Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dosen Univ Muhammadiyah Mataram Raih Gelar Doktor di Prodi S3 Linguistik FIB Unud

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA SK: M. Aris Akbar, S.S., M.Pd., menerima SK kelulusan doktor setelah ujian disertasinya di Prodi S3 Linguistik FIB Unud. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Program Studi Doktor (S3) Ilmu Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Promosi Doktor dengan promovendus M. Aris Akbar, S.S., M.Pd., Kamis, 20 Januari 2022 secara semidaring di ruang Ir. Soekarno kampus setempat.

Ujian terbuka dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M. Hum. Aris Akbar yang dosen Universitas Muhammadiyah Mataram ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Khazanah Leksikon Adat Perkawinan Masyarakat Sasak Kabupaten Lombok Utara: Kajian Linguistik Kebudayaan”. Setelah melalui ujian terbuka, Aris Akbar dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.Ia merupakan Doktor ke-158 di lingkungan FIB Unud dan Doktor ke-201 di lingkungan Prodi S3 Linguistik.

Dalam disertasinya Aris Akbar memaparkan masyarakat Sasak memiliki tiga sistem perkawinan yang umum digunakan, yaitu tepedait (dijodohkan), melakoq (kawin lamar), dan mamulang (membawa lari). Sistem perkawinan tepedait (dijodohkan) merupakan sistem pekawinan yang dilaksanakan atas dasar kesepakatan orangtua kedua belah pihak. Sistem perkawinan ini biasanya dilakukan karena ada hubungan keluarga dengan tujuan untuk menjaga garis keturunan agar tetap terjaga dan tidak tercampur dengan orang yang memiliki status sosial rendah.

Oleh karena itu, sistem perkawinan tepedait ini biasanya dilakukan oleh golongan bangsawan. Sistem perkawinan yang paling terkenal dan kerap digunakan oleh masyarakat Sasak Lombok Utara adalah mamulang. Sistem perkawinan mamulang ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat Lombok Utara, tetapi juga digunakan secara umum oleh semua Suku Sasak (SS) yang ada di Pulau Lombok. Mamulang atau paulang dapat diartikan sebagai membawa lari atau mencuri seorang perempuan yang hendak dinikahi oleh pasangannya. Proses adat perkawinan tersebut mempunyai rangkaian aktivitas yang dilalui oleh masyarakat, keluarga, pasangan laki-laki dan perempuan yang berhajat untuk melaksanakan perkawinan. Tahapan-tahapan proses adat perkawinan tersebut, mempunyai leksikon adat sebagai penamaan terhadap masing-masing rangkaian proses adat perkawinan. Sehingga berdasarkan fenomena leksikon adat perkawinan tersebut menarik untuk dikaji dari sudut pandang linguistik kebudayaan.

Baca Juga  Dosen Universitas Jenderal Soedirman Raih Gelar Doktor Linguistik di FIB Unud

Aris Akbar menyebutkan, pembentukan khazanah leksikon adat perkawinan masyarakat Suku Sasak berdasarkan pada data yang diperoleh dapat berupa leksikon bentuk verba, leksikon nomins, leksikon simbol adat, leksikon dasar, leksikon jadian, dan leksikon reduplikasi. Pemaknaan pada leksikon adat perkawinan masyarakat Suku Sasak KLU, terdiri atas makna leksikal, makna gramatikal, dan makna kultural. Secara umum, dapat dicermati bahwa fungsi leksikon yang digunakan dalam adat perkawinan masyarakat KLU adalah untuk memelihara kerukunan antarmasyarakat. 

Dalam kajiannya, Aris Akbar menemukan bentuk-bentuk leksikon adat perkawinan masyarakat Sasak KLU, yaitu berupa: (a) leksikon nomina, (b) leksikon verba, (c) leksikon simbol adat, (d) leksikon dasar, (e) leksikon jadian, dan (f) leksikon reduplikasi. Dari bentuk leksikon yang terdapat dalam adat perkawinan masyarakat Sasak KLU tersebut mengandung makna baik secara gramatikal, leksikal, maupun kultural yang merupakan pengejawantahan dari adat istiadat masyarakat Sasak KLU secara umum. Selain memiliki bentuk dan makna, leksikon adat perkawinan masyarakat Sasak KLU juga mengandung fungsi, yaitu berupa; (1) fungsi informatif, yaitu fungsi penyampaian informasi, (2) fungsi ekspresif, yaitu fungsi bahasa sebagai media ekspresi sikap dan perasaan penutur, (3) fungsi direktif, yaitu sebagai alat untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang lain, (4) fungsi estetis, yaitu penggunaan bahasa berkaitan dengan seni, dan (5) fungsi fatis, yaitu bahasa digunakan untuk menjaga hubungan sosial secara baik dan menjaga komunikasi agar tetap berkesinambungan.

Selaku Promotor, Prof. Dr. I Ketut Darma Laksana, M.Hum. menyampaikan makna disertasi. Melalui sambutannya, Prof. Darma Laksana mengucapkan selamat kepada Dr. Aris Akbar karena telah mencapai prestasi akademik tertinggi. Penelitian-penelitian terhadap kebudayaan dan bahasa lokal telah menjadi perhatian dari UNESCO. Hal ini tentu saja agar bahasa-bahasa lokal tidak hilang dan terdokumentasi dengan baik. “Penelitian terhadap Bahasa Sasak khususnya di Kabupaten Lombok Utara merupakan usaha yang penting untuk menjaga khazanah budaya dan bahasa lokal. Saya tentu berharap agar Dr. Aris Akbar tidak berhenti sampai di sini. Penelitian terhadap Bahasa Sasak dapat menjadi bagian penting pelestarian Bahasa Sasak itu sendiri,“ ungkap Prof. Darma Laksana seraya menegaskan penelitian yang dilakukan Dr. Aris Akbar dapat menjadi pijakan pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan berkaitan dengan pemertahanan bahasa daerahnya. Sumber: www.unud.ac.id (gp/gs/bi)

Baca Juga  Dosen FKH Unud Ikuti TOT Tenaga Teknis Garda Terdepan Penanganan Wabah Penyakit Ternak di Yogyakarta

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026  

Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
HADIRI BINA POSYANDU: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata dalam akselerasi implementasi Posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas para pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, para kepala OPD terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, serta para camat dan peserta pelatihan.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.

Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat. “Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  Dalam Rangka Pelepasan Calon Wisudawan Ke-150, FIB Unud Gelar Seminar Alumni dan Kuliah Tamu

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.

Bunda Rai menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.

Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ny. Ni Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan VI diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang akan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Apresiasi Generasi Muda, Ketua TP PKK Badung Hadiri Malam Purna Paskibraka 2025v

Published

on

By

Ketua TP PKK Badung
MALAM PURNA PASKIBRAKA: Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025 di Hotel Made Bali, Senin (1/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025. Acara penuh kebanggaan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6), di Hotel Made Bali.

Momen ini menandai penutupan resmi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025. Acara dilaksanakan setelah seluruh anggota Paskibraka Badung 2025 sukses menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dengan khidmat dan bertanggung jawab.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung beserta jajaran, Tim Perumus Kebijakan Pemkab Badung, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, orang tua murid, tim pelatih, serta seluruh anggota Purna Paskibraka Badung 2025.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan anggota Paskibraka. Penyerahan ini menjadi bentuk apresiasi resmi atas rampungnya masa pembinaan dan tugas negara oleh pemuda-pemudi pilihan Badung.

Rasniathi Adi Arnawa turut mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh peserta selama masa pendidikan hingga bertugas.

“Kepada seluruh Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025, kami sampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kalian telah membuktikan bahwa generasi muda Badung memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan berjiwa nasionalis yang tinggi dalam mengemban amanah negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan kebanggaan besar bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Badung. Terima kasih tulus juga disampaikan kepada orang tua dan tim pelatih atas dukungan dan pendampingan yang menjadi kunci utama pembentukan karakter para anggota.

Baca Juga  Gelar Kuliah Khusus, Prodi Doktor Kajian Budaya Ambil Tajuk “Mendalami Gramsci”

Dirinya berharap pengalaman, ilmu, dan nilai luhur selama pelatihan dapat menjadi bekal seumur hidup. Nilai Pancasila wajib dijaga dan dijadikan pedoman harian.

“Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berprestasi, berkarakter luhur, dan senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar Buka Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 SPM bagi Kader Se-Denpasar

Published

on

By

Posyandu Denpasar
SOSIALISASI POSYANDU: Sekretaris I Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diikuti kader Posyandu se-Kota Denpasar yang berlangsung di Gedung Wanita Shanti Graha Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris I Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diikuti kader Posyandu se-Kota Denpasar. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Shanti Graha Denpasar, Selasa (2/6).

Dalam sambutannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk implementasi dari program Bina Posyandu TP Posyandu Provinsi Bali yang sebelumnya telah dilaksanakan bagi pengurus TP Posyandu dan kader Posyandu se-Bali.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman kader mengenai tugas dan fungsi mereka dalam melaksanakan layanan Posyandu 6 SPM di tengah masyarakat.

“Kegiatan Sosialisasi Pola Pelayanan Posyandu 6 SPM yang kita laksanakan pada hari ini merupakan bentuk implementasi Bina Posyandu TP Posyandu Provinsi Bali. Melalui kegiatan ini diharapkan kader akan semakin memahami tugas dan fungsinya dalam melaksanakan layanan Posyandu 6 SPM di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan layanan sosial dasar kepada masyarakat. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini diharapkan para kader semakin memahami pola pelayanan yang diberikan saat hari buka Posyandu sehingga mampu memberikan layanan yang optimal dan tepat sasaran.

“Sehingga apa yang menjadi tujuan transformasi layanan Posyandu dapat kita wujudkan bersama, dimana melalui Posyandu 6 SPM dapat mendekatkan layanan guna mewujudkan masyarakat sejahtera menuju Denpasar MAJU,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa juga memohon dukungan dari pemerintah kecamatan serta desa/kelurahan agar dapat terus memfasilitasi pelaksanaan Posyandu 6 SPM, baik dari sisi pelayanan maupun upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kader Posyandu.

Baca Juga  Organisasi Riset Arkeologi Bahasa dan Sastra BRIN Berikan Sosialisasi di FIB Unud

Ia berharap pembinaan dan sosialisasi serupa dapat terus dilakukan secara berjenjang di seluruh wilayah Kota Denpasar, mengingat jumlah kader Posyandu yang sangat banyak dan tersebar di empat kecamatan.

“Harapan kami, mengingat jumlah kader yang sangat banyak dan tersebar di empat kecamatan, hal serupa dapat terus digerakkan secara berjenjang. Sehingga percepatan peningkatan SDM kader Posyandu dapat kita capai bersama,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, TP Posyandu Kota Denpasar berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan dasar kepada masyarakat, sekaligus mendukung transformasi Posyandu dalam memberikan enam layanan dasar yang terintegrasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca