perihal penggunaan website e-learning SMK PGRI 2 Badung. Kegiatan dilakukan  secara luring dengan datang langsung ke  SMK PGRI 2 Badung. Dalam pelatihan ini dilakukan dengan praktek langsung dimana guru mencoba langsung menggunakan e-learning dan mencoba fitur-fitur yang disediakan dalam e-learning. Banyak fitur e-learning yang dicoba seperti penambahan topik dan materi pelajaran, penambahan tugas, pembuatan ulangan dan bank soal, serta pembuatan absensi online pada e-learning. Pendampingan penggunaan e-learning SMK PGRI 2 Badung akan dilakukan secara luring dan daring untuk memaksimalkan pemahaman dalam penggunaan e-learning bagi guru.

“Kolaborasi kegiatan yang kami rencanakan bersama mitra berjalan baik, dilihat dari antusias mitra dalam mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan serta praktek langsung penggunaan e-learning dan penerapan fitur-fitur e-learning. Kami berharap LMS ini dapat membantu proses pembelajaran pada SMK PGRI 2 Badung,” kata Surya Rahayuda, salah seorang anggota tim pengabdian.

Sementara, salah satu guru dan kepala SMK PGRI 2 Badung mengakui, kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan potensi guru dalam penggunaan e-learning SMK PGRI 2 Badung dan fitur-fitur di dalamnya.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru untuk mengembangan diri dalam bidang teknologi informasi dan saya harapkan tetap dilakukan pendampingan-pendampingan berikutnya,”  ungkap Luh Putu Kurniawati, S.Kom. selaku Kepala Program Studi Multimedia.

“Kami sangat berterima kasih kepada ITB STIKOM Bali, yang bersedia mengimplementasi serta menerapkan LMS di sekolah kami. Kami berharap dengan sistem ini, pembelajaran terhadap siswa kami semakin berkualitas baik luring maupun daring,” kata Drs. I Gusti Ketut Sukadana, M.Pd., Kepala SMK PGRI 2 Badung. (rsn/gs/bi)

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Satu-satunya PTS di Bali Penerima Hibah Bantuan PKKM Tahun 2022

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wawali Bersama Menparekraf Tanam Mangrove di Kawasan Pelabuhan Benoa

Published

on

By

Wawali
Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa bersama Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno saat melaksanakan penanaman mangrove di kawasan Jalan Raya Menuku Pelabuhan Benoa, Selasa (27/9). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno melaksanakan penanaman pohon mangrove serangkaian kegiatan pohon kolektif gogreener yang digelar di kawasan  Jalan Raya Menuku Pelabuhan Benoa, Selasa (27/9).

Turut mendampingi kegiatan tersebut  Kepala Bank Indonesia Perwakilan  Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali  Made Teja, VP Public Policy and Goverment Relation Gojek, Tricia Iskandar, CEO dan Founder Jejakin, Arfan Arlanda serta undangan lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, penanaman bibit bakau atau mangrove ini merupakan bentuk keberlanjutan di dalam rencana net zero kedepannya. Di samping itu pula untuk meningkatkan eco pariwisata berkelanjutan.

“Pariwisata berkelanjutan bermanfaat untuk menyerap banyak tenaga kerja, sehingga mendorong ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan salah satu upaya kerja sama antara pelaku sektor industri dan pemerintah,” katanya.

Dia menambahkan, konsep pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu fokus utama pemerintah untuk memastikan pengembangan pariwisata secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan dan memelihara keberlangsungan ekosistem lingkungan.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi gerakan penanaman pohon mangrove tersebut. Pihaknya juga mengingatkan kepada komunitas mangrove ranger untuk merawat pohon mangove tersebut.

Disamping itu pihaknya berkomitmen terus menjaga hutan mangrove. Adapun hal yang telah dilakukan seperti bekerjasama dengan nelayan yang ada dipesisir dengan memberikan subsidi kepada nelayan untuk membersihkan mangrove.  “Ini merupakan bentuk kolaborasi kita di dalam menjaga ekosistem khususnya pohon mangrove,” ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja  mengungkapkan, ekosistem bakau tidak hanya dapat menyerap emisi karbon, namun juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Gandeng ITB STIKOM Bali, Pengadilan Militer Denpasar ‘’Launching’’ Ampura

“Hutan Mangrove memiliki potensi ekowisata begitu besar yang diharapkan dapat mendorong pemulihan pariwisata Bali. Kami sangat mendukung inisiatif yang dilakukan Gojek yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memelihara ekosistem pariwisata kita,” ujar dia.

VP Public Policy and Goverment Relation Gojek, Tricia Iskandar mengatakan pihaknya menyadari bahwa sektor swasta memiliki peran penting untuk mendorong industri pariwisata yang ramah lingkungan serta bertanggung jawab, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Alit Wiradana Hadiri Malam Puncak Bulan Bhakti Karang Taruna Denpasar 2022

Published

on

By

Karang Taruna
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat menghadiri Puncak Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar, Minggu (25/9) malam. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar dilaksanakan pada Minggu (25/9) malam di Parkir Utara Taman Kota Lumintang, Denpasar. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariana Wandhira didampingi Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Ketut Ngurah Aryawan, Kadis Sosial Kota Denpasar, IGA Laxmy Saraswati beserta undangan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan Karang Taruna Kota Denpasar serangkaian Bulan Bakti Karang Taruna di Tahun 2022. “Ini sebagai bukti semangat kepemudaan dalam menyikapi berbagai dinamika sosial dan memperkuat karakter pemuda untuk menyongsong pembangunan terutama di Kota Denpasar,” ujar Alit Wiradana.

Sementara Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Ketut Ngurah Aryawan menjelaskan serangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar di tahun 2022 menggelar sejumlah kegiatan seperti Bakti sosial dan kegiatan sosial lainnya. “Kami siap mendukung program yang dilaksanakan oleh Pemkot Denpasar terutama menyangkut pembentukan karakter dimana saat ini sangat penting diterapkan kepada kaum pemuda ditengah arus globalisasi,” katanya.

Selain itu, pihaknya siap mendukung dan membatu Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan-kegiatan sosial di Kota Denpasar. (esa/eka)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Lima Tim Wirausaha Mahasiswa ITB STIKOM Bali Dapat Pendanaan Kemendikbudristek
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Cok Ace Jadi Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022

Published

on

By

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022, bertempat di Gedung Ksirarnawa - Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Selasa (27/9). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didaulat menjadi salah satu pembicara dalam acara Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022, bertempat di Gedung Ksirarnawa – Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Selasa (27/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace memaparkan materi terkait “Tantangan Pariwisata Bali Pasca-Pandemi Covid-19”.

Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar mengatakan bahwa dalam membahas pariwisata, maka dirinya membagi atas 5 periode yaitu Pertama: lahirnya pariwisata Bali tahun 1902, Kedua tahun 1960 disebut fase Bali Membangun yang ditandai dengan beberapa pembangunan infrastruktur strategis seperi Bandara dan yang lainnya, Ketiga tahun 1980 pariwisata Bali ada di persimpangan jalan, akibat tingginya pariwisata di Bali, Keempat fase Sadya Kalaning Bali dari tahun 2000-2020 yang ditandai dengan Bom Bali dan Pandemi Covid-19, dan Kelima 2022 merupakan periode Bali Era Baru.

Suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi; yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 Dimensi Utama: Dimensi Pertama, bisa menjaga/memelihara keseimbangan Alam, Krama (manusia), dan Kebudayaan Bali (Genuine Bali); Dimensi Kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; Dimensi Ketiga, memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi/menghadapi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Menurut Wagub Cok Ace, belajar dari pandemi, bahwa Bali tidak bisa terlalu mengandalkan pariwisata sebagai roda utama penggerak ekonomi. Dilihat dari sebelum pandemi, PDRB Bali 54% berasal dari sektor pariwisata, dan begitu ada Covid, ekonomi Bali sangat terpuruk. Untuk itu, dalam periode Bali Era Baru ini Pemprov Bali melakukan beberapa cara manuver penggerak ekonomi Bali, salah satunya adalah penguatan Potensi Sumber Daya Lokal Alam, Krama, dan Kebuadayaan Bali yang diwariskan merupakan potensi dan kekuatan yang besar untuk membangun perekonomian Bali berbasis sumber daya lokal melalui sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta industry kerajinan rakyat berbasis budaya yang didukung oleh pariwisata. Perkembangan pariwisata telah mendorong Krama Bali semakin meninggalkan potensi sumber daya lokal.

Baca Juga  Dua Dekade ITB STIKOM Bali, Puncak Acara di Pantai Pandawa Hadirkan Tulus

Perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, bencana alam, bencana bukan alam, serta pandemi Covid-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu doninasi sektor pariwisata. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan, Sektor Kelautan dan Perikanan Sektor Industri, Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital Sektor Pariwisata. Dan  pengembangan infrastruktur pendukung. Hal tersebut dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Selain itu, Wagub Cok Ace juga melihat bahwa hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antarwilayah. Selama ini ketimpangan antarwilayah sangat tinggi, dimana contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan. Untuk itu, Wagub Cok Ace juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan. Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

Dalam acara ITLS yang telah berlangsung sejak tanggal 26 September 2022, juga menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Selain Wagub Cok Ace juga terdapat dua narasumber lain yaitu Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali dan Kepala Pusat Kajian Pariwisata Universitas Udayana.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan Bali Bangkit kepada 40 orang penerima yang berkontribusi dalam pariwisata Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca