Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dua Dekade ITB STIKOM Bali, Puncak Acara di Pantai Pandawa Hadirkan Tulus

BALIILU Tayang

:

itb stikom
Pengurus Yayasan WDS Denpasar bersama Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan (paling kanan). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com –  Sukses ITB STIKOM Bali hingga dikenal ke luar negeri, memiliki sejarah menarik nan menggelitik. Dulu, untuk menyebarkan brosur saja repotnya setengah mati. Maklum, karyawannya hanya tiga orang perempuan. Mereka rangkap sebagai staf administrasi, marketing, cleaning service hingga tukang buka – tutup kantor.

Hari ini 20 tahun lalu, tepatnya pada 10 Agustus 2002 sebuah perguruan tinggi teknologi informasi (TI) pertama kali berdiri di Denpasar dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi TI di Bali dan Nusa Tengggara yang menyelenggarakan pendidikan TI hingga jenjang sarjana (S-1).

Namanya adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali. Kejelian para pendiri Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar yang menaungi STMIK STIKOM Bali yakni Prof. Dr. I Made Bandem, MA., Drs. Dharmadiaksa, M.Si, Ak., Drs. Satria Dharma dan Lilis Yuningsih, SH, MM.Kom serta Dr. Dadang Hermawan sebagai Ketua STMIK STIKOM Bali memberi nama “STIKOM” di belakang STMIK itulah yang membawa hoki sampai sekarang. Sebab orang tidak perlu repot-repot menyebut STMIK STIKOM Bali tapi cukup menyebut STIKOM saja. Karena, memang, STIKOM sendiri adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Komputer.

Hari ini 10 Agustus 2022 adalah Dua Dekade ITB STIKOM Bali mengabdi negeri melalui lembaga pendidikan. Tapi puncak acaranya akan diadakan di Pantai Pandawa, Kuta Selatan pada Sabtu, 13 Agustus 2022, dengan menghadirkan bintang tamu artis nasional Tulus.

Dadang Hermawan, Ni Luh Putu Putri Srinadi, Ni Made Astiti, dan Putu Anita Diastuti adalah sosok kwartet di balik sukses STMIK STIKOM Bali. Mereka mengawalinya di dua buah ruko berlantai dua di Jl. Pulau Kawe, Denpasar Barat.  Setelah izin operasional keluar pada 10 Agustus 2002, mereka segera berpromosi mencari calon mahasiswa baru.

Tantangannya luar biasa. Di tengah gencar promosi, beberapa kali STMIK STIKOM Bali diberitakan miring oleh sebuah harian lokal. “Kok belum punya izin tapi berani buka pendaftaran mahasiswa baru. Para orang tua yang sudah mendaftarkan anaknya jadi galau. Mereka telepon menanyakan kebenaran berita tersebut. Tapi kami jawab, ada kok izinnya, kalau gak percaya silahkan datang cek. Mereka datang, kami perlihatkan izinnya barulah mereka percaya,” ceritra Putri Srinadi sambil tertawa.

Apalagi saat itu, Dadang Hermawan sebagai Ketua STMIK STIKOM Bali, tinggal di Malang. Komunikasi hanya lewat telepon. Menghadapi pemberitaan miring tadi, Putri Srinadi sempat curhat ke Dadang. “Pak kita diberitakan miring terus, apa kita gak jawab. Tapi pak Dadang bilang gak usah, hitung-hitung promosi gratis,” kenang Putri Srinadi.

Hanya dalam waktu sebulan, 42 mahasiswa mendaftar, 40 yang diterima dan memulai perkuliahan perdana pada September 2002.

Putri Srinadi yang sejak awal  menjadi Pembantu Ketua (PK) II Bidang Administrasi dan Keuangan STMIK STIKOM Bali, tampak bersemangat mengenang masa-masa sulit mereka jalani 20 tahun lalu. Karena karyawannya hanya bertiga, mereka bagi tugas. Kalau dua orang keluar sebarkan brosur, satu orang standby di kantor.

Baca Juga  Mahasiswa ITB STIKOM Bali Juara Tinju Nasional dan Runner Up Silat

“Biasanya saya dan bu Astiti sebarkan brosur, pake motor saya astrea ceketer itu, bu Anita jaga kantor. Di kantor, kalau siapa yang datang duluan, dia yang buka pintu, nyapu dan rapikan ruangan. Kalau siapa yang pulang terakhir, dia yang tutup kantor sekalian bawa kunci. Jadi semuanya kami rangkap dengan senang hati,” kata Putri Srinadi masih dengan gelak tawa. “Kalau ingat yang dulu jadi geli sendiri, apalagi sampai ke Nusa Dua, Bukit Jimbaran sana pake ceketer. Tapi gak nyangka hasilnya seperti ini sekarang. Itulah nasib. Kita hanya bekerja, yang tentukan Di Atas Sana. Asalkan kita serius, pasti bisa,” ujarnya.

Soal penghasilan mereka, karena baru merintis maka gaji tak seberapa. “Hanya 25 ribu dari pendaftaran mahasiswa,” kata Putu Srinadi, sambil terkekeh.

Ni Made Astiti juga mengakui merintis ITB STIKOM Bali dari awal tanpa beban, walaupun semua pekerjaan mereka lakukan sendiri.

“Kalau sebar brosur itu biasa, pasang spanduk promosi juga kami kerjakan sendiri dibantu Pak Komang Nama (supir, yang sekarang kerja di tempat lain). Bahkan ngecat ruangan kuliah juga kami lakukan sendiri,” kata Made Astiti yang kala itu menjadi PK IV Bidang Pemasaran hingga tahun 2009. Kemudian dipromosikan menjadi Direktur LPBA sampai tahun 2011, lalu kembali ke STIKOM Bali sebagai Kabag Pemasaran dan kini menjadi Direktur Kerja Sama, Pemasaran dan Humas.   

Ada sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakan Astiti ketika mereka sudah pindah di Teuku Umar. Saat itu, dia bersama Esron Oematan (kini staf Sarpras) hendak  ke sebuah sekolah untuk promosi. Di Jalan Supratman, Denpasar, Esron mencoba menerobos lampu merah, padahal di depannya ada polisi. Saya bilang berhenti. Eh Esron malah berhenti di tengah jalan, saya turun, kabur ke pinggir dan Esron tancap gas. Setelah merasa aman, dia kembali cari saya, tapi saya sudah pergi dengan bemo. Itu yang  tak bisa saya lupa,” kata Astiti sambil tertawa.

Ruko di Pulau Kawe itu dipakai bersama Lembaga Pendidikan Bali Asia (LPBA) dan Datayasa Komputer yang sudah berdiri duluan. Begitu juga fasilitas laboratorium dan komputer dimanfaatkan secara bersama. Tahun berikutnya (2003) mereka berani mengontrak ruko tiga lokal berlantai empat di Jl. Teuku Umar. Maklum tahun kedua itu jumlah mahasiswa baru membengkak menjadi 250 orang. Meski mahasiswa baru naik 6x lipat, biaya operasional juga makin besar. Karenanya ruko yang disewa selama 5 tahun, dibayar mencicil tiap tahun. “Saya bilang ke pemiliknya, saya kontrak 5 tahun, bayarnya per tahun 200 juta, tapi pemiliknya minta tiap tahun naik 25 juta. Ya udah, saya nekad aja ambil,” terang Dadang Hermawan.

Baca Juga  Lima Tim Wirausaha Mahasiswa ITB STIKOM Bali Dapat Pendanaan Kemendikbudristek

Meski pendapatan kampusnya pas-pasan, Dadang Hermawan bertekad, soal gaji karyawan tidak boleh telat.

“Kalau besok gajian tapi uang masih kurang, sore ini pasti saya jual mobil. Biasanya sore-sore saya ke Gatot Subroto cari show room mobil untuk jual. Gak pake mobil dinas lagi. Kita di pendidikan kan keuangan tidak tentu. Biasanya tahun ajaran baru, UAS, baru ada uang. Jadi setelah mahasiswa bayar, baru saya beli mobil lagi. Makanya tiap 6 bulan saya ganti mobil,” beber Dadang sambil terbahak-bahak.

Di ruko style Bali itu, STIKOM Bali makin moncer. Tahun ketiga mahasiswa baru membengkak lagi menjadi 475 orang. Tahun keempat jumlah mahasiswa baru 750 orang. Di situlah Dadang mulai berpikir gimana caranya memiliki kampus sendiri. Awalnya seorang calo menawarkan tanah di Jl. Jaya Giri. Setelah membayar uang muka Rp 200 juta, Dadang memasang spanduk bertuliskan “Di sini akan dibangun kampus STIKOM Bali” barulah ketahuan kalau tanah itu milik orang lain. Akhirnya batal dan si calo tadi diproses secara hukum.

Dadang kemudian mengincar lokasi yang lebih elit di Jl. Raya Puputan, Renon. Masalahnya, tanah seluas 40 are itu bernilai Rp 16 miliar. Sedangkan STIKOM Bali hanya punya uang Rp 1 miliar. Nah bermodalkan Rp 1 miliar sebagai tanda jadi, Dadang nekad menandatangani perjanjian jual – beli tanah tersebut.

“Jika dalam waktu enam bulan tidak dilunasi, maka uang muka tadi hilang. Setelah pontang panting dua bulan cari duit, bulan ketiga akhirnya berjodoh dengan BPD Bali. BPD yang lunasi, sertifikat sebagai jaminan,” ucapnya.

Selanjutnya Dadang bergerak cepat membangun kampus STIKOM Bali. Tapi duitnya dari mana? Apalagi anggaran biaya sesuai maket gedung memerlukan dana Rp 25 miliar. Lagi-lagi Dadang mendapat solusi jitu. Bank BNI 46 siap membiayai proyek gedung STIKOM Bali dengan jaminan sertifikat tanah (take over dari BPD) dan bangunan gedung STIKOM Bali.

Ir. Wayan Swastika, MT, seorang dosen Fakultas Teknik Unud menawarkan diri membangun. “Setelah bangun 30 persen baru turun dana dari bank untuk bayar, begitu seterusnya sampai selesai. Dari dulu semuanya nekad saja. Toh bisa. Jadi, masalah dana sebenarnya bukan halangan untuk mengembangkan pendidikan,” kata Dadang. “Saya sudah buktikan,” lanjutnya, dengan wajah serius.

Asal tahu saja, Ir. I Nyoman Swastika yang membangun gedung STIKOM Bali tadi, akhirnya “dirangkul” masuk dalam Yayasan WDS Denpasar sebagai pengawas.

Ketua Yayasan WDS Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si, Ak menambahkan, untuk meyakinkan Nyoman Swastika agar mau membangun kampus tersebut, dia beberapa kali menemuinya sambil memperlihatkan data perkembangan mahasiswa baru yang terus melonjak dari tahun ke tahun.

“Tapi kami tidak bayar seluruhnya, sebagian kami tawarkan dalam bentuk saham. Pak Nyoman setuju. Wah bagus nih. OK saya setuju, saya mau bangun,” kisah Dharmadiaksa.

Baca Juga  Gandeng ITB STIKOM Bali, Pengadilan Militer Denpasar ‘’Launching’’ Ampura

Pada saat bersamaan  Manajemen STIKOM Bali juga mendirikan SMK TI Bali Global si Jl. Tukad Citarum, Denpaaar sebagai “bahan baku” alias calon mahasiswa STMIK STIKOM Bali. Kini di Bali berdiri 7 SMK TI Bali Global tersebar di Denpasar, Jimbaran, Dalung, Karangasem, Klungkung, Singaraja dan Abiansemal serta sebuah SMK Indonesia Global di Ponorogo, Jawa Timur.

Salah satu kelebihan ITB STIKOM Bali adalah karena dikelola secara profesional oleh tim manajemen.  Sedangkan peran yayasan sebagai pengawas dan urusan pembinaan dari belakang

Tahun 2009 STMIK STIKOM Bali mulai menempati kampus megah berlantai empat di Jl. Raya Puputan No. 86 Niti Mandala, Renon, Denpasar. Jumlah mahasiswanya membengkak lagi menjadi 1.200 orang. Hutang di BNI lunas tahun 2012.

Sejak berada di kawasan elit Niti Mandala, Renon, tiap tahun jumlah mahasiswa baru tak kurang dari 1.200 – 1.500 orang. Per Juli 2022, total mahasiswa tercatat 6.000 orang. Hingga Wisuda ke-29 jumlah alumninya mencapai 9000 orang, tersebar di seluruh Indonesia hingga luar negeri. 

Pada 07 Mei 2019, STMIK STIKOM Bali resmi berubah bentuk menjadi Institut Teknologi dan Binsis (ITB) STIKOM Bali. Lalu pada 09 Juli 2019, Pengurus Yayasan WDS Prof. Dr. I Made Bandem, MA melantik Dr. Dadang Hermawan menjadi rektor. Tiga srikandi dibalik kisah sukses ITB STIKOM Bali kini punya jabatan mentereng. Dr. Ni Luh Putri Srinadi, SE., MM.Kom sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya; Dra. Ni Made Astiti, MM.Kom sebagai Direktur Kerja Sama, Pemasaran dan Humas; dan Putu Anita Diasuti menjadi salah satu Direktur  salah satu unit bisnis STIKOM Bali Group.

Saat ini ITB STIKOM Bali dengan 6000 mahasiawa tersebar di tiga kampus. yakni ITB STIKOM Bali Renon, Jimbaran dan Abiansemal. Saat ini ITB STIKOM Bali memiliki dua fakultas yakni Fakultas Ilmu Komputer dengan tiga Program Studi (prodi): Prodi Sistem Komputer, Prodi Sistem Informasi, dan Prodi Teknologi Informasi. Ketiganya program S-1. Kemudian Fakultas satu lagi adalah Fakultas Bisnis dan Vokasi dengan dua Prodi, yakni Prodi Bisnis Digital (S-1) dan Prodi Manajemen Informatika (D-3).

Hebatnya lagi  ITB STIKOM Bali punya Program Dua Gelar Internasional untuk gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan gelar Bachelor of information Technology (BIT) dari HELP University Kuala Lumpur. Juga ada Program Dua Gelar Nasional untuk gelar S.Kom dari ITB STIKOM Bali dan Sarjana Manajemen (SM) dari Binus University Jakarta atau Sarjana Desain (S.Ds) dari STT Bandung. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kerahkan Tim DVI, Polri Gerak Cepat Berikan Pertolongan Korban Kerusuhan Laga Arema Vs Persebaya

Published

on

By

polri
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, di Jakarta pada Minggu (2/10/2022). (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Polri menyatakan langsung bergerak cepat mengerahkan tim DVI dari Polda Jawa Timur (Jatim) dan rumah sakit setempat untuk mempercepat proses identifikasi koban laga antara Arema Vs Persebaya.

“Untuk saat ini tim DVI Dokkes Polri segera ke Malang untuk back up Tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna percepatan identifikasi korban,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, di Jakarta pada Minggu (2/10/2022).

Adapun Tim DVI tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen Nyoman. Dedi Prasetyo menuturkan, gerak cepat itu dilakukan oleh kepolisian untuk memberikan pertolongan medis kepada suporter yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Dan fokus untuk memberikan pertolongan medis kepada korban-korban yang saat ini dirawat di beberapa rumah sakit,” ujar Dedi.

Diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi. Suporter dan polisi menjadi korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Mahasiswa ITB STIKOM Bali Nyaris Borong Semua Medali LKTI Faperta Fair 2 di NTB
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Giri Prasta: Pancasila Sebagai Rumah Bersama

Published

on

By

Kesaktian Pancasila
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila secara daring dari Ruang Command Center, Puspem Badung, Sabtu (1/10). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran pimpinan Forkopimda dan Kepala OPD terkait di Lingkup Pemkab Badung mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2022 secara daring dari Ruang Command Center, Puspem Badung. Upacara dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang berlokasi di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10).

Pada kesempatan tersebut Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta istri mengunjungi Monumen Pancasila Sakti sebelum meninggalkan lokasi upacara. Upacara ini juga dihadiri secara langsung oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua DPR RI Puan Maharani, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Seusai mengikuti seluruh rangkaian upacara, Bupati Nyoman Giri Prasta atas nama jajaran Pemerintah, Forkopimda dan masyarakat Kabupaten Badung merasa bangga hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena rasa persatuan di tengah keberagaman terjalin erat berkat pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan.

“Bagi kami, Pancasila merupakan rumah kita bersama, luar biasa sekali keberadaan Pancasila ini dan kita beruntung sekali diikat oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Sehingga Hari Kesaktian Pancasila ini kita junjung tinggi,” ujarnya.

Ditambahkan Bupati Giri Prasta, keberadaan 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika merupakan panutan bagi Kabupaten Badung maupun bagi pihaknya secara personal.

“Bagi saya pribadi, 4 Pilar Kebangsaan merupakan harga mati untuk kita semua, ini adalah buah karya daripada para pejuang kita, dan kita sebagai generasi milenial sekarang ini sudah menikmati kemerdekaan sehingga kita harus mengisi kemerdekaan itu dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga  Gandeng ITB STIKOM Bali, Pengadilan Militer Denpasar ‘’Launching’’ Ampura

Sementara itu menyikapi persoalan rongrongan ideologi Pancasila secara internal dan eksternal yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia, Bupati Giri Prasta menyebut pihaknya sangat yakin dan percaya dengan Presiden Jokowi, TNI, Polri dan Tokoh-tokoh Bangsa Indonesia lainnya sebagai penjaga Pancasila dalam rangka mewujudkan program mulia Indonesia Emas. “Ke depan Indonesia akan bisa menjadi sejati-jatinya Indonesia Raya,” imbuhnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolri dan Menpora ke Malang, Dua Fokus Awal Polri Tangani Kerusuhan Arema Vs Persebaya

Published

on

By

polri
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat jumpa pers, Minggu, 2 Oktober 2022. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan pihaknya akan bergerak cepat menangani kerusuhan pertandingan sepak bola antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali akan berangkat ke Malang hari ini.

“Sesuai dengan perintah bapak Presiden hari ini Kapolri dan Menpora akan berangkat ke Malang,” kata Dedi, Minggu (2/10/2022).

Lebih lanjut, Dedi menuturkan Kapolri telah memberangkatkan tim DVI yang langsung menuju ke Malang kemudian mengerahkan seluruh tim dokter dari RS Bhayangkara Malang, RS Bhayangkara Kediri dan RS Bhayangkara Surabaya guna mempercepat proses identifikasi korban dan memberikan pelayanan kesehatan ke korban luka.

Dedi menuturkan, fokus Polri saat ini ada dua yaitu kerja sama dengan tim medis setempat dalam rangka memberikan pelayanan medis yang terbaik, supaya jumlah korban tidak bertambah.

“Yang kedua dengan jumlah korban yang begitu banyak tim DVI bekerja keras untuk segera identifikasi korban meninggal dunia dengan cepat agar korban dapat dikembalikan kepada keluarga masing-masing,” katanya.

Ia pun meminta rekan-rekan media bersabar menunggu perkembangan lanjutan baik dari sisi investigasi maupun penanganan korban.

“Hari ini Kapolri akan melaksanakan rapat dengan Menpora dan pemerintah daerah setempat dan hasilnya akan dievaluasi terlebih dahulu tentunya akan disampaikan ke rekan-rekan media,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi. Suporter dan polisi menjadi korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam WIB 1 Oktober 2022. (gs/bi)

Baca Juga  Dosen ITB STIKOM Bali Ciptakan "Learning Management System" untuk SMK PGRI 2 Badung

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca