Badung, baliilu.com – Senin, 29 Agustus 2022 ini, Pimpinan dan Jajaran DPRD Badung bersama-sama Bupati Badung telah menyelesaikan kewajiban khususnya di bidang anggaran, yakni memutuskan Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2022.
‘’Oleh karena itu, kami Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Badung memberikan apresiasi terhadap kinerja Bupati beserta dengan jajarannya. Kenapa kami memberikan apresiasi karena kami sudah melihat bukti nyata yang disajikan yang disepakati dimana keseriusan pemerintah untuk menggali pendapatannya melalui sektor unggulan Badung yaitu pariwisata,’’ terang Ketua DPRD Badung Putu Parwata selepas memimpin Rapat Paripurna, dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2022, Senin (29/8) bertempat di Ruang Sidang Utama Gosana Kantor DPRD Badung.
Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat membuka rapat paripurna DPRD Badung. (Foto: Ist)
Turut hadir Bupati Badung Giri Prasta, Wakil Ketua I DPRD Badung, Wayan Suyasa, Wakil Ketua II DPRD Badung, Made Sunarta beserta jajaran DPRD Badung, jajaran Forkopimda Badung, Sekda Wayan Adi Arnawa beserta jajaran pejabat lengkap di lingkungan Pemkab Badung, Sekwan DPRD Badung Agung Wardika, Pimpinan Instansi Vertikal, para Direksi Perusahaan Daerah.
Pada kesempatan itu, sebelum pengambilan keputusan, Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa membacakan hasil pembahasan Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2022.
Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa. (Foto: Ist)
Lebih lanjut Putu Parwata mengatakan, sampai pada keputusan ranperda ini diambil setelah pimpinan, anggota, badan anggaran dan pihak eksekutif betul-betul membahas secara hati hati karena kita tidak ingin kembali pada pengalaman masa lalu menyepakati dengan belanja yang tinggi, pendapatan yang tinggi akhirnya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan karena tidak tahu ke depan ini semoga semuanya berjalan dengan lancar.
Politisi PDI Perjuangan asal Dalung Kuta Utara ini membeberkan, dari pendapatan asli daerah Rp 2,7 triliun sekarang sudah final menjadi Rp 3,9 triliun dan belanja menjadi Rp 4,102 triliun. ‘’Ini setelah kami lakukan pengkajian, angka-angka ini dapat kami ambil dan dapat kami sepakati berdasarkan data-data tahun lalu dan bulan-bulan yang sudah berjalan dalam perubahan anggaran 2022 ini. Ada indikator terjadinya kenaikan daripada wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga yang datang tamu yang memiliki kualitas sehingga rate accupancy hotelnya meningkat, dan berdasarkan data Kasda terus mengalami peningkatan dimana bulan lalu pendapatan hampir 390 miliar yang dapat diterima. Oleh karena itu kami tidak meragukan lagi dan menyepakati anggaran perubahan 2022 ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan persetujuan terhadap ranperda anggaran Perubahan APBD 2022, merupakan wujud komitmen dan kepatuhan terhadap amanat peraturan pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang menyatakan bahwa kepala daerah dan DPRD wajib menyetujui bersama rancangan perda tentang Perubahan APBD paling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir.
Di samping itu, Bupati Giri Prasta juga menyadari bahwa selama proses pembahasan rancangan perubahan peraturan daerah tersebut oleh DPRD bersama pemerintah daerah, banyak usul, saran, masukan dan pemikiran kritis serta konstruktif berkenaan dengan proyeksi pendapatan dan belanja daerah.
“Seluruh usul, saran, masukan dan pemikiran yang telah disampaikan dewan tersebut, telah dijadikan pertimbangan utama dalam menyempurnakan rancangan perubahan perda ini. Sehingga nantinya akan menjadi pedoman dalam tugas pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan menuju Badung yang hebat,” tegasnya. (gs/bi)
RESMIKAN BALISS: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Rektor ITS Surabaya, Ir. Bambang Pramujati meresmikan produk Air Minum Dalam Kemasan botol kaca merek “Baliss” di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Jumat (18/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT. ITS Tekno Sains meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) botol kaca merek “Baliss”, sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan program beasiswa afirmasi “Nak Badung” di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Jumat (18/9).
Langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi nyata sektor pemerintahan lokal dengan dunia akademis dan industri rekayasa teknologi nasional sebagai mitra utama dalam pengembangan produk maupun penerapan teknologi pengelolaan lingkungan di daerah Bali.
Hadirnya varian kemasan botol kaca premium ini sekaligus melengkapi ekosistem varian produk AMDK Baliss yang sebelumnya telah beredar luas di pasaran dalam bentuk galon dan kemasan karton atau kardus. Kerja sama taktis yang dimotori secara kolaboratif oleh Bagian Kerja Sama Pemkab Badung bersama PDAM Tirta Mangutama ini dirancang untuk menyasar sektor yang lebih luas, termasuk industri pariwisata, perhotelan, dan kedinasan.
“Jumat, 18 September 2026, secara resmi saya nyatakan PT. Badung Hebat Jaya dengan PT. ITS Badung Hebat merilis produk soft launching Air Minum Dalam Kemasan Botol Kaca Baliss,” ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat meresmikan peluncuran kemasan anyar yang dirancang khusus untuk menekan penggunaan sampah plastik di wilayah Kabupaten Badung tersebut.
Sementara Rektor ITS Surabaya, Ir. Bambang Pramujati menyambut baik kepercayaan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan hasil riset ke dalam produk nyata skala industri. “Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah berkenan merilis produk baru AMDK Botol Kaca Baliss ini. Kami berharap produk ini tidak hanya dimanfaatkan di lingkup Kabupaten Badung, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Selain fokus pada inovasi produk air minum kemasan, agenda krusial lain yang disepakati adalah investasi jangka panjang pada sektor pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal lewat jalur beasiswa afirmasi “Nak Badung”. Melalui program kemitraan pendidikan tersebut, siswa-siswi berprestasi asal Kabupaten Badung akan mendapatkan jalur khusus untuk menempuh pendidikan tinggi di kampus ITS Surabaya tanpa perlu melewati proses seleksi umum.
Program afirmasi ini bertujuan mencetak SDM unggul berstandar global yang nantinya siap membangun daerah asal. Lebih lanjut, kemitraan antar pemangku kepentingan ini juga mencakup rencana implementasi teknologi pengelolaan lingkungan masa depan secara terpadu di Badung, dengan fokus utama pada penanganan sampah perkotaan serta sistem tata kelola air bersih yang berkelanjutan.
Turut hadir Sekda Badung IB Surya Suamba, Rektor ITS Ir. Bambang Pramujati beserta jajaran, Direktur Umum PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung I Made Putra Wijaya, Direktur Teknik PDAM I Made Suarsa beserta jajaran, dan para pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung. (gs/bi)
PENANAMAN MANGROVE: Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kelompok Nelayan Segara Batu Lumbang, Jumat (18/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung menggelar aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kelompok Nelayan Segara Batu Lumbang. Aksi pelestarian lingkungan dalam rangka menyemarakkan peringatan setengah abad atau HUT ke-50 badan usaha milik daerah tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Jumat (18/9).
“Langkah nyata yang diambil oleh Perumda Tirta Mangutama ini patut dijadikan teladan bagi kita semua. Menanam dan menjaga hutan bakau bukan sekadar menanam pohon, melainkan menjaga keseimbangan alam, memperkuat benteng pelindung wilayah pesisir dari abrasi, serta menjaga keasrian wajah Bali dan Badung yang menjadi daya tarik dunia,” ujar Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Langkah konservasi di wilayah pesisir ini dinilai sangat strategis dan krusial karena lokasinya yang berdekatan dengan infrastruktur vital daerah. Kawasan penanaman tersebut berada tepat di dekat sumber air baku utama milik pemerintah daerah di kawasan Estuari. Fasilitas lingkungan ini memegang peranan sangat penting karena menyuplai kebutuhan air bersih esensial bagi lebih dari 84.000 pelanggan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Badung.
Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, agenda penghijauan ini dihadiri oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Wayan Suyasa bersama seluruh jajaran direksi perusahaan, Ketua DWP Kabupaten Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, perwakilan Dinas Sosial, komunitas Gerakan Badung Peduli, serta kelompok nelayan setempat dan masyarakat sekitar yang mengikuti jalannya penanaman secara antusias.
Filosofi di balik gerakan ini diuraikan oleh manajemen sebagai bentuk akuntabilitas publik dan tanggung jawab moral perusahaan terhadap ekosistem yang menjadi sumber kehidupan masyarakat luas.
“Bagi kami, mangrove adalah benteng alami yang tak tergantikan melindungi daratan dari gerusan air laut dan intrusi air asin, sekaligus menjadi rumah bagi keseimbangan ekosistem hayati pesisir,” jelas Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa.
Pihak manajemen menekankan bahwa perlindungan terhadap ekosistem hijau di kawasan pesisir tersebut merupakan pilar utama dan kunci penting dalam menjaga keberlanjutan roda pelayanan air bersih secara jangka panjang.
“Merawat alam berarti menjaga keberlangsungan hidup dan kualitas layanan bagi masyarakat. Kami juga berkomitmen penuh untuk melakukan perawatan berkala dan berkelanjutan terhadap bibit yang telah ditanam agar tumbuh subur dan bermanfaat jangka panjang,” tegasnya. (gs/bi)
TANDA TANGAN: Bupati Wayan Adi Arnawa menandatangani Nota Kesepakatan saat Rapat Paripurna DPRD Badung dengan agenda Pengambilan Keputusan di Ruang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Jumat (18/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung bersama DPRD Kabupaten Badung secara resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan krusial yang mengatur arah pembangunan daerah ini disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Badung dengan agenda Pengambilan Keputusan yang berlangsung pada Jumat (18/9) di Ruang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung.
“Pembangunan infrastruktur mendominasi performa struktur belanja kami. Sebesar 59,23 persen dari total belanja pada perubahan APBD 2026 ini dialokasikan khusus untuk bidang infrastruktur,” tegas Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memaparkan prioritas anggaran daerah seusai rapat paripurna tersebut.
Langkah pengesahan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan formal yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan dihadiri oleh pimpinan dan seluruh anggota dewan, jajaran Forkopimda Badung, Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Badung, pimpinan instansi vertikal, jajaran Direksi Perumda, serta para Tenaga Ahli pemerintahan yang turut mengawal proses pembahasan anggaran.
Melalui formula piramida terbalik, detail postur Perubahan APBD Badung 2026 secara rinci menargetkan total pendapatan daerah sebesar Rp 10,5 triliun lebih. Komponen pendapatan raksasa ini ditopang secara masif oleh sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan menembus angka Rp 9,7 triliun, sementara pos pendapatan transfer dari pusat dan provinsi diproyeksikan menyumbang sebesar Rp 787 miliar.
Sementara itu, total Belanja Daerah dirancang menyentuh angka Rp 13 triliun lebih. Anggaran belanja tersebut didistribusikan ke berbagai sektor pelayanan publik, dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 6,2 triliun, belanja modal untuk pembangunan sarana fisik sebesar Rp 4,8 triliun, belanja tidak terduga untuk kondisi darurat sebesar Rp 129 miliar, serta alokasi pos belanja transfer langsung ke tingkat desa yang ditetapkan sebesar Rp 1,8 triliun.
Selain memprioritaskan pembangunan fisik, Bupati Adi Arnawa secara tanggap merespons isu kemacetan akut di kawasan pariwisata internasional. Pemkab Badung mengalokasikan anggaran khusus untuk pembebasan lahan fasilitas publik.
“Kami menyiapkan belanja strategis, terutama pengadaan tanah di beberapa titik krusial. Ini menjadi upaya nyata kami untuk mengatasi kemacetan dengan membangun kantong-kantong parkir ke depan,” urai Adi Arnawa mengenai solusi transportasi tersebut.
Pemerintah daerah juga bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di pasar lokal. Bupati langsung menginstruksikan dinas terkait untuk memperlancar jalur pasokan demi menjaga stabilitas harga. “Kami minta dinas terkait segera berkoordinasi dengan instansi vertikal yang memiliki wewenang. Kami berharap pendistribusian ke Bali, khususnya Badung, bisa lebih lancar karena kelangkaan ini berdampak langsung pada tingkat inflasi daerah,” tambahnya.
Pada akhir agenda sidang paripurna, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen legislatif dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah bekerja maraton. “Saya selaku Bupati Badung sekaligus jajaran eksekutif menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Dewan Kabupaten Badung yang telah serius dan bersemangat membahas rancangan APBD Perubahan 2026 ini,” tutup Adi Arnawa. (gs/bi)