Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Dukung Semangat Kebersamaan, Bupati Tabanan ‘’Nyaksi Ngenteg Linggih’’ Pura Dauh Margi Desa Adat Ngis

BALIILU Tayang

:

bupati tabanan
Bupati Tabanan Komang Sanjaya bersama Anggota DPR RI, Anggota DPRD, Sekda Tabanan, Asisten 1, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan menghadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Dauh Margi Desa Adat Ngis, Jumat (13/1/2023). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Penampahan Kuningan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. mengajak jajaran Pemkab Tabanan hadir dan menyaksikan uleman Karya Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit di Pura Dauh Margi, Desa Adat Ngis, Desa Jegu, Kecamatan Penebel Tabanan, Jumat (13/1). 

Acara yang berlangsung di Desa Jegu, Desa Adat Ngis, Banjar Dinas Ngis Kaja dan Ngis Kelod ini, Bupati Tabanan mengajak serta Anggota DPR RI, Anggota DPRD, Sekda Tabanan, Asisten 1, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Turut mengikuti juga Camat Penebel, unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Jegu dan Bendesa Adat Ngis.

Mengajak para kepala OPD, Bupati Sanjaya sekaligus memberikan atensi langsung terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur masyarakat, dalam hal ini adalah perbaikan jalan. Oleh sebab itu, kehadiran para pemegang kepentingan harus langsung dirasakan masyarakat agar reaksi cepat pemerintah bisa segera terealisasikan. 

Di kesempatan kali ini, apresiasi yang sangat baik kembali dilontarkan Bupati Sanjaya terhadap kesuksesan pembangunan terlebih di ranah sekala dan niskala. Sebab dasar pembangunannya ialah rasa tulus ikhlas dan kebersamaan masyarakat. Sebanyak 198 KK warga Desa Adat Ngis membangun dengan gotong-royong dan melakukan iuran untuk pujawali yang puncak acaranya akan berlangsung besok, Saniscara Kliwon, Wuku Kuningan (14/1). 

bupati tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. (Foto: ist)

“Kita membangun Tabanan tidak main-main, khusus bagaimana kita meningkatkan kesadaran masyarakat untuk kita ajak kompak bersatu, gotong-royong membangun Tabanan yang kita cintai, persatuan ini sudah raket pisan, becik pisan, tetap ditingkatkan, satu jalur kompak bersatu,” sebut Sanjaya dalam sambutannya. 

Pihaknya juga menekankan tentang pentingnya pelestarian adat, agama dan budaya dalam membangun Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. “Saya selalu melihat, melalui Kabag Kesra dan Disbud, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kita di Tabanan, dimana pemerintah bisa masuk, karena saya tahu dalam melestarikan adat kita sekarang ini, dalam rangka Nangun Sat Kerthi Loka Bali, walaupun bendesa adat mendapat bantuan BKK dari Provinsi tidaklah cukup untuk pelestarian. Maka perlulah Pemerintah Kabupaten berada di tengah-tengah masyarakat, harus turun ke bawah menyerap aspirasi,” imbuhnya. 

Baca Juga  Bupati Tabanan Buka Lomba Mancing ST. Manusmrtti Dauh Pala-Pengabetan di Tukad Yeh Empas

Melalui perpanjangan tangannya tersebut, Sanjaya berharap, akan mampu melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, kehadirannya diharapkan mampu menjadi makna, kehadiran Tri Upa Saksi yang menjadikan upacara menjadi Karya yang Satwika, Utamaning Utama. “Saya ajak masyarakat untuk menyatukan kebersamaan. Maka dari itu, harapan saya, ngiring tetap kompak, baik pemerintah di kecamatan, di desa, desa adat sampai ke banjar-banjar, harus kompak, karena ketika kompak inilah perhatian pemerintah akan 100% ke masyarakat, terlebih dalam rangka pembangunan,” ujarnya lebih lanjut. 

 Sesuai dengan arahan Bupati Sanjaya, kekompakan yang terjalin tersebut juga disampaikan oleh Ketua Panitia, I Gede Made Suarjana, sebab warga Desa Adat juga tak hentinya menunjukkan rasa kebersamaan, baik saat iuran ataupun membangun secara langsung. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pemerintah Tabanan terlebih Bapak Bupati yang bersedia datang dan nyaksi Karya Ngenteg Linggih ini, semoga kehadiran Bapak bisa menambah semangat warga untuk terus membangun desa kedepannya,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rangkaian Ngenteg Linggih di Pura Subak Abian Batur Dayang Kebonjero Munduktemu

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian Karya di Pura Dalem Penataran Sari Banjar Pekandelan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ngayah Nyangging di Pura Penataran Sari
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, saat ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, melaksanakan ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9).

Kegiatan ngayah tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian Walikota Denpasar dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat di tengah masyarakat. Kehadiran Walikota juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan krama adat serta masyarakat Kota Denpasar.

Serangkaian karya di Pura Dalem Penataran Sari tersebut turut dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara metatah yang diikuti 45 orang dan menek kelih diikuti 5 orang. Prawartaka Karya, I Wayan Arya, menyampaikan bahwa rangkaian karya dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong seluruh krama. Pelaksanaan metatah dan menek kelih yang dirangkaikan dalam karya tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat dan tradisi Bali.

Walikota IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya keagamaan dan adat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Bali.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjaga adat, tradisi dan budaya Bali agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara.

Ia juga mengapresiasi semangat krama Banjar Pekandelan dan Desa Adat Denpasar yang secara bersama-sama menyukseskan rangkaian karya, termasuk pelaksanaan metatah massal dan menek kelih.

“Kebersamaan dan gotong-royong seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga adat dan budaya Bali. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama,” tambahnya.

Pelaksanaan karya berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dengan melibatkan krama serta masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan upacara. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rangkaian Ngenteg Linggih di Pura Subak Abian Batur Dayang Kebonjero Munduktemu

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung “Ngupasaksi Karya Utama” di Pura Dalem Kahyangan Tuban

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tanda Tangani Prasasti Karya Pura Tuban
TANDA TANGAN PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menandatangani prasasti karya saat menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas, Nyusun Pedagingan, Mecaru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). Upacara ini merupakan rangkaian dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Manawa Ratna, Tawur Balik Sumpah Utama yang puncak karyanya dipimpin Yadnyamana Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda pada 26 September 2026.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Adi Arnawa naik ke Padmasana setinggi 12 meter untuk ngunggahang kwangen, menandatangani prasasti pura. Bupati mendoakan agar karya berjalan sida sidaning don labda karya dan sida paripurna demi kerahayuan jagat Badung dan Bali, serta berharap krama Tuban tetap menjaga persatuan dengan semangat sagilik saguluk, salunglung sabayantaka.

“Kebersamaan ini penting untuk menjaga Desa Adat Tuban yang menjadi gerbang pertama pariwisata Bali melalui jalur udara. Melarapan subakti, kita memohon kelancaran dalam menata Badung menjadi lebih nyaman dan berdoa agar PAD meningkat sehingga semakin banyak program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Pemkab Badung menegaskan komitmen melakukan penataan akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna mengurangi kemacetan.

Sementara itu, Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra, mengungkapkan bahwa pemugaran Pura Dalem Kahyangan didanai melalui hibah Pemkab Badung TA 2025 sebesar Rp 15,9 miliar pada APBD induk. Namun, karena dana tersebut hanya untuk fisik bangunan pura, kas desa adat harus mengeluarkan biaya mandiri hingga hampir Rp 9 miliar, sehingga total pembangunan diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

Prosesi upacara sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 yang diawali dengan Pemarisuda Bumi, Pecaruan, hingga Melaspas Tetaring. Rangkaian akan memuncak pada Purnamaning Kapat, Sabtu Umanis Bala, 26 September 2026, dilanjutkan penganyaran selama empat hari, dan prosesi sineb pada 30 Oktober 2026 yang ditutup ritual Nyegara Gunung.

Mendra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hibah besar dari Pemkab Badung, meski ia berharap dukungan ke depan terus ditingkatkan karena kebutuhan belum sepenuhnya tercukupi. Ia juga berharap pemerintah daerah serta PT. Angkasa Pura Indonesia memberikan perhatian lebih pada Desa Adat Tuban sebagai beranda depan dan belakang Bali.

Baca Juga  Bupati Tabanan Buka Diklat Revolusi Mental dan Peningkatan Motivasi Kerja ASN

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung Dapil Kuta seperti I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, dan I Made Sada. Hadir pula Camat Kuta I Made Agus Suantara, Majelis Desa Adat, Lurah Tuban, unsur TNI-Polri, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, BBMKG Wilayah III, serta jajaran Jasa Marga Bali Tol. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca