Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dukung Pergub Bali Nomor 97/2018, DPW IKAPPI Bali Siap Bentuk Satgas Sampah Plastik Sasar Distributor dan Pasar Tradisional

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama dengan pengurus DPW IKAPPI Bali. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai yang dikeluarkan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru kembali mendapatkan dukungan dari DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Bali agar bisa dilaksanakan dari hulu sampai ke pasar-pasar tradisional yang ada di Pulau Bali.

Dukungan tersebut, disampaikan langsung oleh Ketua DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Bali, Sudadi Murtadho dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Kadis Perindag Provinsi Bali, I Wayan Jarta saat diterima audiensi pada, Selasa (Anggara Pon, Ukir) 12 April 2022 di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.

Alasan DPW IKAPPI Bali melontarkan sikap dukungan terhadap Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, karena IKAPPI menilai penggunaan tas kresek di pasar tradisional masih terus berlangsung dan sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. “Kami sudah melakukan edukasi ke para pedagang pasar untuk bersama – sama membatasi penggunaan plastik / tas kresek, sedotan plastik, hingga styrofoam di pasar tradisional sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018, namun di lapangan masih saja tetap dilanggar dan penggunaan plastik masih terus berlanjut, untuk itulah kami dari DPW IKAPPI Bali akan membentuk Satgas Sampah Plastik,” kata Sudadi Murtadho dalam laporannya dihadapan orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima pengurus DPW IKAPPI Bali. (Foto: Ist)

Selain memberikan edukasi dan imbauan di tingkat hilir, DPW IKAPPI Bali juga menyatakan akan fokus memberikan imbauan di sektor hulu yakni para distributor dan produsen tas plastik, sedotan plastik, dan styrofoam. Kami akan bergerak, meminta para produsen agar bisa memproduksi produk mereka dengan kemasan yang ramah lingkungan di Provinsi Bali. Bila perlu kami akan bergerak untuk berkumpul bersama – sama membahas masalah ini dengan para distributor dan produsen tas plastik, sedotan plastik, dan styrofoam. “Mohon dukungannya Bapak Gubernur Bali,” tambah Sudadi Murtadho.

Baca Juga  Cegah Penggunaan Nitrogen Cair Dalam Makanan, Puskesmas II Densel Sidak ke Pasar Tradisional

Gubernur Wayan Koster dalam arahannya meminta Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Bali, Sudadi Murtadho untuk serius membatasi pemanfaatan plastik / tas kresek, sedotan plastik, hingga styrofoam di pasar tradisional.

Gubernur Bali jebolan ITB ini mengamati beberapa titik lokasi yang sempat dilewatinya sepanjang perjalanan kunjungan kerja ke berbagai wilayah, ternyata masih terlihat penggunaan kemasan bungkus plastik. Jadi sudah saatnya pengawasan agar diberlakukan, agar pembatasan penggunaan plastik sekali pakai terus berjalan. “Misalnya dalam upacara keagamaan, di awal kebijakan ini diterbitkan semua tertib, membawa banten sampai nunas tirta tidak ada yang menggunakan plastik, sampai ada yang dijaga pecalang juga. Sekarang kok balik seperti dulu, harusnya tim ini kembali diaktifkan,“ tegas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Kegiatan edukasi dan imbauan tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai yang akan dilakukan DPW IKAPPI Bali, kata Gubernur Bali harus dimanfaatkan juga untuk mengedukasi mereka tentang tata cara mengelola sampah di pasar berbasis sumber sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan diajak untuk mengimplementasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Wayan Koster menyatakan saat awal pemberlakuan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai sangatlah memberi efek positif bagi Bali. Banyak pelaku UMKM baru yang tumbuh dengan memproduksi produk – produk pengganti plastik dan styrofoam dengan bahan ramah lingkungan, seperti menggunakan sedotan berbahan bambu hingga tas belanja ramah lingkungan yang bisa dipakai lebih dari sekali dan sebagainya. Bahkan ada yang menampilkan unsur seni dalam produknya, berisi lukisan atau ukiran. Jadi, ekonomi UMKM kita hidup.

Baca Juga  Ciptakan Suasana Aman di Pasar Tradisional, Personil Bhabin Kelurahan Atur Lalin

“Untuk itulah, saya minta kerja samanya agar bisa berjalan, karena kita semua berkepentingan dengan alam yang bersih dan sehat, bukan cuma saya pribadi, tapi ini untuk alam dan masyarakat Bali yang sehat. Jangan sampai mencari untung, namun malah mengorbankan dan merusak alam. Hal ini saya tegaskan, tujuannya agar petani, nelayan, perajin di Bali sejahtera dan Bali menjadi bersih dari ancaman sampah plastik,” pungkasnya seraya memberikan apresiasi atas kemauan DPW IKAPPI Bali untuk mendukung program Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Ingin Salurkan Rp 400 Triliun pada 2027: Gerakkan Ekonomi Rakyat dari Daerah

Published

on

By

Presiden Prabowo Sampaikan Sambutan di Rakornas TPAKD
RAKOR: Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp 400 triliun pada 2027 guna menggerakkan ekonomi dari daerah. Pembiayaan tersebut menyasar petani, nelayan, masyarakat pedesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan.

“Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah,” ujar Presiden dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Presiden Prabowo mengapresiasi penyaluran kredit yang mencapai sekitar Rp 53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta warga. Presiden menginginkan agar jangkauan pembiayaan tersebut terus diperluas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perluasan kredit merupakan bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh daerah. “Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah. Dan semua daerah akan kita bangun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mereka yang bekerja dan menjalankan usaha untuk menopang penghasilan keluarga.

“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” ucapnya.

Baca Juga  Cegah Penggunaan Nitrogen Cair Dalam Makanan, Puskesmas II Densel Sidak ke Pasar Tradisional

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan harus tercermin dalam peningkatan penghasilan riil masyarakat dan daya beli setiap keluarga. Hal tersebut menjadi arah kebijakan ekonomi yang diperjuangkan pemerintah.

“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Presiden dikutip dari laman presidenri.go.id.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Presiden mengingatkan tanggung jawab pemerintah pusat hingga daerah dalam menjaga dan mengelola kekayaan Indonesia. Menurutnya, pengamanan sumber daya alam dapat memperbesar kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan para kepala daerah bahwa kesejahteraan rakyat merupakan kebanggaan dalam menjalankan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi bangsa harus diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat tujuan kita, rakyat kita sejahtera. Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera,” kata Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan ekonomi rakyat sebagai fondasi kekuatan nasional. Melalui perluasan pembiayaan hingga Rp400 triliun pada 2027, pemerintah ingin membuka lebih banyak kesempatan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, dan memastikan pembangunan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Bagi Presiden Prabowo, ekonomi yang kuat bukan hanya ekonomi yang tumbuh tinggi, tetapi ekonomi yang membuat rakyat semakin sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jambore KSPAN 2026, Pemkab Buleleng Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dalam Pencegahan HIV/AIDS

Published

on

By

Jambore KSPAN Buleleng 2026 di Pancasari
JAMBORE: Pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong peran generasi muda dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan serta pencegahan HIV/AIDS. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta memperkuat kepedulian terhadap isu HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi yang benar dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat di sekolah maupun masyarakat.

Mewakili Wakil Bupati Buleleng selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko.

“Melalui Jambore KSPAN ini, saya berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan tidak berhenti belajar. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan, memperluas pertemanan, serta membangun keberanian dalam menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya. Jadilah generasi muda yang cerdas, berkarakter, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Ia juga berharap semangat yang diperoleh selama jambore tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor edukasi kesehatan remaja serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Baca Juga  Jaga Kestabilan Harga, Satgas Pangan dan TPID Pantau Distributor, Pasar Modern dan Pasar Tradisional

Salah seorang peserta, Komang Nila Handayani, mengaku senang dapat mengikuti Jambore KSPAN Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus bertemu dengan siswa dari sekolah lain yang memiliki kepedulian serupa.

“Senang sekali bisa ikut jambore ini karena kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga bisa bertukar pengalaman dengan teman-teman dari sekolah lain. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak siswa yang memahami pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Kadek Indra Kresna Yudistira, berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama jambore dapat dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolahnya. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peran dalam menyebarkan edukasi kesehatan secara positif.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kami bisa menerapkan ilmu yang didapat dan membagikannya kepada teman-teman di sekolah. Saya juga ingin semakin banyak siswa yang peduli, saling mendukung, dan berani menyampaikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan bahaya narkoba. Semoga kegiatan ini membuat kami semakin semangat untuk belajar dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan Jambore KSPAN Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Keterlibatan aktif para siswa diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Padukan Seni dan Kelestarian Alam, Pemkab Badung dan PPBI Sukses Gelar Kontes Bonsai Skala Nasional

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Kontes Bonsai dan Suiseki Badung 2026
PAMERAN BONSAI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersiap menancapkan tanda pemenang usai membuka Kontes dan Pameran Nasional Pesona Bonsai dan Suiseki Badung 2026 di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Kabupaten Badung, Rabu (21/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kontes dan Pameran Nasional Pesona Bonsai dan Suiseki Badung 2026 menjadi langkah nyata dalam memadukan pelestarian lingkungan, pengembangan seni, sekaligus penguatan daya tarik pariwisata daerah. Kegiatan yang mengusung tema “Seni Alam dan Tradisi” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (21/10).

Pameran berskala nasional ini menghadirkan daya tarik luar biasa dengan melibatkan sedikitnya 850 peserta yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kehadiran ratusan penghobi dan kolektor ini menjadikan Puspem Badung sebagai pusat perhatian para pecinta seni tanaman kerdil tingkat nasional sepanjang pekan ini.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, pameran ini tidak sekedar menjadi ajang perlombaan keindahan tanaman, namun memiliki nilai edukasi lingkungan yang tinggi serta potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan lewat kehadiran peserta dari berbagai wilayah Nusantara. Seni bonsai dinilai sebagai medium pelestarian yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan hayati.

“Bapak dan Ibu yang selama ini merawat pohon-pohon ini merupakan pahlawan lingkungan. Bonsai menjadi bagian dari pelestarian sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis pohon yang ada di alam kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Badung melaporkan bahwa partisipasi 850 peserta pada tahun ini mencerminkan tingginya antusiasme komunitas bonsai dan suiseki di tanah air. Kunjungan para peserta dari luar daerah ini diyakini memberikan dampak positif (multiplier effect) terhadap sektor pariwisata lokal, terutama dalam meningkatkan tingkat hunian akomodasi perhotelan serta menggerakkan aktivitas ekonomi UMKM di Kabupaten Badung.

Baca Juga  Cegah Penggunaan Nitrogen Cair Dalam Makanan, Puskesmas II Densel Sidak ke Pasar Tradisional

Pameran yang dihadiri Ketua umum PBBI Pusat dan Korwil PBBI Bali ini diharapkan menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan pertukaran pengetahuan antar-penggemar sekaligus memperkuat citra pariwisata Badung yang berbasis seni alam dan kebudayaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca